Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 April 2024

Selamat Hari Puisi Nasional


Selamat Hari Puisi Nasional, buat kalian penggemar puisi.

Puisi. Pertama mendengar kata tersebut ketika aku duduk di bangku sekolah dasar. Waktu itu antara kelas tiga atau kelas 4. Aku lupa-lupa ingat, yaitu saat diminta mewakili sekolah untuk mengikuti lomba baca puisi tingkat kecamatan. Sebelumnya aku sudah mengenal kata deklamasi. Bedanya apa ya?

Dalam pemahamanku sebagai anak SD waktu itu, deklamasi adalah membawakan puisi tanpa membaca. Jadi dihafalkan gitu. Terus dalam pembacaannya disertai gerakan untuk menunjukkan kesungguhan / improvisasi dari sajak yang kita bacakan. 

Ada satu deklamasi yang aku ingat betul sampai sekarang. Aku tulis sambil kukasih gerakannya ya.. 

Judulnya Tuhanku.

Tuhanku (kedua tangan menangkup di depan dada, wajah menghadap ke bawah )

Pada-Mu aku menghadap (dua tangan diangkat, kaki kanan maju)

Setiap waktu, (kaki kiri maju sambil tangan kanan ke arah kanan setinggi dada)

setiap detik (kaki kanan maju sambil tangan kiri ke arah kiri setinggi dada)

Doa kupanjatkan (kaki sejajar, tangan menangkup di depan dada)

Lindungilah aku, Tuhan (gerakan memohon, kedua tangan diangkat, tatapan ke atas)

Jadikan orang beriman  (kaki kiri maju sambil tangan kanan ke arah kanan setinggi dada)

Jadikan putra bangsa (kaki kanan maju sambil tangan kiri ke arah kiri setinggi dada)

Yang berguna, bagi nusa dan bangsa (kedua kaki sejajar, kedua tangan direntangkan, sambil membungkuk, pamit undur)

Entah karya siapa, tapi itu yang selalu menjadi gacoan setiap pelajaran bahasa Indonesia dan diminta deklamasi di depan kelas.

Kalau puisi, itu kosa kata baru bagiku. Kata bu Guru, nadanya mirip deklamasi. sebenarnya puisinya juga kita sudah hafalin. tapi pas pentas di depan, sambil bawa kertas. karena judulnya baca puisi. bener nggak sih? hihi.. Jujur aku nggak memperbaharui pemahaman deklamasi dan baca puisi ini.

Salah satu puisi yang hingga sekarang masih terngiang-ngiang yaitu : 

Gadis Peminta-minta. Karya Toto Sudarto Bachtiar

setiap kita bertemu 

gadis kecil berkaleng kecil 

senyummu terlalu kekal 

untuk kenal duka 

tengadah padaku 

pada bulan merah jambu

Menurut nalarku anak SD waktu itu, puisi ini mengajakku untuk membayangkan, bulan merah jambu itu seperti apa. Karena dalam benakku bulan itu warnanya kuning atau oranye. ya begitulah..

Kemudian di jenjang SMP aku menuliskan puisiku sendiri. Dulu terkumpul dalam sebuah buku, tapi entah dimana karena kemudian ditinggal sekolah di luar kota. Ketika memasuki usia SMA aku bersekolah di SMEA yang mana teman-temanku hampir semuanya perempuan. Gak ada kisah-kisah romansa. Hari-hariku habis buat kursus dan eskul. Ada kursus mengetik, kursus bahasa Inggris, kursus akuntansi dll sampai tahu-tahu kelas tiga dan harus ujian. 

Tambah usia aku mulai mengumpulkan puisi-puisi yang berserakan di buku harian, di buku catatan kuliah, di kertas bekas, di catatan belanja... wes ora nggenah lah.  Di mana pengen nulis di situ aku menulis. Temanya juga random. Dan menulis puisi itu entah kenapa perlu suasana tertentu. Sekarang dengan kehidupan yang seperti dikejar waktu, aku kesulitan merangkai kata-kata.

Entah sudah berapat tahun lalu, terakhir aku menulis puisi. Kumpulannya bisa kalian baca di Kata Hati Titi

KATA

kata

aku mencintai kata kata

aku cari kata yang tiada

aku kumpulkan kata yang berserak


aku sepi aku berteman dengan kata

aku sendiri aku bermain dengan kata

aku sedih aku berbagi dengan kata

aku bahagia aku ungkap pada kata


bila kau tak mencinta kata

jangan kau campakkan kata yang kau terima

pedih hatiku melihatnya

bila kau tak mengenal kata

jangan kau hakimi kata kata

nelangsa batin ini karenanya


kata

aku mencintai kata kata

aku cari kata yang tiada

aku kumpulkan kata yang berserak

aku susun kata

berharap terangkai makna

untuk menuju muara

mencinta Dikau saja

Sang Pemilik kata

Selasa, 03 Agustus 2010

Sahabat

Mumpung masih dekat dekat friendship day... meski kita nggak ngerayain, maunya all the day is friendship day for us.
Eh, aku nemu puisi ini di flash dish yg dipake rame rame olehku dan anak-anakku.
Ini adalah karya Fathimah.

SAHABAT

Banyak orang menganggap
Mencari sahabat itu mudah
Mereka mencampakkan sahabat lama
Dan mengajak yang lain untuk dijadikan sahabat baru

Padahal, sahabat adalah orang yang setia
Yang mengunci mulut mereka
Begitu kita bercerita
membagi rahasia

Apakah mereka tidak tahu?
Sahabat adalah segalanya
Tempat membagi canda tawa
Juga tangisan duka

Jangan malu jika sahabat kita cacat
JIka sahabat kita tidak normal
karena sahabat adalah harta berharga
Yang tidak semua manusia memilikinya