Minggu, 28 September 2025

Lari di Gasibu




Pagi ini aku mengajak anakku untuk olahraga di Gasibu. Tujuanku adalah agar di akhir pekan ini anak-anak tetap beraktivitas dan no mager-mager club. Dari dua anak yang ada di rumah yaitu F3 dan F5, ternyata hanya F3 yang menyambut ajakanku. Jadilah aku berangkat berdua naik motor. Padahal kalau bertiga tadinya mau naik gocar aja, sekalian pulangnya bareng sama F2 yang balik dari Jakarta. Rencana sudah bagus. Realita? Sudah terima aja haha

Seperti aku ceritakan di postinganku sebelumnya tentang aplikasi Strava, ceritanya aku ikut tantangan berlari 5km sekali dalam sebulan, minimal ya. Ini baru masuk bulan ketiga. Bulan pertama aku gagal, karena masih mengejar berjalan 50km. Bulan kedua alhamdulillah berhasil lari 5km. Waktu itu aku nggak meluangkan waktu untuk khusus lari, tapi aku lari pulang dari kantor ke rumah sore hari seusai jam kerja.

Nah kali ini sengaja melakukan lari lagi. Untuk lari kali ini ada dua lokasi yang aku bayangin. Jadi kubayangin tempatnya antara Gasibu atau Summarecon Bandung.Bukan karena tempatnya yang kalcer, tapi lebih ke mencari tempat yang datar, supaya perjuangan pelari pemula ini tidak terlalu berat. Gitu ceritanya. . Hasil diskusi sama anak akhirnya memilih Gasibu. Mungkin karena lebih familiar aja ya..

Sudah lama tidak olahraga di Gasibu, kini ada banyak perubahan. Pertama pas nyampai, ternyata kalau Sabtu tidak seramai hari Minggu. Parkiran motor hanya ada di Jalan Sentot ALibasyah/jalan yang di depan Yakes Telkom. Itupun hanya sedikit. Biaya parkir Rp. 5.000 diminta di awal dan nggak ada karcis parkir. 

Begitu masuk track lari, ternyata ada nomor jalurnya. 1-5. Jalur 1-2 untuk pelari, jalur 3 untuk yang selfie, jalur 4 untuk yang ngobrol, dan jalur 5 untuk yang ngegosip. Ada-ada saja ya.. Inilah Bandung dengan ide-ide kreatifnya. 

Meski sudah diberikan keterangan baik di jalur lari maupun di spanduk, tetap saja ada pengunjung yang tidak mematuhi anjuran tersebut. Bahkan terdengar beberapa kali pengumuman dari pengeras suara juga. Tapi ya mungkin memang susah ya ngatur rakyat banyak, banyak maunya dan banyak yang semau-maunya sendiri. wkwk

Selesai lari, kami jajan di sekitar lapangan. F3 jajan sosis bakar, aku jajan buah potong. Eh ternyata masih lapar. Jadi nambah lagi jajan lontong sayur sepiring berdua. Sampai akhirnya malah jadi kekenyangan.

Jumat, 26 September 2025

Aku dan Strava









Bagi para pecinta olahraga, aplikasi Strava ini pasti sudah tidak asing lagi. Aplikasi ini sangat berguna untuk merekam kegiatan olahraga. Mulai dari olahraga lari, bersepeda, olahraga air, olah raga musim dingin dan olahraga lainnya. Mulai dari berjalan, lari trail, mendaki, bersepeda, bersepeda gunung, berenang, selancar, kayak, mendayung, berseluncur es, sepatu roda, angkat beban, panjat tebing, yoga, sepakbola,  dan masih banyak lagi. Tentu ingin mencoba selagi bisa.

Aku sendiri baru menggunakan beberapa dari pilihan menu olahraga tersebut. Beberapa yang sudah pernah aku coba yaitu :

  • berjalan - hampir tiap hari
  • berlari - sebulan sekali
  • olahraga (biasanya ini kupakai untuk merekam senam bersama di kantor atau di RT)
  • yoga - sepekan sekali
  • bersepeda - jarang

Tak terasa, rupanya cukup lama juga aku pakai aplikasi Strava ini. Sekitar awal 2021 ketika masa pandemi. Namun aku mulai disiplin olahraga baru kurang lebih 3 bulan terakhir. Juli lalu ada notifikasi di Strava katanya aku sudah merekam aktivitas ke 300. Wah banyak juga ya.. Sekarang lagi ngejar aktivitas ke 400 nih ceritanya.

