Minggu, 27 Juli 2025

DR. CAPT. E. Kartini M.M, Nakhoda Kapal Perempuan Pertama Indonesia

 



E. Kartini adalah nahkoda perempuan pertama di perusahaan pelayaran milik negara PT Pelni (Pelayaran Nasional Indonesia), bahkan di Indonesia. Dr. Capt. E. Kartini, M.M., M.Mar, lahir di Sumedang, Jawa Barat tanggal 25 Desember 1946. Kartini adalah lulusan Akademi Ilmu Pelayaran (sekarang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran), Jakarta. Kini, setelah pensiun sebagai nahkoda, Kartini yang telah menyandang gelar doktor (S3) dari Universitas Negeri Jakarta, mengajar di sekolahnya dahulu (STIP).

Inspirasi awal menjadi seorang pelaut adalah dari sebuah majalah. Dan alasan utama memilih AIP ( Akademi Ilmu Pelayaran ) pada tahun 1965 saat itu adalah karena AIP merupakan sekolah kedinasan dan gratis. Kartini anak pertama dari seorang tentara dan adiknya masih banyak. Orang tua tahu Kartini sekolah di AIP setelah semua proses dilalui dan tinggal masuk asrama. Meskipun ikatan dinas, untuk bekerja dapat memilih dan mencari kerja sendiri sehingga beliau masuk di PT Pelni tahun 1971 dan sahabatnya masuk ke PT Pertamina..

Kartini menjadi nakhoda setelah melewati jenjang karir yang panjang, mengawali menjadi ABK dan mualim, mulai dari jabatan mualim IV (31 Januari 1971) dan baru mejadi Nakhoda pada 26 Desember 1976.

Bersuamikan seorang pelaut yang sama-sama lulusan AIP, dukungan keluarga sangatlah besar. Suami Ibu Kartini mengerti bahwa kenaikan jabatan  harus diikuti peningkatan ijazah laut. Mendapatkan  ijazah peningkatan harus memiliki masa berlayar, setiap tingkat harus punya masa berlayar selama dua tahun. Untuk tujuan tersebut beliau menargetkan semua jenjang dapat diraih saat anak pertama, sehingga anak kedua dst tidak lagi ditinggal berlayar. 

Di usianya yang menjelang 79 tahun, Ibu Kartini memilih tetap berkegiatan alih-alih menjalani pensiun dan  menikmati masa tua yang lebih tenang. Beliau tetap aktif berkegiatan berkarya dan menginspirasi. Menurut beliau, usia pasca pensiun, kalau diam makan akan cepat game over, beliau berucap sembari tersenyum.

Saat ini mahasiswa dan mahasiswi beliau di Akademi Maritim seumuran dengan cucu-cucu beliau. Sepanjang beliau mengajar, maka ilmu tersebut tetap diingat dan dipakai. Selain itu ada permintaan bakti itu dari alumni STIP untuk memotivasi bagi pada taruni. BIsa kok perempuan menjadi seorang pelaut. Dengan profesinya sebagai dosen ini, Kartini masih bisa naik kapal, memperkenalkan suasana kapal kepada murid-murindnya. 

Ketika ditanya bagaimana  rasanya berdiri di anjungan kapal sebagai pemimpin? Kartini menjawab bahwa sebelum seorang ABK menjadi pemimpin dia akan menempuh pendidikan secara berjenjang. Bagaimana cara memimpin/dilatih secara terus menerus terus saya sendiri jadi pimpinan kayaknya pede aja tuh karena kita sudah terlatih kan sudah terlatih  dalam kehidupan di asrama dan di kapal. Di kapal tidak ada diskriminasi gender. Meski angin topan sedang bertiup tugas dalam kapal tetap dilakukan. Pelaut itu lahir bukan dari laut yang tenang tapi dari laut yang berombak.  

Nilai-nilai luhur dari dunia maritim yang dapat diimplementasikan dalam keluarga :
1. Komitmen - sebagai istri dan ibu kita punya anak punya suami. Alhamdulillah target ijazah yang harus selesai pas anak pertama lahir, jadi anak kedua ketiga dst tidak ditinggal lagi berlayar
2. tangguh dan bermental kita kuat. Di kapal bukan hanya butuh ilmu saja tetapi  fisik juga. Setelah melalui ujian fisik ketika masuk akademi, diasah terus selama pendidikan, dan ditempa oleh gelombang. 
3. kepemimpinan. 
4. Bergaul juga bagaimana kita bergaul dengan sesama perwira adab bergaul dengan bawahan semua tetap berpegang kepada norma-norma. 
5. Tidak ada perbedaan gender, latihannya sama, pendidikannya sama. dan tidak ada harassmen ataupun bullying. Peran ini terbuka baik untuk laki laki maupun perempuan.
6. Satu tim di atas kapal, harus ada tepo seliro.

