Rabu, 31 Januari 2024

30 Hari Bercerita

30 Hari Bercerita. Siapa yang belum kenal? 
Banyak yang menunggu momen tahunan ini dan nggak sabar ingin mengikutinya. Iseng-iseng aku mencari dengan tagar #30hbc2024 di hari ini, akhir Januari, ada angka 11.9 yang muncul di instagram.

Sebenarnya aku ada sedikit penasaran, apakah ini penyelenggaranya sama dengan event yang dulu pernah aku ikuti? Yaitu ada #30harilagukubercerita tahun 2012, ada #beranicerita tahun 2013, dan #30harimenulissuratcinta tahun 2014. Ataukah hanya terinspirasi? Aku belum mendapatkan jawaban. 
Za tahun 2015 aku sempat vakum dari dunia tulis menulis. Blog juga dianggurin bertahun-tahun. Tahun 2015 ada 14 postingan, tahun 2016 hanya 1 postingan dan mulai menulis lagi awal tahun 2023.

Aku sebenarnya telah menyatakan kesanggupan untuk ikut #30haribercerita2024.  Target pribadiku nggak muluk-muluk, menjajal endurance aja dulu..Apakah aku cukup bugar untuk menulikan cerita setiap hari? Akupun menetapkan cukup 100 kata dalam sekali postingan. 

Dalam praktiknya, aku yang saat ini Γ±ggak tiap hari berkunjung ke medsos, hanya bertahan hingga hari kelima di Instagram. Kenapa? 
Kenapa ya... Lupa? Malas? Gak ada ide?  Ah, atau Mungkin aku memang tidak punya motivasi yang cukup kuat untuk menuliskan cerita. 

Apakah aku berhenti bercerita?  
Sulit bener seorang aku bisa diam. 
Sebagai perempuan kebanyakan, bagiku tiada hari tanpa bercerita. Dari bangun tidur hingga tidur lagi banyak kejadian yang dapat diceritakan. 
- Bangun kesiangan, 
- mandi bermalasan, 
- masak apa kebingungan, 
- macet di perjalanan, 
- lihat orang kecelakaan, 
- ada kucing mati terlindas kendaraan, 
- ada rumah baru jadi yang dari luar terlihat bagus buat 'popotoan', 
- tukang jajanan yang enggak jualan,
- mau presensi tapi kesulitan karena lokasi di map belum dipusatkan, 
- ketemu pelanggan yang menggemaskan, 
- tiba-tiba menerima komplenan, 
- bekal makan siang yang ketinggalan, 
- kerjaan yang butuh lemburan
- gosip di kantor ada penampakan
- orang rumah yang mau dikirim makanan
- mau pulang kantor tiba-tiba hujan
- dst

Wah banyak juga ya..Cerewetnya diriku. 
Ke mana bercerita? 
Tetangga duduk kanan dan kiri, teman kantor lain yang beda lantai, anak, suami, sahabat, tukang sayur, tukang kue, bahkan sama orang nggak dikenal pun bisa bercerita? 
Bahkan isi kepalaku pun riuh penuh cerita yang tidak dapat aku kisahkan kepada siapapun. 

Lantas, kenapa gak bisa full #30haribercerita ? 

Selasa, 30 Januari 2024

Cijambe Pride

 Aku dan keluarga pindah ke kota Bandung di awal tahun 2002. Sudah lama sekali ya.. Tahun ini memasuki angka 22 tahun. Anak-anak juga sudah bertambah dan bertumbuh menuju dewasa.

Dulu masuk sini anak baru tiga, kemudian lahir F4 di tahun 2003 dan F5 tahun 2007. Untuk mengabadikan momentum pindah Bandung dan lahir di Bandung bahkan F4 memiliki panggilan sayang "Teteh".


Ketika berkenalan dengan tetangga di sini, kami mendapatkan informasi bahwa lokasi ini sangat strategis, karena dekat dengan sekolah, pasar besar Ujungberung, dan juga RS Ujungberung.