Nah untuk Strava yang enggak berbayar ini, apa saja yang bisa kita nikmati dan manfaatkan, antara lain:

1. merekam aneka macam olahraga seperti aku sebutkan di atas. Jadi jangan sampai ada kata "malas olahraga" karena hampir setiap jenis olahraga ada alat pencatatnya. Lumayan kan ya.. bisa buat bikin story di instagram/whatsapp

2. membuatkan statistik olahraga kita dalam harian, bulanan atau mingguan. Jadi kita dapat mengevaluasi naik turunnya semangat olahraga kita. Selain itu dia juga  mencatat aktivitas ke-berapa seperti yang aku cerita di atas. 

statistik olahraga

3. mengikuti tantangan yang ada di aplikasi. Pilih tantangan yang paling gue banget. Kalau aku baru ikut tantangan aktivitas 10 hari berturut-turut, terus aktivitas 400 menit dalam sebulan, terus berjalan 50km dalam sebulan, dan yang paling baru adalah aku mau coba lari 5km. Yang ini aku baru mulai bulan Agustus kemarin. 









4. Membuat grup. Ternyata kita bisa lho membuat grup di Strava. Misal kita punya genk sehat begitu, kita buatkan grup, nanti anggotanya setor aktivitas olahraga apa yang sudah dilakukan hari ini. Bila grup ini hidup, maka akan ada suasana saling memotivasi untuk berolahraga.

5. Bisa share aktivitas olahraga kita. Misal jalan kaki dapat berapa km, olahraga berapa menit, dsb

6. Berjejaring. Bisa banget lho di Strava kita menambah teman atau mengikuti teman, lalu kemudian saling memberi komentar juga bisa. Jadi sudah mirip dengan media sosial yang kita kenal seperti IG, FB dan lainnya.

7. Mengumpulkan piala dari berbagai aktivitas.

8. Menyimpan kenangan, sesekali strava mengirimkan notifikasi macam di instagram atau di facebook. Ini aktivitasmu sekian tahun lalu, gitu ... seneng juga kalau ternyata kita udah sadar olahraga dari dulu. 

Baru itu sih hal-hal yang aku ketahui dari aplikasi Strava gratisan. Kamu mau menambahkan? atau mau follow-follow an sama aku? Cuss cari namaku di Strava ya..










Rabu, 24 September 2025

Olahraga di Pinus Regency

Olahraga adalah kebiasaan baik yang perlu dilakukan oleh setiap orang. Olahraga juga dikenal luas sebagai aktivitas yang menstimulasi tubuh untuk melepaskan hormon endorfin atau hormon bahagia. So orang yang rajin berolah raga teratur, akan cenderung lebih tenang dan terhindar dari kecemasan. Selain itu, olahraga juga dapat mencegah stress akan keadaan maupun kehidupan 

Akhir-akhir ini aku lagi suka olahraga jalan kaki di komplek Pinus Regency. Iya jalan kaki doang, karena aku belum kuat larinya.
Nggak harus ada teman, sendirian juga aku nggak papa. Udah macam gadis pemberani aja, padahal ya masih takut. 
Jalur jalan kakiku adalah melalui gang yang jalan Cisaranten Wetan, masuk melalui gang yang terletak diantara sampah.  Selanjutnya tinggal jalan kaki mengikuti feeling aja, Atau kalau kamu bingung atau pusing, boleh tanya pada anak-anak atau penduduk setempat.. Sampai ketemu pintu komplek. Sebenarnya bukan pintu juga kali ya, melainkan tembok yang dilubangi. Dia berfungsi sebagai batas tanah juga antara pihak Kompke Pinus Regenci dan  penduduk di luar komplek.

Kenapa olah raga di Pinus?

Mungkin kondisi Komplek Pinus hari ini , masih jauh dibandingkan dengan Summarecon. Tapi yang ada beberapa hal yang aku suka dari Komplek ini:

1. Track-nya jelas. 

Di sini tinggal jalan dari depan ke belakang, atau kalau aku dari belakang komplek menuju ke depan/bagian gerbang. itu saja jaraknya sudah sekitar 1km. Kalau mau lebih jauh tinggal bolak-balik aja. Kemudian kalau kita di jalan utama itu, jalannya juga sudah lumayan rapi beraspal. Belum merata sih..ada yang bagus ada yang bagus banget.