Harapan ibu Kartini terhadap generasi muda terutama agar ikut menjaga jati diri bangsa sebagai bangsa maritim. Dunia pelaut itu kan sudah terbuka ya kan baik di Indonesia maupun di luar negeri kan tidak ada istilah gender.


Jumat, 25 Juli 2025

Challenge 6 : Perempuan Indonesia Penjaga Lokalitas Pelaku Aksi Global

 


Kisah Anne Avantie
Lie Anne Avantie atau lebih dikenal dengan nama Anne Avantie adalah desainer kebaya ternama Indonesia.  Beliau lahir di Semarang pada tanggal 20 Mei 1964. Karya-karyanya dikenal anggun dan penuh nilai budaya. 

Anne tidak menempuh pendidikan formal dalam bidang fashion. Ia belajar secara otodidak dari pengalaman menjahit dan mengamati lingkungan sekitarnya. Bakatnya tumbuh dari hobi membuat pakaian boneka saat kecil, hingga akhirnya membuka usaha di garasi rumah.

Karya Anne Avantie mulai dikenal luas pada era 1990-an. Ia mengangkat kebaya ke panggung mode modern, menggabungkan sentuhan tradisional dan kontemporer. Banyak selebritas, bahkan pejabat dan tokoh nasional, memakai rancangannya.
Ia rutin tampil di ajang fashion bergengsi, termasuk Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Week.

Inspirasi dari  Anne Avantie adalah :
1. Tetap mempertahanankan sentuhan etnik pada karya kebayanya yang modern
2. Mengangkat budaya lokal Indonesia ke kancah internasional
3. Beliau aktif dalam kegiatan sosial: 
- Anne mendirikan Rumah Batik Semarang di Semarang 
- dan mendukung panti rehabilitasi serta pasien kanker dan anak-anak berkebutuhan khusus di bawah naungan yayasan Wisma Kasih Bunda
- Anne juga mendukung UKM yang membuat karya seni dalam negeri 
 dengan mendirikan toko "Pendopo"

Nilai-nilai yang dapat diterapkan di keluarga
- Indonesia begitu kaya akan budaya, dengan sentuhan kreativitas, budaya Indonesia akan go internasional tanpa kehilangan jati dirinya.
- Berawal dari langkah lokal, dengan kesungguhan maka akan go internasional
- Ketika kesuksesan sudah di tangan, jangan lupakan sekitar, Tetaplah menjadi orang baik, tetaplah berbagi


Kisah Saung Angklung Udjo


Angklung adalah salah satu budaya Jawa Barat. Saat ini angklung tidak dapat dilepaskan dari Mang Udjo. Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati adalah tokoh besar di balik Saung Angklung Udjo.

Padepokan angklung yang terletak di Jl Padasuka, Bandung kini menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Konsepnya seperti tempat penampilan terpadu, karena selain angklung, di sini juga ditampilkan wayang golek, gamelan, bobodoran, kesenian benjang / kuda lumping, kaulinan barudak (permainan anak-anak), tari topeng, lagu-lagu daerah dari berbagai penjuru nusantara, dan puncaknya adalah pengunjung diajak bermain angklung bersama.

Udjo sendiri bukan sekedar nama, namun dapat dimaknai :
- Ulet atau tekun artinya adanya ketekunan dalam mempertahankan warisan budaya lewat seni angklung
- Dispilin, Disiplin menjadi landasan untuk membentuk kekompakan. Kekompakan untuk menjaga dan mengembangkan keindahan warisan budaya, lewat seni angklung
- Jujur Jujur bermakna Saung Angklung Udjo bukan cuma tempat, tetapi ruang di mana kejujuran jadi jiwa yang memperkaya setiap nuansa seni.
- Optimis - semangat penuh optimisme dalam melestarikan keindahan warisan budaya, melalui seni angklung

Berikut posternya yang kubuat dengan bantuan AI:




Kamis, 24 Juli 2025

Perempuan, Kearifan Lokal dan Identitas Nasional

 


Apakah anda mengenal jam karet? Bagi sebagian orang Indonesia tentunya budaya tsb bukan hal yang asing, bahkan melakukannya. Kita akui ada budaya tsb di Indonesia, tapi kurang arif. Ada lagi misalnya orang Indonesia suka berkumpul, tapi kalau pertemuan selalu selesai Isya, ini sudah terlalu malam.

