Tampilkan postingan dengan label lintasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lintasan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2025

Work Life Balance

                                 

Work-life Balance bukan istilah baru. Namun sejak pandemi covid melanda Indonesia, istilah ini mencuat dan seringkali disebut di lingkungan sekitarku. Mungkin gara-garanya ketika covid dan banyak work from home, batasan antara jam kerja dan bukan jam kerja menjadi tipis. Banyak justru yang menjadi lebih sibuk dan merasa bekerja 24/7 karena hubungan melalui telepon ataupun email yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di luar jam dan hari kerja.


Work-life balance menurutku adalah kondisi di mana kita sebagai pribadi dapat menjalankan peran secara seimbanga antara pekerjaan, keluarga, relasi/pertemanan dan me-time/waktu untuk diri sendiri. Tentunya ini bukan hal yang mudah, sehingga sangat layak untuk diperjuangkan oleh siapun ibu pekerja di luar sana yang membaca tulisan ini. Mari kita buka satu per satu.

1. Work / pekerjaan

Pekerjaan ini ada tempatnya dan ada juga waktunya. Hendaknya kita dapat membuat boundaris agar kehadiran "work" ini tidak mendesak atau menggeser unsur lainnya. Jadi misalnya kita berada di posisi yang pekerjaannya menuntut banyak perhatian atau pemikiran, maka kita perlu membuat batasan.

2. Family / keluarga

Keluarga juga memiliki hak atas diri kita. Sehingga ketika sudah lewat jam kerja maka perhatian kita sebisa mungkin tidak tentang pekerjaan lagi. Ada istilah tidak membawa soal pekerjaan masuk ke dalam rumah. Ini untuk menjaga jangan sampai ketika di kantor ada masalah dibawa-bawa sampai ke rumah dan keluarga terkena dampak, padahal mereka sudah menunggu kepulangan kita dari kantor.

3. Friends / relasi /teman

Kehidupan kita tidak terlepas dari teman, karena manusia adalah makhluk sosial. Keberadaan teman ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri kita ketika kita memilih berteman dengan orang yang tepat. Atau bisa juga menambah relasi dan networking kita.

4. Self / diri sendiri

Jangan dilupakan kebutuhan kita untuk sekedar menepi dari hiruk pikuk dunia dan kehidupan ini. Di waktu waktu untuk diri sendiri ni dapat kita pergunakan untuk meningkatkan pengetahuan, belajar hal baru, beribadah, dan lain sebagainya.


Keempat hal di atas bukan sesuatu yang dibenturkan, tetapi dijalankan selaras sehingga mengarah pada keseimbangan. Ada waktunya kita memprioritaskan satu hal, ini bukan suatu hitungan matematika yang menjadi 25 persen setiap unsurnya.

Keseimbangan ini bukan kita pribadi yang merasakan, tetapi orang-orang sekitar kita dulu yang akan merasakan.  Yang kita butuhkan hanyalah ikhtiar, dan komitmen dengan setiap peran tersebut

Jumat, 26 April 2024

Pelajaran dari Lirik Lagu Wali Songo



Teman-teman, mungkin masih teringat ketika dulu kita belajar tentang sosiologi. Salah satu tokoh yang kita kenal sekali yaitu Bapak Selo Soemardjan, budaya merujuk pada pola pikir, kepercayaan, adat-istiadat, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat.

Ini bukan hanya tentang kesenian tradisional atau pakaian adat yang kita kenal, namun mencakup cara berpikir, merasakan, dan bertindak yang turun-temurun diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya ini juga merupakan identitas suatu bangsa atau kelompok masyarakat. 

Dengan memahami dan memelihara budaya, kita dapat membentuk jati diri yang kuat dan memperkuat rasa persatuan di tengah keragaman.

Ketika kita berbincang tentang ketokohan Wali Songo atau Sembilan orang wali yang menyebarkan dakwah khususnya di pulau Jawa, maka kita tidak dapat melepaskan dari karya-karya 9 Wali yang kini telah membudaya dan diwariskan turun-temurun oleh masyarakat. Ada yang masih murni dan tak kita pungkiri ada juga yang telah terdistorsi.

Ada sebuah lagu tentang walisongo yang diciptakan oleh Ahans Mahabie. Beliau adalah pengasuh Ponpes Hanacaraka yang terletak di desa Purwosari Kab. Wonogiri. Lagu ini diciptakan sebagai salah satu bahan ajar di Ponpes tersebut, agar mudah dipahami. Namun kini telah viral di sosial media.

Lirik Lagu Wali Songo

Sunan Gresik Maulana Malik Ibrahim
Sunan Ampel Raden Rahmat
Sunan Giri Muhammad Ainul Yaqin
Sunan Bonang Maulana Maqdum

Sunan Drajad Raden Qosim
Sunan Kalijogo Raden Syahid
Sunan Muria Raden Umar
Sunan Kudus Ja'far Shodiq

Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah

Ya Rasulallah Salamun Alaik
Ya Rafi’assyani Waddaroji
Atfatayyajii Rotal ‘Alaamii
Ya Uhailaljuudi Walkaromii Walkaromii

Sunan Gresik kondang ngelmu dagange (terkenal ilmu dagangnya)
Sunan Ampel falsafah moh limone (emoh=menghindari 5 hal)
Sunan Giri tembang dolanane (lagu mainan anak/kaulinan barudak)
Sunan Bonang musisi gamelane (nama salah satu alat musik)

Sunan Drajat pepali pitune
Sunan Kalijogo wayangane
Sunan Muria ngemu tradisine
Sunan Kudus gede toleransine

Sunan Gunung Jati politike
Ayo podo eling selawase

Ya Rasulallah Salamun Alaik
Ya Rafiassyani Waddaroji
Atfatayyajii Rotal Alaamii
Ya Uhailaljuudi Walkaromii Walkaromii

Moh Limo apa saja?
Apa moh limo itu? Moh-limo dapat diartikan dengan perilaku yang menjauhi lima hal yakni; 
  1. moh-main (menjauhi keinginan untuk berjudi), 
  2. moh-ngombe (menjauhi keinginan minum arak atau segala jenis yang memabukkan)
  3. moh-maling (menjauhi perilaku mencuri, merampok, dan kejahatan lainnya), 
  4. moh-madat (menjauhi segala sesuatu yang menyebabkan kecanduan), 
  5. moh-madon (menjauhi segala perbuatan zina / main perempuan )
Pepali Pitu/ 7 nasehat Sunan Drajat

1. Membangun "resep tyasing suasama" (selalu membuat senang hati orang lain.)
2. "Jroning suka kudu eling lan waspodo" (dalam suasana gembira hendaknya tetap ingat Tuhan dan selalu waspada.)
3. "Laksitaning subrata tan nyipta marang pringga bayaning lampah" (dalam upaya mencapai cita-cita luhur, jangan menghiraukan halangan dan rintangan.)
4. "Meper hardaning pancadriya" (senantiasa berjuang menekan gejolak nafsu-nafsu inderawi)
5. "Heneng-hening-henung" (dalam diam akan dicapai keheningan dan di dalam hening akan mencapai jalan kebebasan mulia)
6. "Mulya guna panca waktu" (pencapaian kemuliaan lahir batin dicapai dengan menjalankan salat lima waktu)
7. "Menehono teken marang wong kang wuto. Menehono mangan marang wong kang luwe. Menehono busana marang wong kang wuda. Menehono pangiyup marang wong kang kaudanan" (berikan tongkat kepada orang buta, berikan makan kepada orang yang lapar, berikan pakaian kepada orang yang tidak memiliki, berikan tempat teduh kepada orang yang kehujanan). 

Demikian yang bisa aku cari dari lirik lagu wali songo. Apakah berguna untuk kamu?

Kamis, 29 Februari 2024

Berbagai Modus Penipuan (Bagian 2)

 Sebelum melanjutkan, baca dulu 

Berbagai Modus Penipuan (Bagian 1)


5. Mengajak Review Google Maps

Ini sih masih "rada mendingan" menurutku. Jadi dia ngajak aku mengulas di google map, yang mana itu udah aku lakukan. Terus nanti setiap satu ulasan dia akan bayar kita Rp.10.000 (iya sepuluh ribu rupiah).

Sebagai Google Local Guide aku sudah mencium aroma mencurigakan nih.

Aku tanya balik, ini mengulas beneran apa bohongan? kalau beneran aku mau, kalau bohongan aku nggak mau. S dan K nya apa?

Katanya ulasan beneran, nanti aku tinggal mengulas suatu tempat, terus nanti kirim tangkapan layarnya ke dia bahwa aku sudah mengulas tempat tersebut.

Ok sampai sini masih masuk akal. terus aku tanya lagi, tempatnya ditentukan atau aku pilih sendiri?

Kata dia ditentukan. Nanti mereka kirim foto aku tinggal review.

Yah, itu namanya ulasan bohongan dong, kataku. Bukannya dilarang sama Google ya..

Terus krik-krik dia menghilang..

Pas aku berselancar di dunia maya, aku cari modus penipuan ini ternyata ada. Jadi nanti setelah dia lihat akun google kita, dia minta kan nomor rekening kita utk ia transfer honor itu, nah dari situ dia bisa mengakses isi rekening kita. 


6. Mengajak Like dan subscribe di youtube.

Ini juga lewat telepon. Katanya aku diminta nonton youtube aja nanti like dan subscribe terus aku dapat uang. Yah.. sekali lagi ini nggak riil buat aku yang emang nggak suka nonton dan kedua emang nggak ada waktu. Jadi langsung kujawab, terima kasih mohon maaf saya ibu rumah tangga udah banyak kerjaan di rumah, nggak sempat nonton youtube. beres 


7. Modus Kiriman Ditolak

Ini aku dapat lewat telepon. Memang aku sering mengangkat nomor tidak dikenal ya sodara-sodara. Karena anak bujangku ada yang di luar kota dan kalau nelpon dari wartel, pakainya nomor GSM yang berubah-ubah. udah disimpan wartel-wartel sampai banyak. 

Pas kuangkat nomornya, terdengar suara mbak-mbak resepsionis gitu. Katanya dari kantor pos mau bicara terkait kiriman aku. Oke,sampai sini masih bisa aku terima karena kan resellerku kalau kirim ke luar kota sering ditulis namaku sama admin. sebenernya ini auto sih dari sistem.

Terus yang bicara dialihkan ke mas-mas yang suaranya asli empuk banget. sopan.. menanyakan apakah ini dengan ibu Titi? iya.

Dalam catatan kami ada kiriman ibu yang tidak dapat kami kirimkan karena tidak memenuhi ketentuan.

oh ya kenapa? tanyaku. Aku udah mikir ini apa reseller kirim madu, atau kirim jeniper.. udah mikirnya cairan nih. soalnya pernah tuh ke kalimantan kirim beginian ditolak pakai kilat khusus, akhirnya pakai jalan kapal laut.

Dalam paket Ibu, ini kami temukan ATM, buku rekening, dan sejumlah uang (ah udah mulai ngarang nih.. dalam hati)

Kalau boleh tahu penerimanya siapa Pak? atas nama bapak XYZ

Pengiriman dari kota mana ? Pekanbaru katanya

Wah bapak bercanda ya Pak.. Orang saya aja tinggalnya di Jawa Barat. Berapa nomor telepon penerima Pak ?

