Tampilkan postingan dengan label KPI 2025. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPI 2025. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Agustus 2025

Deklarasi Konferensi Perempuan Indonesia 2025

 

 
Kami perempuan Indonesia bersama keluarga kami yang berhimpun dalam semangat konferensi perempuan Indonesia 2025 menyatakan bahwa:
1 perempuan Indonesia adalah penjaga peradaban dan jati diri bangsa kami meyakini bahwa peran perempuan dalam sejarah bangsa bukan hanya sebagai pelengkap melainkan sebagai penggerak pendidik dan penopang di leluhur bangsa dari masa ke masa
2 Kami perempuan Indonesia bersama keluarga kami yang berhimpun dalam semangat konferensi perempuan Indonesia 2025 menyatakan bahwa : 
1.  perempuan Indonesia adalah penjaga peradaban dan jati diri bangsa kami meyakini bahwa peran perempuan dalam sejarah bangsa bukan hanya sebagai pelengkap melainkan sebagai penggerak pendidik dan penopang di luhur bangsa dari masa ke masa

2. keluarga adalah pusat pembentukan karakter bangsa kami percaya bahwa bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang sadar akan peran strategisnya dalam menanamkan nilai kejujuran gotong royong tanggung jawab dan cinta tanah air kepada generasi penerus.


3. Nilai nilai hulur gnabs luhur bangsa harus diwariskan dan dibumikan Kami berkomitmen untuk menjaga merawat dan meneruskan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kekayaan bangsa sebagai bekal anak-anak kami menjadi agen perubahan di masa depan
4. perempuan dan keluarga adalah penjaga kearifan lokal yang memperkuat identitas nasional kami akan terus menghidupi budaya bahasa tradisi dan warisan leluhur sebagai bagian dari jati diri kami serta menularkannya kepada lengan sekitar dan generasi 
5. Kami hadir untuk bertindak dari lokal menuju Global karena siap bergerak dari rumah kami masing-masing untuk membawa nilai-nilai Luhur Indonesia ke dunia menjadi teladan dalam menjaga bumi membangun komunitas serta menjadi suara yang bermakna dalam tatanan global

Dengan semangat membangun kembali jati diri bangsa melalui peran perempuan dan keluarga kami perempuan Indonesia siap melanjutkan estafet peran sejarah menjadi suluh yang menerangi keluarga komunitas dan  untuk Indonesia yang lebih berkarakter berdaulat dan bermartabat. Salam perempuan Indonesia berdaya berkarya dan berdampak























Penutupan KPI 2025 Bersama Ibu Septi Peni dan Pak Dodik Mariyanto

 



Septi Peni Wulandari dan Dodik Maryanto adalah pasangan fenomenal yang begitu menginspirasi dalam membangun peradaban dari rumah untuk bangsa. Septi Peni dan Dodik Maryanto merupakan founder dan inisiator yang  membangun gerakan mulai dari rumah untuk dunia. Ibu Septi aktif dalam bidang pendidikan ibu dan anak,  penulis buku edukatif Jarimatika, Adapun Pak Dodik merupakan tokoh penting/inisiator di balik Ibu Profesional. 

Kali ini kita akan belajar dan mendengarkan paparan mengenai Konferensi yang baru kita lalui bersama ya beberapa waktu lalu, dengan tema peran perempuan mencari jati diri bangsa, ini menimbulkan berbagai macam pertanyaan. 

Menurut Pak Dodik, Indonesia adalah negara yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke itu kira-kira panjangnya sama dengan Benua Eropa.  itu bergerak internasional banyak beberapa negara itu yang tidak mau bicara dengan Bahasa Inggris itu baru bergerak beberapa KM di Indonesia yang panjangnya hampir sama dengan Eropa itu kita dari Sabang sampai Merauke kita menggunakan bahasa yang satu ini bahasa Indonesia untuk semua orang paham tentang negara yang terdiri yang seperti itu luas ini itu terdiri dari berbagai suku bangsa yang berbeda budaya berbeda bahasa berbeda Yang berbeda budaya berbeda bahasa berbeda aneka macam gaya tetapi pada dasarnya Orang Indonesia itu rukun. Yang nggak rukun itu hanya sedikit tapi sering begitu bising, membuat kegaduhan dan membuat pekakk= telinga kita karena teriak-teriaknya kenceng lewat media lewat televisi surat kabar sekarang media sosial dan sebagainya terlalu tenang sampai akhirnya semua orang Indonesia kemampuan luar biasa tetapi tidak hanya kemudian menyerang dan memilih kegiatan ini lalu mewarnai contohnya berbeda