 

Untuk sekolah sangat lengkap, dari mulai tingkat TK mah ibaratnya nggak usah ke jalan raya, di sekitar rumah juga udah banyak. Untuk sekolah dasar negeri.. ada SD Cijambe, SD BIna Harapan, MIN Ujungberung dan SD Andir yang kabarnya cukup favorit.  Sekolah Dasar Islam pun berkumpul di Bandung Timur, ada SDIT Luqmanul Hakim, SD Al BIruni, SD MI At Taqwa, MimHa, Mutiara Hati, Mutiara BUnda kemudian dalam perkembangannya ada SD Bintang Madani, Cendekia Muda dan juga SD Robbani. 


Di level Sekolah Menengah Pertama waktu itu masih sistem cluster dan di dekat sini lengkap ada cluster 1 sampai 3. SMPN 50, SMPN 8 dan SMPN 17. Untuk madrasah ada Madrasah Tsanawiyah Negeri  2 Cicaheum.


Sedangkan level SMA sudah pasti SMA 24 ya dan SMA 23 di Antapani. Keduanya adalah SMA favorit di Bandung Timur sebelum era zonasi. Semakin ke sini semakin berkembang SMA Swasta ada Mutbun, Cendekia Muda dan SMA Juara. 

Demikian pun untuk melanjutkan perguruan tinggi maka dapat dikatakan ke kanan ke ITB, ke kiri ada UIN dan Unpad. Kalau sekarang Unpad dan ITB sama sama ke kiri ke arah Jatinangor. Ya kalau waktu tempuh naik kendaraan roda dua paling sekitar 30 menit pas normal. Ada juga UPI kampus Cibiru. 

Perguruan tinggi swasta juga sangat mudah dijangkau dari rumah, sebut saja Itenas, Universitas Sangga Buana, Tridarma, Universitas Widyatama, sekarang bertambah ada Universitas Muhammadiyah di jalan Sukarno Hatta dekat Cibiru. 


Pasarpun sudah berkembang pesat. Kalau dulu pasar Ujungberung adalah pusat keramaian, saat ini sudah bertambah ramai dengan berdirinya Ujungberung Town Square. Orangpun sudah mulai malas untuk bermacet-macetan ke arah kota sementara di dekat rumah sudah ada. Toko swalayan besar pun bermunculan. Dulu Borma Cipadung tiada tara, kemudian muncul Griya Ujungberung, muncul lagi Superindo Ujungberung dan Superindo Ubertos, belakangan bertambah ada Borma Sukamiskin dan juga Transmart,

Jangan tanya restoran apa saja yang ada di sekitar Cijambe ya.. mungkin kalau sebulan aku nggak keluar rumah udah pangling dengan pemandangan restoran yang bermunculan.


Rumah sakit juga demikian. Dulu RS Ujungberung berjaya, atau ada juga yang swastanya yaitu Rumah Sakit AL Islam. Sekarang berbagai rumah sakit besar ada di sini, katakanlah RS Hermina Arcamanik, RS Bunda Nanda Cibiru, RS Grha Bunda di Antapani.  Klinik pratama sudah tidak terhitung. Kalau di Cijambe sendiri ada Klinik Cijambe yang buka 24 jam. dan Klinik gigi juga ada dua.


Saking sudah ramainya cijambe ini, bahkan kalau pesan makanan daring lebih dari 1km aku sudah merasa sangat jauh dan lama. Karena di sekitar rumahku sudah banyak warung dan resto yang memenuhi kriteria jajanan. Mulai dari makanan utama sampai camilan. Semua ada. 

Cijambe Pride. 

Minggu, 28 Januari 2024

Tiba-tiba, Woosh ! !


Akhir tahun lalu aku dan sobatku janjian olah raga ke Gasibu. Di tengah perjalanan tiba-tiba keidean nyobain Woosh. Lah.. Gimana.. Perizinan kan ke Gasibu, masa mendadak pindah ke Halim πŸ˜ƒ 

Setelah berembug bahwa kita siang udahbdi Bandung aku coba minta izin ke orang rumah. Eh sebenernya lebih ke pemberitahuan sih ya.. Soalnya udah di jalan kaan.. 

