Kamis, 27 November 2025
Jalan Kaki di Sport Jabar
Sabtu, 22 November 2025
Sejak Kapan Kamu Suka Olahraga
Semasa sekolah di SD-SMEA, alhamdulillah aku dulu termasuk anak yang pinter di kelas. Minimal 10 besar. Nilaiku ulanganku bagus-bagus semua kecuali satu pelajaran yaitu pelajaran olahraga. Aku selalu mendapatkan nilai minim untuk praktik olahraga. Nilai yang masuk raportku, terbantu oleh nilai ulangan teori penjaskes (pendidikan jasmani dan kesehatan).
Entah kenapa ya dulu aku nggak suka olahraga. Mungkin karena aku tidak cukup berprestasi atau mungkin tidak pernah latihan. Olahraga yang aku bisa hanya lompat tinggi dan lompat jauh. Kasti, lempar lembing, lempar galah, volley, basket, semua lemah. Padahal di halaman rumahku ada lapangan badminton dan meja pingpong juga. Kalau mau, aku bisa latihan. Tapi ya begitulah.. Aku nggak setertarik itu dengan kegiatan jasmani.
Aku mulai paham kebutuhan olahraga setelah merasakan fisikku melemah, jompo. Yaitu di menjelang umur setengah abad. Telat banget ya.. Nggak papalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Pertama aku mencoba yoga di masa pandemi. Alhamdulillah terasa banget manfaatnya. Terus mencoba jalan kaki tipis tipis, sekitar sekilo dua kilo, lumayan lah ya..
Manfaat yang terasa banget di badanku ya lebih fit aja sih, nggak mudah lelah dan mood yang lumayan terjaga. Dengan pekerjaan melayani orang yang tidak hanya menguras tenaga tapi kadang juga menguras emosi, aku perlu mood yang stabil. Dan perubahan hormon sejak ikut olahraga kerasa, dibawa bahagia aja sih lebih tepatnya.
Kalau dirangkum olahraga yang aku lakukan dalam seminggu, yang paling banyak jalan kaki. Minimal sepekan 3x. Saat ini aku juda sedang ikut kelas panahan tradisional dengan pertemuan sepekan sekali. Ada kelas yoga setiap hari Selasa di kantor. Sempat juga ikut kelas poundfit seminggu sekali, tapi sekarang kelas ini sudah berhenti sejak pound diterpa gosip terlibat komunitas pelangi.
Yang masih menjadi tantangan buatku adalah menambah speed dan menambah jarak. Saat ini speed masih sekitar 4km/jam. Terasa kalau pas jalan bersama teman, aku seperti harus mengejar agar dapat jalan sejajar. Sedangan jarak jalan harian juga masih di bawah 3 km.
Baca juga : Aku dan Strava
Kemajuannya adalah aku sudah mulai melaporkan lari di aplikasi strava. Walaupun prakteknya masih lebih banyak jalannya. Semoga dengan berlatih secara istiqomah aku bisa mencapai target baru dalam olahraga. Aamiin.
Jumat, 21 November 2025
Palestina Run, Pe-LARI-an yang Penuh Makna
Setelah hampir setahun rutin jalan kaki sepekan minimal 3x aku memberanikan diri ikut event lari 5km. Sebenarnya ini masih jauh dari kata "lari" sih ya.. tapi karena menurutku masih dapat diusahakan maka aku coba ikuti.
Larinya masih seperempat atau sepertiga dari total perjalanan, sisanya jalan cepat. Pacenya juga masih di kisaran angka 10. Kadang naik satu kadang turun satu. OK nggak papa, baru belajar.
Event lari ini memang istimewa. Yaitu Palestina Run 2025. Ini adalah event lari virtual kedua yang aku ikuti. Event pertama juga lari virtual Palestina juga, pas waktu pandemi. Kenapa memilih Palestina Run?
Jujur, alasannya adalah alasan ikatan hati, kalau nggak dibilang emosional. Ini adalah wujud solidaritas atas kondisi Palestina terkini. Kondisi yang jauh lebih parah dari apa yang dapat diliput media.
Kupikir ini lari-ku ini juga bukan sekedar lari, tapi mencoba memaknai arti kata perjuangan. Di aku mungkin perjuangan lari sampai finish, tapi untuk saudara-saudara kita di Palestina, perjuangannya jauuuuh lebih besar dari itu hingga mungkin di luar apa yang dapat dibayangkan oleh kita yang tinggal di negara aman sentausa. Buat kita adalah perjuangan menjaga kesehatan, agar tetap dapat beribadah dan membersamai anak cucu dalam kondisi sehat wal afiat.
Selama lari aku membayangkan saudara-saudaraku yang berlarian di bawah lintasan peluru dan martil bahkan bom. Membayangkan perjuangan anak-anak yang bertahan hidup dengan makanan minuman yang amat sangat minim. Perjuangan Ibu yang membesarkan anak di bawah desingan peluru bahkan reruntuhan gedung. Dalam hati yang paling dalam, terlintas doa untuk mereka agar Allah melindungi dan memberikan kemenangan untuk Palestina.
Selain itu lari ini juga sebagai syiar, mungkin ada yang belum tersentuh dengan kondisi Palestina, namun dengan pintu "lari" ini semoga bertambahlah sentuhan itu.
