Minggu, 03 Agustus 2014
Sehari Bersama Al Qur'an
Selama tinggal di Bandung, aku sudah beberapa kali Ramadhan ikut acara seperti ini, tapi Ramadhan kemarin itulah yang paling berkesan buatku. Selain tempatnya di masjid yang baru pertama aku kunjungi, yaitu Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, format acara tahun ini juga sedikit berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.
Misal, pernah dalam acara sehari bersama Al Qur'an itu kegiatannya hanya setoran aja. Jadi semua peserta diminta setor juz tertentu kemudian dites yang baca ayat lompat lompat trus peserta nyambungin macam di acara tahfiz di tivi itu lhooo
Pernah juga dalam sehari kita membahas satu surat tertentu, pagi menghafal surat itu, siangnya dijelaskan tafsir ayat demi ayat.
Trus pernah juga model khataman gituu... jadi per orang dibagi tilawah berapa juz, dan seharian itu tilawah seluruh peserta sejumlah 30 juz.
Nah kalau yang kemarin, dalam sehari itu kita dipersilakan mengatur sendiri kegiatannya, yang penting ada aktivitas sbb :
* tilawah (nerusin tilawah masing-masing)
* menghafal on the spot (terserah juga tergantung kemampuan, mau menghafal berapa ayat)
* setoran hafalan atau biasa disebut muraja'ah kepada seorang ustadzah pembimbing (disebut musyrifah) yang timnya sudah disiapkan panitia.
Tiga kegiatan tersebut dilaksanakan dalam waktu 5 jam diselingi shalat. Nanti di akhir acara, peserta lapor ke musyrifahnya sudah baca berapa juz, sudah menghafal berapa ayat dan sudah muraja'ah berapa surat/juz.
Setelah ashar baru ada ceramah dari salah satu hafidz yang terkenal yaitu Ustadz Abdul Aziz dari Lembaga Tahfiz Al Hikmah -Mampang Jakarta.
Aku sendiri, karena Sabtu pagi itu masih ada acara di sekolah Faiz, baru habis zhuhur berangkat ke masjid, dan jam 4 udah harus berdiri pulang biar gak kemaleman di jalan. Hiks, dipikir-pikir ya sayang juga gak ikut full seperti tahun tahun sebelumnya. Tapi segitu juga udah alhamdulillah. Dapat semacam feel dan touch dari para musyrifah .
Pas menjelang ashar para musyrifah diminta maju ke depan. Subhanallah ternyata semua musyrifah adalah para hafizhoh 30 juz. Padahal ada yang anak ITB kayak musrifahku. Asalnya dari Aceh. Subhanallah...
Kemudian panitia memanggil juga siapa siapa diantara peserta yang hari itu (hari ke 21 Ramadhan) sudah khatam minimal 3 kali. Ada beberapa peserta maju ke depan. Daaaan... mendapat hadiah dari sponsor (Nuun Collection). Alhamdulillah, berkah bulan ramadhan.
Setelah itu ketua panitia Ust. Hery Saparjan, S.E, Al- hafidz, meminta para musyrifah berbagi tips menghafal Al Qur'an.
Ada beberapa poin yang bisa kutangkap, yaitu ketika kita berazzam utk menghafal Al Qur'an, berarti kita harus meningkatkan pengorbanan waktu kita untuk berdekat-dekat dengan al Quran. Kalau istilah usdz Hery : sudahkah kita 'berlelah-lelah' bersama Al Qur'an.
Kemudian Ustadzah Lana Salikah, S.Pd.I-AlHafizhoh mesyaratkan hitungan atau standar berlelah-lelahnya itu dalam ukuran jam atau juz. Sehari minimal 5 jam. Atau 5 juz. Bisa dilakukan secara bertahap. Asalkan kita berkomitmen.
Niat dan doa. Mohon dimudahkan sama Allah.
Contoh 2 jam sebelum tidur (jam 9-11 malem) 2 jam pas bangun tidur (jam 2-4 pagi) dan satu jam lagi ba'da subuh / siang pas istirahat. Diatur atur aja sesuai kesibukan kita. Intinya sih memang mengurangi jam tidur.
Beliau juga menambahkan, hendaknya kita punya juz favorit sebelum kita menghafal 30 juz. Misal, 3 juz di awal, 3 juz di tengah dan 3 juz di akhir.
