Beberapa hari yang lalu aku berkesempatan mengikuti sebuah kelas online tentang menghafal al Quran. Di antara kita mungkin sudah sering mendengar atau membaca tentang hal ini. Tetapi seiring waktu yang berjalan, sering karena berbagai kesibukan membuat fokus menjadi terbelah.
Ketika saatnya mengurus rumah, disibukkan dengan pekerjaan rumah. Di kantor, disibukkan oleh pekerjaan kantor. Akhir pekan, memilih berleha-leha. Itu yang aku rasakan ya..
Menurut Ustadz KH Hery Saparjan Mursi, Al Hafiz, ada cara untuk menghafal al Quran yang paling ringan. Berikut adalah tips dari beliau.
1. Luruskan Niat
Ini adalah landasan sebuah amal ibadah. Niat menghafal karena Allah semata. Bukan karena selain-Nya. Janji Allah di dalam Al Quran bahwa Dia akan memudahkan manusia untuk mengingat atau menghafal Al Quran. Di dalam surat Al Qomar, Allah mengulang ayat-Nya hingga empat kali.
Dan sungguh telah Kami mudahkan Al Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran ?
2. Menggunakan Metode yang sesuai dengan potensi dirinya
Setiap manusia, Allah berikan kemudahan untuk menghafal sesuai dengan potensi dirinya sesuai dengan gaya belajarnya. Ada yang mendengarkan dahulu untuk menghafal. Ada yang lebih mudah ketika sambil menggerakan anggota badan (type belajar secara kinestetik) atau ada juga yang dengan membaca ayat terlebih dahulu. Mungkin kita mendengar ada orang yang punya kemampuan semacam Ustadz Adi Hidayat, yang dapat mengingat letak ayat di sisi kanan atau kiri di atas atau di bawah seperti itu. Atau ada juga yang dengan membaca artinya terlebih dahulu. Yuk kita cari potensi kita di mana lalu optimalkan.
3. Meluangkan waktu bukan mencari waktu luang
Kesibukan manusia yang begitu banyak, membuat dia susah mencari waktu luang. Ketika menghafal al Quran tidak diprioritaskan, akhirnya ya tidak ada waktu. Berbeda dengan orang yang meluangkan waktu. Menyediakan waktu secara konsisten setiap harinya, misalnya pagi, atau malam sebelum tidur, niscaya dia selalu ada waktu bersama Al Quran
4. Mencari Partner menghafal, baik itu guru maupun teman
Mengapa perlu partner ataupun guru? Karena dalam menghafal itu perlu ada yang mengoreksi bacaan kita. Dengan adanya partner yang mendengarkan dan mengoreksi bacaan yang salah, maka menjadikan hafalan semakin kuat dan juga berkualitas.
5. Disiplin untuk memurojah hafalan lama
Menjadi penghafal al quran bukan hanya tentang menambah jumlah hafalan, tetapi juga menjaga hafalan agar senantiasa menetap di dalam dada Sehingga perlu untuk mengulang -ulang selalu ayat ayat yang telah dihafalkan. Misal memakainya di dalam sholat. Ataupun ada waktu khusus untuk murojaah.
Ustadz mengajarkan doa untuk dimudahkan dalam menghafal dan agar selalu bersama Al Quran
Allahumma a'innii 'aaa hifzhi Kitabikal kariim
Ya Allah tolong bantu hamba untuk menghafalkan ayat-ayatMu yang mulia
Allaahummarzuqna istiqomah ma'al quran
Ya Allah rizkikan pada hamba keistiqomahan bersama al Quran.
Wallahu alam bishshowab.