Alhamdulillah dalam lari virtual kali ini, Allah memberikan kekuatan dan kelancaran. Ada kenaikan Pace dari yang sebelumnya di atas 10, kali ini bisa di bawah 10. Selain itu aku juga mencetak beberapa PB. Masya ALlah tabarakallah, jadi makin semangat untuk belajar lari. Selain buat hepi-hepi juga buat menjalin relasi.
Jadi kira-kira event mana lagi nih?
Jumat, 31 Oktober 2025
Naik Woosh Karawang-Tegalluar
Setelah aku bertemu temanku di Karawang dan transit sekitar 3 jam, aku melanjutkan perjalanan Karawang - Tegalluar. Jujur suasana kota Karawang yang paling berkesan adalah panasnya serta kendaraan besar yang berseliweran. Mungkin memang jalur yang aku lewati ke stasiun adalah jalur industri.
Baca : Naik Woosh Jakarta - Karawang
Siangnya aku naik kereta yang jam 14.45. Aku beli tiketnya juga saat lagi ngobrol di kantor temenku. Jadi bisa dibilang on the spot juga. Masih melanjutkan pilihan sisi, kali ini aku juga tetap pilih sisi kanan Memang sih tempat duduknya bertiga, tapi kan kosong ini ya.. jadi tetep bisa sendirian.
Perjalanan ke Bandung diwarnai dengan hujan deras. Sampai-sampai pemandangan di luar sama sekali tidak nampak. Alhamdulillah hujannya paling sampai Purwakarta kali ya. Karena selanjutnya pelan pelan pemandangan nampak. Sadar-sadar udah di sekitar Cimahi.
Masya Allah, menuju Bandung di sisi kanan ini pemandangan sangat luar biasa. Diwarnai dengan gunung-gunung yang berlapis-lapis. Suasana tambah syahdu karena ada gerimis dan kabut tipis.
Sesampainya di Stasiun Tegalluar aku masih bersantai ria. Karena hari ini aku sudah niat mau me time dan menghabiskan cuti. Sehingga nanti sampai rumah sekitar 17.30 seperti hari-hari aku ngantor. Karena santai inilah aku juga jadi memperhatikan apa apa yang ada di stasiun Tegalluar.
1. Stasiun cukup ramai dan ada beberapa tempat makan
2. Toilet dan ruang laktasinya bersih di lantai bawah
3. Ada taksi bluebird (bluebird ya.. bukan golden bird hihi) yang selalu standby
4. Ada shuttle ke Mall Summarecon gratis tis tis
5. Ada shuttle Damri ke arah kota dan ke arah Jatinangor. Ke arah kota bayar 20rb
Dengan gabutnya aku ikut bis yang ke Mall Summarecon. Ternyata sebelum bis jalan, penumpang di foto dulu sama pak Sopir yang rapi dan ramah. Sampai Mall Summarecon, bis berhenti di pintu Ageung. (Mall Summarecon ada beberapa pintu masuk). Dan tahu nggak, kita juga bisa balik lagi ke stasiun Tegalluar naik shuttle ini. Ada jadwalnya lho..
Begitulah pengalamanku jalan-jalan hari ini, sungguh aku menikmati waktuku ini. Sangat sangat mindfull. Sebelum pulang, aku duduk dulu minum teh sore dan makan kudapan di Koi The. Nanti lagi ceritanya ya...
Minggu, 28 September 2025
Lari di Gasibu
Pagi ini aku mengajak anakku untuk olahraga di Gasibu. Tujuanku adalah agar di akhir pekan ini anak-anak tetap beraktivitas dan no mager-mager club. Dari dua anak yang ada di rumah yaitu F3 dan F5, ternyata hanya F3 yang menyambut ajakanku. Jadilah aku berangkat berdua naik motor. Padahal kalau bertiga tadinya mau naik gocar aja, sekalian pulangnya bareng sama F2 yang balik dari Jakarta. Rencana sudah bagus. Realita? Sudah terima aja haha
Seperti aku ceritakan di postinganku sebelumnya tentang aplikasi Strava, ceritanya aku ikut tantangan berlari 5km sekali dalam sebulan, minimal ya. Ini baru masuk bulan ketiga. Bulan pertama aku gagal, karena masih mengejar berjalan 50km. Bulan kedua alhamdulillah berhasil lari 5km. Waktu itu aku nggak meluangkan waktu untuk khusus lari, tapi aku lari pulang dari kantor ke rumah sore hari seusai jam kerja.
Nah kali ini sengaja melakukan lari lagi. Untuk lari kali ini ada dua lokasi yang aku bayangin. Jadi kubayangin tempatnya antara Gasibu atau Summarecon Bandung.Bukan karena tempatnya yang kalcer, tapi lebih ke mencari tempat yang datar, supaya perjuangan pelari pemula ini tidak terlalu berat. Gitu ceritanya. . Hasil diskusi sama anak akhirnya memilih Gasibu. Mungkin karena lebih familiar aja ya..
Sudah lama tidak olahraga di Gasibu, kini ada banyak perubahan. Pertama pas nyampai, ternyata kalau Sabtu tidak seramai hari Minggu. Parkiran motor hanya ada di Jalan Sentot ALibasyah/jalan yang di depan Yakes Telkom. Itupun hanya sedikit. Biaya parkir Rp. 5.000 diminta di awal dan nggak ada karcis parkir.
