Meski sudah tidak
minum ASI sama sekali, sesekali Faiz masih suka nempel nempel dan
membahas tentang minum ASi. Apalagi kalau aku lagi leyeh leyeh di
pinggir dipan sepulang kantor, pasti dia langsung menyerbu. Itu posisi
favoritnya dulu. Minum ASI sementara dia berdiri di lantai.
Lucu juga mendengar celetuk celetuknya yang campur aduk bahasanya. Kadang begini :
"mi.. mau mimi " pake bahasa Indonesia sehari hari.
Kadang juga :
"Mi.. .ayang N*n*n....." katanya. (ayang = hayang=mau,ingin : bhs Sunda)
Aku ketawa.
Sering dia cuma memonyongkan bibir saja, trus udah aja pergi.
Kadang juga sedikit merengek seperti mau ASI beneran.
Kalau sudah begitu, aku biasanya mengajak ngobrol boneka sponge bob kesayangannya.
"Bob, Bobob mau N*n ?"
"Ndak... " Faiz yang menjawab.
"Kenapa Bobob nggak n*n*n ? tanyaku lagi
"uwa aun" Faiz menjawab. (uwa aun = dua tahun)
"Faiz mau n*n ?"
"Ndak,... uwa aun..." Faiz menjawab juga.
Hihi lucu ya... mungkin dia ingat waktu aku bilang bahwa Faiz udah besar, sudah dua tahun, nggak boleh minum ASI lagi.
Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan
Selasa, 30 November 2010
Selasa, 16 November 2010
Alhamdulillah, Menyapih Dengan Cinta
Alhamdulillah, setelah melalui berbagai perjuangan antara lain seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya, sudah seminggu lebih Faiz benar benar selesai minum ASI, alias telah sukses disapih dengan cinta versi kami.
Faiz sebenarnya dipersiapkan untuk disapih sejak umurnya masih 18 bulan.
Waktu itu, teman teman di sekitarku yang mempunyai bayi seumuran Faiz, udah ramai menceritakan tentang menyapih dengan cinta (aku gak gaul banget yah...),
yang intinya (menurut pengertianku) anak tidak boleh disapih dengan paksa, apalagi ditipu tipu dengan pahit pahitan atau dengan warna warna ngeri di seputar pabrik ASI kita.
Maka aku pun mulai proses itu. Pertama-tama aku mengatakan ke Faiz,
"Ais, nanti kalau Aiz udah dua tahun, berhenti ya minum ASI-nya"
Saat itu Faiz cuma ngangguk ngangguk dan menjawab hmm pendek saja, karena mulutnya lagi asyik minum ASI.
Aku menangkapnya itu tanda ia setuju.
Demikiaaannn... terus, aku ulang ulang sampai usianya dua tahun.
Beberapa hari lewat dua tahun usianya, aku lebih serius mengingatkan tentang "berhenti minum ASI' itu.
Entah aku yang salah selama ini, atau bagaimana, suatu ketika aku mengatakannya tidak dengan istilah berhenti, tapi dengan kata kata STOP.
"Aiz, sekarang kan sudah dua tahun, jadi minum ASI-nya stop ya.."
"hhhmmmmmmmmmmmmmmmmm..." *mulutnya masih ngenyot ASI* jawabannya kali ini lain. *nada meninggi seperti mau nangis*
Walah !! aku baru kepikiran.
Jangan jangan selama ini Faiz belum mengerti arti kata "berhenti"
Aku baru ingat, ketika itu Faiz lagi seneng senengnya main "jalan maju - mundur" dan dia paling suka jalan mundur jauh jauh,
sampai akhirnya kakak kakaknya bilang "STOP" dan dia berhenti mundur.
Waduh, aku harus ganti strategi.
Kami mundurkan lagi saat penyapihan.
Yang target awalnya adalah Lebaran Idul Fitri (Faiz lahir 27 Ramadhan) maka aku -dan Abinya tentu saja- memutuskan untuk memperpanjang tenggat sampai Lebaran Idul Adha.
Aku mulai lagi membujuknya.
Kumulai jalan tengah, Faiz hanya diijinkan minum ASI pas malam hari.
Kalau siang hari nggak boleh sama sekali. Walaupun hari libur !! Ini berlangsung kira kira sebulan.
Terus terang, hal 'tidak minum ASI di siang hari libur" ini adalah hal yang sulit di banding hari kerja.
Kalau hari kerja kan Ummi nggak di rumah, berbeda dengan hari libur, Ummi di rumah, dan bibi juga ikut libur alias gak ada 'pelarian' buat Faiz.
Hari kerja pun, bukan nggak ada tantangan, setiap pulang kerja, maghrib maghrib, Faiz serrrriiiiing banget nangis minta minum ASI.
Dan tahu sendiri, di usianya yang makin besar, suaranya juga makin besar alias teriakannya kenceng banget.
Maghrib gitu lho.. saat kami semua shalat berjamaah, dia teriak teriak dan bergulingan antara Ummi dan Abi.