Karena posisi mendekati tengah kota, kami memutuskan naik Woosh dari Padalarang. Kami pun menuju stasiun Bandung. 

Kata driver ojek online yang kami tumpangi, untuk naik feeder lebih cepat kalau kita naik dari pintu stasiun timur. Oke nurut. 

Masuk stasiun cuman nunjukin tiket Woosh tanpa pemeriksaan. Terus naik eskalator turun di jalur feeder.  Kereta feeder pun  melaju menuju Padalarang. Perjalanan menuju stasiun Padalarang memakan waktu sekitar 15 menit. Dan kereta feeder ini jalannya lebih cepat dibandingkan dwngan Kereta lokal. 

Keluar pintu feeder langsung jalan cari pintu Woosh. Di sini diminta tap barcode yang ada fi tiket untuk masuknya. 

Tak berappa lama Woosh datang dari stasiun Tegalluar. Kamipun segera naik ke gerbong yang sesuai. 

Perjalanan menuju Halim dari Padalarang sekitar 25 menit. Baru duduk, petugas kereta menyampaikan bahwa kereta akan memasuki Terowongan terpanjang. Sekeliling gelap gulita seketika. Cahaya hanya Tinggal dari lampu  gerbong saja. 

Selain mengingatkan soal terowongan, petugas juga menyampaikan bahwa kereta akan mencapai kecepatan maksimal yaitu 350km/jam.

Termyata ya, kalau naik dari Padalarang, baru juga sebentar, eh udah sampai Halim. Iya karena nggak sampai setengah jam, 25 menit saja sudah sampai Halim. 

Tiba di Halim kami mencari sarapan. Petugas di lantai 3 menjelaskan katanya kalau di bawah banyak penjual makanan/UMKM. Pas aku turun eh cuman ada Subway, Indomaret, dan beberapa tenant. 

Selesai sarapan iseng ke stasiun LRT yang lokasinya masih di situ situ juga. Istilahnya stasiun interchange. Karena 3 kereta lewat stasiun ini.  Yaitu LRT, MRT, dan commuter line. 

Karena MRT dan CL udah pernah, kita naiknya LRT ke stasiun terdekat. 

Naik LRT ini tanpa 'tiket' ya, kita hanya tap e-money aja di pintu masuk peron. Kami pilih stasiun Kuningan.. MasyaAllah sudah banyak kemajuan ya... 

Keluar masuk stasiun lagi-lagi kami diminta tap e-money supaya palang pintunya terbuka. 

Dari stasiun Kuningan balik lagi ke Halim. Sampai di Halim sudah mendekati Keberangkatan Woosh..

Heboh Lagi😁😁😁😁😁😁😁😁😁  .. 

Tapi Jujur perjalannya  sangat menyenangkan

Pulang ke Bandung naik woosh lagi dari Halim ke Tegalluar. 

Sabtu, 27 Januari 2024

Lontong Padang Palasari



Sudah lama sekali rasanya tidak sarapan di tempat ini. Lontong Padang Palasari. Letaknya di komplek pasar Palasari. Jalan Palasari, kota Bandung.

Nama warungnya Katupek Kapau Rita Palasari. Sebenarnya hidangannya nggak melulu lontong padang atau lontong sayur. Ada soto padang, lontong pecel, teh telor/teh talua dan katan jo goreng.  Selain itu ada juga kudapan seperti lupis, bubur kacang ijo, ketan serundeng dan juga ketan dengan parutan kelapa

Untuk penyuka hidangan padang, tempat ini sudah sangat dikenal. Meski tempatnya di pinggir jalan, pengunjungnya datang dari berbagai kalangan. Banyak yang berkendaraan roda empat dengan plat nomor kendaraan dari berbagai kota. Banyak juga kendaraan roda dua. Terkadang orang-orang yang sedang olahraga dengan naik sepeda juga mampir di sini. Tentu tidak ketinggalan juga ojek online yang datang dan pergi silih berganti.

Untuk menu lontong sayurnya.. kuahnya mantap. Lontong disiram sayur dengan bumbu padang, dengan toping mie goreng dan tambahan telur. Sambalnya jangan lupa.. So yummy.. walaaupun mungkin buat sebagian orang sarapan ini terkesan berat.


