Apa itu fashion ?
Apa yang pertama kali terbayang ketika membaca kata 'fashion' ? Pakaian, baju. Iya sama banget. Aku juga selalu mikirnya kalau fashion itu soal pakaian. Aku sempat mencari di KBBI tapi tidak menemukan kata tsb. Jadi cari ke Wikipedia. Apa katanya ?
Fashion is a form of self-expression with a specific context, such as time, place and purpose. Example of these are clothing, footwear, lifestyle, accessories, makeup, hairstyle, and body posture.
Ternyata oh ternyata, fashion adalah bentuk self expression dalam konteks yang spesifik,seperti waktu, tempat, ataupun maksud tertentu. Fashion meliputi pakaian, alas kaki, gaya hidup, aksesoris, make up, gaya rambut dan postur tubuh. Jadi ternyata fashion itu sangat luas cakupannya ya.. dan pakaian dan sepatu hanya sebagian kecilnya saja.
Aku suka fashion
Dulu ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar, sempat menyukai gambar menggambar model pakaian. Pakai blocnote bikinan sendiri dari kertas bekas yang dibawakan Bapak dari kantor. Aku seneng banget ketika gambarku ada yang diapresiasi oleh ibu dengan membuatnya menjadi nyata dalam bentuk karya. Ibu membuatkan tiga dress untuk aku dan dua adik perempuanku, motif kainnya sama tetapi modelnya beda beda sesuai gambar yang aku buat. Jangan bayangkan hasil karya tingkat tinggi, karena model yang kubuat hanya beda-beda tipis, di model kerah, model lengan dan lipitan-lipitan. Tapi aku sudah seneng banget. Masih ingat banget, kain dasar putih dengan motif raket kecil-kecil berwarna-warni.
Terus ketika aku agak besar sedikit, diajarin menjahit sama ibu. Aku mulai merombak-rombak baju, tempel sana sini, potong sana sini. Dan syukuuurrr... banget,.. nggak pernah aku dimarahin misal bajunya jadi nggak pantes dipakai. Eh tapi belum pernah sih, karena rombakannya hanya sederhana. Semacam memotong lengan panjang jadi lengan pendek, mengganti manset menjadi bentuk tali, menambahkan saku/kain polos di baju motif, dsb. Menjahit rok, menjahit blus sederhana, menjahit tas, mukena, dll. Mewarnai sepatu juga pernah. Dan hobby ngulik ini sesekali masih aku kerjakan. Rekam jejaknya ada di blog kreasi titi.
Sekarang aku punya 3 anak gadis juga seperti ibuku. Ketiga anak gadis ini mempunyai gaya berpakaian yang berbeda-beda. Kalau dulu ketika kanak-kanak, baju Mbak dengan mudah dilungsurkan ke dua adiknya tanpa protes, kini dua gadis muda memilah lagi baju lungsuran kakak pertama. Kalau sesuai gaya mereka, ya diambil. Kalau nggak sesuai kadang dipakai umminya kadang disumbangkan. Kok dipakai Ummi ? iya..soalnya sudah hampir sama ukuran bajunya. Umminya ogah rugi. Bukan hanya tukang ngabisin makanan ya.. jadi tukang nampung lungsuran juga rupaya. Sekarang di rumah bisa tuh saling pinjam sepatu, tas, baju, kerudung, tanpa mengubah style masing-masing.
Jujurly, dari empat perempuan di rumah, sepertinya hanya aku yang semua gaya dicoba dan semua warna dipakai. Prinsipku dalam berpakaian sederhana saja : nyaman dan aman.
Nyaman misalnya dari segi modelnya simpel, kainnya adem, warna bisa dikompromikan kalau dikasih, tapi kalau beli biasanya nggak jauh jauh dari warna gelap hehe
Aman dalam artian tidak melanggar ketentuan tentang aurat. tidak menyerupai laki-laki, tidak nerawang, tidak sempit, dsb.
Fashion = Passion
Apakah fashion menunjukkan passion (ketertarikan) ? Kata siapa ? Ini opiniku aja sih. Soalnya kata-katanya berima, dan sangat mirip bila dilafalkan dengan logat Sunda.
Menurut pendapatku, bisa jadi fashion ini menggambarkan passion seseorang. Tentu bukan hal yang asing bagi para pecinta drakor, ketika mereka kemudian memakai fashion ala ala Korean Style. Dan di pasaran pun semakin banyak tersedia, artinya memang banyak permintaan kaan..
Atau misalnya kasus di rumahku, salah satu anak gadisku yang saat ini kuliah di kehutanan, gaya fashionnya perlahan-lahan bergeser ke pakaian yang lebih kasual, simpel, dan nggak banyak model semacam renda, lipit, dsb. Beda dengan anak pertama dan ketiga yang udah jadi pegawai kantoran.
Fashion seperti apa yang paling cocok ?
Intinya menurutku sih, pilih gaya fashion yang membuat kita nyaman sekaligus percaya diri ketika mengenakan itu. Karena ketika kita percaya diri dengan apa yang kita pakai, maka aura positifnya juga akan memancar ke sekitar (tsaah....) Dan tentunya sesuaikan juga apa yang kita pakai setiap kita akan kemana, bersama siapa, acara apa dan bertemu siapa. Contoh :
- seorang ibu lebih memilih tas punggung yang berfungsi seperti tas doraemon dan memakai baju yang simpel agar bisa bebas lari ketika dia pergi ke ruang publik membawa dua balita (siapa yang samaan ?).
- memilih dress anggun ketika pergi kondangan
- mengenakan pakaian formal ketika bertemu klien, dsb.
Semua itu dimaksudkan agar tidak keluar dari norma-norma umum yang berlaku lingkungan kita, yang imbasnya bisa jadi akan memengaruhi interaksi kita dengan orang-orang di sekitar kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.