Begitu masuk track lari, ternyata ada nomor jalurnya. 1-5. Jalur 1-2 untuk pelari, jalur 3 untuk yang selfie, jalur 4 untuk yang ngobrol, dan jalur 5 untuk yang ngegosip. Ada-ada saja ya.. Inilah Bandung dengan ide-ide kreatifnya.
Meski sudah diberikan keterangan baik di jalur lari maupun di spanduk, tetap saja ada pengunjung yang tidak mematuhi anjuran tersebut. Bahkan terdengar beberapa kali pengumuman dari pengeras suara juga. Tapi ya mungkin memang susah ya ngatur rakyat banyak, banyak maunya dan banyak yang semau-maunya sendiri. wkwk
Selesai lari, kami jajan di sekitar lapangan. F3 jajan sosis bakar, aku jajan buah potong. Eh ternyata masih lapar. Jadi nambah lagi jajan lontong sayur sepiring berdua. Sampai akhirnya malah jadi kekenyangan.
Jumat, 26 September 2025
Aku dan Strava
Bagi para pecinta olahraga, aplikasi Strava ini pasti sudah tidak asing lagi. Aplikasi ini sangat berguna untuk merekam kegiatan olahraga. Mulai dari olahraga lari, bersepeda, olahraga air, olah raga musim dingin dan olahraga lainnya. Mulai dari berjalan, lari trail, mendaki, bersepeda, bersepeda gunung, berenang, selancar, kayak, mendayung, berseluncur es, sepatu roda, angkat beban, panjat tebing, yoga, sepakbola, dan masih banyak lagi. Tentu ingin mencoba selagi bisa.
Aku sendiri baru menggunakan beberapa dari pilihan menu olahraga tersebut. Beberapa yang sudah pernah aku coba yaitu :
- berjalan - hampir tiap hari
- berlari - sebulan sekali
- olahraga (biasanya ini kupakai untuk merekam senam bersama di kantor atau di RT)
- yoga - sepekan sekali
- bersepeda - jarang
Tak terasa, rupanya cukup lama juga aku pakai aplikasi Strava ini. Sekitar awal 2021 ketika masa pandemi. Namun aku mulai disiplin olahraga baru kurang lebih 3 bulan terakhir. Juli lalu ada notifikasi di Strava katanya aku sudah merekam aktivitas ke 300. Wah banyak juga ya.. Sekarang lagi ngejar aktivitas ke 400 nih ceritanya.
Nah untuk Strava yang enggak berbayar ini, apa saja yang bisa kita nikmati dan manfaatkan, antara lain:
1. merekam aneka macam olahraga seperti aku sebutkan di atas. Jadi jangan sampai ada kata "malas olahraga" karena hampir setiap jenis olahraga ada alat pencatatnya. Lumayan kan ya.. bisa buat bikin story di instagram/whatsapp
2. membuatkan statistik olahraga kita dalam harian, bulanan atau mingguan. Jadi kita dapat mengevaluasi naik turunnya semangat olahraga kita. Selain itu dia juga mencatat aktivitas ke-berapa seperti yang aku cerita di atas.
![]() |
| statistik olahraga |
3. mengikuti tantangan yang ada di aplikasi. Pilih tantangan yang paling gue banget. Kalau aku baru ikut tantangan aktivitas 10 hari berturut-turut, terus aktivitas 400 menit dalam sebulan, terus berjalan 50km dalam sebulan, dan yang paling baru adalah aku mau coba lari 5km. Yang ini aku baru mulai bulan Agustus kemarin.
4. Membuat grup. Ternyata kita bisa lho membuat grup di Strava. Misal kita punya genk sehat begitu, kita buatkan grup, nanti anggotanya setor aktivitas olahraga apa yang sudah dilakukan hari ini. Bila grup ini hidup, maka akan ada suasana saling memotivasi untuk berolahraga.
5. Bisa share aktivitas olahraga kita. Misal jalan kaki dapat berapa km, olahraga berapa menit, dsb
6. Berjejaring. Bisa banget lho di Strava kita menambah teman atau mengikuti teman, lalu kemudian saling memberi komentar juga bisa. Jadi sudah mirip dengan media sosial yang kita kenal seperti IG, FB dan lainnya.
7. Mengumpulkan piala dari berbagai aktivitas.
8. Menyimpan kenangan, sesekali strava mengirimkan notifikasi macam di instagram atau di facebook. Ini aktivitasmu sekian tahun lalu, gitu ... seneng juga kalau ternyata kita udah sadar olahraga dari dulu.
Baru itu sih hal-hal yang aku ketahui dari aplikasi Strava gratisan. Kamu mau menambahkan? atau mau follow-follow an sama aku? Cuss cari namaku di Strava ya..
Rabu, 24 September 2025
Olahraga di Pinus Regency
Kenapa olah raga di Pinus?
1. Track-nya jelas.
2. Udara cukup bersih
3. Suasana yang asri
4. Banyak tukang jajanan
Senin, 01 September 2025
6 Studio Yoga di Bandung Timur
Mencari studio yoga yang ramah muslimah, gampang-gampang susah. Kalau kita sudah mengenal tempatnya, itu akan lebih mudah. Selain kita bisa mengenali kenyamanan tempatnya, kita juga dapat mengukur klik enggaknya sama guru.