2. Udara cukup bersih

Kalau pagi, di Pinus belum banyak banyak kegiatan. Mobil dan kendaraan roda empat juga hanya satu dua. Mungkin karena di sini masih banyak tanaman dan lahan yang belum dibangun cukup luas juga, jadi cukup nyaman untuk berolah raga. Minim polusi dan kebisingan.

3. Suasana yang asri

Mungkin aku salah satu penikmat alam. Lihat bunga mekar, segera ambil kamera. Lihat langit biru, ambil kamera. Jadi aku sangat menikmati suasana di Pinus ini.

4. Banyak tukang jajanan

Ini yang paling penting nih. Makin ke arah depan/gerbang makin banyak tukang jual makanan. Ada kedai sarapan semacam kupat tahu atau bubur. Ada kedai kudapan seperti singkong goreng, comro, misro, dsb ada juga warung serba ada yang lumayan besar yang menyediakan buah dan sayuran. Dan yang paling gong nya di gerbang ada cafe. Bubur DPR dan Kopi Teduh. Di sinilah pusat keramaiannya. Kendaraan roda dua dan roda empat kalau pagi sudah berjajar rapi.


Itu sih ya.. beberapa hal yang membuatku senang olah raga wabil khusus jalan kaki di Pinur Regency. Kalau kamu suka olahraga di mana?








 

Minggu, 21 September 2025

Sunmori Ke Jatinangor

Pagi tadi aku melakukan salah satu hal yang aku sukai, namun sudah lama aku tinggalkan karena berbagai kesibukan. Apa tuh? Sunmori alias Sunday morning riding alias momotoran di hari Minggu pagi.

Untuk sunmori kali ini aku sudah merencanakan sejak awal pekan, sehingga aku tidak membuat acara apapun di hari Minggu. Tujuan pun sudah aku set, yaitu mau ke arah Jatinangor, tepatnya aku menuju ke Sari Kedelai Farm yang terletak di atas bukit.

Kami, aku dan F5 berangkat beberapa menit sebelum pukul 6 pagi. Agak kaget juga ternyata jam segitu sudah terang benderang. Lebih-lebih setelah melewati bundaran Cibiru, lalu lintas pun terasa lebih ramai dan sinar matahari benar-benar berasa ada di hadapan. Iya sih ya.. kita menuju ke timur, menuju arah matahari terbit. 

Perjalanan menuju Jatinangor terhitung lancar. Aku sempat menawarkan pada F5 untuk belok ke ITB Jatinangor, tapi dia menolak. Padahal suasana ITB pagi hari sejuk banget dan cocok untuk olah raga pagi.

Akupun lanjut ke arah jalan sebelum Unpad. Sudah tahu sih hari minggu pasti bakal melewati pasar Unpad. Tapi aku tetep jalan aja sekalian ingin tahu kondisi terkini. Lewat Taman Loji, sepi, bahkan pagarnya ditutup. Lanjut ke atas. Setelah BGG (Bandung Giri Gahana) dan Gerbang A Unpad baru keramaian mulai tampak. Bahkan di sekitar gerbang ini dijadikan lahan parkir motor. Entah pengunjung pasar tumpah entah pengunjung orang-orang yang mau olahraga di Unpad, soalnya ada juga yang berjalan ke arah kampus melalui pintu masuk orang.

Lalu aku lanjut ke atas lagi, suasana pasar masih sepi. Beberapa pedagang tampak baru menyiapkan lapak. Sempat lewat tulisan Unpad Edu Eco Park, entah tempat apa, nggak kelihatan ada tanda tanda pintu masuknya. Lalu lewat Jans Park F5 bertanya itu tempat apa. Padahal aku udah beberapa kali mengajak dia ke sana, tapi dia belum tergerak. Haha. Aku sih karena penasaran aja..

Lanjut ke jembatan tol, sempat foto-foto juga di sana. View nya bagus banget, tapi ya udah terang benderang. Oh iya jalanan samping Unpad ini udah halus sampai ke Bumi Kiara Payung.

Bahkan di Bumi Kiara Payung juga sudah ada perubahan, dibanding pas masa Pandemi ya.. Ada tulisan Kwarda Jabar. Terus di tempat-tempat camping banyak papan petunjuk. Kantor pengelola juga buka, dan ada saung-saung juga sudah direnovasi.