Namun ada contoh kebiasaan kita yang berpotensi untuk gerakan. Gerakan apa?
- pendidikan karakter
- melestarikan bahasa daerah
- membangun literasi sejak dini
- mempererat hubungan keluarga


BEberapa contoh kearifan budaya lokal adalah
1. Tradisi bercerita atau mendongeng, ini seperti kebiasaan orang tua jaman dulu yang mendongeng sebelum tidur.
2. Tanaman obat keluarga, ini yang telah diyakini turun temurun. misalkan, kalau batuk makan kencur, dsb
3. Tradisi ketrampilan atau kerajinan, seperti anyaman, kota batik, dan batik

Mbak Ara dengan Aha Project nya telah memberdayakan anak-anak di seluruh Indonesia, apa yang dilakukannya?
- Pembelajaran dengan mempergunakan material yang ada di sekitar
- Menghadirkan tokoh lokal/ setempat
- Diskusi dengan dipandu oleh local champion
- di beberapa daerah, penggunaan bahasa daerah dan dialeknya dapat lebih diterima

Mengapa mba Ara bisa begitu? Resepnya adalah
1. Mendengar dengan hati, bukan dengan telinga
2. Menghargai, membangun rasa bangga dan jembatan antar warga, tanpa ini kita akan berdiri sendiri sendiri di masing masing daerahnya.
3. Mencari arti, menemukan hubungan pribadi, nilai dan resonansi emosioanal yang mendalam.

"Kearifan lokal bukan fosil masa lalu melainkan benih masa depan. Menghargainya berarti merawat akar, agar pohon identitas kita tetaplah kokoh."

Meanjawab pertanyaan salah satu peserta bagaimana cara mengajak masyarakat pada gerakan kita?
- Masuk melalui kebutuhan ;mereka, ada yang membutuhkan pendidikan, ada juga yang membutuhkan perbaikan finansial, ingin berprestasi, dsb nah dari sini kita masuk
- Dan bagaimana kita menjadi jembatan antara kebutuhan dan gerakan.


Menjawab juga pertanyaan dari peserta mengenai identitas bangsa kita misalnya dari seorang anak yang lahir dari pasangan beda pulau?
di sini ada hal yang terjadi juga di kancah internasional. Ada anak yang lahir dari pasangan yang berasal dari negara A, ibu dari negara B, lalu tinggal di negara C
disini masalah pertama adalah identitas diri, yang kedua adalah relasi atau interaksi individu tersebut. Sesungguhnya kita semua adalah percampuran/perpaduan dari berbagai unsur, identitas diri, keluarga menjadi sesuatu yang unik buat diri kita. Saat berinteraksi di dunia global, identitas diri ini menjadi keunikan tersendiri.




Selasa, 22 Juli 2025

Challenge 5 : Menjaga Kearifan Lokal Sebagai Identitas Nasional

 


Sebuah Catatan

Budaya Kita Jati Diri Bangsa, beberapa hal yang merupakan urgensi melestarikan budaya adalah :
1. Kebudayaan merupakan jati diri dan kebanggaan bahsa, karena budaya ini unik di mata dunia
2. Kebudayaan adalah warisan leluhur, melestarikan budaya adalah menghargai dan meneruskan nilai serta kearifan lokal para pendahulu kita
3. Budaya juga merupakan pengetahuan dan sumber informasi, banyak penemuan, teknologi dan seni berakar dari budaya
4. Perekat Persatuan, memahami budaya akan menguatkan toleransi dan kebersamaan.

 Ada berbagai macam budaya Indonesia antara lain
1. Bahasa, terdiri dari lebih 700 bahasa daerah, dan bahasa Indonesia adalah pemersatunya
2. Keragaman lagu dan tari daerah
3. Keragaman pakaian adat dan bentuk rumah adat
4. Keragaman permainan anak di berbagai daerah
5. Keragaman karya seni lain misal batik, wayang kulit, ukiran dsb
6. Keragaman makanan
7. Keragaman alat musik, dsb

Apa tradisi atau adat istiadat yang masih dijalankan di sekitar kita?

Karena saya tinggal di Bandung maka saya mengamati kebudayaan di sini ya.. Yang sering terlihat adalah masih ada tradisi yaitu Benjang, biasanya menyatu dengan Sisingaan yaitu anak laki-laki yang diarak keliling kampung saat disunat, diiringi musik tradisional seperti angklung, gamelan, kecapi, suling dan lagu daerah berbahasa Sunda.

sumber : www.subang.go.id

Apa makanan tradisional yang menjadi identitas daerah?

