Senin, 30 Juni 2025

Challenge 1 : Refleksi Jati Diri Perempuan Indonesia

 



Siapa perempuan Indonesia yang paling kamu kagumi? Rahmah EL Yunusiyyah

Apa yang membuat beliau istimewa?

Rahmah EL Yunusiyyah adalah sosok perempuan hebat dari Tanah Minangkabau yang lahir pada 26 Oktober 1900 di Nagari (desa) Bukit Surungan, Kota Padang Panjang. Beliau adalah pendiri sekolah agama Islam perempuan pertama di Indonesia, bahkan di kawasan Asia. Sekolah itu dinamai Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang. atau Madrasah Islamiyah Lil Banat 


Apa nilai atau sikap yang bisa kita contoh dari beliau? 

- Sejak kecil, ia sudah senang dan tekun belajar ilmu-ilmu agama.

- Di samping belajar/mengaji di rumah, ia juga belajar di sekolah diniyah yang didirikan dan dipimpin oleh kakak kandungnya, Zainuddin Labay el-Yunusi, seorang ulama terkemuka di daerahnya, Padang Panjang, Sumatera Barat.

- Semasa kecil, Rahmah el-Yunusiyah konon sering menemui ulama terkemuka di daerahnya untuk menambah pengetahuan keagamaannya. 

- perempuan muda yang mempunyai cita-cita memajukan daerahnya juga kaumnya. yaitu dengan mendirikan Madrasah Islamiyyah Lil Banat 


Apakah ada perempuan dalam keluarga kita yang  juga punya peran seperti tokoh itu?

Ya

Bagaimana kita bisa meneruskan semangatnya?

Berbekal, belajar baru kemudian beraksi


Membuat Kolase / Pohon Keluarga Perempuan


Perempuan-Perempuan penting dalam keluarga

1. Ibu, seorang ibu yang berprofesi guru dan memiliki 7 putra / putri. Dengan sabar menjalani peran-peran tsb. Membawa anak ke sekolah adalah bukan hal yang aneh. Pernah di suatu masa ada 3 asisten rumah tangga, tapi Ibu tetap memasak untuk anak-anak dan keluarga. Ibu juga memperkenalkan ke anak-anak dalam pekerjaan beliau. Kami ada yang bantu mengoreksi ulangan, mengetik soal, menyelesaikan sulaman, dsb. Bahkan ketika sudah SMA aku diminta menulis di buku rencana mengajar, didikte oleh Ibu.

2. Ibu Mertua, seorang business women dengan 8 putra/putri. Semuanya mengenyam pendidikan tinggi. Ibu menjalankan bisnis rangkaian bunga. Saat itu termasuk yang cukup tersohor di Bandarlampung. Tapi Ibu tetap menyediakan makanan terbaik untuk keluarga, memasak sendiri. Aktivitas dimulai sebelum subuh, mandi, sholat, mencuci,memasak, pukul 6 pagi sarapan sudah siap. Ibu juga sangat rapi dan tertata. Buku-buku di perpustakaan keluarga semua diberi tanggal beli dan tanda tangan beliau. Ibu juga aktif di PKK. Larangan bekerja di ranah publik dari bapak mertua, tidak menghalangi langkah beliau untuk berbagi manfaat. Dan hebatnya Ibu mertua adalah salah satu lulusan Perguruan Diniyyah Padang Panjang.

3. Adik Ipar

Beliau adalah penerima tongkat estafet resep keluarga. Jadi ketika Ibu sudah semakin lanjut usia, kaka pertama juga sudah berkeluarga, maka adik ipar inilah yang selalu membantu Ibu mertua memasak. HIngga ketika Ibu Mertua tiada, adik ipar ini dipanggil Ibu oleh keponakan-keponakannya. Beliau cukup struggle, menikah pada usia yang sudah sangat matang hingga kini belum diamanahi putra/putri

4. Kakak Ipar

Kesetiaannya mendampingi kakakku dari masa jaya hingga masa juang. Mulai dari menikah dengan status istri pegawai BUMN. Kemudian kakakku resign, ekonomi melemah, bersama-sama mendirikan lembaga Bimbel. Dan hingga kini berjalan, tiga anak sudah kuliah semua, dan anak-anak juga dilibatkan untuk menjadi pengajar. 


Refleksi

- Aku terlahir dari perempuan kuat, maka aku telah dididik menjadi kuat, Akupun kuat dengan izin Allah

- Perempuan dengan segala perannya, tetap kembali ke keluarga sebagai tempat pulangnya.

