Tampilkan postingan dengan label go green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label go green. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2024

Kreasi dari Bungkus Santan Instan




Hai teman-teman cukup lama juga ya aku gak muncul di blog ini. Kali ini aku akan berbagi cerita tentang yang aku lakukan untuk mengolah sisa konsumsi anorganik. Ini masih bagian dari tugas di kelas belajar zerowaste 2024. 

Yang aku mau buat ini adalah dompet koin dengan mempergunakan bahan-bahan yang biasa disebut orang sebagai 'barang bekas'. Kenapa? Karena sesuai dengan prinsip dalam  berzerowaste yang memiliki beberapa tingkatan yang orang mengenal dengan istilah 3R yaitu Reduce, Re-use dan Recycle. 

Yang mau aku buat ini bisa masuk kategori reuse / guna ulang. Aku menggunakan kembali wadah santan yang seharusnya sudah dibuang, sekaligus merecycle/mengolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Yuk kita mulai ..

Alat dan bahan yang dibutuhkan:

1. Kain perca, atau kain sisa yang ada di rumah. Bisa juga memakai kain bekas yang masih cukup bagus atau cukup kuat. Kebetulan aku dapat kain perca dari penjahit dekat rumah. Oh iya teman - teman juga dapat mempergunakan potongan kain dari misal celana yang kepanjangan, atau gamis yang terlalu panjang. kain apapun itu, diusahakan bukan beli kain baru.

2. benang dan jarum jahit. aku sengaja menggunakan jarum jahit tangan, selain karena barangnya kecil,  juga untuk menghemat pemakaian listrik.

3. kancing, aku pakai kancing bekas yang dilepas dari baju usang yang sudah mau dibuang. bisa juga pakai kain velcro.

4. wadah santan instan yang sudah dicuci dan dikeringkan. Sebenarnya kalian juga bisa menggunakan  wadah susu cair yang 200ml bila menginginkan dompet yang lebih besar. Jadi fleksibel saja sesuai ukuran kain yang ada.

5. gunting dan mistar


Cara membuatnya :

1. Tumpuk/lipat kain menjadi dua lapis, dengan sisi bagus ada di dalam. Kemudian potong sesuai ukuran wadah santan. Sisakan space untuk jahitan sekitar 0,5 - 1cm. Potong juga yang untuk calon tutup berbentuk segitiga seperti pada gambar di atas.



2. Jahit sisi-sisinya seperti tampak pada gambar 3, sisakan sisi yang ada garis kuning. Setelah itu balik sehingga sisi jahitan ada di bagian dalam.  

3. Masukkan wadah santan ke dalam kantong kain yang dijahit tadi, kemudian rapikan bagian mulutnya. Lipat ke dalam bagian kain yang tersisa di mulut wadah santan, lalu dijahit sekeliling dengan tusuk feston. Bisa juga dilem menggunakan lem tembak/lem kayu.



4. Rapikan juga potongan untuk tutup yang berbentuk segi tiga, lalu sambungkan dengan bagian wadahnya. Buatlah seperti bentuk wadah santan saat awal kita beli. Jangan lupa pasang kancing / velcro sebagai pengaman dompet yang akan kita buat ini.

5. Nah dompet dari kain perca dan sisa konsumsi anorganikpun siap dipergunakan sebagai dompet koin atau dompet asesoris yang kecil-kecil lainnya.

Bagaimana, cantik dan fungsional kaan? Apakah kamu tertarik untuk mencobanya? 






Selasa, 09 Oktober 2012

Panen Kersen

Ih... alhamdulillah senengnya .. seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya, pohon kersen yang aku tanam makin rimbun dan berbuah banyak. Membuat gembira bukan hanya diriku (hihi..) tapi juga anak anakku. Akhirnya mereka mengalami yang namanya naik pohon. Seperti  Ummi dan Abinya jaman kecil dulu. Walaupun pohon itu adalah satu satunya pohon yang tumbuh di halaman kami.

Rupa rupanya, yang seneng bukan cuma aku yang nanem pohon itu, dan juga anak anak, ternyata banyak juga anak tetangga yang sering mampir dan ikut manjat pohon kersen ini.
Mulanya anak anak melarang, mungkin khawatir nggak kebagian. Padahal kersen ini kan tiap hari ada yang masak. Udah diambilin juga besoknya ada lagi dan ada lagi.

Pas Sabtu minggu lalu, si Abi ngeluarin tangga kirain buat apa. ternyata....
  
Metik kersen
Dan hasilnya adalah....
Teteh dan kersen hasil panen

 Dan entah benar entah tidak secara ilmiah ya.. sejak turunnya hujan, kersen ini makin besar dan ranum...
maniiisss... apalagi kalau disimpan di kulkas. Hmm.. manis dan dingin..

Sabtu, 26 Mei 2012

ASC, Here I Come

Karena kehendak Allah SWT jualah akhirnya aku berangkat All Star Celebration.
Allah punya skenario yang aku belum dikasih baca.