Islam di Indonesia berbeda dengan di tempat asalnya, demikian juga Hindu di Indonesia berbeda dengan Hindu di India. Karena Indonesia memiliki sebuah karakteristik unik. Kita perlu nguri-uri atau melestarikan budaya kita agar kita tidak hanyut. Karena sekarang banyak yang tidak sesuai diri kita, tapi dipaksakan. Kebenaran diukur dengan suara yang paling keras atau berita yang paling viral. Pentingnya memahami karakteristik atau jati diri bangsa Indonesia yang telah diabadikan pendiri bangsa dalam istilah Pancasila.
Beberapa karakter kuat Indonesia adalah rukun, kuat tirakat, tidak mudah terombang ambing kemewahan, humble,  

Permpuan adalah peletak pondasi, karena kita paling dekat dengan penerus bangsa ini mulai dari dalam kandungan, bagaimana kita sebagai perempuan mengajarkan nilai nilai jati diri bangsa .

Peran Ayah dalam hal ini, adalah bahwa seorang laki-laki ketika memilih seorang perempuan adalah keyakinan bahwa perempuan itu adalah perempuan yang hebat. Namun dalam dunia kita sering setelah berkeluarga perempuan sering sebagai penopang dalam keluarganya. Perempuan Indonesia pada dasarnya adalah hebat. Namun ada narasi yang berkembang bahwa perempuan yang berkarir itu bukan sesuatu yang aneh. Tetapi para permpuan jangan menghilangkan kehebatannya dalam banyak hal. Laki-laki cukup memberi ruang agar perempuan ini menunjukkan peran hebatnya. 

Harapan Pak Dodik dengan KPI ini perempuan berdiri merdeka atas dirinya. Ikatan pernikahan bukan ikatan, tetapi sesuatu yang memerdekakan. Jadikan setiap individu yang didalamnya menjadi insan merdeka. Cukup pernikahan, bukan ikatan pernikahan. 

Perempuan yang merdeka adalah perempuan yang memahami jatidirinya, nggak usah cari-cari yang lain, cintai apa yang telah kita miliki. Nanti 2027 KPI menjadi perempuan mandiri, dan 2029 bagaimana kita berdaulat penuh untuk menentukan pilihan atas diri kita, keluarga kita, dan bangsa kita.

Pak Dodik berpesan, agar kita semua menikmati proses jati diri, dan berdaulat atas diri sendiri menjadi insan yang merdeka kalau kita sudah menikmati prosesnya Pak Dodi optimis kita akan menapak / melangkah mencapai tujuan. 
Sedangkan Ibu Septi mengucapkan terima kasih atas panitia yang telah mengambil peran, setahun telah berproses setahun belajar banyak hal ini adalah hal menarik yang tidak mudah tetapi teman-teman dapat mengubahnya menjadi hal yang menyenangkan.
Terima kasih kepada para perajut makna yang menjadi garda terdepan Konferensi Perempuan Indonesia yang telah menjalankan peran dengan sangat indah
Spesial untuk teman-teman peserta konferensi perempuan Indonesia, orang yang percaya pertama kali ketika KPI ini digelar dan kepercayaan ini menjadi semangat untuk panitia dan perajut makna. KPI Ini hadir karena kepercayaan peserta.
Terima kasih kepada para pendukung karena kita akan bergandeng tangan dari tahun ke tahun.

Menjawab pertanyaan salah satu peserta, kenapa ketika kita membahas Jati diri bangsa ini terasa berat. Pak Dodik menyampaikan bahwa hal itu menjadi berat karena kita mencari-cari, kita mengejar, sedang yang dikejar seperti fatamorgana. Yang kita lakukan adalah  kita perlu belajar untuk duduk, dan melihat ke dalam melihat jagad kecil diri kita. Itu sudah ada dan diberikan kepada diri kita hadir dalam keseharian kita. 
Pertama istilah Ibu Profesional hadir, profesional maknanya bersungguh-sungguh dalam melakukan apapun. menjadi perempuan bersungguh-sungguh Hal terbaik apa yang dapat kita lakukan ketika menjadi seorang ibu hal terbaiknya apa yang perlu dilakukan seorang Ibu, lalu bersungguh-sungguh.  Ketika jadi Seorang Istri bayangkan hal terbaiknya apa Lalu lakukan yang bersungguh-sungguh. Kesungguhan itu yang menjadikan diri kita profesional
Ukuran kebahagiaannya apa? ya kebersungguh-sungguhan kita.  ketika kita bahagia dengan kesungguhan kita itu ya di situ ya kalau masih ada cita-cita yang lebih tinggi lagi berarti bersungguh-sungguh lagi. Ibaratnya seorang pendaki yang sedang mendaki gunung ketika di tengah perjalanan dia capek kaki pegal dan sebagainya namun kenyataannya tidak ada pendaki yang turun lagi karena dia masih mempunyai Harapan di puncak nanti bisa melihat sunrise yang indah, jadi beratnya adalah berat sebuah kebahagiaan