Di Bandung sebenarnya banyak makanan tradisional yang sudah dikenal luas, seperti cuanki, batagor, siomay, seblak, cilok, cimol, cilor dan peracian lainnya. Tapi aku ingin menampilkan makanan tradisional alin yang disebut AWUG.  Sebenarnya awugnya itu sendiri hampir sama dengan awug Jawa Tengah, tapi kalau di Bandung penjual awug biasanya sekalian menjual kue kue tradisional lainnya.

Sumber : IG Awug Cibeunying

Awug Cibeunying (koleksi pribadi)


Apakah ada upacara adat, pantun, lagu daerah, permainan tradisional, atau pakaian khas?

Tentu saja ada. Upacara adat misalnya saat pernikahan, ada pantun Sunda yang disebut "sisindiran" isinya bukan menyindir ya.. tetapi nasehat, kisah cinta ataupun lucu-lucuan / ngabodor.

Kalau permainan tradisional disebutnya "kaulinan barudak" atau permainan anak-anak. Di Jawa Barat ini mirip dengan di Jawa Tengah tempat aku berasal. Seperti main egrang, ucing sumput (petak umpet), dsb

Sedangkan pakaian khas Sunda untuk perempuan mengenakan kain dan kebaya, untuk laki-laki memakai baju pangsi (biasanya setelan hitam-hitam dan mengenakan ikat kepala batik)

Siapa tokoh lokal yang melestarikan budaya tersebut?

Ada satu tokoh pelestari kesenian yang namanya sudah mendunia yaitu Mang Udjo dengan padepokannya Saung Angklung Udjo. Di sini memadukan hampir semua seni dari Jawa Barat seperti yang aku ceritakan di atas. Permainan, tarian, musik, lagu, wayang golek, dan semua disajikan dalam satu pertunjukan yang sangat atraktif.  

Baca juga : 

Berkunjung ke Saung Angklung Udjo

Apa nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal itu?

Dalam budaya Sisingaan, seorang anak yang habis disunat, dinaikkan ke tandu berbentuk singa, kemudian diiringi musik dan lagu serta tari / kuda lumping, adalah untuk menghibur si anak dan mengalihkan dari rasa sakit (dulu belum ada anestesi ya.. ) teman-temannya menari di sekelilingnya.

Kegiatan pekan budaya di keluarga

Mungkin ini kurang relate ya.. kalau aku praktekkan dengan kondisi anak 5 dengan si bungsi usia 17 tahun dan sedang mondok. Aku mau cerita saja sih bagaimana kami yang berasal dari keluarga Indonesia (orang tuaku Jawa Tengah, mertua dari Lampung/Palembang), sempat merantau ke Kupang, NTT, anak-anak juga lahir ada yang di Kupang, di Lampung dan di Bandung. Dan saat ini kami menetap di Bandung. Perjalanan keluarga ini  telah menjadikan kami menjadi keluarga Indonesia.

- Waktu aku kecil oleh orang tua didaftarkan les menari Bali dan di sekolah belajar tari tradisional Jawa, belajar nembang mocopat, dan juga dolanan
- waktu ikut suami ke NTT beta ju belajar bahasa Kupang (aku belajar bahasa Kupang)
- Aku dan anak anak belajar bahasa Sunda dan bahasa Jawa
- Kami mengenakan pakaian kain tenun NTT
- Setelah di Bandung anak-anak belajar angklung, bahkan 3 gadis kami ikut eskul angklung.
- Anakku yang kedua kini giat berkain dalam berbagai kesempatan.
- Sesekali kami berseragam batik, ataupun memakai songket Palembang
- Makanan tradisional dari berbagai daerah cukup familiar dengan lidah kami (jagung titi dari Kupang, getuk goreng Sokaraja dari Jawa Tengah, pempek, tekwan, dsb dari Palembang, dan jangan ditanya makanan Bandung ya..

“Tradisi apa yang dulu sering dilakukan dan sekarang mulai hilang?”

Kalau ini aku masih bisa menjawab karena aku mengalami sendiri ya.. dulu Nenek selalu mendongeng (tradisi bertutur), menceritakan kisah-kisah penuh makna sebelum kami tidur di malam hari. Pada masa aku menjadi ibu, tradisi bertutur itu bergeser ke membacakan buku.

Ada juga tradisi membuat bubur merah dan bubur putih saat memberikan nama untuk anak-anak, inipun sudah tidak aku lakukan dengan alasan satu dan lain hal. Tetapi aku membuat dan mengenalkan bubur merah dan bubur putih ini ke anak-anakku. 