Dan ramadhan ini adalah moment untuk 'berkomitmen'. Buatlah program dari ramadhan ke ramadhan. Berapa kali kita akan khatam per bulan, berapa juz akan kita hafal, dsb. Dengan demikian, 11 bulan ke depan itu akan jadi waktu yang sangat pendek.
Selanjutnya pas ba'da ashar sempat ikut sebentar sesi ustz Abdul Aziz.
Menurut beliau, ada yang memandang sebelah mata terhadap acara 'sehari bersama Al Quran'. Ngapain sih... Beliau memberikan tantangan, kalau gitu hayu atuh seminggu atau sebulan bersama Al Quran. (Sambil tersenyum) sehari juga gak hadir semua, gimana mau seminggu atau sebulan. (Astagfirullah, ini termasuk aku yang hadir hanya setengah acara)
Kata beliau : kalau masalah tahsin tilawah, mungkin metode berbeda -beda. Tapi untuk masalah "interaksi dengan Al Qur'an" semua muslim sama.
Kalau sudah niat, udah komitmen untuk meningkatkan interaksi, pasti bisa mengatur waktu untuk Al Quran.
Sebaliknya, kalau belum ada niat, meski ada waktu, ada kesempatan , tetep aja punya alasan. (Jleb !)
Beliau juga menjelaskan sedikit tentang pengaduan Rasulullah kepada Allah SWT bahwa diantara umat Islam akan ada yang menjadikan Al Quran sebagai sesuatu yang ditinggalkan. menurut Ustadz, kadar meninggalkan-nya beda beda. makin jauh seseorang dengan kitabullah, makin berani dia menentang aturan Allah. Nauzhubillah...
Ya begitulah teman teman, sedikit cerita tentang sehari bersama Al Quran. Semoga kita-kita bukan termasuk yang tengah berjalan menjauhi Al Quran. Tapi sebaliknya... selalu mendekat... mendekat dan mendekat lagi sampai Al Quran itu 'mendarah daging' mewarnai kehidupan kita. Aaamiiin.
Mungkin untuk tahap awal kayak saya ini, belum bisa lah... sehari 5 jam. Baru sebatas #odoj atau kira-kira satu jam. Boleh laah... kita tambah 15 menit buat mengulang hapalan, atau 15 menit untuk 'deposit' tilawah besoknya... terserah yang penting konsisten. Yuuuk ? Yuuuk.....
Minggu, 29 Juni 2014
Tang Ting Tung...
@QuranAndroid
Jumat, 06 Juni 2014
Well Connected
(الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ) [Surat Aal-E-Imran : 191] via
@QuranAndroid
Hampir setiap orang saat ini mempunyai alat komunikasi, dari yang low end sampai yang high end. Dan mereka pada umumnya selalu mempersiapkan gadget masing-masing agar selalu dapat tersambung dengan komunitas dan seluruh network .
Pulsa nggak pernah dibiarkan kosong, bahkan langganan sambungan data secara periodik, ada yang harian, mingguan dan bulanan. Bahkan sekarang ada yang setahun. Ini semacam 'jaminan' agar tak putus hubungan.
Setiap malam/pagi gadget selalu di-charge agar batere terisi dan selalu on bahkan sekarang ada powerbank yang siap mengisi di manapun berada
Sebentar sebentar menengok hape, apakah ada pesan dan notifikasi yang masuk?
Itu adalah pemandangan umum di manapun kita berada, di kendaraan, di cafe, di kantor, di mall bahkan di tempat ibadah !
Akan tetapi, berapa di antara kita yang selalu tersambung dengan Pencipta dan Penguasa alam ini ? Berapa diantara kita yang selalu mempunyai powerbank untuk semangat beribadah?
"Yaitu orang-orang yang selalu mengingat Allah saat berdiri, saat duduk dan saat berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. ' Ya Rabbku, tidaklah Engkau ciptakan semua ini secara bathil. Maha Suci Engkau, maka jauhkan kami dari azab neraka"
Astaghfirullah......ampunkan kami ya Rabb...
Minggu, 18 Mei 2014
Tentang Memberi
Mumpung libur, sedikit bernostalgia tentang saat-saat awal aku diajak mentoring oleh kakak kelasku.
Di dalam mentoring, kami memang tidak menekuni ilmu tafsir atau ilmu al Qur'an secara khusus, tetapi lebih ke pemberian motivasi agar lebih sungguh-sungguh mempelajari agama. Silakan cari sumbernya. Waktu itu yang ngehits adalah belajar di Ma'had Al Hikmah jalan Bangka. (Sampai sekarang masih ada lhooo... hanya berubah nama).
