Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 November 2013

The Hectic Week

Setiap menghadapi tanggal 20, rasa-rasanya mulai dag dig dug der. Kenapa ? Karena para pelanggan itu benar-benar tidak dapat ditebak kapan mau datangnya. Hihi.... yaeyalah... jadi kami-kami para penjaga loket depan ini ya harus siap mental. Selama ini sih rekor termalam pulang jam 7. Entah berapa bulan yang lalu. Udah lupa. Di bawah itu ya maghrib. Tapi syukurlah, bulan ini pulangnya jam normal.

Awalnya Sondang ngabarin klo Tyka mau ke Bandung seminggu. Nginep di mana ? Tanyaku. Ternyata nginepnya di hotel sebelaaaah dooong... *salah satu kenikmatan berkantor di tengah kota*
Setelah aku kontak-kontakan sama Tyke, jadilah kami janjian Senin jam 2, pas aku off jaga.
Jadi senin itu aku nganter Tyke ke Tiki, trus makan di Pujasera yang di atas Soes Merdeka, dan lanjut ke Gramedia. Wooow kopdar pendahuluan yang menyenangkan. Seneng mengenal lebih dekat Tyke. Puas booo ngobrolnya. Ya, belum juga ding. Puas gak ada yang nyela-nyela pembicaraan.
Kami berpisah dengan kupesan 'siap dipanggil kapan aja' *sok iyeh banget*

Selasa, tadinya aku mau ambil jam istirahatku di awal, buat nemenin Tyka ke Mirasa. Katanya kan itu tempat makan yang 'bersejarah' juga. *dan enak, gado-gadonya yummmyyy* tempatnya juga lumayan, terutama yang dekat kebun belakang.
Eh ternyata belum berjodoh sama Tyka karena dia baru bisa keluar di atas jam satu.
Sebenarnya hari ini kan ada makan makan ultah Ida, udah janjian ke nasi padang Bunga Padi Raya (2 kali hahaha), karena aku jaga, aku tadinya hopeless, bakal gak bisa laah. Sondang masih tetap merayuku. Tiada kesan tanpa kehadiranmu, katanya. Haha 80-an banget.
Janjian sama Tyka gak jadi, sama Ida gak bisa. *nangis bombay* alhamdulillah dapat ide dong, aku merayu teman sebangku gapapa lah aku jaga pagi dan sore asalkan aku bisa keluar jam istirahat. Deal ? Deaaal....
Akhirnya bisa keluar tepat pada waktunya. Bareng Sondang pergi pulang. Pas lagi makan, ingat Tyka yang masih di kamarnya. Kata Sondang, tawarkanlah itu nasi padang. Sebagai penggemar padang, Tyka mau doong. Akhirnya cuzz... sebungkus nasi padang buat Tyka, atas ide Sondang, dibebankan ke traktiran Ida, dianter sama Titi. Haiyah, betapa panjangnya riwayat sebungkus nasi padang ini :D

Rabu gak ada panggilan dari Tyka, rupanya dia diculik salah satu tantenya dan keliling-keliling seharian. Syukurlah, dan memang karena dah tanggal 20 tamunya full minta ampun. Sampai-sampai makanpun aku di ruangan. Gratis siiih.... alhamdulillah.. dibeli pake uang kas.

Kamis bikin janji lagi sama neng Tyka Abis ashar mau kemanalah atau makan apa entar gampang, atau sekedar ketawa2... Ternyata  oh ternyata, setelah dia kopdar sama customer di BIP,  kata Tyka, Abi pulang cepat dari diklatnya..... jadi kami gak jadi keluar. aaaah syukurlah.... Memang manusia merencanakan Allah yang menentukan. Karena jadinya aku hari ini juga gak bisa keluar. Sebenarnya ada temen yang 'utang jaga' ke aku, tadinya mau dibayar hari ini, eh tiba tiba harus keluar kota. Ya sudahlah aku pun jaga sambil patah hati. Kalau patah hati kerja jadi semangat. *banting-banting amplop dan tonjok2 keyboard* Akhirnya makan di ruangan lagi. Lebih parah, disambil kerja.  Karena kerjaanku kan memang ada dead line-nya, 1x24 jam. Syukurlah yaa.... jam 4 kurang dikit udah beres. Pas Tyka bilang mau mampir ke kantor, aku iyain dengan senyum lebaaar.... lumayan... hiburan di sore hari. Sempat popotoan sama mbak Tituk juga.

