Tampilkan postingan dengan label #ODOJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #ODOJ. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Agustus 2014

Cinta Al Qur'an - Cinta Syaamil Quran

Al Qur'an tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang muslim. Karena ajarannya merupakan tuntunan bagi kehidupan kita. Mempelajarinya merupakan kewajiban. Membacanya mendatangkan pahala dan kebaikan. Oleh sebab itu, mempunyai Al Qur'an (mushaf) yang pas dan cocok dengan kepribadian dan kebutuhan kita menjadi sebuah kemestian.
Di rumahku misalnya, meski anggotanya ada 7 orang, Al Quran yang ada di rumah lebih dari tujuh. Hehe bukannya boros lho ya.. tapi ini dimaksudkan untuk memudahkan aktifitas bersama Al Qur'an. Kalau buat menghafal memang sebaiknya kita tidak berganti-ganti mushaf. Tetapi untuk #ODOJ dan bulan Ramadhan biasanya aku mengambil mushaf yang sudah dipecah-pecah, di rumah ada yang pecahan per juz ada yang per lima juz. Selain lebih mudah dalam membawanya kemanapun kita pergi, aku juga lebih mudah dalam mengejar target tilawah pribadiku.

Untuk tilawah di rumah, kami lebih sering memakai mushaf bukhara, ukurannya A5. Paslah untuk harian. Ada mushaf ada terjemah. Pas juga dibawa ke pengajian.


Selain itu, aku juga mempunyai Al Qur'an Miracle.

penampakan halaman AL Quran Miracle
Kelebihan dari mushaf ini adalah ada terjemah perkata, ada keyword/bloking ayat yang dibahas dalam tafsir, khat berwarna untuk tajwid, ada terjemah Kementrian Agama, ada tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Ath-Thabari, hadits, doa dan zikir, asbabun-nuzul, siroh nabawiyah, dsb. Berbonus CD belajar membaca Al Qur'an dan Al Ma'tsurot yang dijilid terpisah. Biasanya Miracle ini kubaca saat haid dimana aku enggak tilawah dari mushaf. 
Miracle ini dilengkapi dengan e-pen yang dapat membaca semua isi al qur'an tersebut. Bisa membaca perkata, per ayat maupun per halaman. Jadi bisa dipakai untuk belajar membaca, istilahnya pakai metode talaqi. Dengarkan dari e-pen, kita menyimak, baru nanti kita mengulang. .Cocok dipakai untuk mengulang hafalan, baik untuk anak, dewasa maupun orang tua. Multifungsi kaan..
E-pen ini juga bisa juga membaca tafsirnya. Kalau lagi capek, ya leyeh-leyeh aja ndengerin e-pen. Jadi semacam ndengerin audio book gitu lho..


Selain itu, untuk anak anak ada My First Al Qur'an (MyFA). MyFA ini bener bener cocok untuk hadiah anak kita yang baru lulus belajar Iqro. Jadi mendapatkan Al Qur'an dalam versi yang indah, berwarna, penuh gambar tapi sekaligus kaya manfaat.

khat My First Al Qur'an

halaman buku terjemah MyFa

MyFa terdiri dari 4 buku. Dengan kertas yang lebih tebal, aman buat anak-anak yang motorik halusnya masih dalam tahap perkembangan.  Dua  'buku' MyFA merupakan mushaf Al Qur'an yang terbagi @ 15 juz, dan 2 buku lagi merupakan terjemah, asbabunnuzul, dan keterangan lain seperti jejak Rasul, sekarang aku tahu, doa doa harian,aneka kisah, bahkan kamus bergambar dalam 3 bahasa (Arab-Inggris-Indonesia). Daaaan... yang paling menyenangkan buat anak-anak adalah adanya e-pen. Dapat dioperasikan dengan mudah oleh anak-anak. Sehingga mereka betah berlama-lama dengan Al Qurannya.

Nah, kebetulan anak-anakku ada kegiatan membaca Al Qur'an di sekolah.  Untuk yang sekolah negeri (SMP dan SMA) biasanya 15 menit sebelum belajar mereka membaca Al Qur'an di kelas, satu anak satu ayat, keliling ke seluruh anak di kelas. Kalau yang SD memang ada kegiatan menghafal juga. Khusus untuk  dibawa ke sekolah, anak-anak biasanya membawa Al Quran yang ukuran kecil. Kira-kira seperempatnya dari kertas ukuran A4. Nggak berat dibawa - bawa tiap hari.

anak cewek pakai yang pink, yang cowok pakai yang coklat

Mungkin teman - teman ada yang bertanya, kenapa sih semua Al Qur'an yang aku pakai ini berasal dari satu penerbit. Ya terus terang ini sih karena cinta pertama. Beli pertama cocok, teruuus... aja ada varian baru yang kuperlukan ya aku beli lagi. Sebab lain, semua Al Qur'an dari penerbit Syaamil memakai khat Utsmani yang menurutku lebih mudah dibaca dibandingkan dengan khat lain. Selain itu, dilengkapi juga dengan pewarnaan tajwid. Kalau anak-anak lupa hukum-hukum tajwid, aku lebih mudah mengingatkan dari melihat warna. 

