Sudah lama sekali rasanya tidak sarapan di tempat ini. Lontong Padang Palasari. Letaknya di komplek pasar Palasari. Jalan Palasari, kota Bandung.
Nama warungnya Katupek Kapau Rita Palasari. Sebenarnya hidangannya nggak melulu lontong padang atau lontong sayur. Ada soto padang, lontong pecel, teh telor/teh talua dan katan jo goreng. Selain itu ada juga kudapan seperti lupis, bubur kacang ijo, ketan serundeng dan juga ketan dengan parutan kelapa
Untuk penyuka hidangan padang, tempat ini sudah sangat dikenal. Meski tempatnya di pinggir jalan, pengunjungnya datang dari berbagai kalangan. Banyak yang berkendaraan roda empat dengan plat nomor kendaraan dari berbagai kota. Banyak juga kendaraan roda dua. Terkadang orang-orang yang sedang olahraga dengan naik sepeda juga mampir di sini. Tentu tidak ketinggalan juga ojek online yang datang dan pergi silih berganti.
Untuk menu lontong sayurnya.. kuahnya mantap. Lontong disiram sayur dengan bumbu padang, dengan toping mie goreng dan tambahan telur. Sambalnya jangan lupa.. So yummy.. walaaupun mungkin buat sebagian orang sarapan ini terkesan berat.
Tadi pagi aku mencoba soto padang untuk pertama kalinya. Kuahnya bening tanpa santan sebagaimana kuah soto yang ku kenal. Bedanya adalah topping yang biasanya daging ayam atau sapi, kali ini diganti dengan dendeng. Dendengnya tipis tipis dan renyah. Nggak keras sama sekali. KEmudian remukan kerupuk pink menambah khas dan rasa juga. Sebenarnya aslinya pakai lontong juga, tapi karena aku takut nggak habis jadi nggak pakai lontong. Eh ternyata porsinya tetap banyak karena bihunnya ditambahin sama dia. Tetep aja mangkoknya penuh.
Selain soto padang, aku juga mencoba teh telor untuk pertama kalinya. Awalnya aku takut ada aroma amis atau gimana. Membayangkan dulu di kampung orang suka makan kuning telur begitu saja.
Ternyata ketika tehnya di hidangkan, nggak tercium aroma amis sama sekali. Bahkan lebih mirip aroma teh tarik. Akupun penasaran langsung berselancar resep teh talua ini.
Olala baru tahu ternyata tehnya ya teh biasa.. tetapi disiramkan ke 'adonan' yang terbuat dari campuran kuning telur ayam/bebek, susu dan gula yang telah dimixer hingga mengembang. Pantas tekstur teh talua ini mirip teh tarik, hanya lebih creamy gitu.
Sebenarnya pengen mencoba juga kudapan lain. Sayang sekali perutku sudah penuh oleh soto dan teh talua. Jadi untuk kali ini dicukupkan segitu dulu. Lain kali baru coba hidangan lain lagi. Ingat rumus jajan, satu : tidak boleh jajan di warung yang sama, kedua, kalau jajan di warung yang sama, maka pesanlah menu yang berbeda. LoL




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.