0812.... tuuuuuut... Terus akhirnya dia putusin sendiri.


8. Modus Sebagai Penadah

Ini mah dialami sama sahabatku sendiri. Kebetulan suaminya dinas di luar kota, dan beliau tinggal dengan anak-anak yang kebetulan kok ya cewek semua. Jadi serumah anak cewek. Kejadiannya pagi hari ketika suasana komplek agak sepi. Dan rumahnya juga menghadap batas komplek sih, jadi sebrang jalan depan rumahnya itu udah tembok pembatas.

Tiba-tiba pintu diketok oleh tamu. Tamunya dua orang laki-laki, satunya lebih tua. Karena di rumah nggak ada laki-laki, temenku cuman menyembulkan kepala dari balik pintu. Kemudian bapak - bapak itu menanyakan : 

"apakah ini rumah nona  abc ?" (menyebut nama anak pertama yang sudah gadis). 

"Iya betul" kata temenku 

"Kami dari kepolisian, mendapatkan info bahwa putri ibu menjadi penadah barang curian berupa iphone 13"

"Maaf Pak, saya tidak bukain pintu yah. Kalau bapak dari kepolisian silakan ke sini lagi sama satpam komplek atau pak RT"

Eh bener dong dua orang itu balik lagi sambil bawa satpam kompleks

Terus si bapak yang mengaku aparat tadi bilang bahwa imei HP nona abc ini sama dengan imei hape yang dilaporkan hilang. Di sini agak janggal. Temenku beli hape dari 2021 dalam kondisi baru. Masih ada kotak dan notanya. Terus laporan kehilangan itu di tahun tahun 2023. 

Temenku itu telpon suaminya dan suaminya itu yang ngomong sama dua orang yang ngaku polisi itu. 

Terus imei hp nona abc ini di cek, dan apa hasilnya? Ternyata imeinya nggak sama dong. Cuman beda dua angka yang paling belakang. 

Ya ampun.. udah panik banget pasti kalau aku mah.. tapi alhamdulillah meski deg-deg an temenku itu tetap tenang. 

Udah kebayang ya kalau panik, pasti hape disita sebagai barang bukti. Mungkin plus uang damai. Udah gitu nggak tau yang datang siapa..

Itu ya teman teman berbagai modus penipuan yang saat ini sedang marak. Menurutku, kunci dari semua itu adalah literasi. Ikuti perkembangan zaman. Ikutin berita supaya tahu apa yang terjadi di luar sana. Bye..


Rabu, 28 Februari 2024

Berbagai Modus Penipuan (Bagian 1)

Teknologi semakin maju dan orang pun semakin kreatif. Berbagai cara dipergunakan untuk mencari penghasilan. Sayang sekali ada saja yang tidak peduli dengan halal-haram. Semua diterjang demi perut kenyang. Tak peduli harta orang lain hilang atau melayang.
Beberapa modus penipuan yang kudapati dari pengalaman pribadi maupun keluarga/teman antara lain :
1. Mengaku dari Instansi tertentu
Mungkin modus undangan nikah sudah nggak laku ya..hari ini di WAG keluarga beredar pesan penipuan berupa pemberitahuan yang mengatasnamakan instansi tempat kerjaku. Sebagai orang yang ada di dalam ya aku dapat membedakan lah ya.. mana surat beneran mana yang palsu. Terkadang dari Kop surat dan nomor surat juga sudah terlihat. Atau dari model stempel. Sesimpel itu.

surat penipuan

2. Mengaku dari bank tertentu
Kejadian ini aku alami sendiri. Kadang aku berpikir itu orang orang dapat nomor telepon kita dari mana sih. Kenapa banyak sekali yang tiba-tiba mengirim pesan ke nomor whatsapp kita. Jadi beberapa hari lalu aku terima pesan, isinya seperti ajakan mengisi survey dari sebuah bank swasta. 
Sayang seribu sayang, masih dalam lindungan Allah, aku nggak punya tabungan di bank tersebut. Sedangkan dia menyapaku dengan sebutan : Yth. Nasabah Bank XXX.
Sontak aku menjawab dengan sedikit iseng : "Ngarang ih, orang saya aja gak punya rekening di bank tsb"  
Langsung aku blokir dan laporkan sebagai Spam.




3. Mengaku dari Market Place tertentu
Yang ini sih sudah beberapa kali. Modusnya seolah-olah aku mendapat hadiah dari marketplace. Sebut saja si oren. Ya kan kebetulan aku nggak punya akun si oren itu. Jadi ya langsung aku blokir dan laporkan juga.

4. Mengajak Bisnis
Yang ini sih aku asli gabut banget karena melayani sampai ketemuan. Jadi ceritanya ada nomor tidak dikenal menelponku. Nanya, Mbak Titi apa kabar? Gitu-gitu lah.. seolah-olah dia itu temanku. Sedangkan aku memang orangnya agak pelupa, jadi ya  iya iya aja. Singkat kata dia ngajak ketemuan buat menawarkan bisnis, terus nanya alamat kantor.
Wew siapa yang mau kasih lah. Aku arahkan dia ke sebuah cafe dekat kantor dengan jam pertemuan sepulang kantor. Eh datang dong dia dari daerah pasir kaliki bela belain. yang mana itu jauh dan macet.
Terus dia presentasi ini dan itu.. intinya menawarkan investasi sekian ratus juta, dengan return yang fantastis. 
Sebagai orang yang udah terjun di bisnis "sektor riil" alias agen kurma yang barangnya ada dan labanya keliatan bangsa 5rb -10rb, dalam hati aku ketawa aja sih dapat tawaran itu.
Karena dua mbak-mbak ini juga sopan, aku pun menolak dengan sopan juga. "maaf ya mbak, aku ibu rumah tangga nggak ada uang sebanyak itu" 
Terus si nama perusahaannya itu aku cek nomor NPWP-nya, ternyata tidak terdaftar. Ya salaam.. nggak mungkin kan ya perusahaan sebesar itu nggak memiliki NPWP. Udah jelas banget ini mah nepu.
Bersambung...


Rabu, 19 Juli 2023

Bersih dan Sehat, Mulai dari Mana ?

Personal Hygiene memang istilah baru buatku. Tetapi setelah aku membaca berbagai sumber ternyata itu bukanlah hal baru. Personal hygiene gampangnya adalah bagaimana aku memelihara kesehatan dan kebersihanku sendiri. Bisa dikatakan adalah bagaimana keseharian kita dalam memperhatikan hal halyang terkait dengan kesehatan dan kebersihan.

Kalau ngobrolin itu, sebagai orang awam, tentunya personal hygiene ini tidak terlepas dari kebiasaan keluarga. Bagaimana dulu bapak dan Ibu membentukku, mengajariku dan memberikan teladan, itulah yang aku ketahui sekarang. Kalau secara standar, sebenarnya yang diajarkan kedua orang tua jaman dulu sudah memenuhi standar ya.. Kebetulah Ibu pernah sekolah perawat walaupun tidak sampai lulus karena keburu pindah sekolah karena Simbah ingin ibu menjadi seorang guru.


Kebiasaan keluarga yang ditanamkan dulu :

- Mandi dan ganti baju dua kali sehari, pagi dan sore

- keluar rumah harus pakai sandal, sekolah pakai sepatu (hihi ini setting tahun 80an ya, di mana anak sekolah aja masih ada yang nyeker)

- cuci kaki sebelum naik ke kasur baik tidur siang atau tidur malam

- gosok gigi sebelum tidur dan bangun tidur minimal cuci muka

- gelas dan makanan selalu ditutup

- nggak boleh jajan sembarangan/jajan yang makanannya terbuka dan dikerubungin lalat, Bapak mencontohkan, selalu jajan makan yang terbungkus, seperti nagasari, arem-arem, bugis, dll nggak pernah jajan yang makanan tidak terbungkus yang cara meladeninya dipegang-pegang pakai tangan. :D

- membersihkan tempat tidur sebelum tidur dan merapikan lagi dipagi hari

- Baju kotor dicuci setiap hari

- Mencuci piring sehari 3x setelah makan pagi,makan siang, dan makan malam

- mencuci rambut/keramas minimal banget seminggu sekali. 

- Bapak melarang anak-anak mandi di kali  (bayangin hampir semua anak di kampung suka mandi di kali, dan kita gak boleh, hiks)

- Mempunyai sarana MCK sendiri untuk sekeluarga ( di kampung banyak yang yang masih share tempat MCK dan jambannya pun masih ada yang cemplung langsung gitu)

- Makan sehari 3x dengan komposisi nasi-lauk-sayur. 

- Anak-anak mendapat tugas siapa yang ngepel siapa menyapu rumah, siapa menyapu halaman rumah.

- Menjemur kasur di hari libur.

- tidak bertukar handuk dan sikat gigi.

- Membuang sampah pada tempat sampah. Dulu di dapur ada tempat sampah, nanti pagi dan sore dibuang ke lubang sampah yang kalau penuh diurug tanah. Etapi dulu itu jarang sekali sampah plastik. Semua jajanan dibungkus daun, dan kalau belanja kita bawa keranjang belanja.


Itu beberapa hal yang aku ingat dari masa kecil yang selalu dibiasakan oleh orang tua. Tetapi ada satu kisah lucu, entah pas aku duduk di kelas berapa, waktu itu aku lihat temanku mencari kutu dari kepalanya, dan "mithes" (menekan telur kutu dengan kuku ibu jari), aku pikir itu asyik sekali.. aku ambil dong satu kutu dan ku letakkan di kepalaku. walhasil seisi rumah semua jadi kutuan. Aku dan kedua adik perempuanku. Cukup panjang perjalanan membasmi kutu rambut ini. Sepertinya sampai aku SMP baru hilang bersih karena aku mulai memasuki usia puber, malu kalau ketahuan kutuan dan rambutnya berhias 'permata' telur kutu. 

Tapi soal kutu ini ternyata di anak-anakku juga terjadi, tanpa mereka 'memelihara kutu' seperti yang aku lakukan di waktu kecil, eh mereka tertular juga. Waktu itu dari ART yang berambut panjang dan terlihat kutu satu dua berjalan jalan di rambutnya. 


Setelah aku cukup dewasa dan belajar agama, ternyata soal kebersihan ini diajarkan di awal sekali. Kalau buka buku Fiqh maka bab awal awal adalah tentang Thoharoh/bersuci. Menurut pemahamanku yang dangkal, ini berarti memang Islam sangat mengutamakan kebersihan bahkan lebih tinggi lagi kesucian / bersih luar dalam, bersih secara harfiah dan secara makna.


Diantara pelajaran bersuci ada yang namanya sunah sunah fitrah/sunah yang paling mendasar yang harus dilakukan terkait personal hygiene :

Artinya: "(Sunnah) fitrah ada lima, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku." (HR Bukhari dan Muslim).


Tentunya ini berlaku untuk laki - laki dan perempuan ya.. Dan kalau belajar Fiqh masih banyak yang dibahas di bab thoharoh ini ya.. bagaimana cara bersuci dari hadas kecil dan hadas besar, bagaimana cara mensucikan dari najis, dsb Dibahas sangat rinci.