Selain itu, kami pun belajar untuk mempraktekkan ayat-ayat al Qur'an dan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.
Aku semangat banget saat itu. Soalnya seperti dapat kakak yang baik hati. Namapun mahasiswa, jauh dari orang tua. Perhatian dari kakak mentor itu kadang terasa bagai tetesan air di padang tandus... *nggaklebaylho...
Aku yang saat itu sangat buta pelajaran agama, sedikit demi sedikit mulai terdorong untuk mempelajari dan membaca buku sendiri. Bahkan untuk menutupi biaya beli buku, pas tingkat dua aku 'buka cabang' toko buku secara konsinyasi. Jangan sangka toko itu besar ya... ini cuma sebuah rak yang kusimpan di pojok rumah kontrakan. Ya alhamdulillah lah... ada aja akhwat yang beli.
Aku juga ingat uang rapelan gaji dulu aku belikan Tafsir Ibnu Katsir yang sampai sekarang masih nongkrong manis di rak bukuku.
Eh iya, cerita soal mraktekin ayat Al Qur'an ini aku jadi teringat satu peristiwa yang sampai sekarang selalu membuat hangat perasaanku.
Pada suatu ketika, ada seorang kakak mentor yang pakai kerudung baru. Sebagai cewek, biasalah kita komen komen 'iiih...... baguus, ih baguuss' gitu kaan.... dan beliau pun tersenyum sambil berucap alhamdulillah.
Beberapa hari kemudian, kakak mentor itu berkunjung ke kontrakanku sambil memberikan sebuah bungkusan. Pas aku buka, isinya adalah.... kerudung yang kubilang bagus itu!
Subhanallah....
Kejadian tersebut sangat berkesan bagiku. Sungguh aku mendapatkan pelajaran tentang keikhlasan dan tentang kecintaan terhadap saudara seiman. Kerasa banget bahwa dia memberikan itu dengan cinta. Sesuatu yang dia cintai, dia berikan dengan cinta. Akupun mendapat gambaran secara langsung bagaimana seseorang itu ternyata bisa, mencintai saudaranya lebih dari mereka mencintai dirinya sendiri. Bukan lagi melalui teori, tapi melalui praktek nyata.
Berlandaskan motivasi yang tinggi. Bukan untuk mendapatkan ucapan terima kasih atau sekedar balasan dari manusia. Pastilah dia mempunyai keyakinan yang jauh melampaui itu semua.
Makanya pas kemarin aku tilawah sampai ayat ini :
(لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ) [Surat
Ali Imran : 92]
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."
Langsung deh keinget sama mbak mentor itu.
Jazakillah khairon katsiron, sudah membangunkan pondasi yang kokoh untukku. Semoga aku bisa terus istikamah mempelajari dan mempraktekkan agama sampai akhir hidupku. Amiin
Jumat, 07 Februari 2014
Keajaiban Doa
(Q.S.Asy.Syu'ara,ayat 80)
Sering diucapkan kalau dia merasa ada kesulitan atau enggak ada kesulitan pas dia ingat.
Kayak sekarang ini, dia lagi stuck di Iqro' 4 halaman 4. Udah 3 hari aku jelaskan ulang, bukannya dia makin mengerti malah makin bingung. Sampai-sampai semalam dia mengatakan ; Ummi, doain aku dong, biar aku ngerti.
Yang paling sering, adalah dia minta didoakan saat sakit. Walaupun itu sakitnya cuma lecet sedikit. Okey, Faiz memang agak lebay... macam Ayuk aja yang ambang sakitnya rendah.
Setiap dia mengadu sakit maka hal pertama yang kulakukan adalah mengusap-usap bagian yang sakit itu sambil berdoa :
'syafakallah' (semoga Allah menyembuhkanmu) baru kemudian aku kasih obat sesuai sakitnya. Betadin kalau luka, atau sekedar pijit kecil dan minyak gosok kalau pegel-pegel gitu.
Mungkin karena dari kecil diperlakukan demikian, lama kelamaan itu seperti 'kebiasaan'. Bahkan belum sah rasanya misal pas dia jatuh, kemudian Abi yang nolongin dan cuma mengusap-usap saja tanpa mendoakan.
Kenapa kalau sakit aku doain dulu ?
