Jumat, 01 Agustus 2025

Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal bersama Rahmi Sofia / Mimi Campervan

Dengan dipandu oleh Fajrina Andien sebagai perajut makna, sesi ini menghadirkan Rahmi Sofia atau lebih dikenal dengan julukan Mimi Campervan

Mulai perjalanan saat pandemi. tahun 2020 awalnya masuk ke Bali  kemudian ke Nusa Tenggara, Sumbawa Flores Flores sampai ujung juga masuk ke Sumba lanjut ke Timor Leste. Dari Timor Leste menyeberang masuk Maluku Barat Daya. Menjelajah maluku dengan membawa sepeda dan naik kapal jadi kapal perintis gitu. Lalu masuk ke Banda Naira, dari Banda Naira juga sempat ke Tual dari Tual balik lagi ke NTT yaitu ke pulau Alor naik kapal selama berhari-hari seperti teman-teman KPI yang mau naik kapal juga ya. Sampai di Alor explore lagi NTT ke Kupang lagi baru balik lagi ini baru kembali ke Jakarta Jadi waktu perjalanan hampir lebih 2 tahun di perjalanan.  


Cerita perjalanan tadi belum ke Indonesia seutuhnya baru Indonesia timur, bagian bawahnya juga Papua dan yang lainnya belum jadi kayaknya Indonesia sangat luas jadi Butuh waktu lebih lagi tadi bilang saya naikkan persen peralatan yang saya gunakan ini peralatannya nilai-nilai si rumahnya dan ini kalau sepeda Nah kalau sepeda itu ninggalin campervan. Kenapa demikian? Karena Kak Mimi telah melakukan perjalanan keliling Indonesia Timur dalam waktu kurang lebih 2 tahun bertemu dengan penduduk setempat dan berbagi banyak hal.
Mimi mean yang nggak kalau kapal nggak bisa bawa mobil kan naik sepeda Jadi kalau peralatannya kurang ada benda pakaian kompor bahkan saya bawa semuanya lah alat masak jadi kalau saya singgah di tempat tertentu seperti ini udah deh nanti naik sepeda kadang saya bukan sepenuhnya naik sepeda jadi ada kalanya juga kalau capek 


Saya udah bongkar tabungan aja juga selama bisa memenuhi kebutuhan saya ada listrik agar cepat tidur bisa masak udah gitu Jadi saya mau dia sendiri juga dibantu oleh tukang jadi ini bentuk itu kurang lebih 
Kita sebagai perempuan seperti gadis Minang kalau orang Minang itu kan biasa Merantau jadi tuh apa itu mendarah daging ke saya jadi saya udah nyampe Jakarta rasa keinginan untuk berpetualang untuk Merantau itu dan pengen tahu wilayah itu sangat tinggi jadi makanya saya coba Memangnya modal nekat diawal yang agak sulit tapi kalau nggak saya banyak keraguan banyak nggak keraguan hanya diri saja tapi orang-orang sekitar saya juga bukan saya saya buktiin aja nih nangis terus mungkin teman-teman yang ngikutin cerita ceritanya. 


Dalam perjalanannya, Kak Mimi  berkerja sama dalam peran penting sangat penting dalam pelestarian kearifan lokal sebagai jembatan yang apa ya yang memberikan identitas bangsa



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.