Kalau ditanya Al Qur'an seperti apalagi yang aku butuhkan, terus terang aku perlu Al Qur'an dengan terjemah bahasa Sunda. Aku ingat pas kecil di Jawa Tengah dulu, ustadzku mengajarkan makna Al Qur'an pakai bahasa Jawa. Misal bismillah - kanti nyebut Asma Allah - Arrahmaan (ingkang Maha Welas) - arrohiim (lan Maha Asih). Nah sekarang aku di Bandung, ketika mengisi kajian dengan ibu-ibu sepuh, aku kesulitan menjelaskan dalam bahasa Sunda. Kalau ada Al Qur'an dengan terjemah bahasa Sunda - sukur sukur ada penjelasan ayat per ayat, kan kajian jadi lebih mudah. hehe  Terus dipecah pecah per juz atau per berapa juz gitu.. biar mudah dibawa-bawa.
Barangkali daerah lain dengan bahasa lain juga memerlukan yang seperti ini.

Selain itu, aku juga perlu Al Qur'an (atau buku belajar membaca Al Qur'an semacam Iqro, tilawati, atau apalah) dengan kertas yang lebih tebal, semacam board book gitu. Jadi aman buat anak-anak dan lebih awet. Terus terang, meski Faiz udah hampir 6 tahun udah hampir lulus Iqro juga, gerakan tangannya dalam membuka dan menutup buku tuh kadang masih agak kasar. Beda sama Teteh dulu. Mungkin karena anak laki ya...Jadi iqro dia udah penuh banyak diselotip karena nggak sengaja tersobek gitu.  Sepertinya tidak bisa dijilid langsung 30 juz ya.. karena bakal tebal, jadi dibuat aja per juz atau per dua juz. 
Aku juga perlu CD interaktif atau aplikasi  tentang Al Qur'an ini, isinya game-game buat anak, tebak ayat, tebak nama surat, arti surat, makna ayat, dsb. Sehingga anak-anak dapat mengenal kitabnya sejak dini dengan cara yang fun. Dan pastinya.... mereka nggak nyadar kalau lagi belajar. 
Ya kita tunggulah, mungkin bakalan ada nanti, penerbit-penerbit Al Qur'an yang akan mewujudkan apa yang aku pikirkan di atas.

Satu lagi pesan buat teman-teman, kalau teman-teman merencanakan mau beli Al Qur'an dalam waktu dekat ini, datang aja ke #Pameran Buku Bandung. Di  sana teman-teman dapat memilih Al Qur'an sesuai kebutuhan dan keinginan. Karena sekarang juga udah banyak Al Qur'an dengan sampul yang trendi  dan warna-warni sesuai selera kita (baca ; para cewek). Daaan, kalau pengen Al Qur'an seperti yang aku ceritakan di atas, datang aja ke stand Syaamil Quran, biasanya ada diskon lho.. dan nyarinya pun nggak susah, sudah beberapa kali pameran, stand Syaamil Quran tepat di depan pintu masuk. Jangan salah masuk ya....

Minggu, 03 Agustus 2014

Sehari Bersama Al Qur'an

Membayar janji yang pernah kuucapkan di postingan lalu, baiklah aku mau cerita sedikit tentang acara Yaum ma'al Qur'an atau lebih familiar dengan sebutan Sehari Bersama Al Qur'an.
Selama tinggal  di Bandung, aku sudah beberapa kali Ramadhan  ikut acara seperti ini, tapi Ramadhan kemarin itulah yang paling berkesan buatku. Selain tempatnya di masjid yang baru pertama aku kunjungi, yaitu Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, format acara tahun ini juga sedikit berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.
Misal, pernah dalam acara sehari bersama Al Qur'an itu kegiatannya  hanya setoran aja. Jadi semua peserta diminta setor juz tertentu kemudian dites yang baca ayat lompat lompat trus peserta nyambungin macam di acara tahfiz di tivi itu lhooo
Pernah juga dalam sehari kita membahas satu surat tertentu, pagi menghafal surat itu, siangnya dijelaskan tafsir ayat demi ayat.
Trus pernah juga model khataman gituu... jadi per orang dibagi tilawah berapa juz, dan seharian itu tilawah seluruh peserta sejumlah 30 juz.

Nah kalau yang kemarin, dalam sehari itu kita dipersilakan mengatur sendiri kegiatannya, yang penting ada aktivitas sbb :
* tilawah (nerusin tilawah masing-masing)
* menghafal on the spot (terserah juga tergantung kemampuan, mau menghafal berapa ayat)
* setoran hafalan atau  biasa disebut muraja'ah kepada seorang ustadzah pembimbing (disebut musyrifah) yang timnya sudah disiapkan panitia.