Karena itu 'obat' yang paling murah dan dapat dilakukan seketika itu juga. Nggak pakai nunggu atau antri seperti kalau ke dokter. Doa itu semacam sugesti. Memberikan keyakinan akan kesembuhan seperti ayat di atas. Kalau aku sakit, Allah akan menyembuhkan.
Selain itu, hal ini juga akan mengajarkan kepada anak, bahwa segala sesuatu yang terjadi pada dirinya, tidak terlepas dari kehendak Allah.
Rasulullah pun selalu mendoakan para sahabat beliau yang sakit. Antara lain dengan doa yang pendek ini :
Rabu, 05 Februari 2014
Alhamdulillah... Dapat Sertifikat !
Ya.. seharusnya sih tiap hari bikin postingan, boleh dirapel untuk beberapa hari.. Tapii.. tetep saja aku enggak bisa mengejar.
Nah seperti kusampaikan di postingan sebelumnya, untuk bulan ini aku ikut proyek #30HariMenulisSuratCinta. Haha.. sedikit nekat ya.. tapi ya sudahlah, kita lihat saja ya...
Untuk postingan surat cinta, aku tulis di blog sebelah ya...
Dan alhamdulillah... kemarin ada postinganku yang 'terpilih'. Senengnya.....
Seperti aku bilang ke Ika, bahwa ikut proyek semacam ini bukan semata hadiah (kalau ada) tapi naiknya adrenalin ketika semakin dekat deadline itu yang bikin kepuasan tersendiri.
Kembali ke topik, untuk proyek #1Hari1Ayat, aku tidak memenangkan chalenge apapun, tapi aku dapat sertifikat dari Primadita si Empunya ide.
| Sertifikat posting harian, hiks, cuma dapat 16 |
![]() |
| spesial challenge, cuma ikutan satu :( |
Kamis, 30 Januari 2014
[16] Balasan atas Dzikrullah
Terjemahan :
Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
(QS Al Baqarah 152)
Ini adalah satu lagi contoh karunia Allah kepada kamum muslimin.
Betapa agungnya karunia dan kasih sayang Allah, Dia berkenan mengingat hamba-Nya sebagai balasan karena telah mengingat-Nya. Sesungguhnya, ketika seorang anak manusia ingat kepada-Nya, dia 'hanya' mengingat-Nya di bumi yang kecil ini, bahkan jauh lebih kecil lagi karena manusia hanyalah satu titik di bumi.
Tetapi ketika Allah berkenan mengingatnya, maka sesungguhnya Dia mengingat hamba-Nya di alam semesta yang luas ini. Sungguh tak terhingga limpahan kemurahan Allah dan kedermawanan-Nya.
"Jika kamu mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatimu sehasta. Dan jika kamu mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatimu sedepa. Dan jika kamu mendatangiku dengan berjalan, maka Aku akan mendatangimu dengan berlari kecil" (Shahih Bukhari dan Muslim)
Maka sudah sewajarnya jika karunia yang besar tadi mendatangkan sujudnya hati berupa rasa kesyukuran.
...dan bersyukurlah pada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.
Rasa syukur yang mewujud tidak hanya sebatas pengakuan lisan, tetapi syukur yang menumbuhkan rasa malu untuk berbuat dosa/maksiyat kepada-Nya.
Dan puncaknya adalah totalitas syukur yang mewujud dalam setiap gerakan anggota tubuh, berucapnya lisan, berdetaknya jantung dan bergetarnya hati.
Wallahu 'alam
Selasa, 28 Januari 2014
[15] Di Manakah Allah
(وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ) [Surat Al-Baqara : 186] via @QuranAndroid
Terjemah :
Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, (maka) jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepadaku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu dalam kebenaran (QS Al Baqarah; 186).
Kadangkala, ketika ujian mendera seseorang secara terus menerus ada dua kemungkinan yang terjadi padanya. Yang pertama dia mungkin akan berputus asa, patah harapan, karena tidak kunjung datang yang namanya titik terang.
Kemungkinan kedua adalah orang itu makin pasrah pada Allah, makin dekat dan banyak memohon pada-Nya.
Ayat di atas menjelaskan bahwa ketika ada orang yang mendekat pada-Nya, memohon dan berdoa, sesungguhnya Allah itu dekat, mengabulkan doa orang yang berdoa pada-Nya. Tapi ada syarat ketentuan yang berlaku :
* hendaklah mereka memenuhi segala perintah-Ku
* hendaklah mereka beriman kepada-Ku
Itulah S & K yang Allah tetapkan untuk hamba-Nya.