Jati diri ada dalam diri kita tapi kita tidak sadar atau tidak tahu seperti Bu Septi ketika ditanya siapa Septi Septi bukan istri dari Pak Dodi Septi adalah perempuan yang lahir di Jawa dan semangat belajar tinggi. Ini menjadi karakter yang jelas. Lalu langkah apa untuk menuju karakter tersebut, jadi ada pengejawantahan. 

Apakah betul parameter ketika kita ketemu diri kita itu adalah bahagia? Iya. Silakan pahami jati diri, lalu tempa, maka kita akan bahagia. Apakah kalau kita belum menemukan jati diri kita kita bisa membantu anak menemukan jati dirinya? bisa! karena proses ini akan beriringan.Nikmatilah prosesnya seperti kita mengupas bawang dan tidak berhenti untuk memahami di dalam inti jati dirinya dalam dunia pewayangan ini dipisahkan dalam melakukan Bima Sakti atau Dewa Ruci, Masuknya lewat telinga jadi banyak-banyaklah mendengar untuk memahami jati diri. Dan ketika  orang tua telah mengupas kulit bawang satu persatu tadi maka starting point anaknya akan mengikuti pace orang tuanya.  learning by teaching. Dan Istimewanya,  di KPI 2025 ini adalah melibatkan keluarga. Sebelum mengajarkan kepada anak, kita belajar lebih dulu. Jadi tidak perlu menunggu Ibu menemukan jati diri, karena waktu anak tidak akan kembali.


Jumat, 01 Agustus 2025

Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal bersama Rahmi Sofia / Mimi Campervan

Dengan dipandu oleh Fajrina Andien sebagai perajut makna, sesi ini menghadirkan Rahmi Sofia atau lebih dikenal dengan julukan Mimi Campervan

Mulai perjalanan saat pandemi. tahun 2020 awalnya masuk ke Bali  kemudian ke Nusa Tenggara, Sumbawa Flores Flores sampai ujung juga masuk ke Sumba lanjut ke Timor Leste. Dari Timor Leste menyeberang masuk Maluku Barat Daya. Menjelajah maluku dengan membawa sepeda dan naik kapal jadi kapal perintis gitu. Lalu masuk ke Banda Naira, dari Banda Naira juga sempat ke Tual dari Tual balik lagi ke NTT yaitu ke pulau Alor naik kapal selama berhari-hari seperti teman-teman KPI yang mau naik kapal juga ya. Sampai di Alor explore lagi NTT ke Kupang lagi baru balik lagi ini baru kembali ke Jakarta Jadi waktu perjalanan hampir lebih 2 tahun di perjalanan.  


Cerita perjalanan tadi belum ke Indonesia seutuhnya baru Indonesia timur, bagian bawahnya juga Papua dan yang lainnya belum jadi kayaknya Indonesia sangat luas jadi Butuh waktu lebih lagi tadi bilang saya naikkan persen peralatan yang saya gunakan ini peralatannya nilai-nilai si rumahnya dan ini kalau sepeda Nah kalau sepeda itu ninggalin campervan. Kenapa demikian? Karena Kak Mimi telah melakukan perjalanan keliling Indonesia Timur dalam waktu kurang lebih 2 tahun bertemu dengan penduduk setempat dan berbagi banyak hal.
Mimi mean yang nggak kalau kapal nggak bisa bawa mobil kan naik sepeda Jadi kalau peralatannya kurang ada benda pakaian kompor bahkan saya bawa semuanya lah alat masak jadi kalau saya singgah di tempat tertentu seperti ini udah deh nanti naik sepeda kadang saya bukan sepenuhnya naik sepeda jadi ada kalanya juga kalau capek 


Saya udah bongkar tabungan aja juga selama bisa memenuhi kebutuhan saya ada listrik agar cepat tidur bisa masak udah gitu Jadi saya mau dia sendiri juga dibantu oleh tukang jadi ini bentuk itu kurang lebih 
Kita sebagai perempuan seperti gadis Minang kalau orang Minang itu kan biasa Merantau jadi tuh apa itu mendarah daging ke saya jadi saya udah nyampe Jakarta rasa keinginan untuk berpetualang untuk Merantau itu dan pengen tahu wilayah itu sangat tinggi jadi makanya saya coba Memangnya modal nekat diawal yang agak sulit tapi kalau nggak saya banyak keraguan banyak nggak keraguan hanya diri saja tapi orang-orang sekitar saya juga bukan saya saya buktiin aja nih nangis terus mungkin teman-teman yang ngikutin cerita ceritanya. 


