Senin, 30 September 2024

Kopdar Kelas B BZW#14 dan Sharing Zerowaste Journey

Here I Am


Iya ini kami, Alhamdulillah jadi juga ketemuan hari ini. Jam 9 pagi di Taman Ganesha ITB. Dari semalam udah pada konfirmasi. Ada beberapa yang berhalangan, yaitu Teh Yuli ternyata ayahnya operasi dan harus mudik. Terus teh Uva anak-anak sedang kurang sehat jadi nggak bisa bepergian jauh. Oke dari 12 izin 2 jadi tinggal sepuluh. Terus paginya teh Hesti Johan juga izin, belum memungkinkan untuk pergi. Tapi alhamdulillah ada masuk teh Najla.  Jadi masih bersepuluh.

Perkenalan

Jam 9 teng udah di lokasi. Masih cari-carian. Tapi alhamdulilah datangnya hampir berbarengan. Aku datang udah ada teh Alvi, teh Elsa, teh Rizka, teh Linda dan teh Meta. Cari cari lokasi akhirnya mepet ke bundaran dekat tulisan Taman Ganesha. Soalnya di situ jalannya buntu jadi jarang orang lalu lalang. 

Setelah duduk dan berkumpul, hingga pukul 9.10 baru berenam itu. Kita pun berdiskusi, kasih toleransi hingga pukul 9.15 kita mulai acaranya. Acara jadi dipandu oleh teh Linda yang masya allah kocak, bisa menghidupkan suasana. Setelah dibuka lalu perkenalan singkat. 
  • Mak Linda panggilan Mak Ling, tinggal di Cijerah Cimahi (Pharmindo)
  • teh Mehta tinggal di Cisangkan Cimahi
  • teh Alvi tinggal di Sumbersari
  • teh Elsa tinggal di Tani Mulya, Ngamprah
  • teh Rizka tinggal di Cimahi
  • Aku, di Ujungberung.
Biar inget Mak Ling mengajak semua main game sebut nama orang lain dan asalnya. Karena masih dikit ya hapal aja. Kemudian sharingpun di mulai. Kami hompimpah buat menentukan urutan.
Setelah itu menyusul teh Aghni dan teh Putri datang. 

Sharing Session

1. Rizka

Masih muda belia, baru lulus dari DKV UPI tahun 2023 lalu. Mengenal zerowaste sejak melakukan penelitian tentang ZW untuk pengerjaan skripsinya. Mulai dari membaca buku-buku yang membahas tentang ZW hingga buku anak-anak. Karena teh Rizka ini membuat karya untuk adik adik tuli berupa buku ZW. lihat deh foto di bawah ini. Satu kata untuk BZW : Chalenging

2. Elsa

Teh Elsa sudah cukup lama mengenal ZW. Bahkan udah lama juga bikin ecobrick. Tapi karena nggak tahu buat apa, sesuai lingkungan masyarakat sekitar, akhirnya sampahnya dibakar lagi, dibakar lagi. Syukurlah sekarang sudah pindah ke Tani Mulya, di rumah sendiri. Jadi lebih mudah menerapkan ZW. Satu kata untuk BZW : Seru

3. Mehta

Teh Mehta ini dari Cimahi ke Taman Ganesha dengan naik sepeda. Wow keren banget. Mengenal ZW karena awalnya dari frugal living. Jarang jajan lebih sering memasak. Merasa bersalah jajan minuman minimarket. Karena minuman itu merupakan mood booster buat dia. Satu kata untuk BZW : Membumi

4. Teh Linda

Teh Linda udah malang melintang di dunia BZW. Beliau trainer juga di YPBB. Punya produk deodorant. Tapi nggak dibawa. Selain itu itu juga aktif di bank sampah. Satu kata untuk BZW : Enjoy

5. Teh Alvi

Mengenal ZW sudah cukup lama juga. Cuman ya on off gitu. Penasaran ikut kelas BZW sampai DM mimin di instagram. Wow semangat banget. Tergerak bener bener adalah ketika TPA Sarimukti terbakar, benar benar aroma sampah itu menguar di sekitar tempat tinggalnya. Dari situ baru ikut aksi ZW . Satu kata untuk BZW:Santai

5. Teh Aghni

Seorang anak mudah yang aktif. Datang dengan kaki ditopang alat-alat medis pasca operasi karena ototnya ada yang putus saat hiking. Seorang perawat di RS AL Ihsan ini juga pecinta alam. Keren banget sih ya. .anak mudah udah punya prinsip zerowaste. Jadi kalau mau naik gunung dihitung dulu bawaan biar gak ada foodloss atau foodwaste. Terus turunnya sambil clean up sepanjang jalan. wow keren. Satu kata untuk BZW : Mudah

6. Teh Putri

Seorang Ibu dari dua putra putri ini dulunya pernah mengajar di Sekolah Alam Bandung. Mengenal ZW ya dari sekolah alam yang sudah menerapkan gaya hidup minim sampah buat guru serta anak-anaknya. Kemudian setelah menikah dan punya anak-anak sendiri baru mulai menerapkan di rumah juga sekaligus sebagai bahan pembelajaran anak-anak. Satu kata  untuk bzw : Seru

Setelah semua yang hadir sharing perjalanan zerowaste nya.. acara ditutup dengan makan bersama, alias botram. Sesuai tema kita, event minim sampah, maka di sini terlihat ya semua makanan yang di bawa adalah makanan beneran, bukan makanan pabrikan/produk. 
Setelah acara sedianya akan ada trash audit. tetapi karena waktu sudah siang dan beberapa akan lanjut acara lain jadi trash auditnya di rumah.
Teh Alvi - ada kulit ubi (8gr) dan kemasan (3gr)
Teh Elsa - 2 kemasan susu (11gr)
Yang lain belum ada setoran trash auditnya.

Tapi dari dua itu aja.. bener bener minim sampah kan ya.. udah gitu sampahnya juga dibawa pulang masing-masing untuk proses selanjutnya sesuai diajarkan di kelas BZW. 




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.