Janganlah seperti seorang laki-laki yang dikisahkan oleh Rasulullah SAW , laki-laki tersebut telah menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit (seraya berdoa), ‘Ya Rabb, ya Rabb.’
Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia kenyang dengan barang yang haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Senin, 27 Januari 2014
[14] Saatnya Ujian
Terjemahan :
Dan pasti kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira untuk orang-orang yang sabar.
Sudah menjadi ketentuan Allah di atas bumi ini, setiap orang pasti akan diuji. Apalagi ketika orang tersebut menyatakan bahwa dirinya beriman. Ujiannya akan semakin berat mengikuti kadar keimanannya.
Akan tetapi, seberat berat ya ujian yang dihadapi atau ditanggung seseorang, sesungguhnya itu masihlah sedikit jika kita mau melihat betapa luas dan banyaknya karunia Allah.
Sedikit ketakutan dibandingkan rasa aman yang kita miliki. Bisa bekerja, meninggalkan rumah, meninggalkan anak dan keluarga dengan relatif aman.
Sedikit bokek di hari hari tertentu, tapi masih lebih banyak hari di mana kita memiliki rejeki untuk dibelanjakan dan dibagikan. Sebokek-bokeknya pun enggak sampai kelaparan.
Dan apabila kita sabar, berhasil melalui ujian yang sedikit tadi, maka Allah menyediakan rahmat dan ampunan-Nya sebagai balasan.
Wallahu a'lam.
[13] Memelihara Hidayah
(رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ) [Surat Aal-E-Imran : 8] via @QuranAndroid
Terjemahan :
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Kau berikan petunjuk, dan karuniakanlah rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia. (Surat Ali Imran ayat 8)
Saya perlu merenung ada apakah gerangan ini ya... dua postingan berturut turut terhapus. It's my mistake, pastinya. Tapi yang mana ?
Baiklah, mungkin saat ini belum menyadari. Banyak banyakin istighfar aja.
Apapun itu, tetep saya harus bikin postingan untuk mengganti tulisan yang hilang kaaan.... beda beda tipis gapapa lah ya... *colek Mama Calvin dan Mak Kinzihana yang udah sempat komen dan kubalas juga*
Yaks, teman, hidayah itu tidak semua orang mendapatkan. Limited edition. Tidak mengenal kolusi dan nepotisme. Sejarah sudah mencatat, Abu Thalib, paman Rasulullah SAW, kurang dekat apa nasabnya dengan Rasulullah, kurang didakwahi gimana, kurang melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang mana ?
Tetapi ternyata hidayah tidak menyentuh hatinya.
Kitapun mengenal istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth kata Allah - tinggal diantara hamba Kami yang shalih- tetep aja mengkhianati suami-suami mereka dan berada di jalan kesesatan.
Sebaliknya, kitapun mengenal kisah Asiah istri Fir'aun, yang tinggal di tengah kesesatan, dia berada di jalan keimanan. Dan upaya penjagaan keimanan itu antara lain melalui doa yang dia panjatkan. "Ya Allah, bangunkan untukku rumah di sisi-Mu di surga, dan jagalah aku dari Fir'aun dan amalnya serta jagalah aku dari kaum yang zhalim"
Seperti ayat di atas, itu juga salah satu doa yang diajarkan Al Qur'an untuk senantiasa kita baca agar Allah menjaga hidayah tetap bersemayam dalam hati kita. Semoga Allah senantiasa menjaga cahaya hidayah, agar kehangatan iman tetap hidup dalam hati kita. Amin.
Doa doa lainnya :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
(Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik).
Artinya:Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agamaMu.(HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
(Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atika)
Artinya:Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.” (HR. Muslim)
Sabtu, 25 Januari 2014
[12] Sebuah Pelajaran
(مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا) [Surat An-Nisa : 79] via @QuranAndroid
Terjemahan :
Kebajikan apapun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah. Dan keburukan apapun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu Muhammad menjadi Rasul kepada seluruh manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Sebenernya aku udah posting ini beberapa hari lalu. Malam malam pulak, pokoknya udah niat banget mau ngejar ketinggalan. Ceritanya waktu itu ada 2 draft dengan judul dan ayat yang sama. Yang satu sudah kuselesaikan dan kupublish. Trus aku berniat menghapus draft yang satunya lagi.