Tadi pagi aku mencoba soto padang untuk pertama kalinya. Kuahnya bening tanpa santan sebagaimana kuah soto yang ku kenal. Bedanya adalah topping yang biasanya daging ayam atau sapi, kali ini diganti dengan dendeng. Dendengnya tipis tipis dan renyah. Nggak keras sama sekali. KEmudian remukan kerupuk pink menambah khas dan rasa juga. Sebenarnya aslinya pakai lontong juga, tapi karena aku takut nggak habis jadi nggak pakai lontong. Eh ternyata porsinya tetap banyak karena bihunnya ditambahin sama dia. Tetep aja mangkoknya penuh.

Selain soto padang, aku juga mencoba teh telor untuk pertama kalinya. Awalnya aku takut ada aroma amis atau gimana. Membayangkan dulu di kampung orang suka makan kuning telur begitu saja. 

Ternyata ketika tehnya di hidangkan, nggak tercium aroma amis sama sekali. Bahkan lebih mirip aroma teh tarik. Akupun penasaran langsung berselancar resep teh talua ini.

Olala baru tahu ternyata tehnya ya teh biasa.. tetapi disiramkan ke 'adonan' yang terbuat dari campuran kuning telur ayam/bebek, susu dan gula yang telah dimixer hingga mengembang. Pantas tekstur teh talua ini mirip teh tarik, hanya lebih creamy gitu. 

Sebenarnya pengen mencoba juga kudapan lain. Sayang sekali perutku sudah penuh oleh soto dan teh talua. Jadi untuk kali ini dicukupkan segitu dulu. Lain kali baru coba hidangan lain lagi. Ingat rumus jajan, satu : tidak boleh jajan di warung yang sama, kedua, kalau jajan di warung yang sama, maka pesanlah menu yang berbeda. LoL

Jumat, 26 Januari 2024

ALFAGIFT, APLIKASI BELANJA MUDAH DARI ALFA






Buat emak-emak yang tinggal di pinggiran kota sepertiku, bisa dibilang rumah tuh udah dikelilingi sama minimarket. Saking banyaknya kadang suka kepikiran, itu mereka bisa bersaing nggak ya.. bisa dapat laba nggak ya.. 

Ini di gang aku aja, kalau aku jalan ke kanan dalam jarak 500m, ada dua Yom*rt, satu Indoapril dan satu Alf*. Kalau aku jalan ke kiri sekitar 500m juga, maka ketiga minimarket yang terdepan itu juga ada masing-masing satu. 

 Sebagai pelanggan, tentu aku seneng-seneng aja.. soalnya kan jadi banyak pilihan ya.. Walaupun pilihanku sangat random, pokoknya yang di sebelah kiri. Entah jalan pulang, entah jalan berangkat. Menurutku lebih enak aja sih, kalau berhenti di kiri.LoL

Beberapa waktu lalu, temenku ada yang nawarin jajan es krim. AKu ikutan aja nitip. Eh nggak lama kemudian, pesanan datang dong. Aku lantas bertanya, siapa yang belanja, kok udah sampai aja? Ternyata dia belanja lewat aplikasi. Pulang kantor hal ini aku ceritakan ke anak, lah malah aku yang dibilang kudet. Karena anak-anak sudah tahu dari lama ada aplikasi belanja daring gitu. Mereka merekomendasikan baik dan mudah..Baiklah, mari kita unduh aplikasinya bersama-sama.

Pertama lihat, mata langsung tertawan sama yang merah-merah.  Setelah diklik maka muncullah hal paling utama kenapa aku milih aplikasi ini yaitu janji free ongkir. Dan.....tanpa pembelian minimal. 