Perjalananku masih lanjut ke atas lagi. Setelah melewati tempat makan Ceu Een dkk di atas, kami naik lagi menuju Sari Kedelai. Ternyata jalannya kecil ya .. jadi kalau mobil ke sini lumayan effort menurutku.Papasan sama motor aja udah pas pasan. Sampai di SKF ternyata masih tutup dong. Bukanya jam 8, aku sampai sekitar jam setengah tujuh. Masih lama. Akhirnya turun lagi.

Nah turunnya aku lewat jalan yang berbeda dengan saat naik. Jalannya mulus.. Kami sampai di komplek Bumi Kiara Payung. Wow ini komplek di atas gunung tapi jejak privasinya terlihat nyata. Tiap cluster ada semacam pintu masuk. 

Terus aku penasaran di map ada Stable and Archery / Kiara Land. Masuklah aku ke sana.. lah tidak terlihat ada kuda maupun papan sasaran panahan, hanya ada beberapa tenda di sana. Akupun lanjut masuk.. lah kok keluarnya di bumi perkemahan lagi. Syukurlah aku nggak perlu muter-muter.

Dari situ kami turun lagi dan memutuskan untuk jalan pulang. Sempat aku tawarkan kepada F5 untuk sarapan di sekitar pasar Unpad, katanya mau sarapan di rumah aja. Aku tawarin belok ke Toleransi Kopi yang buka 24 jam, dia juga nggak tergoda. Yaudahlah alhamdulillah..Nggak jajan

Baca Juga : Toleransi Kopi Jatinangor

Jadi oleh-oleh sunmori pagi ini berupa foto-foto indah suasana pagi di perbukitan Jatinangor.

Jumat, 12 September 2025

Harade Cafe and Resto, Resto Oke di Batas Kota

 


Aku mampir ke sini karena dapat info dari teman kalau ada cafe yang bisa dibilang "syariah". Di sini tidak ada suara musik sama sekali. Terus pegawainya juga semuanya laki-laki. Menurutku prinsip cafe ini adalah pilihan yang patut mendapatkan apresiasi. Soalnya ini bukan pilihan yang mengikuti arus. 

Alamat 
Harade Cafe dan Resto
Jalan Raya Cibiru nomor 1 -3 
Kabupaten Bandung.
(tepatnya ada di seberang login Store) 

Kendaraan Umum
Restoran ini dilewati kendaraan umum ya teman-teman. Letak cafe memang di pinggir jalan besar dan bukan di jalur satu arah. Apa saja kendaraan Umum yang lewat sini?
- Angkot warna hijau jurusan Cicaheum-Cileunyi
- Angkot warna hijau pelet merah jurusan Majalaya-Gedebage
- Elp / minibus jurusan luar kota yang ke arah timur
- Bis jurusan Jateng

Suasana Cafe
Ketika motorku memasuki halaman Resto dari dalam keluar mas-mas yang menyambut kemudian mengarahkan aku untuk duduk. Apa mau di luar atau mau di dalam sambil membawakan buku menu. Di cafe ini ada ruang indoor ada outdoor ya. Karena aku kepanasan aku masuk ruangan yang berAC.
Biasanya  warung kopi menunya gitu-gitu aja jadi aku buka-buka buku menu sambil berdiri. Tahunya aku kecele. Ternyata menu di cafe ini sangat banyak dan lengkap. Minumannya ada banyak pilihan mulai dari kopi, ada non kopi semacam teh atau matcha, ada juga teh artisan dan tentu saja minuman herbal. yang terakhir ini aku juga gak nyangka sih. 

Kemudian makanannya ada menu utama dan ada juga appetizer. Menu utamanya juga banyak pilihan ada aneka mulai dari steak sapi steak ayam sampai steak ikan salmon. Harganya pun dari  puluhan ribu hingga ratusan ribu. 

Demikian juga pilihan nasinya juga macam-macam ada nasi goreng, ada nasi gurih dan lainnya. Masih  ada juga menu mie dan kwetiau, juga  pasta. Yang cukup menarik perhatian adalah menu sejuta umat yaitu tahu cabe garam di sini bukan dari tahu tetapi dari tofu. Memang masih tahu-tahu juga sih tapi lebih premium. 

Di bulan September ini sedang ada promo untuk mereka yang namanya ada unsur Asep dapat mendapatkan diskon 19%. Lumayan banget kan ya.. ayo ajak temanmu yang bernama Asep untuk pulang ke Bandung
Restoran ini menurutku sangat tepat kalau dibuat ngumpul sama temen, di sini ada ruang VIP, ada ruang meeting, ada juga ruang yang dipakai bersama tapi full AC. Beda dengan yang di luar / di teras. Tidak ada sama sekali.  