Bagaimana menanamkan personal hygiene ke anak-anak ?

Dulu, aku mungkin hanya melihat kebiasaan Bapak, Ibu dan kakak-kakak udah nyante ya.. skrg gantian anak-anakku, mereka melihat yang dilakukan oleh bapak-ibunya, itulah yang mereka terapkan saat dewasa.


Jumat, 30 Juni 2023

Pemurah



Ada satu pengalaman yang membuatku sangat terkesan.  Sebelum aku cerita lebih jauh, silakan cari posisi nyaman dulu ya.. buat ndengerin eh buat baca ceritaku nanti.  Jadi  begini... 

Di depan rumahku kan ada pasar kaget setiap pagi. Nggak pasar pasar amat sih.. soalnya cuman ada satu tukang ayam, satu tukang buah dan satu tukang sayur. 

Nah si tukang buah ini kita biasa panggil dengan sebutan Abah. Abah nih jualan utamanya adalah pisang. Pisangnya fresh banget dari petani. Selalu sih pisang ambon, kadang yang kuning kadang yang ambon lumut. Aku sering beli untuk di bawa ke kantor. Eh, ini bukan karena aku baik seperti Rehan ya.. tetapi karena aku pemegang uang kas ruangan, dan aku bertanggung jawab untuk beli camilan setiap harinya.  Nah seminggu sekali bisa dipastikan aku beli pisang.

Menurutku pisang jualan Abah harganya wajar terkendali. Sekilonya dihitung Rp. 10,000. Jadi kadang aku beli yang satu sisir seberat 2.5kg, kadang ada yang sampai 3.5 kg

Saking udah hafal di depan rumahku ada tukang pisang, seksi konsumsi panitia peringatan Idul Adha di kantor minta tolong aku beliin pisang. Oke, aku sanggupin ya.. timbang beli pisang ini.

Akupun pesan ke Abah, bahwa aku mau beli pisang hari Kamis sore karena Jumat mau dibawa ke kantor.  Kamis sore Abah datang bawa pisang. Pas dia antar, katanya semua ada 10kg. Terus harganya dia diskon dong, jadi 7rb/kg. Abah bilang total 70rb aja. Habis itu dia nyimpen lagi dua sisir kecil "ini untuk Neng nggak usah dibayar"  katanya.

Kaget dong aku.. dari harga aja udah didiskon, yang asalnya 10rb/kg  jadi 7rb/kg. Masih dikasih imbuhan / tambahan lagi dua sisir. Masya allah... otak dagangku langsung bergerak. Ya kalau Abah misalnya belanjanya hanya 5rb/kg, maka dengan menjual 10 kg Abah laba 20rb. Eh laba itu dikurangi 2 sisir yang dia tambahkan. Lalu laba bersih Abah berapa ? haha... ini masuk  literasi numerasi  nggak sih ?

Ya begitulah kalau hitung-hitungan sama manusia, matematikanya juga matematika manusia.  Tapi yang kulihat, para pedagang kecil ini, matematikanya  udah matematika langit. 

Seperti Abah yang jual pisang tadi. Tukang gorengan dekat rumah juga sama. Kalau beli minimal 10rb, pasti dapat tambahan minimal satu. Kalau beli 20rb, tambahannya bisa dua atau tiga buah gorengan. Masya allah..

Ini belum sama si tukang sayur ya.. kalau misalnya kita ambil bumbu-bumbu sekadarnya saja, misal daun salam dua lembar, sereh dua buah, pasti sama dia nggak akan dihitung harganya. "udah ngasih aja ini mah"

Aku jadi inget apa yang pernah diucapkan oleh seorang Ustazah dalam sebuah kajian. Memberi itu bukan perkara memiliki atau berlebih. Terkadang ada orang yang berlebih malah enggan memberi. Memberi itu perkara kebiasaan. Orang yang biasa memberi / berbagi, akan mudah berbagi. Kalau bahasa Jawa ada istilah "nyah nyoh" yang artinya kurang lebih mudah memberi. Dikit dikit, ngasih. Dikit dikit ngasih. 

Kalau diuangkan memang dua lembar daun salam dan dua batang sereh mungkin tidak material dalam hitungan akuntansi ya, tapi coba hitung kalau ada 5 orang aja pembeli macam aku yang kalau beli itu ya sebutuhnya aja, males nyetok, maka yang tadinya nggak ada harga itu, bakal bunyi juga. Minimal 5 rb lah. Hitung lagi 5 rb itu = laba menjual sekian ikat bayam. Lah ini matematika manusia lagi hahaha

Ya deh ya deh.. mungkin memang orang-orang pemurah itu level berbaginya udah level atas ya.. udah nggak itungan lagi. Karena mereka merasakan kebahagiaan justru saat berbagi, saat dapat membahagiakan orang lain. Dan mereka juga sudah merasakan sendiri bukti janji Pemilik Alam ini, kalau berbagi maka akan dibalas berlipat ganda. 

Semoga Allah karuniakan sifat pemurah bagi kita semua. 

Kamis, 29 Juni 2023

Waktu Terbaik untuk Menulis


Menulis.
Gampang diucapkan, perlu latihan untuk melakukan. Setuju ?

Ya, menurutku, menulis ini soal kebiasaan. Hanya perlu latihan. Karena aku yakin pada dasarnya setiap orang bisa kok menulis. Terbukti kan kalau kita ngobrol sama temen melalui aplikasi chating, maka obrolan tersebut dapat dilakukan panjang lebar. Nah sebenarnya topik yang dibicarakan itu kan dapat disajikan dalam bentuk tulisan. Di sinilah kebiasaan itu akan memengaruhi warna tulisan seseorang.

Jaman  sekitar tahun 80'an, sebelum dunia digital menyerbu, menulis diari banyak dilakukan untuk menyalurkan buah pikiran. Entah sedih, entah lucu, entah marah,  semua dituangkan ke dalam diari. Apalagi ketika jatuh cinta, diari menjelma bak rubrik puisi. Sementara itu, di toko buku dan alat tulis pun, dijual bermacam-macam diari. Dari yang murah hingga yang sedikit mahal. Dari yang polos hingga yang bergambar. Dari yang tanpa aroma hingga yang kertasnya wangi. Suatu kebahagiaan tersendiri saat dapat memiliki diari yang ada kunci. Ada yang samaan ? Fiks kita udah tua haha

Kemudian setelah menginjak remaja, diari digantikan oleh buku agenda. Memuat jadwal kegiatan kita sekaligus ada ruang untuk mencurahkan perasaan. Aku biasa mengisinya saat sendirian. Entah di rumah, entah di perpustakaan. Rasanya plong sekali kalau sudah menulis di buku tersebut. Aku masih menulis di buku hingga anak ketiga lahir. Yang tadinya lebih banyak menulis curhat galau ala remaja, agenda berubah isi menjadi catatan tumbuh kembang anak. Kapan anak sakit, ke dokter mana, dikasih obat apa, kapan anak belajar bicara bahkan sampai mencatat kosa kata yang diketahui mereka. Se-gabut rajin itu . 

Lalu datanglah masanya emak ini mengenal internet. Ucapkan selamat tinggal pada kertas, pena dan dunia corat coret.  
Pertama tahu dunia tulis menulis dapat dilakukan secara daring, ketika jamannya Multiply. Apa yang sebelumnya tertulis rahasia di diari, kemudian diolah menjadi cerita yang boleh dibaca dan dikomentari teman-teman. Maka, era sahabat pena pun beralih ke sahabat maya. Jalinan pertemanan terasa erat meskipun tanpa kopi darat. Bahkan kalau yang sering berkunjung blog / blog walking, akan saling hafal nama anak-anak sekaligus kisah tumbuh kembangnya. 
Karena waktu itu anak-anak masih kecil, biasanya aku menulis di malam hari ketika anak-anak sudah tidur dan blogwalking di siang hari saat istirahat kantor, sambil makan, sambil memerah ASI . Hingga tiba saat kiamat untuk multiply, menulis pun pindahan ke blogspot. Masih bertahan hingga sekarang.

Dari kebiasaan menulis diari sejak anak-anak hingga kini menulis di media sosial/blog, maka kalau ngobrolin kapan best time untuk menulis, aku bisa rangkum sebagai berikut :

1. Menulis saat kepala terasa penuh. 
Menulis itu seperti mengurai kegelisahan. Ketika kepala penuh oleh berbagai macam hal, mungkin kalau anak sekarang bilang 'over thingking' maka menuliskan apa yang ada di kepala kita itu menurutku akan menjadi saat terbaik untuk menulis. Rasanya akan sangat-sangat ringan setelah berhasil menuliskan. Aku menggambarkan  ini tuh seperti adegan Dumbledor mengambil  'isi kepala'nya menggunakan tongkat dan menyimpannya didalam kuali eh kuali apa guci ya.. ada yang inget adegan ini di Harry Potter seri berapa ? haha.. ya itu .. saat kepala penuh. Keluarkan dalam bentuk tulisan.

2. Menulis saat ada 'dead line'
Deadline apapun itu. Entah tugas menulis di kampus, tugas laporan di kantor, tulisan untuk lomba, termasuk juga tulisan tema yang diminta komunitas. Jadi komunitas itu memang support banget ya untuk kebiasaan menulis (ku).  Entah kenapa, kalau sudah mendekati deadline biasanya ide-ide mengalir deras. Sampai-sampai muncul istilah "the power of kepepet" dari kondisi seperti ini.

3. Menulis saat setelah mendapatkan pengalaman/pengetahuan baru.
Misalnya kita usai mengikuti suatu majelis ilmu, usai baca buku, menamatkan film ataupun berkunjung ke suatu tempat, maka menuliskan kembali apa yang kita dengar dan kita lihat sebelumnya, akan menjadi sebuah sajian yang bukan saja memperpanjang ingatan, tetapi bisa jadi akan menjadi kenangan atau bahkan data di masa depan. 
Yang aku alami pernah ya, di salah satu isian data pribadi anak, ditanya anak pernah sakit apa saja,dan kapan. pernah dirawat di RS apa enggak, nah ternyata jawabannya aku temukan di blog. Padahal waktu menuliskan itu, ya nggak sengaja buat dipakai nanti, tapi ternyata bermanfaat di kemudian hari.

4. Menulis saat mendapatkan hikmah dari suatu kejadian
Nah kalau ini sih semacam refleksi gitu ya.. ada kejadian apa, terus kita mendapatkan apa dari kejadian tersebut. Misal pernah berbuat kesalahan, pelajaran apa yang didapatkan dari kesalahan itu, dan next kita akan melakukan apa supaya tidak terulang lagi kesalahan tersebut. Hal ini kurasakan sebagai release emosi juga sih.. Menerima kenyataan bahwa kita tidak sempurna. Bahwa terkadang kita tidak baik-baik saja. Tapi memang gitu kan kodrat perjalanan manusia. Selalu akan ada ujian. 
Eh tapi ini gak melulu nulis kejadian yang sedih sedih ya..Momen keseruan bersama anak-anak atau tingkah lucu mereka, akan jadi kenangan indah saat mereka dewasa. Atau bisa juga kejadian yang menggembirakan. Pencapaian-pencapaian yang didapat dan apa yang telah dilakukan untuk itu. Siapa tahu ini akan menjadi ilmu tacit yang bermanfaat untuk orang lain. Ya kan ?