- Sabar adalah kunci dalam menjalani segala pernak-pernik kehidupan.

bagian bawah karya

Unggah ke media sosial dengan tagar:

#PerempuanBerjatiDiri #KPI2025

#RefleksiJatiDiri

Jumat, 27 Juni 2025

Pembukaan dan Sesi 1 Konferensi Perempuan Indonesia Online 2025

Refleksi Jatidiri Perempuan Indonesia 

Acara online diawali oleh sepatah kata dari Juru Mudi mba Maunah, agar KPI Online bukan hanya sekedar acara tetapi menjadi ruang menyuarakan gagasan dan harapan saling menyimak saling mendengarkan siapa kita sebenarnya penjaga jati diri bangsa. Kita bukan objek tapi subjek dari pembangunan itu sendiri. “Setiap perempuan memiliki nyala, maka mari tetap menjaga nyala tersebut. Salah satunya melalui KPI, yang hadir sebagai ruang untuk saling menguatkan dan mengingatkan.”Tetap nyalakan semangat untuk diri, keluarga dan masyarakat.

Selanjutnya dibuka secara resmi oleh penggagas dan penjaga nilai Ibu Profesional, founding mother Ibu Septi Peni Wulandari. Dalam pembukaan beliau menyampaikan bahwa dalam era global ini banyak perempuan yang kehilangan jati diri. Melalui konferensi ini bagaimana perempuan dapat menerapkan ilmu secara praktikal dalam dunianya sendiri.Setiap diri kita adalah bagian dari solusi. Semua langkah besar dimulai dari langkah kecil.

Runik Sri Arumdati

Ibu Runik menyampaikan topik "Perempuan, Sejarah dan Jati Diri Bangsa" beliau adalah seorang komandan kapal pertama perempuan di Indonesia. Beliau didampingi oleh Ajeng Sekar Pawening, sebagai perajut makna. 
Ibu Runik berbagi perjalanan beliau dalam berkarir di dunia maritim. Diawali di usia 19 tahun sebagai KOWAL. Dukungan keluarga menjadi hal penting dalam perjalanan beliau.
Mulai dari awal dukungan Ibunda ketika bu Runik memilih mendaftar ke Kowal. 
Bagaimana selanjutnya beliau menyeimbangkan perannya sebagai ibu dan sebagai seorang prajurit.
Dukungan suami dan anak-anak juga sangat mendorong karir beliau.
Bagaimana bersandar kepada Allah bahwa apa yang dihadapi sekarang adalah amanah dari ALlah, pasti ALlah akan membantu. Karena di laut yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri.
Orang tua beliau dari TNI angkatan darat, berjiwa besar dan selalu menanamkan anak-anak harus lebih hebat dari orang tua.
Orangtua mengantarkan dengan pendidikan dan doa. Ibu Runik di Angkatan laut, adik beliau jadi polwan dan berpangkat Kombes. Putra beliau juga sudah menempuh pendidikan S2 dan saat ini dinas di pemda Jatim."
Tokoh yang dikagumi adalah Laksamana Malahayati. Di masa itu dengan kapal konvensional berani memimpin kapal perang. Jadi kalau Malahayati bisa, aku juga bisa.
Jalani dengan keikhlasan, boleh jadi apa saja, tapi tanggung jawab utama adalah keluarga. Peran ibu memang sangat kompleks. Semua harus berjalan seiring. 
Bagaimana tetap tenang di tengah ketidakpastian. Mengetahui ilmunya, tetap waspada dan memperhatikan sekitar.dan berikan apresiasi kepada para anggota.

Dalam hidup kita . kadang dibenci kadang disukai kadang dicari kadang diabaikan kadang dibutuhkan kadang diabaikan semua itu wajar karena hidup mengajarkan kita untuk bertahan dan melangkah tanpa kehilangan jati diri kita.





Sabtu, 21 Juni 2025

La-Maja Coffee and Eatery, Cafe Estetik di Cicalengka

Hai teman-teman, kali ini aku akan melanjutkan cerita tentang perjalanku ke Cicalengka. Setelah perasaan yang nano-nano akibat kefomoanku di postingan yang ini, aku mencoba mencari alternatif dengan membuka-buka google map. Zoom-geser-zoom-geser sampai akhirnya menemukan sebuah cafe yang dari gambar dan ulasannya tampak meyakinkan. 

La-Maja Coffee and Eatery, lokasinya hanya 1.2 km dari lokasi cafe pertama. Akupun memesan ojek online untuk ke sana. Tidak lama kemudian kendaraan yang aku pesan sudah datang. Aku dan anakku segera capcus menuju destinasi baru.

Alamatnya di Jl. Raya Cicalengka - Majalaya No.121, RT.002/RW.009, Hegarmanah, Kec. Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40396 Telepon  0823-2473-0862
Sesampainya di lokasi, vibe positif cafe nya udah kerasa banget. Rame tapi tidak berisik. Hampir semua meja telah terisi, aku mendapatkan satu meja kecil di pojokan dekat ruang VIP, tapi alhamdulillah malah nyaman karena nggak ada orang lalu lalang.



Kami selanjutnya melihat-lihat buku menu. Sebenarnya banyak makanan yang ingin kita coba. Namun sayang sekali kata mba-mba kasir hari itu lagi banyak pengunjung/rombongan yang sudah memesan makanan  Jadi mungkin pesananku akan lama. 
Mendengar kondisi tersebut kami memutuskan untuk memesan makanan yang siap untuk segera dihidangkan.. Akhirnya aku beli minuman, kue redvelvet dan juga dimsum.sedangkan minumannya kami memesan air mineral dan minuman mojitos lechy.