Aku lihat musholanya  cukup luas dan terang di sebelahnya ada toilet dua buah di depan Toilet ada wastafel. Oh iya, cafe ini satu halaman dengan toko buku/kitab dan baju muslim. Jadi bisa belanja sekalian. 

Mau coba ke sini? 

Senin, 08 September 2025

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Tutorial Hidup Penuh Rasa

Sudah lama tidak mengikuti dunia perbukuan, aku merasa ketinggalan pengetahuan.Tidak mengikuti itu dalam artian memang tidak update. Dulu pernah sering menulis di Goodreads, lumayan bangetlah dapat update buku baru dari akun-akun lain. Sekarang sama sekali tidak. Penulis favorit terkini versi aku hanyalah Tereliye. Yang beli bukunya pun udah hampir nggak pernah, karena F1 yang lebih sering beli. Sampai akhirnya tiba saat itu..

Tara... aku ketemu dengan Brian Khrisna, seorang penulis. Bukan di acara seputar buku. Tebak di mana? Haha..yap di kantor.  Langsung dong teringat saat masih bertugas di dekat BEC, beberapa kali ketemu pesohor, ada Ebiet Beat A, Gubernur Ahmad Heriawan, Pak Walikota era Ridwan Kamil,anggota JKT 48, dsb. Nah ini ketemu Brian Khrisna juga nggak sengaja.

Aku inget ini pertemuan kedua. Pertemuan pertama tahun lalu waktu beliau menyampaikan surat pemberitahuan penggunaan norma. Kenapa bisa inget? Pertama, karena yang menyampaikan pemberitahuan norma secara langsung itu jarang, kedua, nama beliau itu unik. Brian Khrisna orang Antapani. Ketiga : penulis. Sebagai yang suka nulis aku merasa ada persamaan aja dengan beliau  hahaha sama-sama suka nulis, cuman beda level aja.

Karena kebetulan di antrianku tidak ada tamu lain, iseng-iseng aku tanya, nulis apa. Shock dong ternyata penulis novel. Asli malu juga sih sebenernya.. masa di era informasi segini gencar aku nggak tahu informasi itu. Tapi ya sudahlah.. telanjur malu jadi aku tanya buku terbaru apa. Beliau merekomendasikan Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Dan bulan Januari 2025 itu cetakan pertama. Yang aku baca Cetakan ke-35 Juni 2025. Wow banget sih....

Putus Asa

Pernah nggak sih, merasakan dunia begitu sempit, merasa semua pintu tertutup, karir gitu-gitu aja, pasangan nggak punya, nggak ada yang peduli apalagi yang mengapresiasi, bahkan setelah sekian banyak hal yang kita berikan, sampai-sampai kudu banget harus mengakhiri hidup. Kalau kalian pernah merasakan itu, meskipun selintas, cocok banget baca buku ini.  Karena buku ini dihasilkan dari wawancara penulis dengan para penyintas depresi akut. 



Judul: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati


Penulis: Brian Khrisna


Jumlah halaman: 210


Tahun: 2025


Penerbit: Grasindo.


Pengalaman Hidup

Terkadang, kehidupan yang lurus-lurus itu justru membuat seseorang tidak tahan banting. Berbeda dengan kehidupan yang penuh lika-liku perjuangan. Dan tokoh utama di dalam novel ini yaitu Mas Ale, yang bosan dengan hidupnya yang gitu-gitu aja, Allah pertemukan dengan kehidupan yang sama sekali tidak terbayangkan. Dan perjalanan itu dimulai dari pencarian seporsi mie ayam di pagi hari.

Pelajaran hidup didapatkan dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Dan kebijaksanaan justru ada di tengah-tengah dunia yang orang anggap sebagai dunia kriminal, dunia hitam, dsb. Namun hikmah memang tak pernah memandang tempat dan waktu untuk ditemukan oleh siapapun.

Hal baik yang kita anggap kecil, ternyata bisa menjadi sesuatu yang sangat besar untuk penerimanya. Dan Dia tidak membalasnya seketika, melainkan di saat yang benar-benar kita membutuhkan kebaikan / pertolongan dari orang lain.


Bersyukur

Tak dapat dipungkiri, bahwa rasa syukur terhadap apa yang di depan mata, adalah hal yang membuat seseorang menjadi tenang.