Kayaknya sih segitu dulu ya best time untuk menulis versi aku. Silakan teman-teman dapat menambahkan .. tentu aku akan senang hati menerimanya..


 

Minggu, 25 Juni 2023

Fashion = Passion ?

Apa itu  fashion ?

Apa yang pertama kali terbayang ketika membaca kata 'fashion' ? Pakaian, baju. Iya sama banget. Aku juga selalu mikirnya kalau fashion itu soal pakaian.  Aku sempat mencari di KBBI tapi tidak menemukan kata tsb. Jadi cari ke Wikipedia. Apa katanya ?

Fashion is a form of self-expression with a specific context, such as time, place and purpose. Example of these are clothing, footwear, lifestyle, accessories, makeup, hairstyle, and body posture.

Ternyata oh ternyata, fashion adalah bentuk self expression dalam konteks yang spesifik,seperti waktu, tempat, ataupun maksud tertentu. Fashion meliputi pakaian, alas kaki, gaya hidup, aksesoris, make up, gaya rambut dan postur tubuh.  Jadi ternyata fashion itu sangat luas cakupannya ya.. dan pakaian dan sepatu hanya sebagian kecilnya saja.


Aku suka  fashion 

Dulu ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar, sempat menyukai gambar menggambar model pakaian. Pakai blocnote bikinan sendiri dari kertas bekas yang dibawakan Bapak dari kantor. Aku seneng banget ketika gambarku ada yang diapresiasi oleh ibu dengan membuatnya menjadi nyata dalam bentuk karya. Ibu membuatkan tiga  dress untuk aku dan dua adik perempuanku, motif kainnya  sama tetapi modelnya beda beda sesuai gambar yang aku buat. Jangan bayangkan hasil karya tingkat tinggi, karena model yang kubuat hanya beda-beda tipis, di model kerah, model lengan dan lipitan-lipitan.  Tapi aku sudah seneng banget.  Masih ingat banget, kain dasar putih dengan motif  raket kecil-kecil berwarna-warni. 

Terus ketika aku agak besar sedikit, diajarin menjahit sama ibu. Aku mulai merombak-rombak baju, tempel sana sini, potong sana sini. Dan syukuuurrr... banget,.. nggak pernah aku dimarahin misal bajunya jadi nggak pantes dipakai. Eh tapi belum pernah sih, karena rombakannya hanya sederhana. Semacam memotong lengan panjang jadi lengan pendek, mengganti manset menjadi bentuk tali, menambahkan saku/kain polos di baju motif, dsb. Menjahit rok, menjahit blus sederhana, menjahit tas, mukena, dll. Mewarnai sepatu juga pernah. Dan hobby ngulik ini sesekali masih aku kerjakan. Rekam jejaknya ada di blog kreasi titi. 

Sekarang aku punya 3 anak gadis juga seperti ibuku. Ketiga anak gadis ini mempunyai gaya berpakaian yang berbeda-beda. Kalau dulu ketika kanak-kanak, baju Mbak dengan mudah dilungsurkan ke dua adiknya tanpa protes, kini dua gadis muda memilah lagi baju lungsuran kakak pertama. Kalau sesuai gaya mereka, ya diambil. Kalau nggak sesuai kadang dipakai umminya kadang disumbangkan. Kok dipakai Ummi ? iya..soalnya sudah hampir sama ukuran bajunya. Umminya ogah rugi. Bukan hanya tukang ngabisin makanan ya.. jadi tukang nampung lungsuran juga rupaya. Sekarang di rumah bisa tuh saling pinjam sepatu, tas, baju, kerudung,  tanpa mengubah style masing-masing. 

Jujurly, dari empat perempuan di rumah, sepertinya hanya aku yang semua gaya dicoba dan semua warna dipakai. Prinsipku dalam berpakaian sederhana saja : nyaman dan aman. 

Nyaman misalnya dari segi modelnya simpel, kainnya adem, warna bisa dikompromikan kalau dikasih, tapi kalau beli biasanya nggak jauh jauh dari warna gelap hehe

Aman dalam artian tidak melanggar ketentuan tentang aurat. tidak menyerupai laki-laki, tidak nerawang, tidak  sempit, dsb. 


Fashion = Passion

Apakah fashion menunjukkan passion (ketertarikan) ? Kata siapa ? Ini opiniku aja sih. Soalnya kata-katanya berima, dan sangat mirip bila dilafalkan dengan logat Sunda. 

Menurut pendapatku, bisa jadi fashion ini menggambarkan passion seseorang. Tentu bukan hal yang asing bagi para pecinta drakor, ketika mereka kemudian memakai fashion ala ala Korean Style. Dan di pasaran pun semakin banyak tersedia, artinya memang banyak permintaan kaan..

Atau misalnya kasus di rumahku, salah satu anak gadisku yang saat ini kuliah di kehutanan, gaya fashionnya perlahan-lahan bergeser ke pakaian yang lebih kasual, simpel, dan nggak banyak model semacam renda, lipit, dsb. Beda dengan anak pertama dan ketiga yang udah jadi pegawai kantoran. 


Fashion seperti apa yang paling cocok ?

Intinya menurutku sih, pilih gaya fashion yang membuat kita nyaman sekaligus  percaya diri ketika mengenakan itu. Karena ketika kita percaya diri dengan apa yang kita pakai, maka aura positifnya juga akan memancar ke sekitar (tsaah....) Dan tentunya sesuaikan juga apa yang kita pakai setiap kita akan kemana, bersama siapa, acara apa dan bertemu siapa. Contoh :

- seorang ibu lebih memilih tas punggung yang berfungsi seperti tas doraemon dan memakai baju yang simpel agar bisa bebas lari ketika dia pergi ke ruang publik membawa dua balita (siapa yang samaan ?).  

- memilih dress anggun ketika pergi kondangan 

- mengenakan pakaian formal ketika bertemu klien, dsb. 

Semua itu dimaksudkan agar tidak keluar dari norma-norma umum yang berlaku lingkungan kita, yang imbasnya bisa jadi akan memengaruhi interaksi kita dengan orang-orang di sekitar kita. 

Senin, 05 Juni 2023

Dikomplain Tukang Ojek

Long weekend kemarin aku sempat jalan sama temenku cari kado. Kado ini diperuntukkan buat salah seorang sahabat yang dulu bareng-bareng tugas di front office pas ngantor di dekat BEC. Sepulang mencari kado ini, aku dianterin pulang. Kebetulan di mulut gang yang menuju rumahku, ada warung bakso baru, jadi kami mampir makan bakso dulu. Hitung-hitung sebagai pengganti kalori yang kami keluarkan saat berkeliling dari toko ke toko tadi.

Usai makan bakso, aku melihat antrian tukang ojek yang sangat panjang. Iseng aku memberi kode ke antrian terdepan kalau aku mau naik. Sebenernya jarak dari depan ke rumahku ini tidak terlalu jauh. Tapi kupikir ya udahlah sesekali naik ojek. Toh udah lama juga aku nggak naik ojek pangkalan.


Nah pas aku turun terus aku bayar, aku kaget ya.. si Mang ojeknya marah.

"Saya rugi udah ngantri lama tapi ternyata nganternya dekat" katanya.

Whaaat ?

"Bapak rugi apa ?" tanyaku menahan diri.

"Ya rugi, kan antrinya lama, tapi nganternya cuman sebentar"  keukeuhnya

"Bukannya bapak untung ya, bensinnya keluar dikit, terus bisa segera balik dan mengantri lagi. Kan walaupun dekat saya bayarnya sesuai tarif yang jauh" kataku.

"Rugi, Bu.. nanti ngantrinya lama lagi. Kalau dekat mending jalan kaki aja" katanya sambil pergi.

Aku bengong nggak habis pikir, cara berhitungnya bapak itu gimana ya.. Tapi ya sudahlah.. mungkin memang cara berhitung kami berbeda. wkwkwk.

Itu kan aku turun di jalan ya.. karena aku mau belanja dulu. Usai belanja aku penasaran pengen tahu mindset tukang ojek yang lain gimana. Sengaja aku berdiri di pinggir jalan. Menunggu tukang ojek yang lewat. Tak lama kemudian ada tukang ojek yang mangkal di pinggir jalan menawariku. 

"Nggak papa saya naiknya dekat ?" 

"Oh ngga papa Bu.. mangga dijajap (Silakan, diantar) Kunaon kitu Bu "  Mangnya bertanya balik.

"Tadi  saya diomelin sama ojek yang sebelum Bapak, katanya rugi kalau saya naiknya cuman dekat aja. Padahal saya kan bayar sesuai tarif." curcolku.

"Waah.. yang mana orangnya Bu, Ibu nandain orangnya nggak ? atau motornya ?"  Oh iya bener ya, tadi nggak kepikiran nandain motornya..

"Nggak Pak, saya nggak inget yang mana motornya.." 

"Yah Bu.. memang ya begitulah yang di sana mah.. nggak tau kenapa, ribut terus ...


Lalu aku  lanjut wawancara Bapak Ojek.

"Bapak kenapa nggak mangkal di depan ?" tanyaku ingin tahu.

"Males ah Bu di sana, banyak banget orang. Apalagi libur gini, sepi, nggak ada anak sekolah" kata Bapaknya.

"Emang kalau bapak di tempat tadi, ada penumpang ?"

"Ya ada aja Bu...kalau udah rezeki mah, seperti Ibu ini.." (dalam hati aku salut sama Bapak yang sellow gini nih.. prinsipnya hampir mirip sama aku) 

"Iya si ya Pak..." aku menyepakati.

Tak lama kemudian aku sampai di rumah, Bapak ojek kubayar sesuai tarif, bilang makasihnya sampai beberapa kali.  Duh aku jadi dapat insight dari peristiwa tadi. 

Ternyata niat baik tidak selalu ditanggapi dengan baik. Niat aku menjadi 'penumpang' buat mang Ojek, biar bisa ngurangin antrian mereka, eh.. disikapi lain. Ya tarik nafas aja.. memang begitulah dunia nyata kali ya.

Kondisi fisik yang lelah dan jenuh, dapat memicu kemarahan. yang mungkin justru terlepas ke orang yang nggak tahu apa-apa kayak aku. 

Bersyukur.. dan pasrah.. membuat sellow dalam menyikapi dan menjalani tantangan kehidupan.

Sampai rumah aku cerita pengalamanku ke anak gadis. Malah dia kasih tips, "Ummi jangan naik dari pangkalan ojek yang itu, cari aja yang sebelum atau sesudahnya" Okey. akupun penasaran lihat google map. Oh ternyata yang kecewa bukan aku aja  haha



Minggu, 04 Juni 2023

Air oh Air

Hai kawan, yang aku mau ceritakan ini adalah kejadian yang aku alami sendiri tentang pengalamanku berinteraksi dengan air. Khususnya air bersih yang kita butuhkan dan kita pakai sehari-hari.