Jumat
Ini dia puncak acara. Kopdar dengan blogger blogger Bandung lainnya. Yang udah iya sih aku, Sondang, Baginda Ratu, Mbak Tituk, Ika Rahma dapur hangus, Neng Dini, trus kata Tyka ada Ladeva sama siapa lagi (chat BBM terhapus).
Oh... sayang seribu sayang, yang harusnya jaga siang enggak masuk. Dasar belum rejeki kali ya... akupun terancam enggak ikut kopdar karena paling cepat stengah dua baru istirahat. Sedangkan Sondang jam 2 sudah harus di kampus. Yang lain? Ya harus balik ke kantor doong setelah jam istirahat habis.
Akhirnya aku istirahat jam setengah duaan, shalat dan langsun cuzz ke Djoeroe Masak. Untung dekeeet.5 menit naik motor. Semua udah berdiri. Hiks. Cuma serah terima kenang-kenangan kopdar. Yang tinggal cuma Tyke, Dini, Ika+Vio. Eh baru juga duduk bentar si Tyke udah ditelpon dijemput tantenya. Dini juga menyusul (ya iya laah.. kan mau kerja).
Tinggal aku bertiga Ika dan Vio, gak kerasa juga ngobrol sampai jam tiga lebih.. satu setengah jam berlalu cepet banget. Apalagi sudah lama juga gak ketemu mereka. Akupun harus segera kembali ke kantor.

Senengnyaa... Jumat sore. Berasa kejar kejaran semua janjiannya. tapi minggu ini sungguh membahagiakan. So special.
Selamat datang week end yang (bakal) sibuk juga.

Rabu, 26 Juni 2013

Aku dan Ika, Dari Dunia Maya ke Dunia Nyata

Pertama kali aku mendengar nama Ika Rahma aka Iko adalah dari Mak Sondang. Promosinya si Mak Iko ini masih muda belia, masih 17+. *penting. Akupun penasaran. Baca postingan-postingan dapur hangus yang mudah dipraktekkan, dan gaya bahasa yang kocak khas anak muda, membuatku penasaran seperti apa kiranya si Iko itu kok Sondang pun begitu gencarnya mempromosikan.

Akhirnya kami saling inbox di fb. Waktu itu Ika cerita mau ke bengkel depan kantor. Maka jadilah aku kopdar berdua Ika, eh bertiga ding, sama Vio. bahkan tanpa Sondang yang memperkenalkan.

Waktu itu kami makan berdua di sebrang kantorku, dengan kata lain di samping bengkel tempat Ika menservice motornya.
Dasar udah jodoh kali ya, di pertemuan pertama itu langsung nyambung aja. Cerita ngalor ngidul, gak kerasa dua jam berlalu. Bahkan si Vio yang selalu menjadi attachment Ika pun, langsung mau sama aku.

pertemuan pertama
Dan pertemuan pertama berlanjut dengan pertemuan pertemuan berikutnya. Bahkan ketika Ika Rahma menjadi salah satu finalis lomba blog majalah Sekar, dengan suka rela aku menjadi tim suksesnya. *jiah* terus dapat traktiran waktu dia ternyata menang.
Sayang aku belum bersedia menerima tawaran dia menjadi salah satu admin di grup dapur hangus. Hihi .. aku enggak punya jadwal online yang pasti. Maklum, emak emak rempong.
Kemudian sempat jalan berdua nganterin ramekin ke rumah Ayu Diah Respatih, salah satu food blogger yang tinggal di Ujungberung, aku jadi penunjuk jalan :D.

Aku jarang berkunjung ke blog Ika, dan demikian pula (kayaknya) sebaliknya *gak tau ya.. klo Ika diam diam jadi silent reader,   kami langsung berkomunikasi lewat japri. Lewat sms dan bbm-an. Kadang curhat curhatan. Kadang ya cuma ngobrol ngalor ngidul. Menceritakan dagangan, curhat curhatan, atau sekedar saling menggoda dan mengolok, ngomongin jadwal mudik, ngomongin kapan ketemuan lagi untuk ngasih oleh oleh, hehe asyik deh pokoknya. Usia yang terpaut hampir dua kali lipat tidak mempengaruhi cinta kami berdua. *lebay
Pas Ika ulang tahun ke 17+  *angka penting kemaren dia request kue tripple mousse .

kue ultah Ika *bikinnya nggak ngebayangin kerepotan gimana Ika bawa pulangnya

Dan terakhir kemaren ketemuan hari Kamis, pas aku lepas piket. Mau makan siang sore bareng karena kami sama sama belum makan siang.

bbm selisiban, aku udah jalan duluan, si Ika malah nyamperin aku ke kantor :P
Dan belum lama ini dengan terang terangan dia mempublish dooong status hubungan persahabatan kami :


publish status di face book

Naah.. kiranya tidak perlu aku tambahin lagi, sudah cukup kaan.. bukti bukti, berawal dari dunia maya, aku dan Ika bisa menjalin persahabatan di dunia nyata.

