Sebenernya
aku dan suami belum berniat menyekolahkan Faiz tahun ini. Pertama,
belum ada anggaran tentu saja. Kedua, usianya belum cukup untuk masuk TK
A.
Akan tetapi, perasaan orang tua mana yang tidak luluh, kalau
setiap pagi kakak kakaknya keluar pada mau sekolah, si adek menangis
nangis minta sekolah.
Sempat kepikiran mau dibawa ke day care dekat
kantor, yang masih terjangkau harganya, tapi enaknya di sana
anak-anaknya diajak 'sekolah'. Karena si day care ini menyatu dengan
sekolahan. Tapi dipikir pikir, kasian amat ya, harus siap siap dari
pagi, naik motor pula dan jauh dari rumah.
Pada suatu Sabtu pagi,
pas ke warung dekat rumah, tiba tiba saja kepikiran masukin Faiz ke
Paud di depan warung itu. Selama ini sebenarnya Faiz udah sering main ke
Paud/TK itu, untuk sekedar numpang main ayunan dan mainan lainnya. Tapi
karena kurang sreg betul dengan sekolah itu, jadi nggak kepikiran
masukin Faiz ke sana.
Pas dipikir pikir, dari pada Faiz tiap hari
main ke rumah Bibi, dan main itu itu saja sama Eka -cucu Bibi, kenapa
nggak sekolahin saja mereka berdua. Biar lebih berdaya dan saling
memberdayakan. (halaaah.. lebay banget bahasanya).
Maka mulailah aku
PDKT sama Bibi biar mengijinkan Eka sekolah. Kami akan membantu biaya
sekolahnya. Soal perbekalan ke sekolah, lha wong nggak sekolah aja si
Eka stok makannannya melebihi anak anakku yang sekolah. Bibi belanja ke
pasar tiap minggu aneka biskuit, kacang, susu, dll camilan anak anak,
dan permen (Faiz kebagian juga). Jadi masalah bekal sekolah, cincay
laaah..
Awalnya Bibi nggak mau, nanti aja ke SD langsung katanya. Aku
bilang bibi nggak boleh menghalangi rejeki Eka. Yang mau sekolah kan
Eka, bukan Bibi. (kataku pelan pelan). Aku tetap daftarin, tetap
kuisikan formulir dan kumintakan akte kelahiran Eka. Alhamdulillah,
sehari sebelum sekolah, Bibi mengijinkan.
Jadilah Eka dan Faiz ada di
satu kelas Paud, sekolahnya Selasa Kamis Sabtu. Alhamdulillah aku bisa
nganter di hari Sabtu. Eh, setelah lebaran ini, jadwal Paud berubah ke
Senin Rabu Jumat.Walaupun aku nggak bisa nganter lagi, masih ada Mbak
Fathimah yang libur di hari Rabu, untuk mengantar ke sekolah.
Inilah foto foto yang diambil mbak Fathimah.
Oyah, baru di foto sekarang, karena seragam baru dibagikaan..
 |
| Eka nyamperin ke rumah |
 |
| siap berangkat di depan rumah |
 |
| aih.. ternyata berangkatnya digendong |
 |
| Faiz, kamu mau digendong Mama Eka ya |
daya tarik sekolahan, jungkat jungkit
mainan putar putaran, aku nggak tau namanya apa
lihat tuh, menikmati banget mainnya
jembatan goyang
ayunan butut yang masih terasa so sweeet krn bisa dipake berdua
main ular naga, lihat bu Guru semangat sekali