Sudah lama tidak mengikuti dunia perbukuan, aku merasa ketinggalan pengetahuan.Tidak mengikuti itu dalam artian memang tidak update. Dulu pernah sering menulis di Goodreads, lumayan bangetlah dapat update buku baru dari akun-akun lain. Sekarang sama sekali tidak. Penulis favorit terkini versi aku hanyalah Tereliye. Yang beli bukunya pun udah hampir nggak pernah, karena F1 yang lebih sering beli. Sampai akhirnya tiba saat itu..
Tara... aku ketemu dengan Brian Khrisna, seorang penulis. Bukan di acara seputar buku. Tebak di mana? Haha..yap di kantor. Langsung dong teringat saat masih bertugas di dekat BEC, beberapa kali ketemu pesohor, ada Ebiet Beat A, Gubernur Ahmad Heriawan, Pak Walikota era Ridwan Kamil,anggota JKT 48, dsb. Nah ini ketemu Brian Khrisna juga nggak sengaja.
Aku inget ini pertemuan kedua. Pertemuan pertama tahun lalu waktu beliau menyampaikan surat pemberitahuan penggunaan norma. Kenapa bisa inget? Pertama, karena yang menyampaikan pemberitahuan norma secara langsung itu jarang, kedua, nama beliau itu unik. Brian Khrisna orang Antapani. Ketiga : penulis. Sebagai yang suka nulis aku merasa ada persamaan aja dengan beliau hahaha sama-sama suka nulis, cuman beda level aja.
Karena kebetulan di antrianku tidak ada tamu lain, iseng-iseng aku tanya, nulis apa. Shock dong ternyata penulis novel. Asli malu juga sih sebenernya.. masa di era informasi segini gencar aku nggak tahu informasi itu. Tapi ya sudahlah.. telanjur malu jadi aku tanya buku terbaru apa. Beliau merekomendasikan Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Dan bulan Januari 2025 itu cetakan pertama. Yang aku baca Cetakan ke-35 Juni 2025. Wow banget sih....
Putus Asa
Pernah nggak sih, merasakan dunia begitu sempit, merasa semua pintu tertutup, karir gitu-gitu aja, pasangan nggak punya, nggak ada yang peduli apalagi yang mengapresiasi, bahkan setelah sekian banyak hal yang kita berikan, sampai-sampai kudu banget harus mengakhiri hidup. Kalau kalian pernah merasakan itu, meskipun selintas, cocok banget baca buku ini. Karena buku ini dihasilkan dari wawancara penulis dengan para penyintas depresi akut.
Judul: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Penulis: Brian Khrisna
Jumlah halaman: 210
Tahun: 2025
Penerbit: Grasindo.
Pengalaman Hidup
Terkadang, kehidupan yang lurus-lurus itu justru membuat seseorang tidak tahan banting. Berbeda dengan kehidupan yang penuh lika-liku perjuangan. Dan tokoh utama di dalam novel ini yaitu Mas Ale, yang bosan dengan hidupnya yang gitu-gitu aja, Allah pertemukan dengan kehidupan yang sama sekali tidak terbayangkan. Dan perjalanan itu dimulai dari pencarian seporsi mie ayam di pagi hari.
Pelajaran hidup didapatkan dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Dan kebijaksanaan justru ada di tengah-tengah dunia yang orang anggap sebagai dunia kriminal, dunia hitam, dsb. Namun hikmah memang tak pernah memandang tempat dan waktu untuk ditemukan oleh siapapun.
Hal baik yang kita anggap kecil, ternyata bisa menjadi sesuatu yang sangat besar untuk penerimanya. Dan Dia tidak membalasnya seketika, melainkan di saat yang benar-benar kita membutuhkan kebaikan / pertolongan dari orang lain.
Bersyukur
Tak dapat dipungkiri, bahwa rasa syukur terhadap apa yang di depan mata, adalah hal yang membuat seseorang menjadi tenang.
Ketika Mas Ale mengalami semacam trust issue terhadap ibu kandungnya, dia justru menemukan sosok ibu asing yang langsung menganggapnya anak.
Quote of Life
Salah satu kalimat yang dikatakan oleh Pak Jipren, orang tuna netra yang dapat melihat hidup Mas Ale. Katanya : Hidup itu seperti ring tinju. Kekalahan tidak ditentukan oleh saat kamu jatuh, tetapi karena kamu memutuskan untuk tidak mau bangkit lagi.