Menurutku, klik sama guru ini satu hal yang penting juga. Kenapa? Supaya kita betah saat latihan dan bersemangat menunggu hari latihan. Tahu sendiri kan, gerakan yoga ini butuh kesadaran dan kesabaran. Kalau kita nggak klik sama guru, aduh, mau berangkat juga sudah mager duluan. Iya gak? Itu makanya aku selalu berusaha mencari guru yang klik.
Ada beberapa studio yoga di Bandung Timur yang bisa kamu ikuti di akhir pekan, antara lain
1. Fit Room
Lokasinya ada di dalam komplek Eastern Hills, Cipadung. Dia nggak pasang iklan tapi ada akun instagramnya @FitRoom.id . Info-info biasanya diunggah di akun instagram tersebut. Waktu latihannya sepekan dua kali, yaitu Selasa sore dan Minggu sore jam 4. Yang hari Minggu kadang geser ke jam 10 pagi. Biaya 40rb kalau mendaftar H-1 karena ada diskon early bird, kalau on the spot full 50rb. Aku bisanya ikut yang Minggu aja. Yoga di sini agak-agak "war" ya, karena kapasitas ruangan hanya belasan orang, anggota grup lebih dari duapuluh. Jadi kalau kita lupa isi link pekanan, yaudah selamat jalan
2. Ican Studio
Studio yoga ini terletak di ruko dekat gerbang Komplek Bumi Panyawangan, Cinunuk. Biar gampang nyarinya, kamu tinggal cari aja D'Chick di sebelah Indomaret, untuk studio yoganya ada di lantai 2. Teteh-teteh yang di counter ayam goreng sudah hafal. Kalau bawa-bawa matras pasti mau ikut yoga.
Yoga di Ican ini aku suka karena peserta tidak terlalu banyak, ya pas ruangan aja. Dan guru-gurunya juga cocok. Aku biasa ikut kelas yang minggu pagi jam 8 kalau lagi gak ketemu sama jadwal di Fitroom. Kalau di sini biayanya 50rb free air minum.
3. Plumeria House
Yoga di Plumeria ini enak, laksana piknik karena tempatnya agak-agak di gunung gitu, dan outdoor. Di sini biasanya Sabtu sama Minggu pagi jam 7. Tapi ada berita baik, karena banyak peminat, sekarang Sabtu ada dua sesi. Sesi keduanya jam 8.30. Pengalaman aku sih ya, enak yang jam 7 karena masih pagi-pagi dan matahari belum naik. Pas ikut yang jam 8.30 matahari sudah mulai bersinar cerah.
Selain yang sudah aku ikuti di atas, ada lagi studio yang aku belum pernah datangi. Ini hasil pencarianku lewat google.
1.Godiva studio.
Studio Yoga ini terletak di Arcamanik Endah. Aku sempat mengirim pesan melalui akun Instagramnya Alhamdulillah dibalas dan ternyata kelasnya di hari Selasa Kamis Sabtu.
2. Sarana studio
Studio yoga ini terletak di Rancabolang di dekat Borma. Di sini aku juga kepoin melalui akun Instagram setelah aku lihat jadwalnya ternyata dia ada jadwal di Minggu pagi jam 07.00 dan jam 08.00. Mungkin lain kali bisa dicoba ke sini.
3. XO Studio ini juga terletak di Arcamanik. Aku mengirim pesan melalui DM instagram. Ternyata di sini hari Yoga hanya di hari kerja saja.
hikmahnya adalah aku memiliki banyak tempat alternatif untuk ikut juga di hari libur. Demikian pencarian tempat yoga yang aku lakukan semoga bermanfaat buat kalian.
Jumat, 23 Mei 2025
Olahraga ke Sumaba
Hai teman-teman jelang akhir pekan nih, udah ada rencana bepergian belum?
kalau belum, kamu bisa coba melakukan olahraga ringan yang tidak memberatkan untuk mengisi akhir pekanmu.
Apa olahraga kesukaanmu?
Aku sendiri lebih suka melakukan olahraga jalan kaki. Terkadang aku lakukan di rumah saja dengan bantuan treadmill. Kadang juga aku keliling kampung keluar masuk gang di sekitar rumah kalau waktuku agak santai.
Kalau benar-benar tidak ada agenda kegiatan lain, biasanya aku pergi ke tempat yang orang banyak berolahraga disana.
Selain Kiara Artha Park dan Sport Jabar, tempat favoritku yang lain adalah Perumahan Summarecon Bandung atau dikenal juga dengan nama Sumaba.
Sebenarnya seluruh area Summarecon bisa menjadi area jalan kaki yang menyenangkan. Selain trotoarnya lebar, di sana juga banyak pepohonan sehingga udara terasa sejuk.
Seluruh area perumahan, terjaga kerapian dan kebersihannya. Sering tampak petugas kebersihan sedang merawat rumput dan tanaman lain.
Ada satu tempat yang sering dipergunakan oleh orang banyak sebagai area olahraga, yaitu area di seberang Ruby commercial Park.
Di sini terdapat taman yang dilengkapi dengan track jalan kaki, bangunan untuk istirahat yang dilengkapi bangku-bangku, juga ada danau buatan.