Masa kanak-kanak di Cilacap, aku dibentuk untuk menyediakan air sendiri. Jadi setiap mau mandi ya harus menimba air dulu. Mengisi bak mandi yang ukurannya memang kecil, kalau dipakai mandi seorang dua orang udah kosong lagi. Jadi semua yang mau mandi di kamar mandi ya harus mengisi dulu. Kalau yang malas mengisi, biasanya memilih mandi di luar, masih pakai celana pendek, langsung guyur air dari timba, sabun sabun ala kadarnya, guyur lagi, selesai deh.. Tapi kan buat anak gadis kadang mandi tuh semacam me time ya... keramas dulu, gosok dulu badan pakai batu, sikat kuku kaki pakai sikat gigi bekas.. belum acara cari kutu hihi.. dulu aku kecil kutuan soalnya... ya begitulah.. Saat itu usiaku sekitar 8-10 tahun. 

Kemudian kami pindah kontrakan dan nggak punya sumur. Kami numpang di sumur tetangga. Tentunya udah izin ya.. dan memang jamak kalau di kampung mah, satu sumur dipakai beberapa keluarga. Di sini Bapak minta tolong tetangga untuk menimba air, mengisi bak mandi sehari dua kali. pagi dan sore. Plus ada 2 drum air sebagai cadangan. Mulailah edisi berhitung air dimulai. Anak 7 eh tinggal  yang tinggal di rumah karena mas mas udah kerja di lain kota. Benar benar setiap tetes itu sangat berarti. Air bekas  wudhu ditampung buat nyiram halaman yang berdebu.  Air cucian beras buat nyiram tanaman. Air di dandang bekas ngukus nasi buat ngerendemin panci aron, dll intinya mah Bapak Ibu ngajarin supaya kita hemat air.  Nyuci pakaian sama mbak ART dilakukan di sumur.

Berlanjut ke masa-masa SMEA, ngekos juga seperti itu. Mandi dan cuci pakaian harus nimba sendiri. Ibu kos punya kran air, tapi itu khusus buat cuci piring dan untuk bak mandi keperluan ibu kos. Bak mani anak anak ya nimba sendiri. Kemudian di masa-masa mahasiswa, soal air ini tinggal puter kran ya.. tapi ternyata kepedulian sesama teman kadang ada yang ngeselin juga. Meski tinggal putar kran, kadang ada yang mandi sampai ngabisin air, terus bak mandinya ditinggalkan kosong. Yang antri berikutnya kan jadi nunggu lagi supaya airnya kembali terisi. 

Terus puncaknya soal air ini adalah saat aku tinggal di Kupang. Di sini aku belajar banyak. Keadaanlah yang memaksaku untuk itu. Tadinya kupikir pengalamanku dengan air di masa kecil udah cukuplah.. menempaku agar cukup bijak menggunakan air. Eh, ternyata belum cukup ya.. dan masih perlu ditambah lagi. 

Aku nyusul suami tinggal di Kupang - NTT setelah menikah dan mengajukan pindah ikut suami. yaitu dari awal tahun 1997 hingga akhir 2001. Kami tinggal di pinggiran kota, yakni di Jalan Pasir Panjang.  Di atas kami ada daerah Perumnas, di atasnya lagi ada daerah kantor Walikota. Entah kenapa ya.. waktu itu di daerah Pasir Panjang kebagian air PAM itu tiga hari sekali. Itupun mengalirnya hanya di waktu malam. Bayangin dulu aja ya.. stok air tiga hari sekali... Padahal di daerah kantorku di Jl Palapa atau kantor Abi di jalan Cak Doko air mengalir normal setiap hari. Bisa dibilang 24 jam malahan.  

Jadi triknya adalah kami memiliki 3 drum besar, setiap air mengalir kami akan mengisi tiga drum itu. Tapi tetep aja pakainya harus hemat-hemat, karena deg deg an juga apakah tiga hari lagi air bakal ngalir. Apalagi kalau tiba musim kemarau.  Ada masanya kami mengisi drum itu dengan cara mengumpulkan segayung demi segayung, kemudian ditampung ke ember, lalu dari ember baru masuk ke drum. Kenapa harus pakai gayung ? Karena airnya nggak bisa naik. Maklum rumah kami di komplek bagian paling belakang. Pasti di depan juga sedang melakukan hal yang sama. Jadi kami menyiasatinya adalah memiringkan tiang kran hingga setinggi gayung tadi.  Jangan tanya bak penampung bawah tanah ya... yang biasa dilakukan di Jawa, soalnya untuk menggali tanah di Kupang itu orang sana bilang "setengah mati'. Karena tanahnya berbatu/batu karang.

Kok bisa kondisi gitu punya anak tiga selama 5 tahun di sana ? Cuci popoknya gimana ?

Ya sama lah.. nyuci popok mah .. tapi tetap hemat air intinya ya.. Untuk baju bayi dan baju balita yang kena ompol dicuci setiap hari, kadang pagi kadang malam pulang kerja. Kemudian baju para dewasa dan baju anak yang kondisi kering, ya nyucinya tiga hari sekali pas air mengalir itulah. Nggak kebayang sih ya.. kalau sekarang melakukan lagi. Nyuci manual malam-malam, terus sambil momong balita karena no ART haha.. ya sekarang cerita udah bisa sambil ketawa. 

Ada masanya ketika musim kemarau, air benar benar nggak ngalir. Solusi ? pergi ke kota. Numpang mandi di kantor, dan numpang nyuci di hari libur. Kalau nggak ke kantor, kadang kita ke sebuah masjid di daerah Oebobo, aku lupa nama masjidnya. Tapi takmirnya baik banget, dan memang masjid itu menjadi tumpangan kita - kita yang sering nggak kebagian air. 

F1 dan F2 nyiram tanaman malam-malam

Itu sekelumit kisah ya.. yang mengajariku bagaimana untuk mensyukuri setiap tetes air yang Allah berikan, baik yang kudapat secara mudah maupun dengan usaha lebih. Sampai saat ini juga jadi terbiasa. Buka kran secukupnya aja, nggak usah besar-besar. Mandi ya diukur-ukur, nggak sekedar gebyar-gebyur. Ambil minum ya dihabiskan, jangan dibuang-buang. Menggosok kamar mandi pakai air bekas nyuci, dsb.. itu udah kayak reflek aja ya.. Meski di Bandung ini bisa dibilang air melimpah. Meskipun air ini termasuk energi yang terbarukan, gampangnya mah ada lagi ada lagi gitu ya.. tapi siapa yang tahu cadangan air tanah ini akan sampai kapan ? Dan seberapa banyak curah hujan 'isi ulang' ? Wallahu a'lam.  Itulah, makanya setidaknya aku tidak memboroskan air.  Sesimpel itu. 

Selasa, 23 Mei 2023

Mungil

 Banyak orang yang bilang aku nggak berubah, dari dulu kecil aja. Kadang ada yang bilang juga, mukanya nggak berubah, seperti pernah aku posting di sini. Komentar-komentar itu kadang membuat aku bahagia, tapi kan nggak boleh nyombong ya, soalnya sejujurnya aku ngerasa nggak ada spent atau invest apapun untuk bisa jadi seperti ini. Jadi ya alami saja menurutku mah, atau lebih banyak ke takdir aja kali..

Kalau dipikir-pikir emang dari sejak aku inget, sering dibilang kecil atau bahkan mungil. Masih jelas teringat, waktu aku masih SD pernah ikut lomba baca puisi, terus aku menang di babak penyisihan tingkat apa ya.. istilahnya lupa, pokoknya gabungan beberapa kelurahan, sebelum masuk final di kecamatan. Itu jurinya datang terus aku diangkat tinggi dan diturunkan lagi. Haha semungil itukah...

Terus kalau pas karnaval 17 Agustusan, ketika aku "menyamar" menjadi anak laki-laki, aku keliatan mirip anak laki-laki karena badanku yang bener-bener tipis nggak ada eh belum ada bentukan sama sekali. Jadi karnavalnya murmer banget ya, hanya modal pinjem baju kakak, baju pramuka, baju tentara, bebas lah..




Aku merasa mungil lagi ketika lulus SMP. Saat itu aku pengen banget melanjutkan sekolah di sekolah keperawatan. Namanya dulu Sekolah Pendidikan Keperawatan. Itu sekolah kejuruan setara dengan sekolah lanjutan atas. Waktu itu aku sepakatan sama sahabatku masa SMP mau sama-sama masuk sana. Udah gitu ibu almarhum juga pernah sekolah di sekolah perawat, hanya saja tidak sampai lulus karena keburu pecah perang akibat pemberontakan G30 S PKI tahun 1965. Betapa sedihnya diriku ketika membaca persyaratan, ternyata tinggi badanku tidak mencapai batas minimal. KUrangnya cuman sekitar 2-3 cm sih, tapi kayaknya itu sulit ya kalau mau diakalin hehe.. Akhirnya aku banting stir ke sekolah kejuruan lain, yaitu SMEA. Alhamdulillah ... SMEA ini yang memberikan aku banyak warna.

Balik lagi ke soal kecil atau mungil tadi ya..  Sampai sekarang aku masih menyimpan baju Ibu yang aku pakai jaman remaja dulu. Kayak gaun gitu sih... dan kadang aku pakai, masih muat haha.. 

Emang sih kalau diingat-ingat, berat badanku lumayan stabil di angka itu. Waktu awal nikah berat badanku 45kg. Terus dari lima kehamilan, yang menembus pertambahan 10kg hanya kehamilan pertama. Hamil berikutnya nggak pernah sampai 10 kg naiknya. Padahal aku alhamdulillah selama hamil nggak muntah-muntah lho... Tapi ya balik lagi, emang bakat aja kali segitu terus BB-nya.

Justru ada masa penurunan berat badan yang ulumayan drastis, aku lihat di kartu semacam medical record di puskesmas. Ternyata aku pernah 39kg doang. Kalau lihat waktu kunjungnya, itu pas aku punya tiga balita di rumah haha.jangan ditiru ya.. bikin repot petugas posyandu ...

Kemudian ada masa juga aku diwajibkan menambah berat badan, yaitu pas hamil anak keempat. Waktu itu berat badanku sekitar 42kg. Terus kata bidan, kalau mau hamil lagi minimal 45kg. Jadi aku harus menambah asupan makanan yang masuk. Cukup lama juga bertahan di angka 45-46. Terus aku ditantang teman-teman agar mencapai BB 50kg, biar samaan kaya mereka aja siih aku nggak keliatan mungil diantara mereka. Perjuangan naikin berat badan ini lumayan panjang, Akhirnya pas usiaku sekitar 45an, berat badanku nembus angka 50rb.

Banyak yang ngiri kenapa aku  kecil terus, nggak besar-besar .. hihi kasih tau nggak ya...  apa yah, aku juga bingung sih, karena nggak ada yang secara spesifik

Senin, 22 Mei 2023

Teman dan utang piutang

 Mau ngobrolin yang agak serius tapi kok agak ragu ya... tapi nggak papalah, kita coba ngobrolin santai .. nggak usah terlalu serius. Yang aku mau obrolan ini  soal pendapat dan pandangan aku  tentang lingkaran pertemanan. Pendapat aku ya.. Silakan bila teman teman ada pendapat yang berbeda aku nggak papa .. nggak akan mengurangi kadar pertemanan kita.


