Tampilkan postingan dengan label sidina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sidina. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Juni 2023

1001 ALASAN NGEBLOG



Jumat 23 Juni 2003 kemarin sebenarnya ada even Sidina yang aku udah capcipcup pengen ikut. Acaranya kebetulan online dan dilaksanakan pada malam hari. Apa itu ? Sharing dari Mak Tanti Amelia, salah satu blogger senior yang kini juga bergabung di Sidina Community dengan tema 1001 alasan Ibu Harus Ngeblog dan Praktik. Qodarullah .. belum rezeki aku untuk ikut acara tsb,  pulang kantor, langsung ke gym, habis maghrib tau tau ketiduran dan terbangun sudah pukul 22 malam. Sehingga hari ini aku mengejar ketinggalan melalui youtube Sidina.

Senang sekali rasanya mendapatkan sharing dari Mak Tanti, mengingat aku juga salah satu blogger yang sempat hiatus. Sempat membiarkan blog begitu lama, tanpa postingan apa-apa. Ikut acara inis eperti mendapatkan suntikan semangat agar kembali menulis. 
Ada beberapa kendala dalam menulis, apalagi itu menulis di blog pribadi kita ya, yang nggak ada tenggat waktu, nggak ada target.. 
Beberapa kendala tsb antara lain :
1. Writer's Block
2. Sulit mencari ide
3. Bingung cara memulai

Tidak dipungkiri aku sendiri pernah mengalami yang namanya hilang mood ini, atau lebih banyak disebut sebagai writer's block. Yakni suatu kondisi dimana seorang penulis tidak dapat menuliskan apapun. Soalnya kok tema blog gratisan yang isinya curhat seperti blogku ini sekarang jarang dijumpai ya.. hehe.. kebanyakan blog yang sudah beralih ke TLD (top level domain) yang berbayar/langganan.
Tapi ya sudahlah, kita manfaatin dulu aja yang kupunya. Untuk menuliskan hal-hal istimewa, maupun ilmu-ilmu istimewa seperti yang kudapatkan hari ini.
 
Mak Tanti memberikan beberapa tips untuk mengatasi hal ini, antara lain :
1. Segarkan pikiran, misal dengan minum segelas kopi, teh atau minuman lain kesukaanmu.
2. Mencari waktu yang tepat untuk menulis, yaitu waktu yang tidak ada / minim distraksi
3. Buat outline atau mind map dulu, tentang apa yang akan kita tulis. Di sini Mak Tanti memberikan contekan dengan cara mencari 5W+1H dari tema tsb.
4. Perbanyak referensi / sumber.  (ini aku pernah dapat resep juga dari kelas menulis yang lain, resepnya baca-baca-baca-tulis)  Nah bisa jadi "baca"nya nggak hanya 3 sumber, bisa banyak sumber, untuk menghasilkan satu tulisan.

Oh iya, kalau ingin menulis lebih rajin, berjejaring, tambah teman dan tambah ilmu, mak Tanti menyarankan untuk ikut komunitas blogger. Contoh Komunitas Emak Blogger (KEB). Yeay aku udah member, kalau belum dihapus. Biasanya komunitas - komunitas ini menetapkan persyaratan minimal jumlah tulisan,  yang menunjukkan keaktifan blog tsb. 

Banyak ilmu baru di kelas ini ternyata, karena ada hal-hal teknis yang disampaikan mengenai seluk beluk blog. Aku coba cari DA / PA blog ini.. hasilnya adalah....


alhamdullillaah ... Terima kasih Sidina, terima kasih Mak Tanti, semoga setelah ini aku lebih bersemangat lagi dalam menulis

Minggu, 28 Mei 2023

Your Voice Your Asset


Pekan lalu, Sidina Community Jawa Barat dan Banten mengadakan acara Ibu Of The Month. Tema yang diusung adalah Your Voice Your Assets dengan nara sumber Ibu  Nia Kurniawati atau lebih dikenal dengan nama Kak Nia. Acara ini diselenggarakan secara hybrid, yaitu daring melalui zoom meeting dan juga luring yang bertempat di Cafe Maringopi, Bandung.