Danau ini yang membuat suasana terasa syahdu. Apalagi kalau langit sedang biru. Kita seperti tidak sedang berada di tengah Kompleks Perumahan melainkan seperti sedang berjalan-jalan menikmati pemandangan alam yang luar biasa.
Aku sudah mencoba mengelilingi blok di seberang Ruby ini. . Jaraknya kurang lebih 2 km. Kalau kita jalan santai butuh waktu sekitar 30 menit.
Selain jalan kaki kamu juga bisa coba olahraga lainnya. Di komplek Summarecon ada tempat persewaan coba naik sepeda yakni di taman sumringah. Tarif sewa sepeda ini harganya sangat terjangkau untuk sepeda tunggal sewanya hanya Rp3.000 untuk 2 jam sedangkan sepeda listrik ataupun skuter sewanya Rp 10.000 untuk 30 menit.
Oh iya, buat kamu yang masih bingung di mana sih lokasi taman Sumringah, kamu bisa cek di peta. Kalau bingung juga, letaknya tuh di seberang Plaza Summarecon, gedung yang ada kantor pemasaran, seberangnya. Gampang kok.. Cuman satu yang perlu diingat, parkir di Taman ini lekas penuh, karena areanya terbatas. So kalau mau naik sepeda, usahakan kamunya datang pagi-pagi ya..
Rabu, 22 Januari 2025
Berkunjung ke Saung Angklung Udjo
![]() |
| Area pertujukan Wayang Golek di Saung Angklung Udjo |
Beberapa waktu lalu ada sahabat dari luar kota yang berkunjung ke kota Bandung. Sehubungan dengan padatnya acara beliau, maka untuk ketemuan kami sepakati untuk mengikuti jadwal tour. Setelah aku membaca jadwal, maka yang paling memungkinkan waktu dan tempatnya adalah sesi di Saung Udjo. Selain dekat, sejujurnya aku juga belum pernah menonton pertunjukan di sana.
Saung Angklung Udjo ini salah satu destinasi wisata viral di Kota Bandung. Di sini kita dapat menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia.
Saung Angklung Udjo didirikan tahun 1966 oleh Bapak Udjo Ngalimun dan istrinya, Hj. Uum Siti Maimunah. Awalnya memang hanya untuk melestarikan angklung, yaitu sebuah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Saung Angklung Udjo telah berkembang pesat merepresentasikan kebudayaan Sunda/Jawa Barat secara luas.
Lokasi Saung Angklung Udjo
Jalan Padasuka No. 118,Pasir Layung, Cibeunying Kidul
Kota Bandung, Jawa Barat 40192
Tempat ini sangat dekat dari terminal bus Cicaheum. Jadi kalau misal naik kendaraan umum hingga terminal, dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10menit, ataupun menumpang ojek pangkalan dari sekitar terminal.
Kendaraan umum yang melintas Jalan Padasuka:
- Angkutan Kota hijau nomor 02 jurusan Cicaheum-Aceh
- Angkutan Kota hijau jurusan Cicaheum Ledeng
- Angkutan kota warna pink jurusan Gede Bage-Dago
nanti bilang saja ke pak sopir, turun di Jl Padasuka, sambung jalan kaki ke lokasi.
Ada apa saja di Saung Angklung Udjo?
Pertunjukan yang dipentaskan di Saung Angklung Udjo, melibatkan banyak orang, bahkan juga melibatkan penonton. Kita diajak memainkan angklung dengan berbagai variasi lagu, ada lagu tradisional Sunda, lagu pop, hingga lagu barat.
Dalam setiap sesi pertunjukan biasanya kita dapat menyaksikan beberapa hal
Yaitu :
- Pertunjukan wayang golek.
Ketika saya menonton, yang dimainkan adalah kisah Rama dan Shinta bagian Hanoman obong. Menceritakan perjalanan Raden Rama dan pasukan Hanoman yang menyerbu Hastina untuk menyelamatkan dewi Shinta. Pertinjukan ini diakhiri dengan kematian Rahwana dan terbebaskannya Dewi Shinta.
Pertunjukan wayang golek ini terbilang singkat ya, namun penonton dapat mengerti jalannya cerita, karena pak Dalang juga membawakannya campuran antara bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda.
![]() |
| Pertunjukan sedang berlangsung |
- Kaulinan Barudak
Pertunjukan ini menceritakan permainan anak anak Jawa Barat khususnya. Diperankan oleh anak-anak usia sekolah dasar baik laki-laki maupun perempuan. Diiringi dengan musik angklung dan juga gamelan sunda.
Adegan dimulai dari masuknya tandu yang dipikul oleh empat orang dewasa dan seorang anak laki laki duduk di kursi bambu dengan dinaungi payung warna kuning keemasan. Ini menceritakan tentang anak yang selesai disunat/di khitan. Kemudian teman temannya bermain pencak silat, menyanyi dan menari di sekelilingnya untuk menghibur si anak yang baru disunat untuk mengalihkan rasa sakitnya. Si anak pun kemudian tersenyum kembali.
![]() |
| Kaulinan barudak |
- Tari Topeng
Tarian yang berasal dari daerah Cirebon ini diperankan oleh empat orang gadis. Tarian menunjukkan adanya dua sisi perempuan yaitu sisi maskulin dan sisi feminin. Tarian ada dua jenis irama. Pada bagian awalnya diiringi musik lembut dengan gerakan lembut gemulai.