Kemaren aku lihat di beranda tiktok ada vt yang lewat. Tapi aku nggak save. Isinya aja yang aku simpan dalam hati. Kurang lebih begini "(muka julid) katanya satu circle, setiap ketemu manggilnya besti besti, giliran pinjam uang eh ke aku ..orang di luar circle itu. Udahlah.. mending aku sendiri aja kayak gini nggak punya bestie-bestie" 


Menurutku apa yang disebut di vt tersebut nggak sepenuhnya benar, tapi nggak salah juga sih. Kadang orang  ada yang nggak mau minjem sama teman anggota circlenya, disebabkan oleh :

- gengsi/malu, jadi ketahuan kalau lagi nggak punya uang.. 

- nggak enak, ya nggak enak aja. Nggak usah disebutin karena apa. 

- takut pertemanan jadi rusak gara-gara utang piutang

- takut ditolak alias enggak dipinjemin 


Semua alasan yang aku sebutin di atas ya sah sah aja sih.. Tapi.. kalau menurutku beda lagi.. 


Kalau sampai kejadian teman dalam satu circle ada  keraguan semacam di atas, tolong ya, diperiksa lagi deh.. kalian bikin circle model gimana...dalam rangka apa.. Kalian satu circle tapi kok nggak saling mengerti .. satu circle tapi kok nggak saling memahami.. nggak saling membantu..  

Justru.. kalau emang pertemanan kalian itu beneran, idealnya nggak usah sampai salah satu bilang pinjem uang, yang lain udah mengerti, udah siap jadi nine one one. 

"Hai, kamu kok keliatan lagi enggak baik-baik aja, ada apa, ada yang bisa kubantu ?"

"Hai, keliatannya kamu bulan ini lagi banyak pengeluaran ya, tabungan kamu masih aman ?" dst

Kalau emang bener-bener dekat, pasti nggak akan pakai lama akan dikeluarkan tuh semua unek-unek yang terpendam di dalam dada.  


Kalau aku dalam posisi butuh, aku bakal minta tolong ya ke lingkaran terdekatkulah. sama siapa lagi. Tapi emang sejujurnya lingkaranku nggak cuman satu sih.. ada yang beririsan, tapi ada juga yang sejalan doang. Ada lingkaran pengajian, ada lingkaran se-permainan, ada lingkaran sebisnisan, ada lingkaran pekerjaan, ada lingkaran belajar, dsb. Dan aku merasa dekat dengan semua orang orang itu.  Tinggal aku pilih aja mana yang paling nyaman dan mana yang paling gercep kalau dimintai bantuan.  Dan alhamdulillah aku udah bertahun-tahun bahkan belasan tahun memiliki teman sedekat itu.. 


Sebaliknya, ketika kita  dalam posisi bisa membantu, lebih baik diusahakan untuk membantu sebisanya. Karena berteman dekat, tentunya kita tahu track record dia dalam berjanji seperti apa..  Mungkin memang ada orang - orang yang modelannya emang pinjem melulu, di sana pinjem di sini pinjem, belum selesai pinjaman kemarin, udah minjem lagi utk hal yang baru. Nah untuk orang-orang model gini yaudah kasih aja seridhonya.. sekuatnya. 

Sabtu, 20 Mei 2023

Edisi Mellow

Pernah suatu hari aku bertandang ke tetangga yang kebetulan putra putrinya sudah mentas semua, dan tinggal jauh di kota yang berbeda. Kemudian tanpa kuminta, Ibu itu bercerita tentang perasaaannya. Kata beliau, setiap kangen anaknya, beliau akan memandangi kamar yang sekarang hampa, dan air mata pun akan mengalir begitu saja.  Kupikir waktu itu ibu itu lebay amat yak.. cuman ditinggal anak nikah, lagipula itu kan hanya soal waktu. Masih dapat bertemu. Toh teknologi komunikasi juga sudah berkembang, bisa melakukan panggilan video setiap saat, ataupun kalau berkunjung transportasi juga sudah begitu mudah. Tapi aku cuman membatin ya.. nggak kubilang juga "ah, Ibu lebay.."

Hingga akupun melihat sendiri ketika anak pertama kami kuliah di luar kota. Jaraknya hanya sekitar 20km. Sebenarnya dapat ditempuh pulang pergi setiap hari, tapi kasian juga anaknya nanti capek. Belum kalau pas ada tugas, yang mengharuskan pulang malam, kamipun harus mempertimbangkan soal keamanan. Akhirnya anak pun dilepas ngekost. Kami berdua yang mengantar, mencarikan barang-barang yang dibutuhkan untuk melengkapi kamar kosnya. Awalnya sih aku nggak nyadar ya sama perubahan pak Su, yaitu sering berlama-lama sholat di kamar F1. Setelah sekian waktu berlalu, baru cerita, kalau sebenarnya ketika sholat di kamar itu beliau dalam posisi kangen.. Akupun gak bilang "Ah, Abi lebay". 

Ketika F2 kuliah di kabupaten sebelah dan ngekos juga, sedikit banyak udah lebih siap ya..  Karena doi kan anak laki. Sebenarnya bisa juga ditempuh PP, tapi kami belum memungkinkan untuk menambah kendaraan roda dua, jadi buat kelancararan kuliah di tahun pertama, F2 pun ngekos.  Alhamdulillah di tahun kedua adar rezeki, F2 pulang ke rumah, nggak ngekos lagi. Tapi senam jantung mulai episode baru. Pulang jelang tengah malam... bikin deg degan dan susah tidur. Akhirnya minta dia untuk selalu share loc kalau pas on the way pulang. Walaupun kadang umi tertidur juga sih... tapi masih banyak begadangnya.  Lama lama juga biasa...

Ketika F3 kuliah lebih jauh lagi, drama baru pun dimulai. Karena kebetulan umi yang mengantar dan mencarikan kost-an, jadi kebayang perjalanan kuliah-tempat kos seperti apa. Jadi setiap malam pun dipantau, lagi dimana, udah pulang belum... utamanya itu.. yang lain lain soal makan dan kesehatan otomatis aja ikutan. Tapi ya alhamdulillah nggak lebay.. menurutku sih biasa aja.. nggak tau ya kalau orang lain melihat mah..

Beda cerita pas F5 yang sekolah di luar kota ya.. udalah paling kecil, eh sekolahnya paling jauh pula. Si Umi yang paling melow ternyata. Gimana enggak ya.. Pas doi masih di rumah, setiap malam ada night routine, setelah sesi membaca buku bersama F5 selalu usap usap kepala Umi dan cium umi sebagai pengantar tidur . Kadang disertai kata-kata, "mimpi indah Umi... semoga Umi mimpi ketemu Rasulullah SAW, good night... yah semacam itu lah.. Kalau umi udah (pura-pura) tidur, dia baru naik ke kamarnya. Dan itu nggak ada yang menggantikannya melakukan itu semua.. Tapi kemudian sesama walsan saling mengingatkan, seorang ibu harus tenang, nanti anaknya juga ikut tenang. Kalau umi gelisah, kepikiran, anak pun di sana jadi nggak betah. Beneran TITIP-nya... (Tega, Ikhlash, Tawakal, Ikhtiar, Percaya).



Alhamdulillah mungkin memang sudah Allah siapkan skenarionya ya.. bersamaan dengan F5 lanjut sekolah itu, Umi pindah kerjaan baru yang cukup menyita waktu dan pikiran. Nggak lama sih, tiga bulan aja, tapi kayaknya itu jadi pengalaman kerja terberat sepanjang 30 tahun aku kerja... ini nggak lebay ya... asli. Jadi pas pulang ke rumah karena udah capek bisa segera tidur walaupun tanpa di ninabobo.

Dari beberapa peristiwa itu, sekarang aku jadi belajar  menahan diri, untuk tidak menggunakan kata "lebay" secara serius.  Soalnya kondisi orang itu beda beda kan.. kekuatannya juga beda-beda.. jangankan beda orang, beda waktu aja bisa jadi seseorang udah beda kekuatan... Sekian cerita soal mellow-mellow an. 

Sabtu, 26 Juli 2014

Mengais Sisa Ramadhan

Tertatih aku mengejar bulan
Mengais sisa - sisa Romadhon
Terjatuh.. terpuruk dikeheningan

Ramadhanku telah pergi
Syawal tlah menjelang
Tinggalkan arti tujuh puluh tingkatan
Amal ibadah bagi insan beriman

Duhai sahabat pilihan Alloh
Di sini, dipertigapuluh terakhir
Kita bertemu dalam renungan
Satu jiwa satu hati dan satu iman

Tuhan
kekalkanlah tali ini
Rekatkan dalam dzikir padaMu
Biarkan rindu kian bersemayam
Karena kasih dan cintaMu

Duhai sahabat pilihan Alloh
Dihari ke tujuh ba'da Romadhon
Hati masih sedih ditinggalkan
Seluruh jiwa terasa sakit
Tiada kawan penghibur
Kecuali Alloh semata

Hanya satu tumpuhan harapan
Jumpa Romadhon dengan izin Tuhan
Madrasah perjuangan dan kesabaran
Menuju Ar-royan yang dijanjikan

*dari Nasyid Suara Persaudaraan berjudul Elegi untuk AA.

Jumat, 06 Juni 2014

Well Connected

(الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ) [Surat Aal-E-Imran : 191] via
@QuranAndroid

Hampir setiap orang saat ini mempunyai alat komunikasi, dari yang low end sampai yang high end. Dan mereka pada umumnya selalu mempersiapkan gadget masing-masing agar selalu dapat tersambung dengan komunitas dan seluruh network .
Pulsa nggak pernah dibiarkan kosong, bahkan langganan sambungan data secara periodik, ada yang harian, mingguan dan bulanan. Bahkan sekarang ada yang setahun. Ini semacam 'jaminan' agar tak putus hubungan.
Setiap malam/pagi gadget selalu di-charge agar batere terisi dan selalu on bahkan sekarang ada powerbank yang siap mengisi di manapun berada
Sebentar sebentar menengok hape, apakah ada pesan dan notifikasi yang masuk?
Itu adalah pemandangan umum di manapun kita berada, di kendaraan, di cafe, di kantor, di mall bahkan di tempat ibadah !

Akan tetapi, berapa di antara kita yang selalu tersambung dengan Pencipta dan Penguasa alam ini ? Berapa diantara  kita yang selalu mempunyai powerbank untuk semangat beribadah?

"Yaitu orang-orang yang selalu mengingat Allah saat berdiri, saat duduk dan saat berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. ' Ya Rabbku, tidaklah Engkau ciptakan semua ini secara bathil. Maha Suci Engkau, maka jauhkan kami dari azab neraka"

Astaghfirullah......ampunkan kami ya Rabb...

