Bagi para penggemar Harry Potter, pasti ingat adegan Dumbledore yang mengeluarkan ingatan yang sedang tidak diperlukannya dengan tongkat, kemudian memasukkannya ke dalam sebuah guci. Disimpan.
Dan dia dapat memanggil ingatan itu sewaktu-waktu dia perlukan.
Ibaratnya sebuah teko, ketika dia diisi terus menerus dan tidak dituangkan isinya, maka air di dalamnya akan meluap, terbuang percuma. Beda ketika isi itu dituangkan ke dalam gelas - gelas.
Demikian pula yang kurasakan, dengan berbagai hal yang memenuhi kepala baik yang berasal dari pengalaman (jiah.. padahal kejadian sehari-hari getoo...), dari bacaan -walaupun dikit-, dari pergaulan, dan darimanalah asalnya, pun yang cuma khayalan semata. Dan kurasa, dengan menulis itulah aku bisa memilih gelas untuk mengurangi isi tekoku.
Ya ... mungkin isinya 'nggak seberapa'. Tergantung masukannya, kaan.... Kadang air putih, kadang teh manis, pengennya siih segelas susu hangat yang nikmat.
Setelah kemarin aku gagal di program #1Hari1Ayat -iyah, karena postinganku enggak sampai 31- bulan Februari ini aku insya Allah bakal ikutan proyek menulis lagi. Namanya #30HariMenulisSuratCinta. Ini udah tahun keempat proyek tersebut dilangsungkan. Tapi aku barubpertama kali mau ikut.
Tujuanku ikut proyek ini lebih ke melatih diri disiplin menulis. Kata Sondang menulis 60-90 menit sehari (dan jangan lupa membaca minimal 2 jam yaks :D). Selain itu aku ingin menguji diriku sendiri, seberapa besar aku memiliki cinta hahaha.
Karena menurutku cinta itu enggak pernah bohong. Cinta itu melahirkan energi yang luar biasa, bahkan untuk mengerjakan hal-hal yang tak terjangkau akal.
Dan kembali ke kisah Dumbledore tadi ya... menulis itu menjadi salah satu tempat mencurahkan isi kepala. Dan aku dapat memanggil kenanganku yang kucurahkan dalam tulisan tulisanku.
Keuntunganku ikut proyek ini dan itu, aku jadi 'dipaksa' disiplin menulis. Yup, dipaksa dalam tanda petik, karena kan bukan paksaan beneran, wong aku juga suka menjalaninya.
Intinya dengan proyek maraton gini, aku harus belajar #AYTKTM - apapun yang terjadi, ku (insya Allah) tetap menulis -
Nah, kalau diantara teman-teman ada yang pengen dikirimi surat cinta, silakan bilang di kolom komentar ya... lumayan... mengurangi pencarian 30 alamatku. hahaha