Senin, 21 Juli 2025

Perempuan Pembangun Jati Diri Bangsa

 


Ratih Nur Esti Anggraini, Ph D

Masalah anak Indonesia saat ini
1. Perundungan
2. Pelaku perundungan
3. Pelaku kejahatan siber
4. Korban kejahatan seksual
5. Pelaku kejahatan seksual
6. korban pornografi dari media sosial
7. pelaku/pemilik media pornografi
8. Gangguan mental, memang belum ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) ya tetapi ODMK-orang dengan masalah kejiwaan



Membina hubungan dengan anak 
Membina hubungan dengan anak-anak ini perlu, agar anak  merasakan hubungan penuh dengan orang tuanya, dan merasa aman dalam hubungan tersebut. Hal hal yang perlu diperhatikan saat membina hubungan dengan anak adalah :.
  • waspada dengan tumpukan emosi anak / emotional backpack of our child. ketika emosi mereka tidak diwadahi, tidak divalidasi, itu akan menumpuk.
  • berikan mereka waktu spesial / special time. Spesial time ini bukan hanya saat bersama kita. Tetapi mencakup juga waktu spesial ketika mereka ingin sendirian. Sebagai orang tua kita perlu memberikan itu.
  • dengarkan / listen, apapun yang mereka ceritakan, tanpa judging tanpa menghakimi. termasuk juga tanpa memberikan nasehat ketika tidak diminta.

Tantangannya 

1. Tantangan untuk menjadi ibu multi peran, hatta ibu tidak bekerja pun banyak peran di masyarakat ataupun sebagai perempuan pengusaha, tidak harus perempuan pekerja di sektor formal

2. Tantangan dunia kerja nanti, bagaimana anak-anak gen Z diberitakan sebagai generasi yang lekas bosan di dunia kerja dsb.

Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa kedekatan antara orang tua dan anak dapat menjadi pendorong prestasi, yaitu dengan tumbuhnya rasa syukur dan modal psikologis. dukungan emosional dan kedekatan dalam hubungan akan menumbuhkan kepercayaan diri dan rasa optimis.

Langkah untuk Emotional Coaching 

- Empati, tumbuhkan empati kita dalam perspektif anak-anak. orang dewasa kadang menganggap semua masalah anak sebagai sesuatu yang sepele.
- Izinkan mereka mengekspresikan emosi, menangis tertawa, sedih, gembira, marah, dsb tapi ada batasan
- Biarkan mereka menceritakan hari-hari mereka
- Ajarkan mereka problem solving, bukan kita yang menyelesaikan

Mastery Coaching

- Ajarkan mereka untuk menikmati proses mengeksplorasi dan belajar
- berikan tanggung jawab
- mensupport mereka bukan mengambil alih
Setelah semua usaha yang kita lakukan, ada baiknya kita sadari hal berikut "kita tidak dapat mengubah orang lain, tetapi kita dapat mengubah diri kita dan respon kita terhadap kejadian di sekitar kita. ketika respon kita berubah, maka perlahan dunia di sekitar kita juga akan berubah"

Priviledge sebuah keluarga akan memengaruhi anak-anaknya. Misal dalam kondisi Bu Ratih yang menempuh pendidikan hingga S3 dan suami beliau seorang penulis, maka anak-anak melihat bahwa kedua orang tuanya senantiasa dalam keadaan belajar. Hal ini secara tidak sadar terpatri dalam diri anak-anak. Dan bagaimana putra beliau menjadi penulis berawal dari menulis diary baru kemudian diajari teknis menulis oleh ayahnya.

Membagi waktu dan perhatian untuk anak-anak bagaimana? dalam satu keluarga tidak mungkin 7x24jam sibuk terus, ada waktu waktu santai, itu yang dimanfaatkan. Atau misalnya dalam perjalanan. Karena keluarga bu Ratih dan Pak Ario misal salah satu diminta mengisi acara, maka seluruh keluarga di boyong. Nah dalam perjalanan ini biasanya terjadi dialog.



Belajar Kelompok KPI Online

 


Dengan dipandu Jurumudi Ressy Laila Untari, peserta KPI online diajak belajar kelompok. Manfaat belajar kelompok ini ada banyak. Beberapa diantaranya adalah :
1. Motivasi
2. Berbagi
3. Komunikasi
4. Kerjasama
5. Bahagia
6. Karakter
 
Kemudian peserta diminta masuk ke breakout room dan dibagi per lima orang, lalu diminta berkenalan dan menceritakan tentang  kendala dalam mengerjakan challenge 3.
Kendala - kendala yang banyak dialami peserta adalah
1. Belum mendengarkan rekaman hingga selesai
2. Tidak relate dengan kondisi keluarga/karena tinggal sendiri/belum menikah
3. Kendala jarak dapat diatasi dengan teknologi