Di aplikasi Alfagift nanti akan ditampilkan juga kategori produknya. Secara garis besar ada jenis-janis berikut,

- Kebutuhan Ibu dan Anak

- Produk segar dan Beku

- Makanan

- Minuman

- kebutuhan Dapur

- Kebutuhan Rumah

- Kebutuhan Kesehatan

- Pet foods

- Lifestyle

Berbagai kategori di atas nanti ada penawaran lagi baik voucher atapun potongan harganya. Voucher ini hanya berlaku beberapa waktu, sehingga nanti ada tanggal daluwarsa-vouchernya juga. Memang sayang kalau nggak kepakai, tapi menurutku ya nggak papa nggak pakai voucher,  kalau memang lagi nggak butuh produkknya, ya ngapain  belanja. Sepakat?

sedang

Oh iya, belanja lewat aplikasi ini juga dapat dipergunakan untuk memberi hadiah/mengirimkan belanjaan kita ke orang lain. Jadi nggak melulu pengiriman ke satu alamat. Teknisnya sepertinya dari aplikasi dikirim ke Alfa yang terdekat dengan alamat tujuan.  Itulah mungkin ya.. kenapa dia bisa koar-koar diantar ke depan pintu dan free ongkir. Penasaran? Coba yuk


Kamis, 25 Januari 2024

Sekelumit Kisah Anak Pondok

Punya anak yang lagi melanjutkan pendidikan di pondok itu banyak ceritanya. Ya kangennya, khawatirnya, harapannya, bahagianya, sedihnya, terharu, .... Campur aduk muter-muter macam roller coaster.


Pas tahun-tahun pertama, yang diharapkan banget yaitu telponnya. Pokoknya telepon genggam nggak boleh di posisi mode silent. Karena sekali aja kejadian missed call maka kita gak akan bisa telepon balik. Karena mereka nelponnya dari wartel. 

Selain telepon, cwrita yang sering terjadi adalah kehilangan barang. Entah karena ceroboh entah karena memang bener-bener ilang alias diambil sama yang membutuhkan. Ini enggak cuman barang kecil macam sandal sepatu kaos kaki, bahkan kasur lipatpun bisa hilang. Gimana menurutmu? 

Seiring berjalannya waktu, kondisi emosyenel seorang ibu yang ditinggal mondok berangsur-angsur stabil. Udah jarang ya nangis kangen, yang ada nangis di atas sajadah, berdoa buat kebaikan mereka. 

Anak-anak pun demikian. Udah mulai terbiasa dengan permasalahan pondok. Dibikin santai aja... Butuh yang baru ya beli lagi aja. Telpon rumah dulu, minta kiriman ini dan itu. Meski dapat dibeli di toko pondok, tetep aja rasanya lebih enak kiriman dari rumah. Padahal mungkin ya barang jajanannya itu-itu aja. Bedanya cuman di uang yang keluar, dari kantong pribadi vs dari kantong Umi/Abi. 

Lebih naik lagi kelasnya, lebih jarang lagi telponnya. Selain karena kesibukan yang bertambah, mungkin juga karena sudah lebih terbiasa dalam menghadapi dan menangani masalah yang terjadi di pondok. 

Anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah dan tidak mudah mengeluh. 
Sampai-sampai di kalangan orang tua beredar istilah "kalau nggak nelpon berarti ananda baik-baik aja". Emang boleh sesantai itu? 

Memang sih.. Seringnya begitu .. Nanti Kalau uang habis juga nelpon. Tapi pernah kejadian juga  si F5 beberapa tahun lalu, nggak nelpon selama sebulanan. Kebetulan waktu itu udah dekat-dekat perpulangan. Ketika Nelpon ditanya kenapa lama nggak nelpon, jawabannya nanti aja ceritanya pas di rumah. 

Ketika liburan tiba, ternyata oh ternyata, dia sakit mata. Karena dikhawatirkan menular, yang sakit mata ini dirawat di Balai Kesehatan. 
Memang waktu itu banyak rombongannya, sampai setelah itu yang agak sembuh dikarantina di GOR. Lah malah anaknya menikmati, piye jal? Katanya dispensasi nggak masuk kelas dan bisa main bola sepuasnya. Dassar anak-anak. 

Itu baru sebagian kecil cerita. Masih banyak pernak pernik yang kalau diceritakan mungkin bisa jadi novel macam Negeri Lima Menara πŸ˜ƒ