30 Hari Bercerita. Siapa yang belum kenal?
Banyak yang menunggu momen tahunan ini dan nggak sabar ingin mengikutinya. Iseng-iseng aku mencari dengan tagar #30hbc2024 di hari ini, akhir Januari, ada angka 11.9 yang muncul di instagram.
Sebenarnya aku ada sedikit penasaran, apakah ini penyelenggaranya sama dengan event yang dulu pernah aku ikuti? Yaitu ada #30harilagukubercerita tahun 2012, ada #beranicerita tahun 2013, dan #30harimenulissuratcinta tahun 2014. Ataukah hanya terinspirasi? Aku belum mendapatkan jawaban.
Za tahun 2015 aku sempat vakum dari dunia tulis menulis. Blog juga dianggurin bertahun-tahun. Tahun 2015 ada 14 postingan, tahun 2016 hanya 1 postingan dan mulai menulis lagi awal tahun 2023.
Aku sebenarnya telah menyatakan kesanggupan untuk ikut #30haribercerita2024. Target pribadiku nggak muluk-muluk, menjajal endurance aja dulu..Apakah aku cukup bugar untuk menulikan cerita setiap hari? Akupun menetapkan cukup 100 kata dalam sekali postingan.
Dalam praktiknya, aku yang saat ini ñggak tiap hari berkunjung ke medsos, hanya bertahan hingga hari kelima di Instagram. Kenapa?
Kenapa ya... Lupa? Malas? Gak ada ide? Ah, atau Mungkin aku memang tidak punya motivasi yang cukup kuat untuk menuliskan cerita.
Apakah aku berhenti bercerita?
Sulit bener seorang aku bisa diam.
Sebagai perempuan kebanyakan, bagiku tiada hari tanpa bercerita. Dari bangun tidur hingga tidur lagi banyak kejadian yang dapat diceritakan.
- Bangun kesiangan,
- mandi bermalasan,
- masak apa kebingungan,
- macet di perjalanan,
- lihat orang kecelakaan,
- ada kucing mati terlindas kendaraan,
- ada rumah baru jadi yang dari luar terlihat bagus buat 'popotoan',
- tukang jajanan yang enggak jualan,
- mau presensi tapi kesulitan karena lokasi di map belum dipusatkan,
- ketemu pelanggan yang menggemaskan,
- tiba-tiba menerima komplenan,
- bekal makan siang yang ketinggalan,
- kerjaan yang butuh lemburan
- gosip di kantor ada penampakan
- orang rumah yang mau dikirim makanan
- mau pulang kantor tiba-tiba hujan
- dst
Wah banyak juga ya..Cerewetnya diriku.
Ke mana bercerita?
Tetangga duduk kanan dan kiri, teman kantor lain yang beda lantai, anak, suami, sahabat, tukang sayur, tukang kue, bahkan sama orang nggak dikenal pun bisa bercerita?
Bahkan isi kepalaku pun riuh penuh cerita yang tidak dapat aku kisahkan kepada siapapun.
Lantas, kenapa gak bisa full #30haribercerita ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.