Tiga kegiatan tersebut dilaksanakan dalam waktu 5 jam  diselingi shalat. Nanti di akhir acara, peserta lapor ke musyrifahnya  sudah baca berapa juz, sudah menghafal berapa ayat dan sudah muraja'ah berapa surat/juz.
Setelah ashar baru ada ceramah dari salah satu hafidz yang terkenal yaitu Ustadz Abdul Aziz dari Lembaga Tahfiz Al Hikmah -Mampang Jakarta.

Aku sendiri, karena Sabtu pagi itu masih ada acara di sekolah Faiz, baru habis zhuhur berangkat ke masjid, dan jam 4 udah harus berdiri pulang biar gak kemaleman di jalan. Hiks, dipikir-pikir ya sayang juga gak ikut full seperti tahun tahun sebelumnya. Tapi segitu juga udah alhamdulillah. Dapat semacam feel dan touch dari para musyrifah .

Pas menjelang ashar para musyrifah diminta maju ke depan. Subhanallah  ternyata semua musyrifah adalah para hafizhoh 30 juz. Padahal ada yang anak ITB kayak musrifahku. Asalnya dari Aceh. Subhanallah...
Kemudian panitia memanggil juga siapa siapa diantara peserta yang hari itu (hari ke 21 Ramadhan) sudah khatam minimal 3 kali. Ada beberapa peserta maju ke depan. Daaaan... mendapat hadiah dari sponsor (Nuun Collection). Alhamdulillah, berkah bulan ramadhan.

Setelah itu ketua panitia Ust. Hery Saparjan, S.E, Al- hafidz, meminta para musyrifah berbagi tips menghafal Al Qur'an.
Ada beberapa poin yang bisa kutangkap, yaitu ketika kita berazzam utk menghafal Al Qur'an, berarti kita harus meningkatkan pengorbanan waktu kita untuk berdekat-dekat dengan al Quran. Kalau istilah usdz Hery : sudahkah kita 'berlelah-lelah' bersama Al Qur'an.
Kemudian Ustadzah Lana Salikah, S.Pd.I-AlHafizhoh mesyaratkan hitungan atau standar berlelah-lelahnya itu dalam ukuran  jam atau juz. Sehari minimal 5 jam. Atau 5 juz. Bisa dilakukan secara bertahap. Asalkan kita berkomitmen.
Niat dan doa. Mohon dimudahkan sama Allah.
Contoh 2 jam sebelum tidur (jam 9-11 malem) 2 jam pas bangun tidur (jam 2-4 pagi) dan satu jam lagi ba'da subuh / siang pas istirahat. Diatur atur aja sesuai kesibukan kita. Intinya sih memang mengurangi jam tidur.
Beliau juga menambahkan, hendaknya kita punya juz favorit sebelum kita menghafal 30 juz. Misal, 3 juz di awal, 3 juz di tengah dan 3 juz di akhir.
Dan ramadhan ini adalah moment untuk 'berkomitmen'. Buatlah program dari ramadhan ke ramadhan. Berapa kali kita akan khatam per bulan, berapa juz akan kita hafal, dsb. Dengan demikian, 11 bulan ke depan itu akan jadi waktu yang sangat pendek.

Selanjutnya pas ba'da ashar sempat ikut sebentar sesi ustz Abdul Aziz.
Menurut beliau, ada yang memandang sebelah mata terhadap acara 'sehari bersama Al Quran'. Ngapain sih... Beliau memberikan tantangan, kalau gitu hayu atuh seminggu atau sebulan bersama Al Quran. (Sambil tersenyum) sehari juga gak hadir semua, gimana mau seminggu atau sebulan. (Astagfirullah, ini termasuk aku yang hadir hanya setengah acara)
Kata beliau : kalau masalah tahsin tilawah, mungkin metode berbeda -beda.  Tapi untuk masalah "interaksi dengan Al Qur'an" semua muslim sama.
Kalau sudah niat, udah komitmen untuk meningkatkan interaksi, pasti bisa mengatur waktu untuk Al Quran.
Sebaliknya,  kalau belum ada niat, meski ada waktu, ada kesempatan , tetep aja punya alasan. (Jleb !)
Beliau juga menjelaskan sedikit tentang pengaduan Rasulullah kepada Allah SWT bahwa diantara umat Islam akan ada yang menjadikan Al Quran sebagai sesuatu yang ditinggalkan. menurut Ustadz, kadar meninggalkan-nya beda beda.  makin jauh seseorang dengan kitabullah, makin berani dia menentang aturan Allah. Nauzhubillah...

Ya begitulah teman teman, sedikit cerita tentang sehari bersama Al Quran.  Semoga kita-kita bukan termasuk yang tengah berjalan menjauhi Al Quran. Tapi sebaliknya... selalu mendekat... mendekat dan mendekat lagi sampai Al Quran itu 'mendarah daging' mewarnai kehidupan kita. Aaamiiin.
Mungkin untuk tahap awal kayak saya ini, belum bisa lah... sehari 5 jam. Baru sebatas #odoj atau kira-kira satu jam. Boleh laah... kita tambah 15 menit buat mengulang hapalan, atau 15 menit untuk 'deposit' tilawah besoknya... terserah yang penting konsisten. Yuuuk ? Yuuuk.....