Setelah beberapa saat penari mengenakan topeng yang dibungkus kain merah. musik pun berubah menjadi lebih keras, menghentak. dan penari pun menari dengan gerakan yang lebih tegas. Inilah dua sisi perempuan tsb.
![]() |
| Tari topeng dari Cirebon |
- Permainan angklung dilanjutkan game yang melibatkan para pengunjung
Ketika pembawa acara memainkan telapak tangannya, pengunjung pun menggerakkan angklung. Kemudian sambung menyambung menyanyikan berbagai lagu. Terakhir Penonton diminta turun ke arena untuk menari bersama para artis. Ini menjadi pengalaman unik bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri.
![]() |
| Keseruan game di akhir pertunjukan |
Selain pertunjukan di atas, di area Saung Angklung Udjo ada juga toko hasil kerajinan. Aneka hasil kriya dari bambu tersedia di sini. Tak ketinggalan juga ada restoran yang sekaligus menjadi tempat bersantai sebelum atau setelah pertunjukan.
Berkesan sekali pengalamanku menonton pertunjukan di Saung angklung Udjo. Tiket seharga 85ribu terasa sepadan dengan yang aku dapatkan. Tak heran Saung Angklung Udjo menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga kota Bandung khususnya, karena Saung Udjo memunculkan ikon budaya masyarakat Sunda.
Nah, kamu sudah pernah ke sana?
Senin, 25 November 2024
Membuat Watermelon Cake
Hari-hari menjelang F2 wisuda kemarin, aku udah kasak kusuk dengan F1 dan F3
kira-kira perlu pesan apa saja buat memeriahkan hari tersebut.
Pertama, tentu kami pesan buket bunga. Kalau pas lulus sidang kemarin pesannya buket snack, maka kali ini bener-bener pesan buket bunga dengan hiasan boneka bertoga. Mainstream banget ya… biarlah gapapa.
Kemudian kita mikirin kira-kira mau beli kue apa. Kayaknya bosen deh, jenis kue kan itu-itu aja. Kemudian aku teringat postingan salah satu selebgram yaitu kue ulang tahun dari buah semangka. Namanya watermelon cake. Waah ide bagus.
Aku pun mulai mencari info, mengenai cara pembuatan dan tentu juga gambar-gambar yang sudah jadi untuk memancing imaginasi.
Wah..ternyata watermelon cake memang sedang menjadi tren saat ini. Wajar sih ya…
Kalau dicermati, ada beberapa hal yang membuat kue ini langsung jadi tren, diantaranya:
- Unik : di tengah arus sugar rush dan junk food, watermelon cake hadir dengan kesegaran alami.
- Sehat: Karena bahan utamanya adalah buah-buahan segar. No olah-olah atau masak-masak. Tentu juga tidak mengandung lemak😃 wajarlah kalau ini dijadikan pilihan pengganti cake pada umumnya.
- Mudah dikreasikan : kita bisa mengkreasikan watermelon cake dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Bisa bulat, bisa persegi. Bisa besar bisa slice. Bisa tinggi bisa juga pendek. Pokoknya suka-suka aja. Setelah itu tinggal menambahkan topping seperti buah-buahan lain sesuai kondisi dan dompet masing-masing.
- Lebih ramah lingkungan : Karena semua bahan yang diperlukan adalah bahan alami. No kemasan. Ini sejalan dengan tagline kelas belajar zero waste kemarin, yaitu “kurangi kemasan perbanyak kupasan”. Jadi kulit buah dan limbah lain dapat dijadikan kompos di halaman.
H-1 aku belanja buah di toko buah dekat kantor. Seadanya dalam arti yang sesungguhnya. Yang aku beli semangka, jeruk sunkist, anggur hijau dan nanas. Yang aku pengen beli tapi nggak ada: stroberry dan kiwi.
Oh iya, kamu juga harus menyiapkan tusuk sate/ tusuk gigi untuk membuat hiasan. Mari kita coba…
Cara Membuat Watermelon Cake
Untuk membuat kue sendiri perhatikan langkah langkah sbb:- Pilih Semangka: Ini terserah kamu, mau semangka yang bulat atau yang lonjong, tapi harus mateng. Bisa minta tolong penjual untuk bantu memilihkan semangka.
- Potong Semangka: memotongnya sesuai rencana kita. Bisa langsung potong bulat/kotak sesuai selera, yang penting usahakan rata. Letakkan base kue ini di nampan atau di piring lebar. Aku pilih bulat ya.. Walaupun kemaren itu ada yang salah potong malah sisinya lurus. Tapi akhirnya aku jadikan sisi yang lurus sebagai tempat menusukkan hiasan.
- Buat garnish : gunakan pisau tajam dan lancip untuk mengukir hiasan-hiasan kue nantinya.
Tips Membuat Watermelon Cake
Setelah pengalaman membuat kue ini untuk pertama kalinya, ada beberapa tips yang bisa aku share
- Sebisa mungkin, gunakan pisau yang tajam agar potongan semangka terlihat rapi. Selain itu pisaunya harus lurus juga.
- Dinginkan semangka sebelum dipotong agar lebih mudah dibentuk. Gunakan cairan lemon agar semangka tidak berubah warna.