Eh, kok ya ndilalah, entah salah lihat karena sudah ngantuk atau kenapa, kok yang dihapus yang sudah terpublish. Hiks... jadi harus ngetik lagi deh.. tapi ini jadi makin jleb jleb jleb, kejadian (buruk) yang kualami ini paaaasss banget dengan ayat yang kutulis kali ini. Jadi seperti kena tampar bolak balik.
Yang kutulis di postingan kemarin pendek saja kok, sebuah lagu dari video anak-anak kisah si Syamil, Dodo dan kawan kawannya produksi NCR.
Si Amir pergi sekolah
Dia menendang Abdullah
Ketika pulang sekolah
Si Amir terjatuh pula
Allah Maha Melihat
Allah Maha Kuasa
Allah Maha Melihat
Allah Adil Semata
Pesan sederhana yang disampaikan lagu itu adalah, kalau seseorang menyusahkan orang lain, maka dia juga akan menemui kesusahan. Tidak mesti berupa balasan dari orang yang disusahkan tadi, karena meskipun diperbolehkan membalas dengan balasan setimpal, sesungguhnya memaafkan itu lebih baik. Maka bisa jadi kesusahan itu disebabkan oleh orang lain lagi (pihak ketiga).
Seperti cerita di video itu, si Amir jatuh karena terpeleset kulit pisang yang dibuang sembarangan oleh entah siapa.
Wallahu a'lam
Selasa, 21 Januari 2014
[11] Integritas
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ)
[Surat As-Saff : 2] via @QuranAndroid
Terjemahan :
Wahai orang orang yang beriman, mengapa engkau mengatakan apa yang tidak kamu lakukan ?
Surat Ash-Shaf ayat 2
"Naaak, shalat dulu Nak..." kata seorang ibu kepada anaknya.
"Emang Bunda udah gitu ?" Jawab si anak santai.
Begitulah... anak anak akan meneladani orang tuanya tanpa harus di babibu terlebih dulu.
Kalau di kantorku, ada salah satu corporate value integritas. Integritas ini diartikan sebagai satunya kata dengan perbuatan.
Ada satu kisah terkait hal ini yang terjadi pada masa Imam Hasan Al Basri.
Hasan Al Basri adalah seorang ulama yang kata-katanya sangat bernas dan diikuti oleh umat.
Dikisahkan bahwasanya beliau didatangi oleh serombongan budak. Mereka meminta bantuan sang imam agar memberikan khutbah tentang keutamaan memerdekakan budak.
Imam Hasan Al Basri pun menyanggupi, insya Allah.
Jumat pertama berlalu tanpa sedikitpun menyinggung tentang aspirasi para budak tadi.
Mereka pun bersabar dan menunggu hingga Jumat berikutnya. Ternyata Jumat kedua pun, belum ada tanda tanda khitbah mengarah kesana.
Sampai Jumat ketiga berlalu Imam Hasan Al Basri belum juga berkhutbah tentang kemuliaan memerdekakan budak.
Baru pada Jumat keempat, beliau menyampaikan khutbah seperti yang diharapkan oleh para budak tadi.
Tidak menunggu lama, setelah sang Imam berkhutbah tentang itu maka beberapa budak pun dibebaskan.
Ketika mereka berombongan menemui sang imam untuk berterima kasih, sang imam pun memohon maaf. Beliau menceritakan kenapa sampai sebulan baru berkhutbah tentang itu. Beliau tidak pernah memiliki budak dan beliau sedang tidak punya uang. Maka beliau menunggu rejeki dari Allah, kemudian beliau membeli budak. Setelah itu budak itupun beliau bebaskan.
Mengapa sampai segitunya ?
Karena beliau tidak ingin mengucapkan apa yang tidak beliau lakukan.
Subhanallah.
Senin, 20 Januari 2014
[10] Tantangan Terbesar
(فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَان
ِ الرَّجِيمِ) [Surat An-Nahl : 98] via @QuranAndroid
Terjemahan :
Dan jika kalian membaca Al Qur'an, hendaklah meminta pelindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk - An-Nahl ayat 98.
Sudah menjadi tugas setan memang, untuk selalu menggoda manusia dan menghalanginya dari amal baik dan jalan kebenaran.
Oleh karena itu, manusia hendaknya senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan ini.
Salah satunya pernah kuposting di sini.
Namun, dari sekian banyak amal kebaikan manusia, ada satu amalan istimewa yang disebutkan secara khusus oleh Allah SWT di surat An Nahl ayat 98 ini yaitu tentang tilawah Qur'an.