Jumat, 04 April 2014

Tiga Hal Penyebab Patah Hati dengan Odoj

Ini adalah postingan keempatku tentang ODOJ.
Pertama kali aku cerita tentang seluk beluk odoj di sini
Kemudian aku pernah testimoni saat sebulan bersama odoj. Masih semangat yaa.. ibarat pengantin baru mah masih hanimun.
Yang ketiga sudah mulai merasakan tuh, asam dan garam odoj meskipun seiprit, aku cerita tentang tantangan odoj.
Jangan bosan ya, kalau aku mau cerita lagi tentang odoj. Setelah empat bulan aku ber-odoj ria, ternyata ada beberapa anggota grup yang silih berganti. Rupanya mereka itulah yang tidak kuat dengan tantangan odoj. Tadinya postingan ini mau aku kasih judul yang berjatuhan di jalan odoj. hehe.. kayaknya seru gitu lho.. Macam judul buku yang hits di kalangan kampus pada tahun 90-an : "yang berjatuhan di jalan dakwah". Tapi berhubung banyak yang mencari dengan kata kunci patah hati, baiklah, aku tulis aja dengan judul patah hati.

Ih, ada yang nyariin aku ternyata ya.. kadang pakai judul 'blog titi esti". berasa tenar deh
Kalau menurut pengamatanku, ada beberapa sebab kenapa seseorang  patah hati dengan odoj.
* menurunnya semangat odoj
sebenarnya naik turunnya semangat ini adalah hal yang wajar, namanya keimanan itu kan yazid (bertambah) wa yanqus (berkurang). Nah kadang kala, kalau malesnya lagi kumat, rasanya setengah jam untuk menyelesaikan odoj itu susssaaah... banget meluangkannya. Akhirnya kalau sehari nggak selesai, besok jadi PR. besok lagi udah nambah dengan jatah hari besok. dst sampai akhirnya ada yang numpuk utang sampai 5 juz. Akhirnya -di tempatku- bu admin yang baik hati, 'memutihkan' utang tersebut.
Solusiku : berteman dengan orang-orang yang semangat. Jadi selalu tertular semangat mereka. Juga selalu berdoa agar dimudahkan membaca Al Qur'an (Allahummar hamni bil qur'an,... dst)

* kurang kuatnya komitmen.
ada yang bilang odoj atau one day one juz itu udah enggak musim. Jadi kemaren rame - rame ndaftar karena lagi heits. Sekarang musimnya Three Days Three Juz. Haha.. itu mah akal-akalan tetangga sebelah. Intinya sama ya...
Solusiku : kembalikan ke niat / komitmen awal aja. kita ikut odoj itu buat apa.. keinginan siapa dan demi kepentingan siapa sih..
Nah kalau udah ketemu jawabannya, yaitu "untukku" maka insya Allah kita akan selalu berusaha untuk bertahan di jalan odoj

* tidak cocok dengan admin dan atau teman satu grup
Memang dalam satu grup odoj itu berawal dari tidak kenal. Mungkin ada yang sudah kenal sebelumnya, satu dua lah. Rata-rata bergabung dengan orang yang baru dikenal.
Nah, namanya belum kenal, yaa... ada aja deh... sessssuuuatu di antara anggota itu.
Misal : ada yang rajiiin sekali, sehingga pagi-pagi baru aja jadwal di -share  oleh admin, dia langsung lapor done. Eh.. ada doong yang merasa gimanaaa gitu dengan done-nya seseorang di awal waktu. kesellah diaa..
Trus ada yang suka telat lapor, trus dijapri sama admin, tersinggung lah dia....
Akhirnya lama kelamaan ilang deh dari peredaran odoj.
Solusiku : dikembalikan ke hal pertama dan kedua tadi, kalau udah lulus keduanya, maka hal ketiga ini nggak akan terjadi insya Allah. Intinya : luruskan niat, kuatkan semangat.

Soo... buat teman-teman yang  bergabung dengan odoj, semoga cintanya makin berkembang ya... sebentar lagi ramadhan. Syahrul qur'an.... ODOJ ini akan membiasakan kita untuk makin dekat dengan Al Qur'an insya Allah. Saling mendoakan ya..semoga kita semua bisa istiqomah sampai akhir hayat. Amiiin

Mungkin sekarang masih dalam taraf tilawah, tapi insya ALlah nanti akan melangkah lebih jauh, belajar maknanya, belajar tafsirnya, belajar prakteknya dan akhirnya bisa menjadi hafidz dan hafidzoh, insya Allah, Amiin.

Ini jleb banget nggak sih..