Karena sudah masuk waktu zuhur aku menanyakan lokasi mushola. Asli gak ada ekspektasi apapun soal mushola, ternyata bagus banget. Rapi dan bersih. Musholanya ada di sisi kiri gedung utama. Untuk mengakses harus melewati dulu toilet tamu pria dan juga wanita. Kemudian ada tempat wudhu baru tempat sholatnya.

Selama kami duduk-duduk di sana, di meja sebelahku ada serombongan Ibu-ibu yang sepertinya sedang asyik menikmati pertemuan bersama teman-teman. Namun mereka betah-betah saja tidak terlihat tanda mau beranjak. Iya memang senyaman itu tempatnya.

Selama kami duduk di sana, ada salah satu staf media sosial dari La Maja yang mendatangi kami dan menanyakan bagaimana testimoni kami tentang La-Mada.
Testimoninya positif, insya allah bakal ke sini lagi atau merekomendasikan tempat ini pada yang lain. Terima kasih.








 

Selasa, 03 Juni 2025

Korban FOMO



Beberapa waktu lalu, lewat di beranda akun media sosialku tentang sebuah destinasi yang sedikit keluar dari kota Bandung, namun masih mudah dijangkau. Mudah dalam artian sarana transportasinya, dan juga harganya yang sangat murah.

Destinasi tersebut, adalah sebuah cafe yang konon estetik, yang terletak di Cicalengka. Dari area kot.a Bandung, dapat ditempuh dengan menggunakan kereta api lokal dengan harga tiket Rp. 5.000 saja. Jadi pulang pergi hanya butuh RP. 10.000. Murah kan?

Di hari libur akhir pekan yang panjang, aku dan anakku sepakat mendatangi tempat tersebut. Beli tiket keberangkatan dari stasiun Kiara Condong.Untuk penumpang luar kota, biasanya masuk dari Stasiun Lama di Jl Kebon Jayanti. Meskipun kalau lihat desain bangunan stasiun saat ini, mestinya penumpang dari sisi Stasiun Lama maupun Stasiun baru sudah dapat terakomodir jalurya. Namun karena aku sendiri belum pernah mencoba,dan kok ya belum pernah tanya ke petugas, akhirnya aku tetap masuk dari Stasiun Lama.

Perjalanan kereta lokal Kiara Condong (KAC)-Cicalengka (CCL) ditempuh dalam waktu 50 menit dan berhenti di setiap stasiun yang dilewati. Dari Kiara Condong - Gedebage - Cimekar - Rancaekek - Haur pugur - Cicalengka. Kami berdua sempat berdiri dari Kiaracondong sampai Cimekar. Karena di sini banyak yang turun, jadi kami baru dapat tempat duduk.

Kami tiba di stasiun Cicalengka sekitar pk. 11.30. Begitu keluar peron, kami sudah disambut oleh para calo dan kernet angkot yang aktif melakukan penawaran dengan menyebut nama cafe viral itu. Tapi karena di map kulihat jaraknya hanya sekitar 500m dari stasiun, maka kamipun memilih untuk berjalan kaki. Tidak menyangka lho, ternyata cukup banyak juga yang berjalan ke arah yang sama. Whaat? seviral itu kah?

Sepanjang perjalanan, beberapa kali kami berpapasan dengan rombongan yang menenteng gelas minuman berlogo cafe itu. Begitu masuk, duh udah kurang sreg dengan suasana yang menurutku mirip pasar. Suara berdengung orang mengobrol, bercampur dengan suara anak yang menangis, di tengah panas yang terik.

Selanjutnya kami mengantre di depan kasir untuk melakukan pemesanan. Pesan minuman OK, kami memilih kopi susu aren dan matca. Pas pesan makanan agak kaget, yang tersedia hanya sebagian menu saja, camilan pun hanya ada tahu cabe garam. Sedangkan kalau kami pesan menu nasi baru dapat disediakan satu jam mendatang. Asli kaget sih.. tapi ya memang rame banget  cafenya.

Oke, kami pun memilih ruang ber-AC. Berharap sedikit kedap suara dan disejukkan oleh pendingin udara. Namun sayang sekali, suasana di ruang AC juga tidak terlalu berbeda. Di ruang ini justru ada sumber suara yang sangat lantang. Ada anak toodler yang suara tangisnya menggoncang dunia combo dengan dua balita yang buka tutup pintu geser di belakangku.

Setengah jam kemudian, minuman datang dalam kemasan gelas plastik. Shak shik shok sih, ini dine in tapi dikasih gelas plastik. Karena udah kepanasan akhirnya aku minta pesanan sisanya di take away aja. Aku buka buka map, cari tempat mengungsi lain yang terdekat. Syukurlah ada. Nanti aku ceritakan di postingan berikutnya.

La-Maja Coffee and Eatery, Cafe Estetik di Cicalengka