Ketika Mas Ale mengalami semacam trust issue terhadap ibu kandungnya, dia justru menemukan sosok ibu asing yang langsung menganggapnya anak.


Quote of Life

Salah satu kalimat yang dikatakan oleh Pak Jipren, orang tuna netra yang dapat melihat hidup Mas Ale. Katanya : Hidup itu seperti ring tinju. Kekalahan tidak ditentukan oleh saat kamu jatuh, tetapi karena kamu memutuskan untuk tidak mau bangkit lagi.

Senin, 01 September 2025

6 Studio Yoga di Bandung Timur

Mencari studio yoga yang ramah muslimah, gampang-gampang susah. Kalau kita sudah mengenal tempatnya, itu akan lebih mudah. Selain kita bisa mengenali kenyamanan tempatnya, kita juga dapat mengukur klik enggaknya sama guru.

Menurutku, klik sama guru ini satu hal yang penting juga. Kenapa? Supaya kita betah saat latihan dan bersemangat menunggu hari latihan. Tahu sendiri kan, gerakan yoga ini butuh kesadaran dan kesabaran. Kalau kita nggak klik sama guru, aduh, mau berangkat juga sudah mager duluan. Iya gak? Itu makanya aku selalu berusaha mencari guru yang klik.

Ada beberapa studio yoga di Bandung Timur yang bisa kamu ikuti di akhir pekan, antara lain

1. Fit Room

Lokasinya ada di dalam komplek Eastern Hills, Cipadung. Dia nggak pasang iklan tapi ada akun instagramnya @FitRoom.id . Info-info biasanya diunggah di akun instagram tersebut. Waktu latihannya sepekan dua kali, yaitu Selasa sore dan Minggu sore jam 4. Yang hari Minggu kadang geser ke jam 10 pagi. Biaya 40rb kalau mendaftar H-1 karena ada diskon early bird, kalau on the spot full 50rb. Aku bisanya ikut yang Minggu aja. Yoga di sini agak-agak "war" ya, karena kapasitas ruangan hanya belasan orang, anggota grup lebih dari duapuluh. Jadi kalau kita lupa isi link pekanan, yaudah selamat jalan

2. Ican Studio





Studio yoga ini terletak di ruko dekat gerbang Komplek Bumi Panyawangan, Cinunuk. Biar gampang nyarinya, kamu tinggal cari aja D'Chick di sebelah Indomaret, untuk studio yoganya ada di lantai 2. Teteh-teteh yang di counter ayam goreng sudah hafal. Kalau bawa-bawa matras pasti mau ikut yoga.

Yoga di Ican ini aku suka karena peserta tidak terlalu banyak, ya pas ruangan aja. Dan guru-gurunya juga cocok. Aku biasa ikut kelas yang minggu pagi jam 8 kalau lagi gak ketemu sama jadwal di Fitroom. Kalau di sini biayanya 50rb free air minum.

3. Plumeria House

Yoga di Plumeria ini enak, laksana piknik karena tempatnya agak-agak di gunung gitu, dan outdoor. Di sini biasanya Sabtu sama Minggu pagi jam 7. Tapi ada berita baik, karena banyak peminat, sekarang Sabtu ada dua sesi. Sesi keduanya jam 8.30. Pengalaman aku sih ya, enak yang jam 7 karena masih pagi-pagi dan matahari belum naik. Pas ikut yang jam 8.30 matahari sudah mulai bersinar cerah.


Selain yang sudah aku ikuti di atas, ada lagi studio yang aku belum pernah datangi. Ini hasil pencarianku lewat google.

1.Godiva studio. 

Studio Yoga ini terletak di Arcamanik Endah.  Aku sempat mengirim pesan melalui akun Instagramnya Alhamdulillah dibalas dan ternyata kelasnya di hari Selasa Kamis Sabtu.

2. Sarana studio

Studio yoga ini terletak di Rancabolang di dekat Borma. Di sini aku juga kepoin melalui akun Instagram setelah aku lihat jadwalnya ternyata dia ada jadwal di Minggu pagi jam 07.00 dan jam 08.00. Mungkin lain kali bisa dicoba ke sini.

3. XO Studio ini juga terletak di Arcamanik. Aku mengirim pesan melalui DM instagram. Ternyata di sini hari Yoga hanya di hari kerja saja. 


hikmahnya adalah aku memiliki banyak tempat alternatif untuk ikut juga di hari libur. Demikian pencarian tempat yoga yang aku lakukan semoga bermanfaat buat kalian.