Sabtu, 25 Januari 2014

Tantangan #ODOJ

Bulan lalu aku sudah posting pengalamanku sebulan ikut #odoj.  Nah sekarang ini dah hampir dua bulan. Terus terang aku enggak inget siih... tanggal berapa gabungnya. Aku hanya menandai berdasar siklus haidku :p

Nampaknya ikut #odoj ini lancar jaya ya... eh, siapa bilang. Setiap insan pasti punya ujiannya masing masing. Setiap amal baik pasti ada setannya yang siap membatalkan amal itu.
Karena aku seorang insan dan sedang mencoba gabung dengan mereka yang sudah mulai satu amal baik, maka  aku juga menemui ujian-ujian tsb.

Tantangan Waktu
Di postingan bulan lalu aku bilang bahwa aku punya waktu luang. Ternyata, makin ke sini makin hilang yang namanya waktu luang. Nerima tamu eh kok ya terus terusan banyak. Kalaupun tamunya dikit, eh ya kok yang ada masalah, persyaratan kuranglah... nawar-nawar peraturanlah... meski kadang kesel aku gak boleh menampakkan kesel. Ntar ada yang bikin pengaduan pulak. Hihi #curcol.
Memanfaatkan waktu di jalan, eh ya kok hujan terus pagi sore pas perjalanan, jadi gak mungkin tilawah di bawah hujan karena aku dibonceng naik motor.
Waktu malam eh kok ya ngantuk, cape, dsb. Ya intinya 'selalu ada alasan'. Ini kan berabe ya...
Beberapa hari kejar kejaran dengan dead line laporan seperti itu, akhirnya aku menganggap untuk diriku : Ti nggak ada itu waktu luang, kecuali kau meluangkan waktu untuk itu.
Yup, artinya aku harus lebih memenej waktuku . Kapan aku harus sejenak keluar dari rutinitas dan menyediakan waktu khusus untuk tilawah.
Dan tahukah rasanya ? Ternyata enak lho.... jadi lebih khusyu tilawah karena kita nggak kepikiran kerjaan lain.

Tantangan rasa malas
Hihi... rasa malas kok disebut tantangan. Faiz aja tahu kalau al kasalu da-un alias malas itu penyakit.
Yah tapi memang bagiku ini tantangan. #ngeles.
Tapi akhirnya aku lebih patrikan lagi niatku untuk ber#odoj apa. Aku patri kuat kuat dalam hatiku . Akupun baca baca lagi kisah para pecinta Al Qur'an. Aku baca kisah para sahabat. Aaah.... satu juz sehari mah belum seberapa. *menghiburdiri* Cemen ah... baru segitu aja ngeluh.
Dan jleb jleb banget pas dapat majalah Ummi edisi Januari di halaman Keluarga Pecinta Qur'an, diceritakan proses menghafal salah satu hafizhoh,  tilawahnya 10 juz perhari. *Gubrak_kemudian hening*
Yah begitulah... akhirnya semangat lagi. Karena satu juz sehari adalah standar tilawah para sahabat yang paling 'malas'. Rata - rata mereka khatam kurang dari 30 hari. Ada yang 10 hari, ada yang 7 hari dan tercepat adalah 3 hari. Subhanallah.

Tantangan Membagi Perhatian
Pernah baca atau mendengar kisah masa kecil Imam Syafi'i ? Salah satu hal yang membuat beliau hafal Al Qur'an di usia sangat belia adalah karena sering mendengar lantunan ayat Al Qur'an dari sang ibunda.
Ceritanya pengen niruin yaah... sering-sering ngaji di dekat Faiz. Nah suatu malam, saat aku ngaji Faiz terlihat -terlihat ya... - asyik membaca bukunya. Pas aku tarik nafas sejenak dia nanya :
"Ummi udah selesai ngajinya ?"
"Kenapa gitu ?" Aku balik nanya.
"Nanti kalau udah selesai kita baca buku ya... "
Bagiku itu sudah nampol banget deh, walaupun diucapkan tanpa drama.
Langsung koreksi, jangan jangan anak yang lain juga punya aspirasi sama. Jangan jangan anak mertua juga berfikiran sama. #ups.
So, sejak saat itu ya aku manfaatin banget saat saat sepi atau saat anggota keluarga lain lagi asyik pergi atau asyik dengan kegiatan mereka, akupun asyik dengan #odoj.

Begitulah temans... apa yang terjadi padaku, bagaimana  denganmu?

Pict : Faiz saat nunggu aku ngejar dead line setoran.

Senin, 20 Januari 2014

[10] Tantangan Terbesar

(فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَان
ِ الرَّجِيمِ) [Surat An-Nahl : 98] via @QuranAndroid

Terjemahan :
Dan jika kalian membaca Al Qur'an, hendaklah meminta pelindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk - An-Nahl ayat 98.

Sudah menjadi tugas setan memang, untuk selalu menggoda manusia dan menghalanginya dari amal baik dan jalan kebenaran.
Oleh karena itu, manusia hendaknya senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan ini.
Salah satunya pernah kuposting di sini.