Dan jika kalian membaca Al Qur'an, hendaklah meminta pelindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk
Dalam buku 17 Motivasi Berinteraksi dengan Al Qur'an, Al hafidz Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc menyimpulkan penafsiran Imam Ibnu Qayyim terhadap ayat di atas, bahwa tidak ada pekerjaan manusia yang akan mendapat gangguan setan yang lebih besar dan dahsyat daripada kegiatan bersama Al-Qur’an.
Ingin membuktikan ? Coba saja mulai meningkatkan interaksi dengan Al Qur'an, dan lihat apa yang terjadi.
Wallahu a'lam.
Minggu, 19 Januari 2014
[9] Pasrah Tingkat Dewa ?*
(قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ) [Surat At-Tawba : 51] via @QuranAndroid
Terjemahan :
Katakanlah : tidak akan menimpaku kecuali apa-apa yang telah Allah tetapkan untukku, Dialah Pelindungku. Dan hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin bertawakal.
Mungkin ada yang kadang membatin : kenapa kejadian ini menimpaku, kenapa kejadian itu terjadi padaku, kenapa harus aku... dan semacamnya.
Lebih jauh lagi kalau gejolak batin itu (biasanya terkait hal yang tidak enak) diceritakan ke orang lain. Menurut Aa Gym, ini semacam kita menceritakan ketidakpuasan kita atas takdir Allah. Padahal Allah kan Maha Adil, Maha Berkehendak. Semua yang menimpa kita adalah atas kehendak Allah.
Jadi ayat ini semacam petunjuk gitu, bahwa sikap terbaik adalah menerima semua yang menimpa kita sebagai kehendak Allah atas diri kita. Kemudian kita serahkan semuanya kepada Allah, memohon perlindungan-Nya. Kita ikhtiar mencari jalan keluar, dan bertawakal atas hasil ikhtiar tsb.
Pasrah itu diam saja. Sedang tawakal disertai ikhtiar. Dan orang beriman memilih tawakal.
'Ketahuilah bahwa jika seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu manfaat bagimu, maka mereka tidak akan bisa memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu.
Dan jika seluruh umat ini berkumpul untuk memudharatkan/mencelakakan kamu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa memudharatkanmu kecuali dengan seauatu yang telah ditetapkan oleh Allah terhadapmu. (dari hadits Arba'in ke-19. )
Wallahu 'alam.
*istilah anak sekarang
Rabu, 15 Januari 2014
[8] Just Giving Once
| Surat Al Baqarah ayat 264 |
Don't let even your left hand
Know the good thing what you did
When giving something, don?t tell anyone
When giving something, keep that with you
When giving something, just you and Allah
Who know the good thing that you did
Senin, 13 Januari 2014
[7] Adab Masuk Kamar
Ayat ini menuntun para orangtua agar mengajarkan kepada anak dan ART tata cara memasuki kamar pribadi/kamar tidur orang tua/orang dewasa di rumah kita. Bagaimana tata caranya ? Yakni, mereka harus meminta izin dulu.
Perminyaan izin ini dikhususkan pada 3 waktu yang sudah disebut secara jelas dalam ayat di atas, di mana di waktu-waktu tersebut badan / bagian dari aurat banyak terbuka. Yakni :
- sebelum subuh saat kita masih pakai baju tidur,
- di tengah hari saat kita 'menanggalkan pakaian luar' / kepanasan
- di malam hari setelah shalat isya.
Di luar waktu-waktu tersebut diperbolehkan, karena Allah tak hendak menyulitkan kita karena mungkin ada anak anak yang butuh perhatian ortu atau ART yang membantu / melayani.
Dari ayat ini juga saya pribadi jadi berpikir :
- oh berarti anak (yang belum baligh) tidurnya terpisah dari orang tua, yang sudah baligh sudah tentu. Sesama anak / anggota keluarga yang sudah baligh-selain suami+istri di kamar mereka-, berarti berlaku juga aturan ini. cmiiw.
- oh berarti walaupun sama anak-anak dan ART kita juga harus memperhatikan batasan aurat yang diijinkan.
- berarti di ketiga waktu tsb sepasang suami istri bisa memanfaatkan 'us time' mereka.
