Tampilkan postingan dengan label #ngabubuwrite. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #ngabubuwrite. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Maret 2024

Menghafal Al Quran dengan Cara Mudah

 Beberapa hari yang lalu aku berkesempatan mengikuti sebuah kelas online tentang menghafal al Quran. Di antara kita mungkin sudah sering mendengar atau membaca tentang hal ini. Tetapi seiring waktu yang berjalan, sering karena berbagai kesibukan membuat fokus menjadi terbelah. 

Ketika saatnya mengurus rumah, disibukkan dengan pekerjaan rumah. Di kantor, disibukkan oleh pekerjaan kantor. Akhir pekan, memilih berleha-leha. Itu yang aku rasakan ya..

Menurut Ustadz KH Hery Saparjan Mursi, Al Hafiz, ada cara untuk menghafal al Quran yang paling ringan. Berikut adalah tips dari beliau.

1. Luruskan Niat

Ini adalah landasan sebuah amal ibadah. Niat menghafal karena Allah semata. Bukan karena selain-Nya. Janji Allah di dalam Al Quran bahwa Dia akan memudahkan manusia untuk mengingat atau menghafal Al Quran. Di dalam surat Al Qomar, Allah mengulang ayat-Nya hingga empat kali.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sungguh telah Kami mudahkan Al Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran ?


2. Menggunakan Metode yang sesuai dengan potensi dirinya

Setiap manusia, Allah berikan kemudahan untuk menghafal sesuai dengan potensi dirinya sesuai dengan gaya belajarnya. Ada yang mendengarkan dahulu untuk menghafal. Ada yang lebih mudah ketika sambil menggerakan anggota badan (type belajar secara kinestetik) atau ada juga yang dengan membaca ayat terlebih dahulu. Mungkin kita mendengar ada orang yang punya kemampuan semacam Ustadz Adi Hidayat, yang dapat mengingat letak ayat di sisi kanan atau kiri di atas atau di bawah seperti itu. Atau ada juga yang dengan membaca artinya terlebih dahulu. Yuk kita cari potensi kita di mana lalu optimalkan.


3. Meluangkan waktu bukan mencari waktu luang

Kesibukan manusia yang begitu banyak, membuat dia susah mencari waktu luang. Ketika menghafal al Quran tidak diprioritaskan, akhirnya ya tidak ada waktu. Berbeda dengan orang yang meluangkan waktu. Menyediakan waktu secara konsisten setiap harinya, misalnya pagi, atau malam sebelum tidur, niscaya dia selalu ada waktu bersama Al Quran


4. Mencari Partner menghafal, baik itu guru maupun teman

Mengapa perlu partner ataupun guru? Karena dalam menghafal itu perlu ada yang mengoreksi bacaan kita. Dengan adanya partner yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan yang salah, maka menjadikan hafalan semakin kuat dan juga berkualitas.


5. Disiplin untuk memurojah hafalan lama

Menjadi penghafal al quran bukan hanya tentang menambah jumlah hafalan, tetapi juga menjaga hafalan agar senantiasa menetap di dalam dada  Sehingga perlu untuk mengulang -ulang selalu ayat ayat yang telah dihafalkan. Misal memakainya di dalam sholat. Ataupun ada waktu khusus untuk murojaah.


Ustadz mengajarkan doa untuk dimudahkan dalam menghafal dan agar selalu bersama Al Quran

Allahumma a'innii 'aaa hifzhi Kitabikal kariim

Ya Allah tolong bantu hamba untuk menghafalkan ayat-ayatMu yang mulia


Allaahummarzuqna istiqomah ma'al quran

Ya Allah rizkikan pada hamba keistiqomahan bersama al Quran.


Wallahu alam bishshowab. 

Senin, 15 Juli 2013

Syukur

Rodhiitu billahi robba
Aku ridho Allah sebagai Rabb-ku

Penggalan doa tersebut sudah sering aku dengar , sering juga kubaca. Bahkan doa yang sama sering dilafazkan oleh anak-anak kita yang masih TK.
Tapi baru merenungkan kedalaman makna kalimat tersebut setelah kemarin membaca lagi definisi atau cakupan makna dari kata Rabb itu.
Menurut buku ringkasan tafsir Ibnu Katsir, kata Rabb berarti pemilik, yang berhak penuh, majikan, yang memelihara serta menjamin kebaikan dan perbaikan semua makhluk alam semesta .
Subhanallah, dengan kata lain Rodhitu billahi robba adalah pernyataan bahwa kita ridho / menerima apapun yang dikehendaki oleh Allah atas diri kita, mau diatur-atur apapun wong Allah majikan kita, yang memelihara kita dan menjamin kebaikan kita. Dengan kata-kata yang lebih ekstrim mau dikasih duit yang dikit sehingga terkategori kismin eh miskin, mau dikasih penyakit, atau sebaliknya banyak duit, dan sehat sentausa jika tingkat ridhonya sudah sampai pada apa yang dimaksudkan tsb, maka tidak akan ada bedanya dalam hal penyikapannya.
Dan menurutku, ridho inilah yang akan mengantarkan seseorang pada syukur. Apalagi jika disambungkan dengan ayat : alhamdulillahi rabbil 'alamin  - segala puji bagi Allah rabb semesta alam.
Ini adalah kalimat syukur  yang bila  seorang anak manusia mengucapkannya maka Allah akan menjawab "hamba-Ku telah bersyukur kepada-Ku". Alhamdulillahi rabbil 'alamin adalah seutama-utama doa.
Pantesan aja ya, kata Allah kalau seseorang bersyukur, maka Allah akan tambahkan lagi nikmat-Nya pada orang tsb.
Dan bisa saja toh tambahan itu bukan nikmat materi (saja) tetapi nikmat ketenangan batin yang selalu bersyukur atas apapun karunia Allah yang didasari oleh sikap ridho tadi.
Ah...  ini renunganku di hari keenam Ramadhan. Teu sapertos nuju ceramah kan, ?