Namun, dari sekian banyak amal kebaikan manusia, ada satu amalan istimewa yang disebutkan secara khusus oleh Allah SWT di surat An Nahl ayat 98 ini yaitu tentang tilawah Qur'an. 

Dan jika kalian membaca Al Qur'an, hendaklah meminta pelindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk

Dalam buku 17 Motivasi Berinteraksi dengan Al Qur'an, Al hafidz Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc  menyimpulkan penafsiran Imam Ibnu Qayyim terhadap ayat di atas, bahwa  tidak ada pekerjaan manusia yang akan mendapat gangguan setan yang lebih besar dan dahsyat daripada kegiatan bersama Al-Qur’an.

Ingin membuktikan ? Coba saja mulai meningkatkan interaksi dengan Al Qur'an, dan lihat apa yang terjadi.

Wallahu a'lam.

Minggu, 29 Desember 2013

Testimoni : Sebulan Bersama Grup ODOJ

Aku sudah pernah posting tentang grup ODOJ sebelum ini di sini .  Kini hampir sebulan aku tergabung dalam grup ODOJ 230. Tepatnya satu periode haidku hehe...
Belum lama ? Iya banget. Ibarat peribahasa baru seumur jagung. Itupun masih kurang. Karena umur jagung sekitar 3 bulan. Meski baru sebentar, tapi subhanallah, efeknya luarrrr biasaa...

Seperti yang dikatakan Mak Ika dalam postingannya, kurang lebih aku juga merasakan hal yang sama.  Sungguh, setelah menjadi ODOJers terasa sekali bahwa ternyata aku masih mempunyai banyak keluangan waktu diantara kesibukan atau yang kuanggap sebagai kesibukan. Yang kuperlukan hanyalah fokus dan azzam/kemauan yang kuat untuk menyelesaikan (minimal)  satu juz. Azzam itu semacam apa ya...pokoknya yang keinget teruslah. Klo di pengajian ibu-ibu, aku sering  mengibaratkan bagai perasaan/pikiran ibu kalau anaknya lagi sakit. Pasti akan keingeeeeet terus apapun kesibukan sang ibu. Sehingga di sela-sela kesibukan itu, dia masih dapat melantunkan doa kesembuhan buat anak kita. Begitulah kira-kira.
Daan.... ternyata bisa lho...  Aku dapati banyak kesempatan tilawah yang selama ini terbiarkan, misal  saat nunggu jemputan, saat pagi antara jam kedatangan sampai jam bertugas tiba, saat nunggu customer datang, saat nunggu yang lain siap-siap... banyak laah... barang lima menitan juga udah lumayan,  bisa dapat satu - dua halaman. Tapi tetap ada waktu-waktu yang memang kita luangkan untuk tilawah dengan khusyu'.  Istilahnya golden time. Tiap orang mungkin berbeda. Biasanya  sebelum atau setelah subuh. Ada juga yang setelah ashar. Temukan saja kapan golden time kita, dan tilawahlah dengan tenang.

Selain itu, aku juga menemukan teman-teman yang saling mendukung untuk bersama-sama menyelesaikan ( minimal ) satu juz. Teman seperjuangan itu perlu. Kan ada lagunya tuh...
"Selama ini, kumencari-cari... teman yang sejati, tuk menemani, perjuangan ini...."
Wkwkwkwk... penyuka nasyid slow pasti tahu lagu ini.
Yah, ibaratnya orang mau nakal aja -yang katanya udah ditemenin setan - masih memerlukan 'partner in crime'. Apalagi ini mau melakukan kebaikan, sangat-sangat perlu teman untuk saling mengingatkan. Karena  pasti banyak banget godaannya. Apakah bentuk godaan itu? Banyaklah... kita rasa-rasa sendiri aja, hal apa yang menahan kita dari kebaikan/berbuat baik. Tiap orang beda-beda sesuai kondisi dan kecenderungannya. Nah, alhamdulillah, dalam hal tilawah qur'an ini aku dah dapetin teman seperjuanganku di grupODOJ  ini.

Bertambah teman dan saudara. 30 orang tergabung dalam satu grup, intens 24 jam. Subhanallah. Kemarin kami kenalan satu per satu di grup. Tak kenal maka..... ta'aruf atau kenalan. Alhamdulillah, grupku ini heterogen sekali. Ada beberapa dokter, ada beberapa PNS, ada dosen, ada terapis ABK, ada guru, ada IRT dan profesional lain. Subhanallah... terasa sekali dinamikanya.  Tempat tinggalnya pun beda-beda, beberapa di Bandung, ada yang Jakarta, Depok, Garut, dsb. Jadi bener bener lintas geografis. Atau jangan-jangan udah mendunia (amiiiiin....)
Ya Fety aja yang di Jepun sana dah gabung ODOJ.
Anaknya Jamil Az-Zaini di Jerman sana gabung ODOJ*.
Dan kabarnya..ada puluhan orang yang rela mengantri setiap harinya untuk diinvite ke grup ODOJ. Subhanallah...sebulan lalu aja grupku udah nomor 230, sekarang udah berapa ya.. Buat yang pengen kopdar dengan sesama ODOJers, Insya Allah akan ada acara akbar ODOJers se-Indonesia Mei tahun depan di Masjid Istiqlal Jakarta.