Jadilah, si Abi yang mulai nggak sabar dengan teriakan itu, lagi lagi kasih ultimatum "Lebaran haji harus udah selesai " !
Walaupun Abi berusaha membujuk dan mengalihkan perhatian Faiz klo lagi nangis nangis gitu, tetep aja Faiz lebih sering memilih di gendong Ummi aja.
Puncaknya seminggu sebelum lebaran kemaren, pas kami tegang nunggu kakak dari Lampung dan temannya yang mendadak mau datang, Faiz teriak teriak lagi.
Asli keras banget, sampai Abi mengeluarkan suara yang agak keras juga untuk menghentikan tangisnya.
Faiz bukannya ngeper terus diem, malah seperti diajarin.
Faiz teriak lebih keras lagi.
Aku trenyuuuuuh........................ sekali.
Walhasil shalat maghrib kali itu, kujalani dengan berderai derai air mata ditingkahi rengek tangis Faiz.
Selesai shalat, aku ajak Faiz masuk kamar.
Aku tatap matanya lekat lekat.
Dan kubelai rambutnya dengan segenap cinta.
Anehnya, tangisnya hilang seketika. Dia juga menatap mataku. Aku berkata "
"Faiz, Ummi mau bilang sama Faiz ya..
Sekarang Faiz sudah besar, jadi Faiz harus benar benar berhenti minum ASI ya..
Walaupun Faiz nggak minum ASI lagi, kita masih bisa berduaan, bisa bermain bersama, baca buku bersama, masih bisa sayang sayangan, dan pergi berdua"
"HUaaaaaaaa........." Tiba-tiba Faiz menangis keras sekali, sepertinya dia mengerti apa yang terjadi baru saja aku bicarakan.
Maka aku peluk dia, sambil ku usap usap kepala dan punggungnya. Faiz menangis tidak lama.
Dan sejak malam itu, ajaib, Faiz berhenti minum ASI.
Malam itu dia menangis sekali, kemudian aku beri air putih dan tidur lagi. Malam berikutnya malahan jarang sekali Faiz terbangun di malam hari.
Alhamdulillah......
NB : sesekali Faiz masih ingat mau minta ASI, tapi tidak sampai rewel dan menangis teriak teriak seperti sebelum di sapih
Rabu, 02 Juni 2010
Tanggung Jawab
| breastfeeding brother |
| ngajak maen |
Buka buka katalog buku Erlangga, melihat judul "Bagaimana Melatih Anak jadi Bertanggung Jawab" agak mikir mikir juga, jangan jangan aku perlu buku ini niy, secara melihat anak-anakku yang musti dihebohin dulu baru pada bergerak.
Eh, masih mikirin harga buku itu dan tingkat prioritasnya, berapa hari ini aku merasakan my first boy rada rada bagus, mudah mudahan bukan karena kedorong angin alias angin anginan.
Setiap malam aku nyiapin makan malam, dia diam diam ke dapur dan menanyakan "Ummi perlu bantuan apa ?"
suatu ketika aku lagi masak, tiba tiba dia mencuci bekas peralatan masakku
aku lagi nggoreng - nggoreng dia ambil piring buat wadah gorengannya.
waah... ini bener bener surprise !!. tanpa diminta geto lho..
kalau jagain adiknya sih, udah gak keitung lagi, karena dua cowok inilah yang selalu bangun lebih dulu mendahului para tuan putri yang bangunnya nungguin dicium pangeran................
Jumat, 28 Mei 2010
Habis ??
| F5, pas IMD. Hebat euy, kecil kecil dah disuruh berjuang |
Lucu deh, akhir akhir ini Faiz udah banyak belajar bicara. Kata-katanya yang sepotong sepotong sering membuatku bertanya-tanya, apa maksudnya?
Misalnya, antar bola dan mbak dia katakan 'buaak'
itu, satu, dia katakan "tuuu", bibi dan Abi sama sama "bi"
lagi, mandi, dikatakan "adi"
Suatu sore dia minum ASI. sekarang Faiz sudah bisa minta, misal setelah minum ASI yang kiri, dia akan bilang "tuuu" untuk minta yang sebelah kanan. (entah itu, entah yang satu..., maksudnya). Nah pas lagi asyik-asyik minum Asi yang kiri, tiba tiba dia berhenti dan bilang, "abis!"
Hah ?? apa maksudnya ini ? ASI ku habis ?? Asi bisa habis gitu ?
Aku mengingat2 apa gerangan yang kumakan sampai sedemikian rupa sehingga Faiz yang sekecil itu bisa bilang asi habis.
(emang si hari itu sarapan kelewat, dan makan siang agak kesorean, tanpa sayur. dari pagi cuma minum dua gelas).
Haha aku ketawa sendiri, dan setelah bingung sejenak, akupun menjawab:
"Apa yang habis, Faiz ?, mau ganti yang satu ?"
"Tu, tu" jawab Faiz sambil meraih yang bagian kanan.
Hmmm, ada ada saja.
Langganan:
Postingan (Atom)