Kata kata penyemangat :
1. KPI adalah priviledge karena kita tidak jalan sendiri, tapi jalan bersama
2. Mulai aja dulu, nanti di jalan ada ide
3. KPI adalah tantangan, buat se having fun mungkin,jangan jadi beban


Minggu, 20 Juli 2025

Challenge 4:Nilai-nilai Luhur untuk Generasi Penerus

 


Ada hal yang Ibu khawatirkan yaitu setelah besar nanti khawatir jadi beban orang lain. Ibu Murni selalu berpesan bahwa keberhasilan anak-anak adalah dari mereka sendiri, orang tua hanya memfasilitasi. Ada 3 action yang beliau tekankan yaitu 3 Ekstrim
1. Usaha Ekstrim, les dari kecil, diberikan pandangan ke depan,
2. Doa Ekstrim, tirakat, puasa, sholat malam, sholat hajat, menyediakan waktu untuk berdoa khusus di waktu khusus
3. Sedekah Ekstrim, sedekah tidak hanya materi termasuk memudahkan urusan orang lain

Anak-anak akan memiliki kemampuan untuk belajar yang lebih ketika mereka sering meng
ulang. Orang tua wajib mencarikan informasi untuk perkembangan anak-anak. Bahwa usaha yang dilakukan sekarang kalau mau dibilang berat ya berat, tapi pikirkan hal yang lebih besar lagi. Cita-cita di depan.
Doa Ekstrim, bu Murni selalu mendoakan ketiga putra putrinya agar sukses di kemudaian harii. Dalam berdoa, bu Murni benar-benar meluangkan waktu. Saat anak-anak ujian, bu Murni akan izin, untuk memanjatkan doa secara khusus. Beliau juga melakukan puasa serta shalat hajat untuk cita-cita anaknya.

Sedekah Ekstrim, yaitu sedekah yang luar biasa effortnya. Setiap ada hajat pasti beliau menyiapkan sedekah khusus. Semua putra putrinya juga melihat itu sehingga 3E ini menjadi nilai keluarga 


Ketika bicara tentang pewarisan nilau untuk generasi penerus ini, tentunya setiap orang tua memiliki upayanya tersendiri untuk mendidik anak-anak. 
Sepertinya jawaban dari pertanyaan nilai nilai apakah yang diwariskan kepada generasi pnerus, masih terseambung dengan tugas sebelumnya. Maka ketika aku bicara dengan anak-anakku melalui aplikasi pesan. Masya ALlah jawaban mereka membuatku terharu. 
- agama, anak-anak dilibatkan dalam ibadah sejak kecil sebagai pembiasaan
- tanggung jawab, setiap anak diberikan tugas sesuai umurnya. 
- jujur dan sederhana, tidak bermewah-mewah, ketika menginginkan sesuatu, harus ada perjuangannya dulu
- saling menyayangi dengan adik kakak
- berbagi dengan saudaranya dengan ikhlas

Nilai yang dilatih lebih kuat lagi adalah tentang hidup sederhana. Ketika anak pertama dan kedua sudah bekerja lalu memiliki uang sendiri, jangan sampai anak merasa bebas belanja, namun tetap memperhatikan prinsip keluarga di atas. 

Tokoh nasional yang menjadi contoh kesederhanaan adalah Bung Hatta. Beliau dikenal juga sebagai bapak koperasi. kesederhanaan beliau misalnya dengan menjahit sepatunya alih alih membeli yang baru, padahal saat itu kondisinya berpunya, ini adalah sesuatu yang amazing.


Sabtu, 19 Juli 2025

Challenge 3 KPI: Keluarga Sebagai Basis Karakter Individu dan Bangsa

 



Sebuah catatan

Ini adalah momen kedua aku ikut KPI Online secara langsung di zoom. Sayang sekali saat itu aku mengaksesnya dari laptop kantor sehingga semua file ada di kantor. Tapi aku udah pengen bikin catatan hari ini. hehe

Jujur hati ini tertampar-tampar menyimak materi dari Prof Euis Sunarti. Beliau adalah seorang guru besar dan pakar dalam ketahanan keluarga. Menyampaikan materi tentang Keluarga Sebagai Basis Karakter Individu Bangsa.

Prof Euis mengulas betapa tantangan global keluarga saat ini begitu besar. Perubahan dinamika mobilitas aktivitas dan interaksi membawa perubahan yang berpotensi mengarah pada ketidakpastian dan permisifisme.

Sebagai contoh adalah dengan kemajuan dunia digital, dapat menjadi perangkap dalam bersosial media yang mengonsumsi banyak waktu dan juga konten pornografi maupun game yang menimbulkan adiksi. Ini akan menimbulkan ketidakseimbangan interaksi dalam keluarga dan sosial, bahkan mungkin juga akan mengakibatkan bergesernya peran dan tugas anggota keluarga. Maraknya perselingkuhan, perceraian, masalah seksual tentunya menjadi PR tersendiri buat keluarga Indonesia saat ini.