Bertambah ilmu dan pemahaman, insya Allah. Sambil belajar prakteknya, tentu saja. Bukan sebatas tentang tafsir dsb, tapi share hikmah dan pengetahuan dari anggota lain sesuai bidang ilmunya. Ada yang share hypnoparenting. Ada yang share tips mengajarkan anak hafalan Al Qur'an, dsb. Semua jenis ilmu dan info boleh di-share di grup, kecuali jualan. Banyak juga cerita tentang keluarga-keluarga pecinta Al Qur'an yang bikin diri  menjadi berkaca, betapa masih jauhnya interaksi diriku ini dengan kitabullah. Semua itu menjadi semacam moodbooster agar lebih dekat dan dekat lagi dengan Al Qur'an sebagai sumber ilmu dan pengetahuan.

Bertambahnya kecintaan terhadap Al Qur'an - insya Allah.
Katanya, cinta itu kan inget melulu, berdebar-debar kalau dengar namanya, pengen dekat-dekat terus, dsb. Cinta itu harus dipelihara, antara lain ya dengan menjaga kualitas dan kuantitas hubungan. Kurasa rumus cinta itu berlaku untuk semua hal. Begitu juga dengan cinta terhadap Al Qur'an.
Nah dengan belajar one day one juz ini ternyata ajaib sekali ya.. sebelum gabung, membaca satu juz atau dua juz per hari itu hanya berlaku di bulan ramadhan. Ternyata di luar ramadhan juga tetep nikmat lhooo..., banyak-banyak baca Al Qur'an.
Yang awalnya masih terbata-bata, dengan sering sering membaca insya allah makin lancar tilawahnya.
yang udah lancar tilawahnya, lama-lama insya Allah makin familiar dengan ayat yang dibaca, maka akan lebih mudah menghafalnya. Yang sudah menghafal, maka tilawah menjadi salah satu cara penjagaan. Yang belum tahu maknanya, ya jadi belajar. Yang udah belajar maknanya, ya jadi terdorong untuk mempraktekkan. .Pokoknya enggak akan ada habisnya deh..
Mungkin ada yang bertanya, trus kalau enggak punya wudhu gimana ? ini kan beda pendapat masalah fiqhiyah ya.., di luar kapasitaskku untuk membahasnya. Solusinya ya sering-sering aja wudhu lagi, minimal setiap ke toilet sekalian wudhu. Tuh kan,  dengan ODOJ jadi ada amal baik lain yang menyertai, yaitu mendawamkan wudhu/menjaga wudhu.

Hidupnya hati - khusus bagian ini bukan testimoni ya.. tapi harapan.
Katanya, hati yang hidup, hati yang sehat adalah hati yang mudah menerima peringatan dan pelajaran. Mudah diarahkan kepada kebaikan.
Ibaratnya tanah, dia adalah tanah yang gembur, yang mudah ditanami dan dapat menyimpan air di sela-selanya. Sehingga tanaman di atasnya menjadi tanaman yang subur, berbuah lebat, dan bermanfaat untuk orang banyak... enggak berbuah pun, minimal bisa untuk berteduh dan bersarang burung-burung. Nah, dengan membaca ayat-ayat Allah, semoga hati kita menjadi lebih lembut, menjadi lebih lunak. Sehingga kebaikan-kebaikan yang Allah curahkan di kehidupan kita ini, dapat kita lihat dan kita rasakan. Ini akan membuat hati dipenuhi kesyukuran. Kesadaran akan limpahan kebaikan dari  Allah ini akan mendorong seseorang untuk melahirkan kebaikan-kebaikan baru. Ahsin kama ahsanallah ilaik. Berbuat baiklah seperti Allah berbuat baik kepada kalian. Dalem banget ini kaan.. dan enggak akan ada selesainya sampai maut menjemput. Allah berbuat baik sama kita terus menerus, Allah berbuat baik sama kita tanpa minta balasan, Allah berbuat baik sama kita tanpa mengharap pujian, Allah berbuat baik sama kita tiada batas dan tidak pilah pilih. Dsb. Jleb jleb jleb laaah...
Semoga kita dijadikan pribadi-pribadi yang terus menerus melahirkan kebaikan. Amiiin.