Sampai sore hari menjelang hari keberangkatan, aku masih menelpon Bu Sofi dari distributor Bandung. Apakah betul aku berangkat ASC besok. Acaranya di JITEC Mangga Dua. Nginepnya di hotel dekat situ katanya.

Karena aku statusnya pengganti, maka aku diberi challenge pribadi. Yaitu Ibu memintaku untuk lebih aktif lagi. Apa kriteria aktifnya ? Aku diminta belanja sendiri ke kantor. Nggak nitip lagi sama manajer. Trus aku juga diminta hadir TCM (Team Captain Meeting) karena diselenggarakan di hari libur.

Ya sudah aku bismillah aja. Esok paginya kumpul jam 6 di kantor Tuppi Bandung. Sebagai orang yang kurang gaul aku celingak celinguk cari teman. Sampai pembagian bis aku belum kenal seorang pun yang klik gitu. Padahal aku selalu menebar senyum lho.. bukan tebar pesona ya...

Sampai pas akhirnya ngantri naik bis, tiba tiba twing twing.. senyumku ada yang membalas dengan lebar. Dan ketika aku makin dekat, dia bilang kita duduk bareng yuk.  Hayuklaaah... Senengnya akuu.. dapat temaan.. Namanya Tohiyanti.

Dan dunia ini memang sempit. Ternyata mbak Tohiyanti yang sekarang Manajer itu, berasal dari Gandrung Mangu, Cilacap, alias dari kampung halamanku sendiri. Ini foto kami berdua ketika tiba di lokasi. Biasalah.. narsis ala emak emak

Datang datang ke Jitec dikasih makan siang dan snack yang dikemas dalam tuppi. Tuppinya boleh dibawa pulaang. Biar ga nyampaah. Asyiiik..

Nah si Mbak Yanti ini so inspiring banget...Sebelum gabung di tuppie beliau adalah seorang ART. Ya, asisten rumah tangga. Kapan kapan aku ceritain.

Senin, 02 April 2012

Panen Pertama

Alhamdulillah, pohon yang kutanam belum setahun sudah tumbuh tinggi, bercabang cabang dan  berdaun lebat. Dan hari Ahad pas long week end lalu aku kembali bersih bersih kebun. Merapikan batang batangnya yang sudah sampai ke jalan. Iiih.. senengnya.. ternyata sudah ada buah yang masak. Aku segera mencari galah untuk memetiknya. (Mau manjat malu soalnya... hehe)

Buah apa sih ? Halah, ini tentang buah kersen. Buah masa kecil. Tau kan pohon kersen ? Biasanya sih jadi pohon peneduh di pinggir jalan. Sebenernya tidak sepenuhnya buah masa kecil ya.. soalnya sampai sekarang aku masih suka kersen. Bahkan pas hamil Faiz, aku suka memetik kersen di halaman parkir Rumah Sakit Al Islam. MInta ijin aja sama satpamnya atau petugas parkirnya.

Dengan pohon kersen ini, halaman rumah kami sekarang jadi teduh sekarang.  Tanaman di pot juga tumbuh subur, karena nggak kepanasan lagi. Si Abi juga jadi suka duduk duduk di tritikan (pinggir rumah) buat baca koran atau baca Qur'an. Karena nggak semata mata kelihatan dari jalan raya yang jaraknya cuma 5 meteran.

Walaupun sempat dikerubutin ulat, dan nggak ada yang mau mendekat (selain yang nanem), alhamdulillah pohonnya dah serimbun ini sekarang
pohon kersen
Dulu Abi yang menghancurkan semen di halaman utk lokasi tanam ini. Huhu ..sampai Abi beli palu yang super besar dah tatah yang akhirnya patah. *senengbanget atas dukungannya (halamanku di semen semua sama pemilik rumah sebelumnya. Belum kami apa apain sampai sekarang. Pengennya ganti paving blok biar bisa nyerap air.)

Nah inilah kersen hasil panen pertama itu..