Di sinilah peran keluarga untuk menginternalisasi adab/akhlak ataupun karakter anak. Hal ini da2.pat ditandai dengan :

1. Kuatnya bonding orang tua-anak dalam pengasuhan

2. penguasaan ruang lingkup pengasuhan, orang tua jangan berhenti belajar

3. metode pengasuhan yang memadai

4. konsistensi dan persistensi

5. Lengkap dan Tuntas 

6. Titik kritis pada hal hal kecil/detail 

Bagaimana agar nilai-nilai keluarga tidak hanya diketahui, tetapi menjadi prinsip yang diterjemahkan dalam perilaku. sehingga tidak ada gap lagi antara pengetahuan dengan tindakan..

Tantangan ketiga

1. Nilai apa yang paling penting dalam keluarga kita?

Kalau buatku sendiri sebagai anak, dulu bapak ibu menanamkan sikap disiplin, sopan santun/tata krama,  dan ramah / tidak membeda-bedakan kepada siapa. Aku ingat betul dulu ada pengamen khusus lagu keroncong yang kalau datang pasti disuguhi makan dan diminta menyanyikan beberapa lagu sekaligus. Semacam nonton live show

Aku bertanya pada anakku value keluarga apa yang kalian dapat dari Umi Abi ?

versi F2 mengatakan ada tiga nilai yaitu : Nilai religi, kejujuran dan tanggung jawab. Ketiga nilai tersebut ditanamkan sejak kecil dan semua kegiatan selalu melibatkan itu. sedangkan yang menjadi kompas adalah Nilai religi.

Jujur aku bersyukur anakku dapat menangkap makna tersebut. Jadi terharu..

2. Membuat deklarasi

Karena anak-anakku yang lima orang sudah terpisah-pisah di lima lokasi, aku tidak membuat ini dan menempel. Tetapi dengan menanyakan kepada mereka, ini seperti aku sedang mendapatkan feedback dari pola pengasuhan selama ini.


3. Contoh nilai perilaku versi anakku dalam kegiatan keluarga.

- Nilai Religi

Kami membiasakan sholat lima waktu secara berjamaah di rumah setiap hari. Setiap selesai maghrib semua anak belajar al quran dan orang tua juga membaca al quran. Khusus di bulan ramadhan hafalan al quran anak akan di cek setiap tahun hingga ramadhan kemaren saat anak-anak udah besar-besar.

Sejak anak-anak bayi, selalu kami libatkan dalam kegiatan kajian pekanan di sekitar rumah, anak bukan penghalang, mereka belajar bersosialisasi sekaligus belajar adab ketika berada di ruang publik.

- Kejujuran

Ketika berbuat kesalahan maka jujur mengakui. Misal ketika pertengkaran atau bahkan perkelahian adik kakak, siapa yang mulai duluan diminta mengaku. Kalau barang-barang hilang atau ketinggalan di sekolah juga demikian. 

Selain itu kami juga menanamkan kepada anak agar belajar dengan sungguh-sungguh, karena kami tidak akan membantu dengan jalur aneh-aneh agar mereka masuk sekolah favorit. Jadi kelima anak masuk sekolah lanjutan juga sesuai akademik masing-masing. 

- Tanggung jawab

Sejak anak-anak bisa diajak bicara  sudah diberikan tanggung jawab sesuai usia, seperti mengembalikan mainan ke tempatnya, membaca dengan tertib (tidak menyobek/coret coret buku), membuang sampah ke tempatnya, membawa piring bekas makan ke sink, menyimpan baju kotor di tempat baju kotor, menjemur handuk, membereskan tempat tidur.. bahkan sekedar menyalakan lampu taman, mengisi air torn yang notabene hanya menekan saklar atau menutup korden juga ada PJ nya (LOL)

Seiring waktu tugas semakin berat. Seperti mencuci piring dibuat jadwal, mengangkat jemuran, menyapu ruangan-ruangan dan halaman, dsb  Jangan ditanya urusan sekolah, buku, PR ataupun tugas, orang tua hanya mensupervisi, bukan mengambil alih. Kami anti, tugas sekolah anak dikerjakan oleh orang tua. Ini juga mengajarkan kejujuran/integritas.