Demikian pengalamanku selama sebulan ikut program ODOJ, besar harapku (minimal) one day one juz ini menjadi salah satu amalan yang istiqomah aku jalani hingga akhir hayat nanti. Amin amin Ya Rabbal 'alamin. Soalnya, para sahabat Nabi, rata rata mengkhatamkan Al Qur'an 10 hari, yang lebih cepat dari itu ada yang 7 hari dan ada yang 3 hari. Dan yang paling lama diantara mereka adalah khatam sekali dalam sebulan.
Buat teman teman yang pingin gabung, aku insya allah masih siap menjadi mak comblang ke admin ODOJ pusat. SMS aja ya .. ke nomor aku 081901383151, sebutkan saja nama lengkap, jenis kelamin (L/P), dan nomor whatsapp atau pin BB yang akan didaftarkan.


*http://jamilazzaini.com/one-day-one-juz/

Minggu, 08 Desember 2013

Fenomena Baru : ODOJ

ODOJ . Apa itu ? Belum tahu ? Yaaaah.....
Bagaimana dengan One Day One Juz ?
Pasti udah pernah dengar ya... Gegara lihat postingan foto IG Baginda Ratu, yang ada mbak-mbak dibonceng motor sambil tilawah, aku jadi keidean cerita hal ini.
ODOJ adalah fenomena yang sangat menggembirakan. Di tengah terjangan informasi dan teknologi yang sungguh mendukung kegiatan konsumtif sekaligus berpotensi melenakan pemanfaatan waktu, ternyata di sisi lain masih banyak yang melakukan sebaliknya. Dengan bantuan teknologi, dia dapat meng-optimalkan waktunya, antara lain untuk mendalami Al Quran melalui grup ODOJ.
Al Quran adalah petunjuk Allah tentang produk-Nya, yaitu manusia. Ibaratnya manual book. Kalau ingin tahu apa, bagaimana, mengapa, dsb tentang manusia dan kehidupannya, ya tinggal buka saja manual book tadi. Jadi mempelajari Al Quran bukan (saja) urusan akhirat, tapi justru kunci menjalani kehidupan di dunia ini agar sukses mencapai cita-cita abadi di akhirat kelak.
Nah fenomena ODOJ ini menarik. Buat yang belum tergabung, kira-kira teknisnya begini.
Satu grup ( bisa grup BB atau WA) terdiri dari 30 orang. Misal si A, si B si C dst sampai AA, AB, AC dan AD, tiap hari masing-masing anggota kebagian satu juz.
Contoh : hari ini
A baca juz 1
B baca juz 2
C baca juz 3
Dst sampai dengan
AC baca juz 29
AD baca juz 30
Besoknya : (naik, dengan asumsi bacaan satu juz sudah kelar)
A baca juz 2
B baca juz 3
C baca juz 4
Dst sampai dengan 
AC baca juz 30
AD baca juz 1.
Demikian terus dan seterusnya muter lagi. Perhitungan dimulai dari saat bangun shalat tahajud, sampai pukul 21.   Jadi -pengennya- tiap hari grup ODOJ itu membaca doa khatmul qur'an.
Trus siapa anggotanya ? Siapa saja, yang ingin berjuang  (iya, berjuang) atau belajar membaca) satu juz per hari, satu grup terdiri dari 30 orang, perempuan semua atau laki-laki semua. Tidak dibatasi teritori karena bantuan teknologi. Teman yang lain kota pun bisa tergabung dalam satu grup.
Trus gimana kalau haid ?
Kalau ada yang haid, biasanya 'jatah' bacaannya dilelang ke anggota yang lain. Atau mencari tandem yang akan saling menggantikan membaca jatah tilawah. Ada juga anggota lain  yang nerima lelangan, bisa setengah juz, satu juz bahkan ada yang 4 juz. (Subhanallaah). Kebayang ya... dia baca 4 juz lelangan pleus satu juz jatah dia sendiri.
Trus gimana kalau enggak selesai satu juz hari itu ?
Ya nggak papaa juga  kaliii... namanya juga lagi belajar. besok berusaha meluangkan waktu, manajemen aktivitas, agar dapat membaca lebih banyak dari hari ini.
Atau bisa dengan minta 'perpanjangan waktu' ke admin grup.
Seneng ikut grup ini ? Seneng,
ada saja tiap hari ilmu baru. Ada yang share tadabbur ayat. Pemahaman yang lebih mendalam tentang ayat tertentu. Ada yang share tips sukses mencapai target, dst.
Lama nggak siih baca satu juz ? Kalau kita pakai Al Qur'an pojok yang standar,  satu juz kira kira 20 halaman atau 10 lembar. Bisa dibaca tiap habis shalat sebanyak dua lembar aka 4 halaman.
Atau ibaratnya sistem permainan bola bisa dibuat 4:3:3 dengan rincian 4 halaman dari subuh sampai zhuhur, zhuhur ashar 3 hal, ashar sampai maghrib 3 halaman.
Atur - atur sajalah sesuai kesibukan kita.
Nah, ada yang tertarik bergabung ? Yuk kita bikin grup ODOJ di WA, sms ke no aku 081901383151, nanti aku cariin grupnya, boleh ajak teman, adik, kakak supaya segera genap 30 anggota.