Jumat, 04 April 2014

Tiga Hal Penyebab Patah Hati dengan Odoj

Ini adalah postingan keempatku tentang ODOJ.
Pertama kali aku cerita tentang seluk beluk odoj di sini
Kemudian aku pernah testimoni saat sebulan bersama odoj. Masih semangat yaa.. ibarat pengantin baru mah masih hanimun.
Yang ketiga sudah mulai merasakan tuh, asam dan garam odoj meskipun seiprit, aku cerita tentang tantangan odoj.
Jangan bosan ya, kalau aku mau cerita lagi tentang odoj. Setelah empat bulan aku ber-odoj ria, ternyata ada beberapa anggota grup yang silih berganti. Rupanya mereka itulah yang tidak kuat dengan tantangan odoj. Tadinya postingan ini mau aku kasih judul yang berjatuhan di jalan odoj. hehe.. kayaknya seru gitu lho.. Macam judul buku yang hits di kalangan kampus pada tahun 90-an : "yang berjatuhan di jalan dakwah". Tapi berhubung banyak yang mencari dengan kata kunci patah hati, baiklah, aku tulis aja dengan judul patah hati.

Ih, ada yang nyariin aku ternyata ya.. kadang pakai judul 'blog titi esti". berasa tenar deh
Kalau menurut pengamatanku, ada beberapa sebab kenapa seseorang  patah hati dengan odoj.
* menurunnya semangat odoj
sebenarnya naik turunnya semangat ini adalah hal yang wajar, namanya keimanan itu kan yazid (bertambah) wa yanqus (berkurang). Nah kadang kala, kalau malesnya lagi kumat, rasanya setengah jam untuk menyelesaikan odoj itu susssaaah... banget meluangkannya. Akhirnya kalau sehari nggak selesai, besok jadi PR. besok lagi udah nambah dengan jatah hari besok. dst sampai akhirnya ada yang numpuk utang sampai 5 juz. Akhirnya -di tempatku- bu admin yang baik hati, 'memutihkan' utang tersebut.
Solusiku : berteman dengan orang-orang yang semangat. Jadi selalu tertular semangat mereka. Juga selalu berdoa agar dimudahkan membaca Al Qur'an (Allahummar hamni bil qur'an,... dst)

* kurang kuatnya komitmen.
ada yang bilang odoj atau one day one juz itu udah enggak musim. Jadi kemaren rame - rame ndaftar karena lagi heits. Sekarang musimnya Three Days Three Juz. Haha.. itu mah akal-akalan tetangga sebelah. Intinya sama ya...
Solusiku : kembalikan ke niat / komitmen awal aja. kita ikut odoj itu buat apa.. keinginan siapa dan demi kepentingan siapa sih..
Nah kalau udah ketemu jawabannya, yaitu "untukku" maka insya Allah kita akan selalu berusaha untuk bertahan di jalan odoj

* tidak cocok dengan admin dan atau teman satu grup
Memang dalam satu grup odoj itu berawal dari tidak kenal. Mungkin ada yang sudah kenal sebelumnya, satu dua lah. Rata-rata bergabung dengan orang yang baru dikenal.
Nah, namanya belum kenal, yaa... ada aja deh... sessssuuuatu di antara anggota itu.
Misal : ada yang rajiiin sekali, sehingga pagi-pagi baru aja jadwal di -share  oleh admin, dia langsung lapor done. Eh.. ada doong yang merasa gimanaaa gitu dengan done-nya seseorang di awal waktu. kesellah diaa..
Trus ada yang suka telat lapor, trus dijapri sama admin, tersinggung lah dia....
Akhirnya lama kelamaan ilang deh dari peredaran odoj.
Solusiku : dikembalikan ke hal pertama dan kedua tadi, kalau udah lulus keduanya, maka hal ketiga ini nggak akan terjadi insya Allah. Intinya : luruskan niat, kuatkan semangat.

Soo... buat teman-teman yang  bergabung dengan odoj, semoga cintanya makin berkembang ya... sebentar lagi ramadhan. Syahrul qur'an.... ODOJ ini akan membiasakan kita untuk makin dekat dengan Al Qur'an insya Allah. Saling mendoakan ya..semoga kita semua bisa istiqomah sampai akhir hayat. Amiiin

Mungkin sekarang masih dalam taraf tilawah, tapi insya ALlah nanti akan melangkah lebih jauh, belajar maknanya, belajar tafsirnya, belajar prakteknya dan akhirnya bisa menjadi hafidz dan hafidzoh, insya Allah, Amiin.

Ini jleb banget nggak sih..



Rabu, 26 Maret 2014

Obrolan Politikus (nerusin Obrolan Pelacur)

Sebelum ini aku cerita tentang orang yang nggak percaya mekanisme demokrasi. Dia memilih golput dan revolusi.
Ceritanya ada di sini.

Demokrasi itu katanya kekuasaan di tangan rakyat. Ya kalau pengen hasil demokrasi bagus, ya bagusin dulu rakyatnya. Asal tau saja korupsi itu bukan milik pejabat. Korupsi itu sekarang milik rakyat juga. Berapa tahun lalu pernah ikut pelatihannya BIG. Lha itu rakyat yang tiba-tiba ngaku miskin biar dapet jamkeskin dan lain-lainnya apa namanya gak korupsi ? Jelas-jelas dia gak berhak.
Oke ya... jadii.. kalau mau hasil demokrasi baik yuuuk kita baikin dulu rakyatnya. Aku pernah cerita bagaimana kita mengambil peran dalam upaya perbaikan itu di postingan yang ini.

Nah sekarang, penyelenggara negara atau yang pegang tampuk pemerintahan itu siapa sih ? Kalau pas jaman masih suka cerdas cermat P4 (jiaah... ketauan lahir jaman kapan) mah eksekutif (presiden dan jajarannya ke bawah, termasuk LPND dan pegawai di luar negeri), legislatif (MPR yang terdiri dari DPR dan perwakilan daerah/golongan, sekarang DPD), dan yudikatif (Mahkamah Agung, sekarang ada KY dan MK). Jaman reformasi nambah inspektif yaitu BPK.
Kalau di daerah pemerintahnya adalah Gubernur/Walikota/Bupati pleus DPRD.

Kesimpulannya kalau aku pe en es, ya   aku ini bagian dari pemerintahan. Kalau coba-coba nuding pemerintah belum becus ngurus negara ya sama aja nuding diri sendiri hiks. Sedih nggak siih...
Trus kalau dibilang anggota dewan pada korupsi ?
Yaelah..... musti flash back deh ke lima tahun lalu.  Dulu yang kita pilih siapa ? Atau lima tahun lalu, kita milih atau enggak ?
Klo salah pilih, ya tahun ini mestinya move on.
Kalau nggak milih ? ya nggak usah komenin ... hehe.. cukup menonton aja.*ini kata sondang*
Atau kalo sampai saat ini gak percaya ada caleg yang bisa dipercaya, ya coba aja nyalonin diri sendiri jadi caleg (kalau berani) xixixi.
Menurutku Aleg ini penting, karena mereka yang bakal ngatur2 kehidupan kita 5 tahun ke depan. Semua RUU harus disetujui mereka agar jadi UU. Biar dikata RUU baik macam yang anti pornografi itu, panjaaaaang sekali perjuangannya.
Di level daerah, bikin perda harus disetujuin mereka.
So sebaiknya kita memilih caleg yang kita kenal. Atau caleg yang direkomendasikan oleh orang yang kita percaya. Dengan kata lain pakai jalur 'temennya temen' .
Atau kita kenali mereka. Kan promonya banyak tuh,  sepanjang jalan. Follow dan stalking akun2 socmed mereka. Kepoin tuh, aktivitas mereka kepoin juga rekam jejaknya bila memungkinkan.
Ya kalau nyari yang sempurna gak bakalan ada. Seperti kita nyari jodoh dulu. Meski kita tahu suami kita gak sempurna, tapi karena dia baik, dan cucok ama kita, ya kita terima buat teman seumur hidup -insya Allah.

Trus kalau gak milih emang kenapa ?

Kan kita awalnya ngomongin uang pajak  ni ya.. kalau nggak milih, sayang uang pajak kita *yaelah kembali ke pajak* yang sudah dipakai menggaji orang KPU pusat, provinsi dan sekian ribu kota/kab, ngehonorin panwaslu, dipake bikin sekian juta  bilik suara, bikin sekian ratus juta kertas suara (kali 4 utk memilih DPRD II, DPRD I, DPR RI dan DPD), ngehonorin para pelipatnya, ngebayarin ongkirnya ke seluruh Indonesia, ngebayarin biaya promosinya, ngebayarin biaya pengamanannya, alamaaaaak...mihil amat yak pemilu kita ini. Ya mangkanya jangan sia-siakan.

Nah, nah, nah... Jadi plis plis plis, temen-temen nanti tanggal 9, gunakan hak pilihmu ya... Jangan nggak milih dan lalu  bikin revolusi kayak bapak yang kuceritain tadi.

Sekali lagi, politik itu menjadi kotor bukan karena banyaknya orang jahat di dalamnya, tetapi karena sedikitnya orang baik yang mau terlibat. Pilihan kita, menentukan masa depan kita, masa depan bangsa dan negara kita.

Sabtu, 22 Maret 2014

Obrolan Pelacur* (1)

*pelan-pelan curhat (pinjem istilah De yang kubaca di postingan Om Dani)

Suatu siang yang terik, aku masih melayani tamu karena tandemku sakit.
- Bu, itu beneran tuh, kantor ibu bebas korupsi
+ Insya Allaah...
- soalnya saya males bayar pajak kalau uangnya cuma dikorupsi
+ pajak yang bapak bayarkan,  dipakai seluruh departemen pak, beserta pemkot dan pemprov seluruh Indonesia.
- iyaa tapi kan ada temen ibu yang korupsi
+ maaf pak, bapak salah alamat. Seharusnya bapak bicara langsung kepada yang bersangkutan, dan kepada semua orang yang korupsi. soalnya saya nggak kenal sama mereka
- para pemimpin, pejabat juga sama aja. Sudah dipilih malah korupsi, makanya saya males nyoblos, golput aja. *emalahcurcol
+ kalau bapak nggak milih, bagaimana Bapak melakukan perubahan ?
- revolusi  *semangatbanget
+ :)  revolusi ? Siapa yang memimpin ? Tetep aja Bapak milih pemimpin revolusi. Siapa yang jadi korban ? Malah tambah banyak. Jangan-jangan uang pajak yang bapak bayarkan,  yg sudah  jadi gedung, jembatan, pasar, bakalan musnah percuma jadi korban revolusi
- Pokoknya revolusi
+ :) terima kasih, selamat siang. 