- Kreasikan watermelon cake sesuai kesukaan kamu. Enaknya sih, hiasan anggur dkk sudah dipotong-potong dan siap tempelkan. Sehingga pembuatan watermelon cake tidak terlalu lama.
- Untuk cake yang tinggi, aku lebih menyarankan dari semangka utuh, daripada yang dua potongan lalu disatukan pakai tusuk sate.
- Cuci tangan agar selalu bersih
Rabu, 30 Oktober 2024
Kelas Belajar Zero Waste
Empat bulan ke belakang aku baru saja mengikuti kelas belajar zerowaste angkatan 14. Kelas yang padat merayap ini memberikan pondasi untuk menjadi seorang praktisi zerowaste. Aku sendiri mengikuti kelas ini bagaikan mendapat rezeki nomplok. Melihat iklannya tanpa sengaja di IGS seorang teman, kemudian aku klik tautan pendaftaran. Pendaftarnya sangat banyak. Langsung terpenuhi dalam waktu 6 jam 55 menit 32 detik (sumber:IG @belajarzerowaste_id)
Beberapa hari kemudian, diumumkanlah siapa siapa yang boleh mengikuti kelas tersebut. Ada sekitar 500 peserta yang mendaftar. Dari jumlah tersebut sekitar 300an orang yang lolos dalam seleksi. alhamdulillah namaku salah satunya. Saat itulah aku baru tahu kalau banyak sekali yang berminat menjadi calon peserta BZW. Bismillah aku harus komitmen selama 4 bulan, belajar tiap pekan sekaligus mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
Opening Ceremony kelas dilangsungkan secara daring pada tanggal 29 Juni 2024. Di dalam kelas BZW ini sebenarnya dibagi lagi menjadi 4 tahapan. Di setiap tahapan, akan diseleksi lagi siapa yang lanjut berjalan dan siapa yang tinggal. Tahapan-tahapannya yaitu :
- Kelas pengantar
- Kelas bertumbuh
- Kelas Bergiat
- Kelas Berdaya
Kelas Pengantar
Pada tahap ini peserta baru diberikan materi teknis. Karena belajarnya daring melalui GCR/Google Class Room. Materinya meliputi :
1. Teknik memakai GCR oleh Kak Nurul Aulia dan kak Kasuma.
2. Adab menuntut ilmu oleh Meirna F dan Niki Fadjar
3. Berbagi di media sosial oleh Kang Kuswan dan Kak Dhani Andhika. Kala itu kita belajar teknik foto, teknik pengambilan gambar di foto/vieo serta pengenalan aplikasi capcut secara cepat untuk dibagikan di media sosial.
Kelas Bertumbuh
1. Mindset Belajar Zero Waste oleh Lenti Nucifera dan kak Ana
2. Evaluasi Konsumsi Keluarga oleh Rachma DO Amelia dan Hena Christina
3. Cegah Sisa Konsumsi oleh Legis Novianty dan Noor Sofiah
4. Pilah Sisa Konsumsi oleh Anisah Helmy dan dIan Pratiwi
Kelas Bergiat
1. Olah sisa konsumsi organik oleh teh Lita Eliana dan Defi Pransiska
2. Olah sisa konsumsi anorganik oleh Kak Yenni Merdeka dan Ida Sani
3. Pengelolaan limbah B3 dan Medis Skala rumah tangga oleh Anisah Nuraini dan Iis Istianah
4. Jejak Karbon, Air dan Listrik oleh Widia Anggia V dan Ilma Amalia
Kelas Berdaya
1. DIY Pembersih Alami oleh Nurza Dwi dan Iah Syariah
2. Ketahanan pangan (berkebun) oleh Aang Hudaya dan Tri Damayanti
3. Mengelola makanan homemade oleh Suciana Widi dan Kartika Eka
4. Zerowaste Event oleh Nurie Lubis dan Dea Fadhilah. Untuk tugas materi ini dapat dibaca lagi Kopdar Kelas B BZW#14 dan Sharing Zerowaste Journey
5. Pelopor dan personal branding oleh Oeliva Iswandi dan Nia Metyana
6. Public Speaking oleh Dhea hajaru dan Tita Dewangga
Demikian 4 tahapan di kelas BZW yang aku rangkum dari akun instagram @Belajarzerowaste_id.
Bukan hal yang mudah bisa lolos di 4 tahapan. Karena sampai detik ini pun masih terus berjuang menjadi pembelajar dan pelaku gaya hidup minim sampah/zerowaste.
Oh iya semua materi di atas, kalau ada penugasan, sifatnya individal. Dan selama4 bulan itu stamina perlu di jaga terus. Bayangin deh misal hari Senin malam itu materi, selasa pagi jam 7ada kuis, nanti sabtu sudah harus mengumpulkan tugas yang berupa tautan postingan kita di media sosial.
Nah gimana, kamu siap untuk ikut kelas ini?
Jumat, 29 Maret 2024
Mempersiapkan Hampers
Asal Mula Hampers
Istilah hampers beberapa tahun terakhir begitu marak di sekitar kita. Hampers konon adalah keranjang yang berisi makanan. Asalnya tradisi hampers ini bukan dikirimkan di hari raya atau hari besar keagamaan, melainkan kiriman untuk orang-orang yang manjadi korban perang. Namun sejak teknologi berkembang dengan adanya kereta api, orang-orang mulai berkirim paket untuk sanak saudara maupun rekan usaha.
Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada tradisi berkirim makanan seperti ini. Dulu waktu aku kecil di Cilacap, di hari-hari tertentu sering mendapat kiriman rantangan. Misal menjelang ramadhan atau menjelang hari Raya. Terkadang juga ada kiriman berupa hasil kebun. Karena Ibu - Bapak tidak memiliki kebun, maka biasanya yang dianterin ke tetangga adalah masakan seperti kolak, bubur kacang hijau, atau kudapan lain.
Seiring dengan pertambahan usiaku, aku tahu dari guru ngajiku bahwa saling memberi hadiah itu ternyata diperintahkan oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَÙ‡َادُوا تَØَابُّوا
“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai“.
Baca juga : Berbagi
Kalau kita lihat hadits di atas, tradisi kirim mengirim hampers ini kiranya sudah sesuai dengan sabda Rasulullah SAW .
Tips Mempersiapkan Hampers
1. Seleksi siapa yang akan dikirimi hampers
Mungkin untuk orang-orang yang mudah bergaul dan banyak teman akan sulit menyeleksi nama seperti ini ya.. tetapi kita dapat membuat kategori agar seleksi ini tidak menimbulkan perasaan nggak enak ataupun nggak diakui buat teman lain.
Kita dapat membuat kategori ini dari awal tahun/bulan syawal setelah lebaran. Karena kita nanti juga harus mempersiapkan dananya. Dan biasanya daftar itu juga tidak akan banyak berubah dengan dihapus, malah menurutku akan bertambah seiring meluasnya relasi kita.
Adapun seleksi kategori bisa dicoba berikut ini
- Keluarga: Kalau definisi keluarga masih terlalu luas, dapat kita persempit dengan keluarga inti. Urutannya bisa dari orang tua, mertua, adik-kakak kandung, adik-kakak ipar. Kalau keponakan-keponakan mungkin dapatnya THR aja ya .. kecuali kalian mau menyiapkan hampers juga buat mereka
- Main Support system : Bagiku ini penting banget. Karena tanpa mereka kita gak akan bisa bergerak atau berusaha. Kalau buatku misal ART, Mamang sampah, mamang keamanan, tukang ojek langganana anak, dsb. Mungkin ada yang menambahkan guru les anak yang ke rumah, guru day care, guru ngaji, dsb silakan diseleksi lagi.
- Tetangga terdekat: ini bisa dekat dalam arti lokasi, bisa juga dekat dalam arti emosi.
- Guru-guru kita. Guru ngaji kah, guru sekolah kah, guru dalam bisnis/coach kah.. menurutku setahun sekali kita mengingat beliau sangat tidak berarti dibandingkan jasa jasa guru dalam berbagi ilmu ke kita.
- Circle pertama dalam pertemanan, bisnis ataupun dalam pekerjaan
- orang yang kirim kita hampers.:D siapapun yang mengirimi kita hampers padahal mereka nggak ada dalam list kita, maka lebih baik kita membalas kiriman mereka.
2. Siapkan dana untuk hampers
Setelah daftar di poin pertama ada, maka kita akan mempersiapkan dananya. Misalnya dengan membuka tabungan berjangka satu tahun yang tidak dapat diambil di tengah tahun. Atau kalau THR cukup leluasa, dapat disisihkan dari dana tunjangan hari raya. Intinya ini bukan dari dana rutin bulanan. Soalnya kalau diambil dari situ, besar kemungkinan akan defisit alias minus di bulan hari raya. Mana pengeluaran pribadi kita di bulan itu juga sudah sangat membengkak
3. Pilih bingkisannya
Hampers yang kita berikan kepada orang-orang di atas, tentunya bukan berarti sama banget ya.. kalau aku lebih suka menyesuaikan dengan kebutuhan mereka atau hobby mereka agar bingkisan kita lebih personal. Ada juga sih yang kalau aku males mikir, aku kirim aja peralatan ibadah. Dengan harapan akan dipakai baik oleh orang yang kita beri maupun orang lain kalau dia tidak berkenan.
4. Optimalkan sumber daya sekitar
Maksudku ini adalah dalam pemilihan barang isi hampers, aku lebih suka mengoptimalkan sumber daya pribadi dan sekitar. Ada yang aku masakin sendiri. Ada yang aku kirimin barang yang aku jual, itung-hitung menambah omset kan. Ada yang aku pesankan ke tetangga, itu yang berupa kue-kue/makanan olahan lainnya.
Pengiriman Hampers
Ternyata, untuk pengiriman ini juga perlu kita persiapkan ya.. apalagi kalau pengiriman hampers ke luar kota. Selain untuk ongkir, juga untuk pengemasannya. Untunglah aku sangat terbantu di sini ya.. aku langsung pesan di toko dan mereka yang mengemas lalu mengirimkan ke ekspedisi.
Kalau yang dalam kota aku pakai jasa ojek online. Untuk teman kantor ya langsung bagi di kantor. Lalu untuk support system biasanya aku berikan pas di jadwal kedatangan mereka.
Demikian curcolku tentang hampers ya.. semoga bermanfaat.




.jpg)



