Karena udah penasaran banget ingin bertemu dengan personil-personil Sidina, akupun sengaja mengambil cuti setengah hari untuk mengikuti acara ini.  Ketika aku tiba, aku berpapasan dengan mbak Adhya yang buru buru mau keluar, katanya mau ambil TV dulu untuk pengganti layar. Berhubung aku belum makan siang, aku langsung menuju ke kasir dan memesan makanan. Aku memesan menu nasi dan minuman spesial khas kafe ini. Setelah membayar aku menuju ruang meeting yang ditunjukkan oleh masnya. Betapa takjubnya aku, ternyata kak Nia udah duduk manis di sana. Sendirian. Kemudian kami pun mengobrol. Kebetulan aku udah beberapa kali ketemu Kak Nia dalam berbagi event. 

Tak lama kemudian makananku datang, akupun minta izin kak Nia untuk makan dulu. Karena udah dinotice sama panitia, kalau acara udah mulai nggak boleh ada makanan di ruang meeting. Tak lama kemudian saat aku masih makan, datang teh Inna Nurhidayah. ALhamdulillah udah kenal juga sama beliau ini. Bahkan aku tahu Sidina juga dari postingan Teh Inna. Obrolan pun makin ramai. Teh Inna ini cukup jauh rumahnya dari lokasi yakni dari Rancaekek. Sedangkan kak Nia dari Cibiru.



Sementara kami masih mengobrol, Mbak adhya datang. Kemudian layarpun dipasang dengan dibantu dari pihak cafe. Tepat jam 14.00 acara dimulai. Sempat ada beberapa kendala teknis, tetapi dapat diatasi.  Acara dipandu oleh Kak Miya di ruang zoom, sedangkan pemateri ada di sini bersama kami. Seru deh..

Kak Nia memberikan materi begitu jelas dan ekspresif. Disertai dengan praktik juga dari para peserta. Dimulai dari perkenalan, baik dari peserta daring maupun ruling. Eh ternyata itu kak Nia lagi menunjukkan type-type suara, karena saat materi, Kak Nia memberikan feedback atas suara peserta yang tadi berkenalan.

Kak Nia menyampaikan bahwa semua suara itu unik, Semua suara itu bagus, Masing-masing memiliki kemampuan, hanya kita sebagai pemilik yang perlu mempelajari suara kita. Jika dipergunakan secara tepat maka keistimewaan dan keunikan itu akan semakin menonjol.


Selain itu kak Nia juga mengingatkan agar kita sebagai pemilik suara, berupaya menjaga suara. Caranya bagaimana ?

1. Cek suara kita, masuk yang rendah, sedang atau tinggi. berlatihlah menggunakan suara di luar suara biasa kita

2. Disiplin, disiplin di sini adalah dalaml hal melatih suara. Nggak ada orang yang langsung ahli, semuanya melalui latihan. Misal dari artikulasi, kemudian nada suara,maupun macam macam suara, suara anak, orang tua, dll

3. Emosi - postur - baru bicara. Jadi ketika kita akan berbicara, perlu emosi yang tenang dan postur tubuh yang mendukung, yaitu tegak, agar  suara dapat keluar dengan tenang dan lancar

4. Bernafas ; Kadang kala ada orang yang kalau bicaara suara nafasnya terdengan di mic. Misal kita sedang merekam di telepon genggam juga seperti itu. Nah disini kita perlu berlatih nafas perut agar suara lebih jernih dan lebih panjang nafasnya.

5. Berpikir jernih. Ini terkait dengan nomor 3. Bila pikiran kita semrawut, bicara pun tidak runut.

6. Latihan bokal dan warna suara

7. Cek makanan makanan yang mendukung suara kita, maupun yang dapat merusak suara. Contoh makanan yang dapat mengganggu suara adalah makanan dengan perasa yang tajam, misal pedas, atau makanan yang digoreng. kalau kita akan berbicara di depan umum, sebaiknya kita menahan diri tidak mengonsumsi makanan-makanan tsb  dulu.

Demikian beberapa hal yang dapat aku catat dari pelatihan hari itu. Sebeluma acara diakhiri, ada praktik membaca buku, membaca teks voice over dan juga teks iklan. Semua dicontohkan oleh Kak Nia kemudian baik peserta daring maupun luring dipersilakan mencoba. 

Setelah pembagian doorprize acara ditutup dengan foto bersama.Yeay. senengnya hari itu bisa ketemu ibu ibu pintar dan berdaya dari Sidina. sampai jumpa di event berikutnya ya..