Hadeuuuh... Cepek deh enggak sih ? Klo ada klien yang gitu. Iih, sebenernya sih sudah pengen pasang tampang tanduk. Tapi kan gak boleh ya... harus tetep senyum.
Mungkin seharusnya gak perlu ditanggepin juga, tapi klo sudah lapar, panas, capek trus disinisin gitu,  ya pengen 'ngelawan' juga jadinya.
Sejujurnya  dalam hati banyaaaaaak banget yang mau diomongin sama orang-orang seperti di atas.
Antara lain :
Ya kalau Anda  pe en es-pe en es juga, gak usahlah sok-sok ngomongin pembayaran pajak. Wong pajak Anda ditanggung pemerintah kok. 
Atau kalau gaji Anda dibawah 2 juta*sebut angka*, gak usah juga ngomongin bayar pajak. Lho kok ? Yaeyalah, kan penghasilan tidak kena pajak sekarang 2.025rb.
*yang bingung soal pajak bisa tanya Mbak Tituk hihi seminggu ini mbak Tituk dah dapat tugas jadi konsultan 

Dan kalau kita bandingkan,  apa yang sudah kita nikmatin dari bangsa dan negara ini  jauuuuh   lebih banyak dari jumlah yang kita 'bayarkan'.  Oke, ini gue aja kali ya.. yang pe en es.
Yang bisa aku sebutin dari nikmat-nikmat itu misalnya:
* Jalan yang lumayan halus, wajarlah ada bolong, orang cantik aja bisa jerawatan.
* penerangan yang lumayan meski masih remang di sana sini, minimal jalur yang aku lewatin.
* keadaan yang lumayan aman -meski masih ada kejahatan, minimal kita masih 'berani' melepas anak keluar rumah buat sekolah dan aktivitas lain.
* Taman-taman dan trotoar yang mulai indah *di bandung ini mah* lumayan buat popotoan
* Pemerintahan yg digaji pakai 'uang pajak kita' yang terus menuju good governance
    - punya gubernur yang baik, satu-satunya  gubernur yang kiprah dan prestasinya banyak mendapat penghargaan.
     - punya walikota yang baik, satu2nya walkot bandung yg berani tanda tangan kontrak dengan KPK utk anti gratifikasi . Dan meski baru 6 bulan menjabat, perubahan sudah terasa di sana sini.

Ya itu baru sebagian kecil. Masih panjang daftarnya klo mau dibuat.
Seneeeng nggak siih ?
Ya kalau aku sih seneng. Bahkan terselip percaya diri, aku sudah mengambil peran, dan menjalani peran tsb meskipun kecil.
Aku sudah memilih orang yang tepat untuk mewakiliku dan memimpinku menuju perubahan.. Dan akupun  menjadi bagian dari upaya perubahan itu.
Dunia politik sering dibilang kotor. Kekotoran itu bukan karena banyaknya orang jahat di sana, tapi karena sedikitnya orang baik yang bersedia terlibat.

> bersambung <

Sabtu, 18 Januari 2014

#KEBdiMataku : Tempat Belajar Menginspirasi dan Berbagi

Aku mungkin blogger yang ketinggalan jaman hehe..gimana enggak ketinggalan jaman, di saat manusia sedunia sudah terhubung dengan internet, aku masih berkutat di balik tempurung. Aku baru mengenal internet tahun 2010 (hoiii.. kemana saja ?) Ya, mohon maklum laah... namanya juga orang ketinggalan jaman.
Mulai ngeblog untuk meneruskan hobi menulis diari. Dan aku akan  selalu ingat untuk menyebut guru internetku ; Mas Waldy (dulu bagian IT di kantor) dan guru ngeblog-ku Mak Sondang, yang mengajak saya bikin akun multiply. Semoga ini menjadi catatan amal baik mereka. Amin.

Kumpulan Emak2 Blogger
Pertama kali mengenal KEB secara tidak sengaja.
Ceritanya lokasi kantorku yang sekarang ini benar-benar sangat strategis. Salah satunya adalah dekat toko buku terbesar di Bandung. Suatu ketika, di toko itu ada sebuah even yang menghadirkan para blogger Bandung. Karena waktunya di jam istirahat, aku pun hadir ke acara tersebut, wong tinggal nyebrang jalan aja kok. Di sana ada Bang Aswi, teh Nchie, teh Meti, teh Dey, teh Gia, teh Erry. Ternyata (seleb) blogger yang kukenal itu ramah-ramah ya...hehehe.. pertemuan pertama udah ramai aja. Tapi saat itu karena waktunya pendek dan dalam acara resmi yang sudah ditentukan, belum ada cerita apapun tentang KEB.
Dari situ aku kemudian diajak kopdar dengan salah satu seleblog dari Jawa Timur. Ceritanya ada di sini. Karena pas kesempatan kopdar ini waktunya lebih uang dan lebih santai, kami pun bisa mengobrol banyak hal. Saat itulah teh Nchie nanya apakah aku sudah bergabung dengan komunitas - komunitas blogger. Aku yang ditanya malah cuma melongo. Oh ada to.. hehehe.. maklumlah.. aku kan ber-socmed hanya sesekali saja.
Akhirnya entah siapa yang nyemplungin, aku pun alhamdulillah disetujui oleh Mak Sary untuk gabung di KEB.
Menyesal ? Iyah, menyesal kenapa baru saat itu (pertengahan 2012) aku gabung. Kenapa enggak termasuk 100 orang yang bergabung di hari pertama peluncuran oleh Mak Mira Sahid ? Mak Pon dan merekalah yang telah mengukir sejarah awal KEB.
Bersyukur ? Sudah pasti, karena KEB membuka pintu pintu belajar banyak hal baru bagiku. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Yang kudapatkan dari KEB
Dengan anggota yang terdiri dari perempuan semua, membuatku sangat nyaman untuk bersosialisasi dan mengekspresikan diriku di sini. Sesuai dengan semboyan KEB 'Inspirasi Perempuan, Kami Ada untuk Berbagi', aku benar benar seperti kebanjiran inspirasi yang dibagi-bagi gratiiiisss oleh emak-emak anggota KEB yang hebat, smart, cantik dan baik.
Mau cari-cari sesuatu yang terkait dengan hobiku, banyak. Nulis ? aku tinggal pilih aja di antara anggota KEB yang suka nulis. Fiksi, puisi, resensi, reportase ada.....
Masak ? oh.. ini mah banyak banget. Karena setiap emak pasti suka (atau tidak suka) bakal memasak. Dan banyak yang kemudian membagi ceritanya di blog.
Bikin craft ? Ada juga...ya tinggal pilih mau ke mana.
Soal parenting ? soal traveling ? soal shopping ? lengkap ! semuanya ada.
Tinggal pantengin aja grup face book, atau di akun twitter @emak2blogger dengan hestek #updateEmak. Di sanalah emak-emak akan share postingan terbaru. Tinggal klik mana yang mau kita kunjungi saat itu.
Enggak papa kan enggak disebutin satu per satu, ntar pairi-iri hehehe

Selain itu aku juga pernah ikut kelas membuat blog dan memperbaiki tampilan blog di grup face book KEB. Sangat bermanfaat sekali. Tapi pas ada kelas editing aku dengan tahu diri enggak mendaftar, lha online aja cuma sesekali itupun waktunya mepet sekali dengan ini itu yang lain. Aku biasanya mendahulukan posting daripada bewe, karena kalau isi yang di kepala belum dikeluarkan biasanya aku masih kepikiran dan ujung ujungnya enggak bisa tidur.. hehehe..
Semakin lama membaca kisah kiprah emak-emak anggota KEB, semakin merasa kerdillah diri ini. Betapa banyak hal yang bisa diusahakan kalau kita mau untuk mengerjakannya.
Selain itu mengetahui begitu mudahnya mereka sharing ilmu, sharing pengetahuan dan pendapat, bahkan sharing pengumuman lomba (mau lomba kok ngajak ngajak pesaing ya... itulah serunya di KEB) akupun belajar untuk sharing apa yang ada di diriku yang kiranya bermanfaat untuk orang orang di sekelilingku.
Aku juga dapat teman banyaaak... dari acara kopdar kopdar blogger perempuan di Bandung terutama. Meski yang resmi KEB sendiri aku belum pernah bisa hadir, karena setiap KEB punya hajat di Bandung, pas aku enggak bisa. Yah... ini mah belum rejeki aja kaliii....
Aku dapat hadiah juga. hadiah ? Iya... klo ini sih bukan resmi dari kEB, tapi dari anggota KEB yang punya hajatan giveaway. Alhamdulillah beberapa mampir ke aku. Antara lain dari Mak Lusitris, Mak Ika Koentjoro dan Mak Lieshadi, Mak Ika Rahma, Bunda Lahfy, dsb.. seneng kan seneneeg baangeet...

Kesan dan Pesan
Kagumku ada, banyak. Sama Mak Pon terutama, dalam usia begitu muda (lebih muda dariku hehehe) punya ide smart untuk mewadahi blogger perempuan dan memfasilitasi banyak hal.
Sama MakPuh, para makmin, dan penjaga dapur KEB yang menjalankan KEB dari balik layar, subhanallah... mereka gak digaji lhoo... itu hanya panggilan hati semata.... yang kupikirkan adalah bagaimana mereka memenej dan mengalokasikan waktu. Ah... semoga Allah membalas kebaikan mereka semua dan menjadikan aktivitas ini sebagai bagian dari ibadah. Amin.
Pesan :
I love You, loooooove you KEB and all of emak emak KEB, meski kebanyakan  belum pernah ketemu langsung, percayalah cinta ini ada dan tumbuh saat baca status status kalian dan kemudian datang diam diam sebagai silent reader.
Dengan semakin besarnya KEB,  mungkin nanti akan tiba saatnya memberikan wewenang kepada emak-emak di daerah / perwakilan provinsi / benua untuk berbagi dan menginspirasi atas nama KEB, tentunya dengan S&K yang diberlakukan.
Terakhir : KEB, happy birtday,
teruslah berbagi dan menginspirasi.




Senin, 06 Januari 2014

[4] Dalam Limpahan Nikmat-Nya

Arrahmaan


Terjemahan :
Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?
(QS Ar-Rahman ;13)
Dan diulang kembali di ayat 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77.





Kalau kita membicarakan nikmat Allah, tentu tidak akan ada habisnya. Lebih tepatnya kita tidak dapat menghitungnya. Karena buaaaanyaaakkk... sekali nikmat yang Allah berikan, bukan bukan berikan, mungkin lebih tepat jika dikatakan nikmat yang Allah limpahkan kepada kita karena saking banyaknya.
Mulai dari yang tidak terasa dan tidak terlihat, hati yang terbuka menerima hikmah, otak yang senantiasa berfikir, jantung yang terus menerus memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh, mata yang dapat melihat keindahan dan dapat berkedip setiap saat, saluran pernafasan yang bekerja dengan baik, saluran pencernaan yang menjalankan fungsinya, pendengaran, indra perasa, tangan, kaki, tulang-tulang yang menopang tubuh untuk tegak berdiri dan menjalankan ibadah, otot-otot yang menopang di balik kulit, udara yang tersedia gratis, makanan yang relatif mudah kita dapatkan, waktu yang tersedia untuk beraktifitas dalam kebaikan, bumi / tempat tinggal yang aman, keluarga yang samara,  teman-teman yang baik, tempat kerja yang enak, penghasilan yang cukup, dsb dsb ....

Pernah dengar cerita tentang orang yang masih menjadi pegawai sementara (belum diangkat menjadi pegawai tetap) di suatu tempat, padahal dia sudah sekian lama bekerja, dan kerjanya baik. Ketika ditanya oleh seorang kyai tentang kondisinya itu dia menjawab : nggak masalah buat saya, karena saya di dunia ini juga hanya sementara saja.
Subhanallah.. inilah contoh pandangan orang yang bersabar atas kondisinya, membuatnya  mudah bersyukur.

Maka ketika Allah bertanya : Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? kita tidak ragu lagi menjawab : tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan

dan masih banyak lagi tentunya....