- yang setelah isya' harus minta izin ini sejalan dengan ajaran Rasulullah saw bahwa kita hendaknya segera tidur setelahnya agar dapat bangun di sepertiga malam yang terakhir dan mengejar keberkahan ibadah di waktu waktu tsb. Yang saya tahu ada tokoh tokoh sukses yang anti begadang seperti Abu syauqi (pendiri Rumah Zakat indonesia) menurut istri beliau, Abu Syauqi berangkat tidur jam 9 malam. Kepmudian Ippho Right saya pernah baca twitnya katanya anti begadang juga.
Sabtu, 11 Januari 2014
[6] Adab Masuk Rumah Orang Lain
Dulu sebelum mengerti konsep aurat, aku tidak menganggap itu sebagai masalah meskipun Bapak dan Ibu mengajarkan tidak demikian. kalau kita bertamu ya kulonuwun dulu, udah di monggo-in baru masuk.
Dan ternyata dari berabad-abad lalu, Allah SWT telah menunjukkan tata caranya kepada kita melalui ayat ini.
Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.
[5] : Kejahatan Yang Tersembunyi
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia
Surat An- Naas adalah doa yang diajarkan langsung oleh Allah SWT kepada kita. Doa apa ? Doa memohon perlindungan dari sesuatu.
Kemudian yang kedua menyebut asma Allah sebagai Malik/Raja (Yang Memiliki, Yang Menguasai,Yang Mengambil Tindakan )
Yang ketiga adalah menghadirkan Allah SWT sebagai Ilah. Ilah adalah Yang Disembah, Yang Maha Mendominasi, Yang Maha Mengungguli.
Allah SWT adalah Rabb, Malik dan Ilah seluruh jagad raya dan isinya, tetapi di sini disebutkan khusus sebagai Tuhan manusia, Raja manusia dan Sesembahan manusia agar manusia merasa dekat dengan Allah SWT.
Karena menyeru, memohon hingga tiga kali menyebut Sifat Allah SWT, pastilah yang akan dimintakan setelah itu adalah hal yang sangat sangat penting. Atau hal yang sangat berat untuk ditanggung oleh manusia.
Apa itu ? yaitu kita memohon agar dilindungi dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi.
Modus atau cara beroperasinya setan adalah membisikkan kejahatan itu langsung ke dada manusia. Seolah-olah itu adalah suara dalam diri kita. Jadi seringnya manusia enggak sadar bahwa bisikan itu adalah bisikan kejahatan.
Siapa pelaku pembisik itu ? Ternyata pelakunya bisa jin bisa juga manusia. Dari sesamanya. Pastilah akan sulit menolak bisikan bisikan tersebut.
Inilah salah satu rahasia Allah SWT mengajarkan kepada kita doa ini. Agar sering sering dibaca. Minimal pas mau tidur yah... baca surat Al Falaq dan Annas, tiupkan ke kedua tangan dan usapkan ke seluruh tubuh. Atau kita jadikan salah satu bacaan wirid pagi dan petang sebagaimana dalam buku doa Al Ma'tsurot.
Wallahu 'alam
Senin, 06 Januari 2014
[4] Dalam Limpahan Nikmat-Nya
Terjemahan :
Mulai dari yang tidak terasa dan tidak terlihat, hati yang terbuka menerima hikmah, otak yang senantiasa berfikir, jantung yang terus menerus memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh, mata yang dapat melihat keindahan dan dapat berkedip setiap saat, saluran pernafasan yang bekerja dengan baik, saluran pencernaan yang menjalankan fungsinya, pendengaran, indra perasa, tangan, kaki, tulang-tulang yang menopang tubuh untuk tegak berdiri dan menjalankan ibadah, otot-otot yang menopang di balik kulit, udara yang tersedia gratis, makanan yang relatif mudah kita dapatkan, waktu yang tersedia untuk beraktifitas dalam kebaikan, bumi / tempat tinggal yang aman, keluarga yang samara, teman-teman yang baik, tempat kerja yang enak, penghasilan yang cukup, dsb dsb ....
Pernah dengar cerita tentang orang yang masih menjadi pegawai sementara (belum diangkat menjadi pegawai tetap) di suatu tempat, padahal dia sudah sekian lama bekerja, dan kerjanya baik. Ketika ditanya oleh seorang kyai tentang kondisinya itu dia menjawab : nggak masalah buat saya, karena saya di dunia ini juga hanya sementara saja.
Subhanallah.. inilah contoh pandangan orang yang bersabar atas kondisinya, membuatnya mudah bersyukur.
Maka ketika Allah bertanya : Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? kita tidak ragu lagi menjawab : tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan
![]() |
| dan masih banyak lagi tentunya.... |