Dalam perjalanannya, Kak Mimi  berkerja sama dalam peran penting sangat penting dalam pelestarian kearifan lokal sebagai jembatan yang apa ya yang memberikan identitas bangsa



Minggu, 27 Juli 2025

DR. CAPT. E. Kartini M.M, Nakhoda Kapal Perempuan Pertama Indonesia

 



E. Kartini adalah nahkoda perempuan pertama di perusahaan pelayaran milik negara PT Pelni (Pelayaran Nasional Indonesia), bahkan di Indonesia. Dr. Capt. E. Kartini, M.M., M.Mar, lahir di Sumedang, Jawa Barat tanggal 25 Desember 1946. Kartini adalah lulusan Akademi Ilmu Pelayaran (sekarang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran), Jakarta. Kini, setelah pensiun sebagai nahkoda, Kartini yang telah menyandang gelar doktor (S3) dari Universitas Negeri Jakarta, mengajar di sekolahnya dahulu (STIP).

Inspirasi awal menjadi seorang pelaut adalah dari sebuah majalah. Dan alasan utama memilih AIP ( Akademi Ilmu Pelayaran ) pada tahun 1965 saat itu adalah karena AIP merupakan sekolah kedinasan dan gratis. Kartini anak pertama dari seorang tentara dan adiknya masih banyak. Orang tua tahu Kartini sekolah di AIP setelah semua proses dilalui dan tinggal masuk asrama. Meskipun ikatan dinas, untuk bekerja dapat memilih dan mencari kerja sendiri sehingga beliau masuk di PT Pelni tahun 1971 dan sahabatnya masuk ke PT Pertamina..

Kartini menjadi nakhoda setelah melewati jenjang karir yang panjang, mengawali menjadi ABK dan mualim, mulai dari jabatan mualim IV (31 Januari 1971) dan baru mejadi Nakhoda pada 26 Desember 1976.

Bersuamikan seorang pelaut yang sama-sama lulusan AIP, dukungan keluarga sangatlah besar. Suami Ibu Kartini mengerti bahwa kenaikan jabatan  harus diikuti peningkatan ijazah laut. Mendapatkan  ijazah peningkatan harus memiliki masa berlayar, setiap tingkat harus punya masa berlayar selama dua tahun. Untuk tujuan tersebut beliau menargetkan semua jenjang dapat diraih saat anak pertama, sehingga anak kedua dst tidak lagi ditinggal berlayar. 

Di usianya yang menjelang 79 tahun, Ibu Kartini memilih tetap berkegiatan alih-alih menjalani pensiun dan  menikmati masa tua yang lebih tenang. Beliau tetap aktif berkegiatan berkarya dan menginspirasi. Menurut beliau, usia pasca pensiun, kalau diam makan akan cepat game over, beliau berucap sembari tersenyum.

Saat ini mahasiswa dan mahasiswi beliau di Akademi Maritim seumuran dengan cucu-cucu beliau. Sepanjang beliau mengajar, maka ilmu tersebut tetap diingat dan dipakai. Selain itu ada permintaan bakti itu dari alumni STIP untuk memotivasi bagi pada taruni. BIsa kok perempuan menjadi seorang pelaut. Dengan profesinya sebagai dosen ini, Kartini masih bisa naik kapal, memperkenalkan suasana kapal kepada murid-murindnya. 

Ketika ditanya bagaimana  rasanya berdiri di anjungan kapal sebagai pemimpin? Kartini menjawab bahwa sebelum seorang ABK menjadi pemimpin dia akan menempuh pendidikan secara berjenjang. Bagaimana cara memimpin/dilatih secara terus menerus terus saya sendiri jadi pimpinan kayaknya pede aja tuh karena kita sudah terlatih kan sudah terlatih  dalam kehidupan di asrama dan di kapal. Di kapal tidak ada diskriminasi gender. Meski angin topan sedang bertiup tugas dalam kapal tetap dilakukan. Pelaut itu lahir bukan dari laut yang tenang tapi dari laut yang berombak.  