Sebenernya ada empat, mbak satu, Teteh satu, aku dua.. hahaha

Rabu, 29 Februari 2012

The Celebration


Senengnya ikut acara ibu ibu ... Sama sekali tidak menyangka kalau acaranya bakal seheboh dan segila itu. Adalah the Winning Team Celebration. Mengambil tempat di ruang Krakatau Hotel Horison, 500-an orang yang telah mencapai target tertentu. Wuih... nuansa optimis dan hasrat mencapai suksesnya terasa banget.
Ah.. heboh deh nggak nyangka pisan. Di undangan tertera dress code colourfull/flowery/kaftan, maka ibu ibu yang datang pun dengan pakaian aneka warna. Ada yang super heboh berbandana bunga dan berkalung bunga. Ada yang pakai baju cinderella warna warni.  Semua nampak gembira. Musik yang gempita juga menambah meriah acara.
Acara dibuka oleh Ibu Sofi, direktur Bandung. Kemudian yang sama sekali aku tidak menyangka adalah performance manajer yang sedemikian mengejutkan. Manajer tuppi yang rata rata sudah emak emak itu.. naik ke panggung bergantian. Ada yang tari cha cha, ada yang menarikan tari perut (suer tari perut joged India gitu...hanya pakaiannya tertutup), ada yang menarikan tari merak, daaaan... yang nggak kalah heboh ada jaipongan, dan talk show bohong2an ala  empat mata. Eksis habis.
Para dealer yang dihibur sedemikian rupa tentu saja tertawa tawa bahagia. Acara diselingi dengan pembagian hadiah. Uuuh.. senengnya...(semua dapat hadiah standar sebagai the winning team). Ada yang dapat hadiah tambahan dari lucky draw, hadiah top sales, top rekrut, dan tentu saja hadiah kostum terheboh ! Hadiahnya adalah tuppi edisi khusus yang tidak ada (lagi) di katalog.
Salah satu pesan bu Sofi adalah, ceritakan kesuksesan kita kepada orang lain. Karena sudah jadi kultur kita, yang sering dibagi adalah cerita sedihnya, dukanya. Mari kita hentikan itu karena itu membawa aura negatif.
Sayang aku nggak bawa kamera, karena ceritanya mau tampil anggun dengan gamis dan tas tangan, jadi wee kamera jadul yang tebal itu nggak masuk di tas.
Inilah salah satu sisa sisa acara itu, fotonya aku tebus dari tukang foto prof yang suka tau aja klo lagi ada acara tea. Berhubung males scan, aku foto ulang pake kamera. maaf ya blurrr..


Ini pas naik dipanggung, semua dapat parcel tuppi segede gaban
Ini bersama teman baru
NB sampai rumah, Faiz langsung ngebongkar hadiah dan langsung dipakai !
See You on All Star Celebration  !!



Kamis, 29 Desember 2011

Berkebun (atau bertenak ulat ) ?

Sebagai seseorang yang menggeluti multi peran (cie cie...) dan memiliki multi talent (jiah.. enggak banget)  salah satu hal yang kulakukan di sela sela hari libur adalah berkebun. Di seberang jalan depan rumahku terbentang sawah nan luas, adalah setengah hektar. Tapi bukan milikku .. hehe.. jadi aku cuma menikmati saja proses si Bapak membajak sawah, menyemai bibit, menanamnya, mencabut gulma dan beberapa hari (iyah, hari.. karena gak kerasa, usia padi kan paling 3 bulanan yah..) kemudian, akan terdengar suara kelontang  kaleng kaleng berisi kerikil pengusir burung burung ketika padi mulai menguning. Dan saat yang paling berbahagia adalah ketika di pagi buta, beberapa Ibu sudah duduk duduk di pinggir sawah, itu pasti saatnya panen tiba. Lumayan laaaah... meski cuma lihat, cukup jadi pengusir penat kehidupan kota Bandung, wabil khusus Cijambe, yang mulai macet di pagi dan sore hari.

Eh, kebunku bukan yang kuceritakan tadi ya.. kebunku hanya sepetak tanah sisa yang tidak dibeton oleh pemilik lama, kira kira ukuran 50 cm x 200 cm. Hayaaah.. berkebun apa ?? Macam macamlah aku tanam di situ. Ada bunga anggrek liar di pinggir tembok, disusul rumput menghampar, dipinggir pinggirnya aku tanam sansivera, disela sela rumput sekarang aku tanam sebuah pohon nanas (haha..sebuah saja), satu pohon kunyit, dan satu pohon kemangi. hehe.
Nah di hari bumi  tahun ini, aku menanam pohon kersen. Orang ada yang bilang buah cery kampung, atau apalah  terserah kalian menyebutnya.  Eit jangan diketawain, itu pohon pinggir jalan ya.. Ini mah soal menentramkan diri, mengenang masa kecil, memanjat pohonnya, meraih buahnya yang mulai merah ranum, dan langsung hap ! masuk mulut tanpa dicuci. hmmm... yummmi...

Beberapa teman melarangku, Bibi juga, katanya banyak ulat. Suamiku nggak ngelarang (ya eyalaaah... dia kan tumbuh di kota, gak hafal masalah 'perkebunan'. Abi lah yang membantu menghancurkan semen kira kira ukuran 50x50 cm, dan menggali lubangnya untuk si Kersen kesayangan. Daaaannn... dalam 6 bulan saja, pohon itu sudah tumbuh, rimbun dan rindang. Lengkap dengan ulat ulatnya yang bergelantungan (tuh kaaan.... kata Bibi). Ulat bulu lagiii....
Merasa sebagai satu satunya oknum yang wajib bertanggung jawab, hari Sabtu pagi minggu lalu aku berpakaian lengkap, membawa galah dan memukul mukul ranting kersen itu agar si ulat berjatuhan. setelah berjatuhan, dengan kejamnya aku matiin pakai galah bambu. Adalah.... barang 30 ekor ulat. Alamaaaak.. janganlah kau tanya apa yang kurasakan ketika melakukan itu. Demi si buah cery kampung aku rela melakukannya.
Mau lihat sebagian ulat itu ? Ini dia, yang bersembunyi di bawah pot di dekat pohon kersen itu.
Hiiiii....