Cerita ini diikutsertakan dalam Giveaway Ikakoentjoro’s Blog dan Lieshadie’s Blog -Indahnya Persahabatan Blogger-”

Minggu, 17 Maret 2013

Kopdar Arek Suroboyo

Aku kenal eh mengenal Tyka sejak jaman multiply. Sesekali dia mampir di akunku dan sesekali juga aku mengintip - intip hasil kreasinya. Belum pernah beli sih.. karena aku jarang sekali memakai aksesoris semacam gelang, kalung, cincin..
Kalaupun ada yang kupakai sekarang ini adalah bros dan peniti kerudung. Tapi kalau mau pesan dari Surabaya ? hihi.. mahal di ongkos lah yau... lagipula aku bukan  miss matching yang harus cocok ini dan itu, warna dan tema dll, tapi sekedarnya saja.
Mau pakai bros yang sama selama sepekan juga bagiku nggak masalah yang penting sampai kantor nggak telat setor jari. Khawatirnya kalau aku kelamaan milihin peniti nanti telat satu detik saja sekian ribu melayang, udah bisa buat beli beberapa peniti hihi..Kayak dulu jaman di Kupang aku masih rajin pakai jam tangan, sering telat gegara udah sampai halaman balik lagi karena lupa belum pakai jam tangan. Untung belum cetrek jari *ngelantur

Baiklah kembali ke cerita kopdar
Awalnya aku nggak tau kalau mem Tyk mau ke Bandung. Pas aku lihat Niar Ningrum share link abis kopdaran sama mem Tyk, aku komenlah. Baru setelah itu tau dong, kalau seleb blog yang satu ini dalam waktu dekat mau ke Bandung dan dah janjian sama Sondang. Asyiiikkk

Awalnya, janjian kopdar akan dilangsungkan di Kartika Sari Dago. Yang mana yah ? #eh
Maklum, orang Bandung kuper, jarang - jarang makan di resto kecuali ditraktir. Setelah tanya sana tanya sini terbayanglah kiranya di mana lokasi Kartika Sari Dago itu. Sejak pagi aku sudah request mr. OB (iyah, mister office boy) yang punya motor dua, mau minjem si -unbeatable-nya buat meluncur ke Kartika Sari. Ternyata pas hari H, ada perubahan rencana. Rupanya peserta kopdarnya bertambah yaitu Neng Dini. Jadi alhamdulillah aku nggak perlu sewa motor, tinggal ngesot jalan  ajah ke Riau Junction.

Sebagai penjaga perempatan dekat BEC, Sondang pesan agar aku nge-tag tempat duluan. Maka ketika aku bisa keluar tepat waktu dari posku, aku segera menghubungi Mak Sondang.
Busyet deh, kaget  waktu aku telpon Sondang, yang ngangkat telpon orang lain
"Mbak Titi, ini Tyka....." (hadeeeuuuh.. itu suara ya... mak nyuss enak banget didengar. Pantes aja muridnya pada nge-fans)
Kemudian serasa udah kenal lama aja, langsung cas cis cus.. dan cuuus... minta dicariin tempat di pinggiran. Dalam hati kenapa nggak naek sekalian aja ke food court yah.. Tapi baiklah, aku kan terbiasa dijajah bersabar menuruti kemauan Sondang. Aku nurut aja duduk di Magic Oven sampai beliau berdua - Sondang dan Mem Tyk tiba dengan selamat di RJ. Tentu saja bersama Gama yang sekarang serasa jadi attachment-nya Sondang.
Ternyata benar ya.. setelah bertiga kumpul di Magic Oven, maka bergeserlah ke lantai 3 lewat tangga dengan niat untuk menjajal kesaktian. Dan sampai di food court langsung menyebar mencari pesanan masing - masing.
Setelah makanan kami bertiga siap disantap, datanglah Neng Din yang ternyata ramah sekali ya... kantornya di Japati. Hihi... sayang ketika kusebutkan nama temenku di gedung itu neng Din nggak mengenali. (kali efek beda jaman ini ya...) 

Sebagaimana kopdar kopdar lain, maka kopdar kali ini pun tidak terasa sudah menghabiskan jatah istirahatku dan aku harus segera balik ke pangkalan.
Biar nggak dibilang hoaks sama Niar, maka aku lampirkan bukti di sini.

Foto bertiga sama Neng Din dan Mem Tyk (pake hp biasa : penting)


Mem Tyk dan Neng Din  serta Sondang foto pake handheld Dini
Tambahan :
Oya, lupa kemaren belum dimejengin di sini. Tentu saja, akupun dapat oleh oleh dari @ndutyke ya.. sebuah aksesoris yang maniis sekali.. cocok banget sama kulit coklatku

cantiik ya.., klo dipake agak  krincing2 gitu..

Ngomongin tentang Surabaya, sejujurnya Surabaya adalah salah satu kota yang ingin kukunjungi selain Yogya untuk di pulau Jawa ini.
Terlebih setelah membaca buku Tereliye yang berjudul  Aku, Kau dan Kota Kita yang beberapa babnya menceritakan tentang kota Surabaya.
Tapi ....kapan ya..... *ngimpidulu
Baiklah, aku simpan si 20rebuan itu erat erat jangan sampai buat belanja biar bisa pergi ke Surabaya.