Dari catatanku di atas, Kami percaya keluarga kami dapat membangun Indonesia lebih baik dengan cara berkontribusi di bidang kami masing-masing. Kami orang tua adalah sepasang ASN, anak pertama kedua juga ASN. Insya allah kami selalu berusaha menjaga integritas dan menjadi ASN yang melayani masyarakat. ANak ketiga dst masih menuntut ilmu. 

Semoga kontribusi ini menjadi kontribusi positif untuk Indonesia.

Minggu, 13 Juli 2025

Challenge 2 KPI: Sejarah Maritim dan Peran Perempuan Indonesia

Kisah Malayahati

Malahayati adalah perempuan asli  Aceh kelahiran 1 Januari 1550. Beliau menjadi satu di antara beberapa singa betina dari Tanah Rencong yang bernyali besar, selain Cut Nyak Dien dan Cut Nyak Meutia yang melawan penjajah. Nama asli Malayahati adalah Keumalahayati, ia berasal dari keluarga pengarung samudra berdarah biru. Ayahnya adalah Laksamana Mahmud Syah seorang Panglima Angkatan Laut Kesultanan Aceh. Malahayati adalah cicit dari Sultan Salahuddin Syah, raja kedua di Kesultanan Aceh yang memerintah pada tahun 1530 sampai 1539.

Tumbuh besar di lingkungan istana, lalu mengikuti akademi militer angkatan laut kesultanan bernama Mahad Baitul Maqdis. Saat menginjak usia 35 tahun, Malahayati sudah menjabat sebagai Kepala Barisan Pengawal Istana Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah semasa Sultan Alauddin Riayat Syah al-Mukammil memerintah. Oleh Sultan Riayat Syah, Malahayati diberi pangkat laksamana dan mempunyai mimpi ingin membangun sebuah armada tempur laut yang seluruh prajuritnya adalah perempuan.

Impian tersebut terwujud setelah suami Malahayati gugur di peperangan melawan portugis. Ia menamakan pasukan elite tersebut dengan Inong Balee atau prajurit perempuan yang berstatus janda. Jumlahnya mencapai 2.000 orang. Inong Balee adalah para janda dari prajurit yang gugur kala bertempur melawan Portugis. Berbekal kemampuan yang didapat ketika menimba ilmu di Mahad Baitul Maqdis, Malahayati melatih Inong Balee menjadi pasukan tempur yang disegani.

Pasukan Inong Balee mulai dilibatkan dalam beberapa peperangan melawan Portugis dan Belanda. Wilayah pertempuran mereka tidak hanya sebatas di perairan Selat Malaka saja, namun juga sampai ke pantai timur Sumatra dan Malaya.

Mereka juga membangun Benteng Inong Balee di sebuah perbukitan tak jauh dari pesisir Teluk Lamreh, Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Tempat perlindungan pertama yang seluruhnya dibangun oleh kaum hawa tersebut memiliki tinggi tembok sekitar 100 meter dan cukup aman untuk menahan serangan musuh.

Malahayati wafat pada 1615 dan dimakamkan di dekat bentengnya di Desa Lamreh, Krueng Raya. Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 2017 berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 115/TK/Tahun 2017.

Kini nama Malahayati diabadikan sebagai nama salah satu Kapal Perang AL RI, dan juga menjadi nama pelabuhan di kec. Masjid Raya, Banda Aceh.


Peta Maritim



Anak-anakku ada lima dan sudah besar-besar serta berpencaran. Berdiskusi membuat impian maritim saat ini tidak relate lagi dengan mereka. Maka aku akan menuliskan laut mana saja yang sudah pernah aku arungi.Aku mulai dari barat.
1. Selat Sunda, ini sering kami seberangi ketika kami sekeluarga mudik ke Lampung
2. Laut Jawa, aku pernah menyeberang ke Kepulauan Seribu
3. Selat Bali, pernah kami seberangi ketika kami dari Denpasar menuju Jawa Tengah lewat jalan darat
4. Beberapa kali naik KM Dobonsolo dari Kupang ke Surabaya dan Sebaliknya, ini melewati beberapa laut yaitu Laut Sawu, Samudra Indonesia, Selat Bali dan Selat Madura

Sedangkan pantai yang pernah kami kunjungi :
1. Pantai Pasir Putih (Lampung)
2. Pantai Ancol (DKI Jakarta)
3. Pantai Kepulauan Seribu (DKI Jakarta)
4. Pantai Pangandaran (Jabar)
5. Pantai Teluk Penyu dan Srandil (Jawa Tengah)
6. Pantai Indrayati (DIY)
7. Pantai Pasir Panjang (NTT)

Komitmen kami terhadap laut dan lingkungan pada umumnya yang paling pertama adalah tidak merusak, kemudian menjaga kebersihan, dan ini berlaku di manapun berada.