Nilai-nilai luhur dari dunia maritim yang dapat diimplementasikan dalam keluarga :
1. Komitmen - sebagai istri dan ibu kita punya anak punya suami. Alhamdulillah target ijazah yang harus selesai pas anak pertama lahir, jadi anak kedua ketiga dst tidak ditinggal lagi berlayar
2. tangguh dan bermental kita kuat. Di kapal bukan hanya butuh ilmu saja tetapi  fisik juga. Setelah melalui ujian fisik ketika masuk akademi, diasah terus selama pendidikan, dan ditempa oleh gelombang. 
3. kepemimpinan. 
4. Bergaul juga bagaimana kita bergaul dengan sesama perwira adab bergaul dengan bawahan semua tetap berpegang kepada norma-norma. 
5. Tidak ada perbedaan gender, latihannya sama, pendidikannya sama. dan tidak ada harassmen ataupun bullying. Peran ini terbuka baik untuk laki laki maupun perempuan.
6. Satu tim di atas kapal, harus ada tepo seliro.

Harapan ibu Kartini terhadap generasi muda terutama agar ikut menjaga jati diri bangsa sebagai bangsa maritim. Dunia pelaut itu kan sudah terbuka ya kan baik di Indonesia maupun di luar negeri kan tidak ada istilah gender.


Jumat, 25 Juli 2025

Challenge 6 : Perempuan Indonesia Penjaga Lokalitas Pelaku Aksi Global

 


Kisah Anne Avantie
Lie Anne Avantie atau lebih dikenal dengan nama Anne Avantie adalah desainer kebaya ternama Indonesia.  Beliau lahir di Semarang pada tanggal 20 Mei 1964. Karya-karyanya dikenal anggun dan penuh nilai budaya. 

Anne tidak menempuh pendidikan formal dalam bidang fashion. Ia belajar secara otodidak dari pengalaman menjahit dan mengamati lingkungan sekitarnya. Bakatnya tumbuh dari hobi membuat pakaian boneka saat kecil, hingga akhirnya membuka usaha di garasi rumah.

Karya Anne Avantie mulai dikenal luas pada era 1990-an. Ia mengangkat kebaya ke panggung mode modern, menggabungkan sentuhan tradisional dan kontemporer. Banyak selebritas, bahkan pejabat dan tokoh nasional, memakai rancangannya.
Ia rutin tampil di ajang fashion bergengsi, termasuk Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Week.

Inspirasi dari  Anne Avantie adalah :
1. Tetap mempertahanankan sentuhan etnik pada karya kebayanya yang modern
2. Mengangkat budaya lokal Indonesia ke kancah internasional
3. Beliau aktif dalam kegiatan sosial: 
- Anne mendirikan Rumah Batik Semarang di Semarang 
- dan mendukung panti rehabilitasi serta pasien kanker dan anak-anak berkebutuhan khusus di bawah naungan yayasan Wisma Kasih Bunda
- Anne juga mendukung UKM yang membuat karya seni dalam negeri 
 dengan mendirikan toko "Pendopo"

Nilai-nilai yang dapat diterapkan di keluarga
- Indonesia begitu kaya akan budaya, dengan sentuhan kreativitas, budaya Indonesia akan go internasional tanpa kehilangan jati dirinya.
- Berawal dari langkah lokal, dengan kesungguhan maka akan go internasional
- Ketika kesuksesan sudah di tangan, jangan lupakan sekitar, Tetaplah menjadi orang baik, tetaplah berbagi


Kisah Saung Angklung Udjo


Angklung adalah salah satu budaya Jawa Barat. Saat ini angklung tidak dapat dilepaskan dari Mang Udjo. Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati adalah tokoh besar di balik Saung Angklung Udjo.

Padepokan angklung yang terletak di Jl Padasuka, Bandung kini menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Konsepnya seperti tempat penampilan terpadu, karena selain angklung, di sini juga ditampilkan wayang golek, gamelan, bobodoran, kesenian benjang / kuda lumping, kaulinan barudak (permainan anak-anak), tari topeng, lagu-lagu daerah dari berbagai penjuru nusantara, dan puncaknya adalah pengunjung diajak bermain angklung bersama.

Udjo sendiri bukan sekedar nama, namun dapat dimaknai :
- Ulet atau tekun artinya adanya ketekunan dalam mempertahankan warisan budaya lewat seni angklung
- Dispilin, Disiplin menjadi landasan untuk membentuk kekompakan. Kekompakan untuk menjaga dan mengembangkan keindahan warisan budaya, lewat seni angklung
- Jujur Jujur bermakna Saung Angklung Udjo bukan cuma tempat, tetapi ruang di mana kejujuran jadi jiwa yang memperkaya setiap nuansa seni.
- Optimis - semangat penuh optimisme dalam melestarikan keindahan warisan budaya, melalui seni angklung

Berikut posternya yang kubuat dengan bantuan AI: