Tampilkan postingan dengan label MyLove. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MyLove. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juli 2013

H2C

Kayaknya kesibukan sebagai pengacara baru   masih agak tersisih dengan kondisi ini termasuk kehebohan Faiz untuk belajar sekolah di At-Takwa yang Sabtu kemarin memasuki hari keempat alias pertemuan terakhir sebelum dia sekolah beneran di sana.
Apa sih yang sampai segitunya membuat harap harap cemas ?
Apalagi kalau bukan pendaftaran anak sekolah.

Syukurlah ya... sejak beberapa tahun terakhir ini, hasil seleksi masuk SMP, SMA (hihi di situs PPDB istilahnya masih SMA) dan SMK Negeri di kota Bandung dapat dilihat secara online. Dari mulai data pendaftar sampai rekapitulasinya ada. Kita bisa tahu berapa passing grade atau gampangnya nilai terkecil agar dapat diterima di sekolah yang kita tuju. Lumayan membantu walaupun tentu saja itu sampai pendaftaran sehari sebelumnya. Jangan sampai gara-gara tidak memperhitungkan passing grade ini anak-anak tidak berhasil masuk sekolah negeri ( dan dekat rumah).  Kenapa sekolah negeri ?Simpelnya ini pilihan keluarga. Dengan berbagai pertimbangan tentu saja. Keluarga lain punya pilihannya masing-masing.

Dengan nilai UN yang didapat mbak, alhamdulillah kami lebih tenang. Pilihan pertama dia SMA 24 di klaster 1 dan pilihan keduanya SMA 23 di klaster 3. Kalaupun dia enggak diterima di pilihan pertama, insya Allah bakal masuk di pilihan kedua. Hasil pantauan melalui PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) online Kota Bandung, sejak hari apa itu dia mendaftar, posisinya masih aman di pilihan pertama.

Tapi dengan nilai yang didapat Ayuk, rupanya ini menjadi pengalaman baru bagi kami sekeluarga.
Bukannya tidak menghargai hasil jerih payahnya, tapi hendak mengajarkan bahwa di dunia ini selain kita berjuang melawan sisi negatif diri kita, kita juga berlomba dan bersaing dengan orang lain. Berlomba-lomba dalam kebaikan.
Sedih pas melihat di hari ketiga Ayuk sudah kehilangan pilihan pertamanya di SMP 17. Kamipun membujuk agar dia mau ke SMP 50 yang ibaratnya tinggal ngesot saking dekatnya. Awalnya dia enggak mau karena deket banget sama rumah. Eh pas dia udah mau, ternyata di hari berikutnya nilai dia udah lewat juga. Ayuk mulai menangis diam diam. Setiap ditanya geleng kepala. Pilihan pertama berubah lagi ke SMP 49. Ternyata di hari kelima, lewat pula. Pas Jumat malam itu tinggal 2  SMP Negeri -agak dekat dari rumah-  yang masih memungkinkan nilai Ayuk masuk. Satunya SMP 22 di jalan Supratman, satu lagi  SMP 20 di Kosambi. Udah jauh dari rumah kalau ukuran Abi.
Sabtu, hari terakhir pendaftaran, bismillah memilih SMP 22 di pilihan pertama dan MTs Negeri 2 di Cicaheum sebagai pilihan kedua.
Abi sempat cemas ketika Sabtu menjelang maghrib belum ada nama Ayuk di sekolah manapun. Aku menghibur mungkin masih proses input data. Alhamdulillah habis isya sudah ada nama Ayuk diterima di MTsN 2.
Dan benar saja karena salah perhitungan passing grade, ada teman Ayuk yang akhirnya tidak diterima di SMP manapun. :(
Ayuk kelihatan belum lega diterima di madrasah. Masih terlihat melamun diam diam dan menangis sembunyi sembunyi.  Dia ingin sekolah umum seperti kedua kakaknya. Setelah Abi memberikan pemahaman, bahwa ini bagian dari keputusan Allah, bahwa Allah berikan yang terbaik buat kita, Allah berikan sesuai yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan, terlihat Ayuk lebih legowo. Pas hari Minggu siang Ayuk diajak Abi melihat calon sekolahnya, dia langsung jatuh cinta.
Dan Senin ketika dia menerima surat resmi tanda diterima melalui guru At Takwa -karena ndaftarnya kolektif - dia sudah tertawa tawa dan berani menunjukkan foto foto sekolah barunya. Apalagi ketika diberitahu bahwa MTsN 2 adalah madrasah tsanawiyah percontohan dia makin bangga. Kepala At Takwa secara khusus berpesan agar Ayuk menjaga nama baik  AtTakwa karena alumninya sudah dikenal di sana.
Yah satu pelajaran baru sudah dilalui kami sekeluarga. Benar kata Ayuk, hidup itu tak semulus paha cherybelle.

Kamis, 04 Juli 2013

Dialog Bapak Anak

Sabtu sampai Minggu kemarin Ayuk panas. Dua hari itu dia tiduran aja di kamar. Enggak mau makan. Mainin hape. Aku tiduran di tempat tidur sebrangnya sambil membaca Album Kenangan Ayuk di SD. Abi masuk kamar dan tiduran di samping Ayuk

Kamu jangan meninggal dulu atuh. Belum ngrasain SMP
Iya enggak bakalan.
Emang nanti kalau besar kamu  mau jadi apa ?
Enggak taulah
Mau bikin grup band ?
Enggak mau ah. Kalau grup band kan harus mau pake rok pendek2 gitu
Emang enggak bisa pake kerudung kayak grup apa dulu itu ?
Sunny ?
Iya .. tuh kan mereka pada pake kerudung
Iya makanya mereka enggak terkenal. Nggak tau di mana sekarang
Mau nyanyi sendiri kayak Fatin ?
Enggak ah. Malu
Kan duitnya banyak
Iya tapi suaranya kudu bagus
Atau mau main sinetron?
Enggak mau. Cape. Soalnya berangkat (shooting)nya pagi pagi nanti pagi lagi baru pulang. Si itu aja ada yg dipecat sama manajemennya gara gara mau pulang jam lima.
Iya emang. Abi juga dipecat gara gara mau pulang jam 5 mau main sama anak anak
Ah, abi bohong. *ketawa
Trus jadi apa nanti ?
mau jadi ibu rumah tangga aja
Terus karirnya apa ?
Ya kumaha nanti we
Trus keahliannya apa, kan ibu rumah tangga punya keahlian khusus
Ya apa yaa ... masak lah
Nanti kamu kayak chef mari**a. Pake baju pendek2. Atau kayak chef F**** Q*** pake baju dadanya keliatan
Ya enggaklah aku kan masaknya di rumah
*pengen suami kaya tapi Bi...*ada yang nimbrung
Enggaklah, enggak harus. Pengusaha.. nanti aku bikin kafe gitu. Kan hidup itu enggak selalu lurus. Kata anggun juga hidup enggak semulus paha cherrybelle
*ketawa
Oya? Anggun bilang gitu ?
Iya ada di you tube
Trus kalau mau bikin kafe kenapa kalau abi bilang pagi2 bantuin ummi kamu enggak mau?
Kafe aku kan jualan kopi. Enggak jualan masakan. Ummi kan enggak pernah bikin kopi.
*ya belajar sama abi tuh bikin kopi*
Abi kan bikinnya kopi sachet
Kopi aja ?
Iya. Kopi yang dicampur campur gitu. Kan katanya  lebih enak yang diramu daripada yang sachet.
*obrolan terhenti


Ayuk dan Abi tahun 2005

Sabtu, 08 Juni 2013

Trial Faiz di Attakwa

Sabtu tanggal 1 Juni  adalah jadwal trial Faiz di Attakwa. Ini adalah program baru Attakwa. Peserta ' trial' nya bukan anak yang mau mendaftar ya tapi anak-anak yang sudah mendaftar RA Attakwa. Tujuannya adalah mengenalkan para calon murid itu dengan lingkungan dan kebiasaan sekolah barunya. Di sini namanya bukan trial, tapi Pra RA. Ra adalah raudhatul athfal, taman kanak kanak.
Beberapa hari sebelumnya pihak sekolah kirim sms.

Akupun mulai pengkondisian ke Faiz dan ke abi hehe si abi juga... kan abi selama ini yang nungguin anak anak di hari hari pertama sekolah mereka.
Faiznya bilang enggak akan ke attakwa. Nanti aja klo udah gede mau ke sekolah teteh ( sd kali maksudnya yaa).
Tapi di hari sabtu itu aku dan abi udah siap duluan. Sembari bertanya faiz mau ikut enggak, abi dan ummi mau ke attakwa. Kebetulan teteh dan ayuk libur setiap sabtu minggu pertama. Jadi ya memang cuma aku abi dan faiz.
Sampai parkiran dia masih ketawa ketiwi. Terus membeli beberapa kue di kantin sebelah sekolah. Begitu masuk pelataran TK bu guru sudah bersiap di gerbang. Menyambut anak anak yang berdatangan. Senengnya ... nama Faiz sudah dikenal karena dari bayi sudah 'berkeliaran' di attakwa :D
Setelah salim salim bu guru,Faiz dikasih pin. Ada nama dirinya. Meski sedikit tegang dia amati juga tuh pin. Takjub kali ya... klo jaman mbak sampai teteh dulu nama nama masih dibuat dari karton. (Dibentuk lucu lucuan juga sih ada es krim bunga dll Sampai dulu di kelas teteh buguru nemanggil anak anak dengan sebutan kelas esktim maka serempak anak anak menjawab siaaap.)

Kemudian bu guru menggandeng tangan Faiz masuk kelas untuk menyimpan tas.
Nah setelah menyimpan tas ..... anak anak keluar lagi untuk berbaris di halaman. Insiden pun terjadilah.
Faiz menemukanku dan menangis. Kemudian memegang tanganku erat erat. Tidak mau berbaris di halaman. Akhirnya akupun ikut berbaris. Ikut nyanyi nyanyi juga :D
Faiz diam tanpa ekspresi. Nangis enggak * iyah karena abi mengawasi di pinggir lapangan , barispun enggak.  Boro boro aku mau moto dia ya...
Setelah rangkaian baris berbaris ini selesai, dilanjutkan dengan perkenalan dengan bu guru. Setelah itu anak anak masuk kelas.
Faiz masih enggak mau gabung teman2nya. Aku mengajaknya bermain puzzle dan mainan lain yang memang sengaja di tata di meja2 di depan kelas. Eh si Abi gak setuju rupanya aku nemenin Faiz main di luar, Abi datang dan menggandeng faiz agar bergabung dengan teman temannya. Dengan bercucuran air mata faiz mau digandeng bu guru gabung drngan temannya.

Awalnya ngelendot manja ke bu guru yang baru dikenalnya itu. Kali dia pikir lumayan lah ya... daripada ngelendot ummi malah dimarahin abinya :p
Kemudian perlahan lahan dia mengikuti sesi demi sesi selama total dua jam. Dari baris, berdoa, bertepuk, game, bikin sate buah, makan buah dan akhirnya doa pulang sambil salim buguru. Setelah salim masing masing anak dikasih bingkisan macam goodie bag ulang tahun. Senengnya.... Abis pake sepatu, Faiz langsung lari ke lapangan untuk bermain ayunan.

Alhamdulillah untuk hari pertama  terbilang lancar lah. Malahan salah satu bu guru menyampaikan bahwa faiz sudah bisa ditinggal. Jadi mingdep cukup abi aja yang antar. Klo lihat ummi biasanya anak anak hadi mudah nangis ( lhoooo...... kok?) Ini adalah berita gembira ... karena aku bisa punya me time. Ups jangan salah sangka dulu....sabtu pagi adalah jadwal rutin pengajian hehehe iyalah musti seimbang kaan. * pencitraan salehah dimulai

Akhirnya, pas sebelum pulang faiz fitting baju seragam, udah mau jawab ketika ditanya siapa nama oleh petugas fitting. Semoga minggu depan lancarr ya...
 

personal pin
 
takjub mengamati pin

ngelendot bu Guru
mulai tertarik
makan sate buah


mengeluarkan perbekalan

d
dibukain wafer sama bu guru * andai tante Sondang lihat bekal Faiz

Kamis, 30 Mei 2013

Mainan Laki-laki

Melihat cara bermain Abi dan F5 akhir akhir ini, tiba tiba saja aku inget postinganku bertahun lalu. Waktu itu aku ceritakan tentang Firda yang keseleo.  Aku waktu itu percaya saja ya.. si Teteh Firda keseleo/terkilir di sekolah. Dan aku juga enggak komplen / menanyakan ke guru kenapa anakku kesleo hiihi... yah.. cukup tahu diiri laah... orang satu kelas lebih dari 20 anak, gak bakalan kepegang semua ketika di luar kelas.
Nah, sayang seribu sayang, aku lupa bikin postingan berikutnya. Ternyata cerita tentang kesleo itu hanya rekaan belaka, saudara saudara ! Aku ingat betul beberapa waktu setelah itu, semua anak-anakku bercerita ternyata kaki Firda sakit karena disuruh lompat dari atas lemari oleh kakak-kakaknya.

Waktu jaman aku belum ngeblog, anak ketiga dulu juga disuruh lompat sama anak pertama dan kedua. Maklum F1 dan F2 jaraknya dekat, jadi kemampuan motoriknya lumayan sama. Waktu itu langsung ketahuan. Nah gak nyangka doong, kejadian ini bakal "menimpa' Firda. Rupanya ospek itu berlangsung kembali. Waktu itu Firda disuruh lompat dari filing cabinet plastik 6 susun ke atas kasur di lantai. Namanya anak masih kecil (sampai sekarang juga tetap kecil), sakitlah dia. Karena takut ngakunya keseleo. Kalau ingat ini aku jadi merasa bersalah udah kerja dan ninggalin anak - anak. (nyambung ama postingan the number of Children punya Sondang).

Nah, mungkin untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan, sekarang ini malah si F5 seperti 'diajarin' Abi lompat lompatan model gini. Dari kecil, mulai dari atas kursi, atas  cosmos, atas meja, atas rak buku pokoknya bertahap. Semua lompat ke lantai. Dan semalam  F5 diangkat ke atas lemari (yang dipakai lompat F3 dulu dan sakit kaki), tapi lompatnya bukan ke lantaai,melainkan ke tempat tidur. X_X

ada tangan, itu tangan Abi. siap megangin F5 ketika meloncat ke tempat tidur.

Rabu, 08 Mei 2013

Hadiah buat Abi

Di bulan April lalu si Abi ulang tahun. Tapi soal ulang tahun ini  aku rada rada bingung memperlakukan doi. Kalau anak anak ultah  selalu saja menanyakan siapa tanggung jawab soal kue. Aku bikin apa doi beli.
Dulu pas anak-anak kecil, sempat bilang kalau kue ulang tahun hanya sampai usia 12. Setelah itu enggak ada lagi kue ultah. Seiring waktu berjalan dan enggak kerasa pas Mbak Fathim ultah ke 15 tahun lalu, dan pengen bawa kue buat ke sekolah, malah Abi yang 'ribeut' nyariin tempat buat bawa.
Kemudian pas Fikri ultah ke 14 Februari kemaren, Abi juga diem-diem aja waktu aku bikin kuee...
Eh tahun lalu, pas bu Endang -temen kantor- ngucapin selamat ulang tahun, malah dianya ngambek gitu. Btw jangan heran ya... kok bu Endang sampai tahu hari ulang tahun suamiku, bukan apa apa, karena tanggal lahirnya sama di 24 April :). Bagaimana bisa tahu ? karena dulu barengan di kepegawaian, pasti lah sedikit banyak bakalan ngebukain berkas - berkas pegawai. Meskipun jaman tahun 2002-2006 belum jaman kepo, tapi kan perilaku kepo itu sudah ada sejak jaman dahulu kala kaliii... 
Ya begitulah ... jadi enggak heran kalau si F3 sampai komentar "Ummi, kalau aku jadi Ummi pasti bingung deh, punya suami ababil kayak Abi" hahaha...sedikit lebay tapi ya.. itu bahasa anak-anak

Berhubung kesibukan bulan Maret dan April yang subhanallah, allahu akbar banget nget sampai sampai postingan blog-ku aja bisa dihitung dengan jari, maka ada banyak satu episode keseharian yang terlewat.
Teringat lagi pas baca postingan galau Baginda Ratu dan  postingan Sondang yang bikin meleleh.

Awal April, Fikri dah bisik bisik mau ngambil uang tabungan.
Aku bertanya "buat apa?".
"Mau beliin kado buat Abi"
"Halaah.. ultahnya kan masih lama", kataku.
"Ntar klo dikasih pas ultah,  Abi marah enggak mau nerima"  (see ? anak kecil segede Fikri pun tahu)
"Yaa terserah kamu laah, kan duit kamu" aku menyerah
"Lagian aku punya firasat, Mi"... suara Fikri menggantung
 "Firasat apaan ? "
"Kayaknya ajalku sudah semakin dekat"
"Ya iyalah, setiap kamu bangun pagi itu berarti jatah umurmu udah berkurang sehari alias sudah semakin dekat dengan ajal" aku komen berusaha biasa aja.
(jangan heran kalau Fikri ngomong gitu dan akupun menjawab demikian. Bahkan kami telah mengobrolkan tentang kematian mendadak dan nanti mau dikubur di mana , dan mau berbuat baik ketika ingat siapa tahu ini hari terakhir saudaranya )

Fikri diam sejenak kemudian menyambung :
"Beliin apa ya Mi, biar dipake sama Abi"
"Beli aja kaos dalam celana dalam, pasti dipake" *jawaban ngasal tapi benar
FYI, air di tempat aku tinggal berwarna coklat, jadi yang namanya kaos dalam, celana dalam itu cepat sekali berubah jadi kucel dan penuh bercak kecoklatan
"Ah, si Ummi mah" protes Fikri

Akhirnya tanpa campur tanganku,  F2 memutuskan untuk membeli jam tangan. Trus nanya kira kira Abi mau make enggak ya... Aku bilang aja, dulu pas awal-awal nikah mah Abi pernah pake jam tangan dari Eyang. Aku hanya menunjukkan untuk membeli di toko dekat sekolahnya yang kebetulan samping-sampingan sama pasar Ujungberung.

jam tangan pilihan Fikri

Jadi, apakah jam tangan itu dipakai atau tidak ? Pas awal awal sih kelihatan dipakai waktu Abi mau ke kantor. Sekarang ? Ihh... mana sempaatlaah aku perhatiaan :DDD
Aku aja pake kerudung tanpa ngaca, sampai kantor baru dirapiin :p

Sabtu, 30 Maret 2013

Rejeki Bocah (lagi)

Hi world ? How are you ?
Jiaaah.. bahagianya. Terlepas dari very very very peak peak season. *berapa kata ya untuk menggambarkan...
Yup, apapun, disyukuri akhirnya waktu waktu yang sibuk dan menyibukkan telah terlewati. Walaupun belum sepenuhnya selesai, tetapi paling tidak sudah sedikit terlepas dari kesibukan menerima tamu yang kadang kala juga memerlukan stamina sabar yang panjang, bahkan lebih panjang dari ketika menghadapi anak sendiri.
Ya, menghadapi anak sendiri *kalaulupa seakan boleh sambil marah. Tapi menghadapi tamu tamu, sekesal apapun harus tetap sabar dan tersenyum #curcol
Dan bulan April segera tiba, saatnya bergelut dengan kertas kertas yang tersisa. Ahayy.. gapapa laah.

Nah postingan pertama setelah sekian hari vakum, kepala dah berasa mau meledak *lebay.
Berhubung numpang nyuri waktu di istirahat kampus... posting yang ringan aja y.aaa sekedar bayar utang.. hehe

Kamis kemaren kan aku pulang kantor ampe malam. Faiz udah nunggu nunggu sampai sampai makan malam juga harus disuapin Ummi. Padahal biasanya enggak. Makan berdua ama siapa aja, yang penting kalau ada tulang tulang ikan atau ayam dia terhindar dari itu semua.
Trus malam itu dia udah ngerayu rayu, Ummi besok aku kan libur, kita mau ke mana ? #gubraks
Nggak kemana mana, Ummi nya pengen dapat satuuuu aja lazy day :p
Eh malah si Faiz dengan terang terangan pengen maen motor di warung besar. *maen game di Toserba

Pagi bangun tidur aku nggak boleh ke warung, tapi dia juga nggak mau diajak dan enggak mau ditinggalin. Asli cuma pengen diajak maen maen. Walhasil sepagian aku cuma nemenin dia baca baca buku, trus mewarnai, main kartu atau apalah. Tetep saja  kaaan semua anggota keluarga musti sarapan. Agak siang dikit sukurlah dia mau dibujuk untuk ikut membeli kupat tahu langganan. Lumayan.. dalam waktu yang singkat sarapan tersaji hangat.

Siangnya Faiz ikut Abi dan Fikri shalat Jumlat di As- Siroj Cibiru. Lengkaplah sudah, berhubung pergi pulang lewat toserba yang dia maksud itu, maka dia ingat lagi mau eh pengen ke sana.
Padahal ummi asli males tenaga dan males ngeluarin duit karena tanggal tua.
Akhirnya si Abi nggak tega dan memintanya tidur siang dulu.

Ummi, Faiz, Teteh, dan Ayuk kruntelan di satu tempat tidur untuk bobo siang bersama. Saking lelahnya kali ya... bangun bangun udah hampir jam lima dan mendung banget. Selesai shalat ashar tiba tiba si Faiz ikut bangun dan langsung teriak
"Ummmi .. jadi enggak ke toko warung besarnya ???" *gubraks *bangun lagi *gubraks lagi

Mungkin merasa sudah janji, si Abi memutuskan untuk pergi sore itu juga. Padahal menduuunggg.... Sampai pom bensin udah gerimis aja. Tapi si F5 nih kayaknya maju terus pantang mundur. Aku yang di belakang dibonceng Abi komat kamit aja merapal doa, jangan hujan,... jangan hujan.. please.. ya Allaah...
Tak berapa lama kemudian, sampailah kami di toserba Yogya Ujungberung. Si Abi dah ngeri hujan kali ya.. Ibaratnya cerita  kancil mencuri timun tuh, udah tiba di adegan kancil kecemplung sumur dan lagi merayu gajah agar sudi mengangkatnya dengan belalai lalu si gajah ditipu kancil katanya langit udah mau ambruk saking gelapnya. *nglantur...
Keliatan banget si Abi gak tenang bahkan sampai sampai rada bete gitu.. hihi..

Kami langsung naik ke lantai 2. Beli koin 5 rebu *ngirit
Trus naeklah Faiz ke motor yang dia cita - citakan. :P Naek juga mainan lain.
Singkat kata, abislah 4 koin. Nambah lagi 4 koin. Abis lagi. Tapi si Faiz dan Abi udah pada bisa ketawa dooongg... tanpa jajan, tanpa makan. Main doang habis 10 rebu perak.
Pas mau pulang, ketemu pak RT berdua bungsunya baru datang. :))
Ternyata di luar belum hujan, saudara - saudara.
Kamipun pulang dengan selamat sentausa....

Ini foto tahun lalu di tempat yang samaaa...

Si Faiz mukanya cerah ceria ya..
Yah begitulah, saudara saudara sekelumit cerita di akhir pekan. Selamat berlibur ya.. masih dua hari lagi. Yuk, nikmati...

Kamis, 24 Januari 2013

The Casual Vacancy, Sepotong Cinta, dan Bukan Review

Suatu malam  di akhir Desember
Orang orang pada cuti. Tapi aku nggak bisa cuti. Pengen beli buku, tapi budget belum ada untuk itu.
Sempat punya uang berjeti jeti, tapi langsung habis lagi *apa hubungannya coba ?

Ummi : Abi, tertarik buku J.K Rowling yang baru nggak ?
Abi    : Enggak !



Eh, sorenya pulang kantor si Abi buka tas dan ngeluarin The Casual Vacancy
(Nyes ! Lihat,  bahkan cinta pun perlu sesuatu untuk membahasakan)


NB :
tapi secara pribadi aku enggak suka buku ini. Memang cara bercerita JK tetap bagus, tapi isinya kok bikin kurang sreg ya.. Terlalu banyak adegan bercinta dan yang mengarah ke sana, trus hampir semua tokoh melakukan hal-hal buruk dan mau tampil sok baik. Masa' sih satu kota nggak ada yang benar benar baik ?

Sabtu, 08 Desember 2012

Kenapa Kita Marahan ?

Si kecil Faiz rupanya belum bisa membedakan antara dimarahi, marahan, dan marah.
Aku mungkin jarang sekali marahin dia ya, dibanding kakak kakaknya. Pertama karena tugas tugas yang jadi kewajiban Faiz pun masih sedikit. (kewajiban ? hihi.. latihan kewajiban lebih tepat kali ye...). Jadi ya... peluang untuk mangkir ya tentu sedikit juga...
Berbeda dengan kakak-kakaknya yang sudah punya tugas sendiri sendiri.

Nah suatu malam, dia menanyakan satu hal yang membuatku kaget, menyesal, sekaligus pengen ketawa.
"Ummi, kenapa kita kemaren marahan ?"
"Karena Faiz tidak menaati peraturan, mau marahan lagi nggak ?" tanyaku santai
"Enggak aaah..nanti akunya nangis" jawab Faiz
"Makanya, Faiz kamu enggak boleh lagi melanggar peraturan ya.."
Faiznya cuma ngangguk angguk. Entah dia ngerti entah enggak. Kayaknya sih ngerti. *sok yakin

Nah sesungguhnya sebabnya marahan itu adalah, dia berhari hari ngungsi tidur di kamar Ummi dan Abi. Padahal kan dia udah punya kamar sendiri. Dan, 'marah'nya Ummi adalah pindah tidur ke kamar lain dan memberi kesempatan Abi mengantar dia tidur di kamarnya sendiri. :p

Selasa, 09 Oktober 2012

Panen Kersen

Ih... alhamdulillah senengnya .. seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya, pohon kersen yang aku tanam makin rimbun dan berbuah banyak. Membuat gembira bukan hanya diriku (hihi..) tapi juga anak anakku. Akhirnya mereka mengalami yang namanya naik pohon. Seperti  Ummi dan Abinya jaman kecil dulu. Walaupun pohon itu adalah satu satunya pohon yang tumbuh di halaman kami.

Rupa rupanya, yang seneng bukan cuma aku yang nanem pohon itu, dan juga anak anak, ternyata banyak juga anak tetangga yang sering mampir dan ikut manjat pohon kersen ini.
Mulanya anak anak melarang, mungkin khawatir nggak kebagian. Padahal kersen ini kan tiap hari ada yang masak. Udah diambilin juga besoknya ada lagi dan ada lagi.

Pas Sabtu minggu lalu, si Abi ngeluarin tangga kirain buat apa. ternyata....
  
Metik kersen
Dan hasilnya adalah....
Teteh dan kersen hasil panen

 Dan entah benar entah tidak secara ilmiah ya.. sejak turunnya hujan, kersen ini makin besar dan ranum...
maniiisss... apalagi kalau disimpan di kulkas. Hmm.. manis dan dingin..

Jumat, 07 September 2012

Mengecat Rumah

Sebulan sebelum Ramadhan tiba, suamiku kerja bakti ngecat rumah. Selama ini memang doi selalu ngecat sendiri. Seingetku selama berumah tangga, belum pernah minta tolong orang untuk ngecat.
Disamping karena alasan keuangan, aku yakin, pasti karena si Abi bakalan nggak puas dengan kerjaan orang. hehehe... know him so well laaah....

Memang yang ngecat Abi sendiri, tapi yang lain lainnya hmmm... mau nggak mau semua terlibat. Pertama tama adalah mengeluarkan isi ruangan yang akan dicat. Kalau kamar tidur, maka keluarlah semua isi kamar, ada lemari pakaian, lemari buku, meja belajar, tempat tidur, kasur dsb.dan segala isinya tentu saja.
Buku buku, baju, sprei, bantal wkwkwk
Tahap berikutnya adalah menunggu perintah, menggeser tangga, mengambilkan ini, atau itu atau lainnya.

Setelah proses mengecat selesai apakah kita bisa langsung masukin barang ? tentu tidak. Kami musti bantu ngepel lantai yang walaupun di alas koran tetep aja ada cat tembok yang berjatuhan barang satu atau dua lusin ;P titik.
Setelah ngepel selesai, barulah masukin lemarinya, rak bukunya , meja belajarnya, dsb.
Terakhir adalah menyusun kembali semua barang barang yang tadi dikeluarkan dari lemari, rak buku, meja belajar, dsb..
Jadiiii... kesimpulannya ya lumayanlah yang harus dikerjakan para asisten di sekeliling "tukang cat".
Mungkin akan lebih praktis jika meminta tukang cat profesional untuk mengerjakan ini, tapi ... dengan mengecat rumah sendiri ini, banyak keuntungan yang kami dapatkan
pertama jelas lebih hemat, karena tidak perlu membayar honor tukang. walaupun tentu saja, tetep sedia cemilan cemilan buat semua isi rumah yg kerja ekstra
kedua : lebih puas dengan hasilnya
ketiga : kami dapat 'liburan' dan 'hiburan' yang sangat spesial.
keempat : mengecat sendiri menjadi kesempatan buat anak anak untuk menentukan mengatur ulang kamar mereka, mulai dari warna dinding sampai komposisi kamar dan hiasan2 apa yang akan mereka tambahkan.

Nah dibalik cerita ngecat itu, ada satu hal yang membuat cukup dag dig dug selama beberapa hari berturut turut, yaitu si Abi yang naik tangga, di mana tangganya diletakkan di atas dua meja kecil. Hadeeeuh... sambil bebantu cuma bisa berdoa dalam hati. Semoga tidak terjadi apa apa. Alhamdulillah, semua lancar dan beres...

Abi istirahat sejenak di atas. sambil nyawang2 hasil ngecatnya

in action.. kayaknya nggak sadar ada canded camera.



Terus terang, aku mendingan lihat Faiz manjat manjat gini, tinggal diteriakin... "turun Naaak !"


F5, naik tempat tidur manjat jendela

Untunglah ya... ngecat rumah itu nggak perlu sering sering..

Kamis, 17 Mei 2012

Ummi, Jadi Beli Splei Nggak ?

Yup, Splei ? Tahu splei ?
Kalau nggak tau, ya wajarla.. nggak ada kali ya yang namanya splei.
ada juga sprei. Dan ya memang itu maksudnya.
Yang nanya barusan itu Faiz. Eh, ngapain si bejo tiba tiba mikirin sprei ?

Begini ... sejak Faiz nggak jadi masuk TK, Abi nggodain Faiz.
Kata Abi, itu karena Faiz masih tidur sama Ummi.
Ngomong ngomong masalah tidur ini, sebenernya kan sudah disiapin kamar bareng F2 di atas. Tapi kayaknya kok nggak tega.. Cuman dipikir pikir F5 juga makin besar kan..
Udah gitu inget kata kata Mak Ephraim katanya anak laki laki cenderung bisa bersandirwara pura pura tidur. Padahal dia lagi terbangun di tengah malam. Adoooh... bahaya kaaan ?

Nah kayaknya kata kata Abi itu, sepertinya membekas sekali dalam benaknya. Maka sejak itu  Faiz mau tidur sama Fikri. Bahkan "reflek"nya pun, udah gitu.. Kalau ngantuk, udah ngajak ke atas. (bukan ke kamar Ummi dan Abi lagi).
Cumaaa.. dia tuh kasih kita syarat.. mau tidur di atas, kalau dibeliiin sprei angry bird, sponge bob sama shaun the sheep. Ini bukan atau ya.. artinya dia minta tiga sprei itu. *duh, tengok dompet yg makin kosong*
Makanya... pas hari ketiga dia tidur di atas trus nanyain itu ke aku, trus aku cerita ke Abi, si Abi bilang , ya udah laah beliin aja. Kasian.

Akhirnya tadi pagi aku jalan berdua Faiz ke pasar Ujungberung, cari sprei. Di jalan masih aku bujuk dia, belinya satu per satu ya.. nanti uang Ummi habis, klo belinya langsung banyak.
Untunglah dia mengangguk.
Dan setelah muter muter pasar, memang cuman ada dua dari tiga motif yang dia inginkan.
Yaitu angry bird dan shaun the sheep.

Sampai di rumah langsung di pasang. Pas kutanya mana duluan ? Eh.. dasar bocah. Ada ada aja ya.. Dia bilang spreinya angry bird, tapi sarung bantal sama gulingnya shaun the sheep.
Ah... puas deh, lihat kegembiraan yang terpancar di wajahnya.
lihat tuh, dia sampai loncat loncat di atas kasurnya


saking pedulinya akan tempat tidurnya, ada head set hape F2 pun dia singkirin

lihat nih, pura pura tidur. untung masih matching ya.. angry bird campur shaun the sheep


Sabtu, 12 Mei 2012

Mendaftarkan Sekolah

Seperti yang sudah Faiz ceritakan di sini, di awal bulan lalu aku dan suami sengaja datang ke At Takwa buat ngedaftarin Faiz. Udah mantep buanget tuh, misua. Udah bawa duit, udah bawa copy akte segala. Cuma tinggal foto doang. Eh, mungkin belum rejeki ya.. mmm.. atau Allah masih kasih aku waktu untuk ngomongin beberapa keinginanku yang belum aku sampaikan sama suamiku, Attakwa tutup. Mereka libur awal bulan. (hihi.. baru inget. lha F3 dan F4 aja libur). tadinya kupikir kantor bakal tetep buka. Ternyata libur juga. Ya deeeh.. selamat libur ibu guru dan bapak guru...

Keinginanku sebenernya memindahkan Faiz dan Eka bersama sama ke At Takwa. Memang sih, aku harus berusaha lebih keras, sangat keras malah ya.. kalau pengen sekolah Eka di at takwa nggak bakal mempengaruhi cash flow rumah yang udah empet empet sana sini. Tapi kan kita percaya satu hal, kita punya Allah , Allah Yang Maha Memberi Rejeki, jadi nggak usah kuatir besok hari. Udah ada takarannya kok. Moal pahili bahasa Sundanya. alias gak bakal ketuker.

Sebenernya aku -ternyata aku- sempat salah faham atas kata kata suami.Kupikir waktu Abi mengiyakan Eka sekolah bareng Faiz, ya bareng di At Takwa. Ternyata enggak.Maksudnya Abi ketika Faiz ke At Takwa, Eka ke Mutiara. Ya suami sih berdasar logika aja, masa sih, duit gak ada mau maksa maksain diri.Getoo... Yah aku menerima alasan ini. Meski dalam hati kecilku nggak tega. Bibi udah nganggep faiz seperti cucu sendiri. Masa sih kita nggak bisa membalas itu. Tapi ya sudahlah. Boss nya kan suami. lagian.. Tetep kan , keputusan suami itu yg harus diikuti sesuai perjanjian di awal nikah dulu. ada dua pasal. Pasal pertama suami itu selalu benar. Pasal kedua, kalau suami salah, kembali ke pasal pertama. hahahaha

Cerita dikit ya..waktu ada pentas seni di at takwa beberapa bulan lalu itu , aku diam diam udah konsultasi sama kepsek TK yg nota bene dah kenal dari jaman F1 TK dulu. Melihat umur Faiz yang nanggung pisan, ibu Kepsek mengatakan Faiz belum bisa masuk TK A, atauuuu...kalaupun Faiz masuk di attakwa, bakal 3 tahun di TK nya. Karena usianya saat ini kurang dari 4 tahun. (Faiz lahir september). Trus aku nawaaar.. Ini mau masuk bareng saudaranya yang lahir Februari -ya Eka itu-. Ya udah kata bu Guru boleh.
Yah.. kalau EKa gak jadi di masukiin ATtakwa, berarti Faiz gak bisa masuk AT Takwa.
Tapi aku gak mau bicara ke suami bahwa Faiz belum bisa diterima di Attakwa. Biar beliau mendengar langsung dari sumbernya.

Dan akhirnya tadi kami bertiga, Aku Faiz dan Abi ke Attakwa. Maksudnya mau daftar TK. Udah siaplah.. buat ngisi formulir dsb.
Daaaann... tadaaa... tetep belum boleh. Bahkan kali ini Ibu Kepsek lebih keukeuh lagi. Kalau Faiz mau masuk sekarang, bapak ibu harus membuat perjanjian, nggak bakalan menuntut dua tahun lulus TK. Halaaahhhh.. kayak apaan ajaaa...
Ya sudahlah, akhirnya dengan berat hati Abi menerima, Faiz masuk TK at takwa tahun depan aja. Meski sambil ngomong sendiri emang apa bedanya anak yang lahir 31 agustus sama 1 september? kok pake batasan 4 tahun di 31 agustus. Kalau anak kembar yg satu lahir 31 agustus pukul 23.56 dan satunya lagi tanggal 1 september pukul 00.05 gimana ? Hahaha.. abi abi.. ada ada saja. Sudahlaaahh...

Dan dengan pertimbangan, daripada Faiz mengenali teman teman seangkatannya ntar masuk SD attakwa duluan dan dia masih tinggal di TK nya, mending tahun ini Faiz masuk TK A Mutiara aja.. sambil maeen.. dan masih baareng Eka.  (dalam hatiku, sambiil aku nabunnng bbuat ngedaftarin Eka. Kali aja kalau punya saham jadi punya hak suara. Boleh kaaan.. berkeinginan baik ?)

Selasa, 24 April 2012

Met Milad,Cinta

Ulang tahun, bagimu bukan sesuatu yang istimewa.
Sehingga tak perlu perayaan segala
Tapi ulang tahun adalah semacam alarm dari Yang Kuasa
Agar kita makin dekat padaNya

Cinta..
Di hari ulang tahunmu ini
Seuntai doa aku panjatkan
Kiranya Allah makin menyayangimu
dan memberkahi semua amal ibadahmu
dan melimpahimu dengan kasih sayang, kesabaran dan kelembutan
untuk mendidik istri dan anak anakmu
mencurahimu dengan kebahagiaan
untuk engkau bagikan kepada sekelilingmu

Selamat Milad, Cinta
foto berdua waktu jalan jalan di pantai Kupang, 1997

Jumat, 13 April 2012

Abi Aku Mana Sih, Meuni Lila Lila Teuing...

Sejak selasa malam yayang Cinta mudik ke Lampung bertiga F3 dan F4. Eyang sakit, agak parah dari biasanya, sehingga para anak yang merantau dipanggil pulang ke rumah.

Ini pertama kali Faiz ditinggal Abi dan beberapa kakaknya. Terus terang, rumah memang terasa sepi. Separuh biang keributan berpindah tempat.
Baru juga Abi berangkat naik taksi menuju pool Damri di stasiun, dia sudah menangis nangis.
Untuk menghiburnya, aku nekad ajak Faiz ke rumah tante Nur di Girimekar sambil nganterin carrot cake buat mas Lintang. (di jalan baru mikir, gimana kalau ketemu si tomcat udah mau gelap gini...). Untunglah Faiz kubonceng di belakang.
Sepulang dari sana dan shalat maghrib, aku ajak Faiz ke minimarket dekat rumah untuk belanja kebutuhan rumah yang dah pada habis.
Eh si Faiz dah mulai komen komen "abi aku mana sih.. meuni lila lila teuing..." (Abi aku kemana, kok lama amat)
Dan sampai hari ini, hari ke 3 Abi di Lampung, lila lila teuing itulah yang dia ucapkan di saat pagi hari bangun tidur, di saat sore hari aku pulang kantor.
Aduh Nak, berdoa ya..semoga Eyang lekas sehat, jadi Abimu lekas pulang ke Bandung.


Dekatnya..

Jalan Berdua

Jalan bareng pasangan, mungkin menjadi suatu kebiasaan atau bahkan sesuatu yang diagendakan secara tetap buat orang tertentu. Aku lihat tuh, ada temanku yang setiap pagi samper samperan buat sarapan bareng karena kantornya dekatan. Atau ada teman lain yang makan siang bersama. Bahkan ada juga yang sering jalan malam malam berdua, nonton atau makan bareng. Mereka menyebutnya us time.
Kadang kadang ngiri juga.
Tapi aku yakin, kondisi tiap pasangan pasti berbeda beda. Dan pola komunikasinya juga unik.
Dan akhirnya aku berpikir, ini sekedar pengen, atau aku butuh ? Atau jangan jangan aku saja yang menumbuhkan kebutuhan akan us time model seperti itu ?
Dengan pertimbangan aku dan abi yang seperti .. seperti apa yah.. seperti matahari dan rembulan kayak lagunya Nicky.. yang saling berkejaran, atau ibarat langit dan bumi yang saling menatap dari jauh... qqq.. ibarat sepasang suami istri aja deh. .emang kenyataanya gitu. *ogahmikir*
Aku yang aslinya lasak, nggak bisa diem baik jasad maupun mulut, tukang jalan, tukang pergi, eh berjodoh dengan si Abi yang asli anak rumahan. Bicara yang perlu perlu saja. Week end mending baca di rumah dan menghabiskan waktu sama anak anak. Atau membereskan rumah, ngepel sono sini daripada rekreasi. Aku harus menyesuaikan diri doong..
Yah akhirnya aku setelah menikah jadi "agak terkendali". Dan kuberharap sidia juga "agak terwarnai". Meski samar samar

Walaupun... tetep aja aku seneng juga kalau bisa jalan bareng di luar jalan bareng tiap hari pagi sore pulang pergi ke kantor.

Kayak beberapa minggu lalu tuh.. ada temen fb aku yang ternyata teman kantor si Abi mau nikah. Rumahnya di Lembang. Dia ngundang lewat fb. Aku tanya ke Abi :
"Ta, si Santi (kusebutin nama lengkapnya) mau nikah ya ?"
"Iya, kok kamu tahu ?"
"Dia ngundang Ummi, dia teman Ummi di FB. Mutual friend-nya teman blogger Ummi"(padahal, tentu saja si Abi juga)
"Semua orang kantor juga diundang. Cuman tempatnya di Sukawana sana. Tapi nggak enak juga kalau nggak datang. Dua duanya teman kantor" kata si Abi
"Hehe.. ya terserah Abi itu maaah.." jawabku jaim, meski ngarep
Eh, besoknya pulang kantor si Abi bawa undangan aslinya. Dari situ dan percakapan sepotong kemaren, setelah 15 tahun menikah, aku bisa mengartikan si Abi mau datang. Wkakak
Ups, ternyata perjuanganku belum selesai dooong... untuk sekedar bisa jalan jalan kondangan.
Ternyata Sabtu Minggu pas si Santi nikah itu, bibi minta ijin mau pulang kampung. Hadoooh... pikir pikir pikirr..
Ternyata juga, hari Sabtu yang sama, si Firda dan si Ayuk mau pentas di sekolah. Hadooh... pikir pikir pikir.. Ampuuuunnn.
Sibuk amat yaks. Ya eyalah.. anak banyak, ya banyak urusan. Tenang tenang tenang...
Syukur alhamdulillah Allah kasih aku otak yang meski nggak pinter pinter amat tapi amat kreatif.
Masalah bibi, aku usulkan sama Abi, bagaimana kalau  perginya ajak  F5, F3 dan F4 ditemenin sama anak bibi/bi Entin di rumah. Toh yang mudik cuman bibi. Bi entin nggak ikut mudik.  F1 dan F2 kan sekolah siang.
Nah masalah pentas ini.. belum ada dalam sejarah keluarga cie cie.. anak yg TK dan SD pentas orang tua nggak datang.  Jadi kami datang pagi pagi ke sekolah. Untung juga itu acara nggak pake molor molor, pas nyampe di sekolah jam 8 itu udahacara udah mulai.
Alhamdulillah lah,nonton anak anak pentas sampai jam setengah sebelasan. Pokoknya anak anak dan turun naik panggung beberapa kali.. hehe.Udah ngider ngider juga belanja belanji bazaarnya anak anak.
Lalu pulanglah dan siap siap. Agak agak mendung. Cuman niat udah kuat niy. Kata si Abi, udah aja kita jalan, istirahat di kantor Abi buat shalat zhuhur, ntar kalau nyampe sana ternyata hujan, lebih enak ngomongnya karena kita dah separo jalan. Siiplah

Dan alhamdulillah,.. Allah baik padaku dan selalu baik padaku. Singkat cerita sampai rumah si Santi dengan selamat dan cuman kegrimisan sedikit. Nggak perlu buka jas hujanlah.
Trus sepanjang jalan si Faiz juga menikmati. Lihat kanan kiri sepanjang jl. Sersan Bajuri itu. Dan kamseu pisan aku memang 10 th di Bandung baru lihat kalau di sepanjang jalan itu banyak kebun strowberry, ada si Kampung Gajah, ada apa lagi deh, udah lupa. Nggak penting deh itu semua, yang penting adalah jalan barengnya.

Dan dengan kamseu pula sebagai kenang kenangan, pulangnya kami mampir di sebuah kebun/nursery yang lagi sepi gitu dan minta ijin.. "pak..numpang foto yah..."
ini dia hasilnya... (habisan mau numpang foto di gerbang Kampung Gajah, banyak penjaga gitu, jadi malu)

Aku dan Faiz
Aih tumben si Abi mau dipoto
 


Rabu, 28 Desember 2011

15 Tahun

foto berdua pas ikut seminar keluarga
Suamiku selalu bilang bahwa tidak ada perayaan ulang tahun di rumah. Karena ulang tahun bukanlah prestasi, sehingga tidak perlu dirayakan. Itu buat anak anak. Tetapi, untuk ulang tahun pernikahan, menurutku itu adalah prestasi, karena cinta harus diupayakan.
Bila dikenang 15 tahun lalu, kami berdua bukanlah siapa siapa, bertemu beberapa saat beberapa kali kemudian berkomitmen untuk membina rumah tangga dibawah nilai nilai Ilahi, tentu bukan hal yang mudah.
Menumbuhkan cinta melalui proses yang sangat panjang. Mulai menyemai bibit-bibitnya, menyiraminya dengan kasih sayang dan perhatian, dan menjaganya dengan tanggung jawab serta memagarinya dengan keimanan, dan memupuknya dengan doa doa. Memohon agar campur tangan Allah-lah yang menjadi penjaga, agar cinta itu senantiasa tumbuh dan berkembang menjadi naungan buat rumah tangga kami, aku, suamiku, dan anak anak.
Senyum dan tawa mengiringi.
Tangis dan derai air mata mewarnai.
Godaan dan ujian acap kali menghadang.
Alhamdulillah masih terjaga hingga kini.
Terima kasih ya Allah.....
Semoga Engkau mengekalkan kebersamaan kami di dunia ini hingga surga-Mu.


sama papa echi, mama echi dan mba Echi. Mbak Echi masih imut imuut
 

Rabu, 14 Desember 2011

Bahasa Cinta

Salah satu efek aku pindah kantor adalah nggak ada lagi tumpangan teman sejalan. Asyiknya, aku jadi sejurusan sama Abi. Tiap pagi aku dianterin ke kantor, tapi .. si Abi bukan langsung ke kantor, tapi malah balik lagi ke rumah. Mau main dulu sama Faiz sampai jam 9-an baru berangkat ke kantor.
Sore aku di jemput juga sama doi. 


Kadang aku kasihan juga ngelihat doi maksa jemput, padahal habis maghrib ada kuliah yg lokasinya notabene masih di tengah kota juga. Jadi klo pas kuliah dan ngejemput aku, setelah shalat maghrib, dia buru buru ganti baju dan berangkat lagi. Alamaak
Setelah beberapa hari di kantor baru, aku dapat teman tumpangan yg searah. Namanya Teh Sri, sampai Pasir Impun. Sayangnya dia bukan PNS yang musti absen finger print. Jadi sebenernya dia bisa pulang sebelum jam 5. Nah pas suamiku tahu hal ini, dia udah nggak ngijinin aku numpang Teh Sri lagi. Kasian katanya. Dia juga ditunggu anak anaknya.
Ya udah akhirnya aku dijemput lagi sama doi. Pas kubilang, udah aja, kalau Abi kuliah , Ummi pulang naek angkot. Daripada Abi jemput Ummi, sampai rumah pergi lagi. Kan capek..
Eh si Abinya bukan ngejawab aku, malah ngomong ke Firda
"Teh, tuh, Umminya di sayang nggak mau. Dikasih perhatian nggak mau. "
"Yah, Ummi kan sayang juga sama Abi, nggak mau Abi kecapean" sahutku nimbrung.
"Itu kan bahasa cinta Abi ke Ummi. Ummi mah , maunya kita pake bahasa cinta Ummi sendiri"

Arrrggh.. si Ummi cuman tersipu malu dan si Teteh Firda bengong gak tau maksudnya kata kata apa!

Kamis, 27 Oktober 2011

Citra Oh Citra

Itu bukan lagu jadul yang mendayu dayu itu ya..

Ini mau #curcol sedikit soal kantor... hehe..
Beberapa hari lalu, pas aku asyik masak nyiapin makan malam si Abi yang lagi nonton tivi tiba tiba manggil
"Dek dek... sini bentar " nunjukin acara tivi.  Tempat nonton kami memang nyambungnya ke dapur.  Tampaklah gambar beberapa rekan sejawat sedang melakukan SPN
"SPN itu apaan sih ?" tanyanya lagi
"oh itu sensus pajak, di tanya tanya tentang usahanya, trus udah punya NPWP belum. Klo udah punya, sudah melakukan kewajibannya atau belum... " jawab si dedek setengah ngasal. (harap maklum kantorku gak ikut SPN, dan kami gak nerima sosialisasinya)
"Ah, itu mah cari "proyekan" aja..." Abi komentar setengah negatif
"Waah... klo cari "proyekan" yang enakan dong, ini mah sebaliknya. Udah banyak tuh teman teman yang sakit karena harus keluar dua hari sekali. Ini kan karena penerimaan dituntut naik terus, yah kita cari cara gimana caranya ningkatin penerimaan. Ini mah semacam penyuluhan dan edukasi kewajiban aja.." *ummi sotoy masih mencoba meyakinkan sambil tetap memasak
"Alaah... penerimaan tuh udah tercapai berlipat lipat, kalau saja kalian nggak ngambil jatah" sambung si Abi
"Ih.. jatah yang manaa ? Orang tuh nyari mati kalau masih berani main mata setelah modernisasi ini !" (*mulai naik darah deh)
"Buktinya ada Gayus !. Gayus kan belum lama, udah modern juga. " Abi membela diri
"Eit jangan salah ya.. Gayus itu main mata sama instansi di luar kami" *Ummi tambah sengit
"Ah, kamu aja yang nggak tahu kali. Hari gini mana ada yang bersih " kata si Abi lagi.
"Ummi tersinggung !!  Kalau nggak ada yang bersih,nggak halal atuh harta yang kita makan selama ini !" *si Ummi emosi beneran.
"Yah, Abi bukan ngomongin kamu laah.."
"Coba deh ya, mau dikemanain ribuan orang yang berusaha bersih. Berapa % sih orang yang bener bener buruk di instansi Ummi ?
Ummi yakin jumlah  orang yang berusaha baik dan "masa mengambang" yang bisa diajak ke kebaikan, masih jauuh  lebih banyak daripada orang orang yang berkelakuan buruk itu"   *Ummi tetep mencoba meyakinkan

si Abi diam. Mungkin kaget juga, istrinya ternyata bisa nyolot. Ummi diam diam menangis. Gimana mau meyakinkan orang orang di luar sana ? Klo orang terdekat saja belum yakin.
(Ih, asli aku belum pernah melawan suamiku sekeras barusan)

*Semalem si Abi membawakan daku booklet SPN, entah dapat dari mana atau di sensus di mana.
Fact : Ditjen Pajak mencatat sedikitnya ada 20 juta orang wajib pajak pribadi yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Namun dari jumlah itu baru sekitar 8 juta wajib pajak yang melapor serta membayar pajak. Sementara itu untuk wajib pajak badan, jumlah yang terdaftar mencapai 1,2 juta, namun kurang dari 500 ribu wajib pajak badan yang melapor dan membayar pajak 


Foto diculik dari sini

Minggu, 23 Oktober 2011

Raport UTS

Yah, anak sekarang mah beda sama anak jaman dulu, jaman aku. Meski masih SD dan SMP mereka ada UTS macam mahasiswa aja. ALhamdulillah UTS nya udah selesai 2 minggu lalu. Dan kemaren dua Sabtu berturut turut aku mengambil raport hasil UTS itu.

Sebenernya aku termasuk orang tua yang "nrimo" , dalam segala hal. Jadi dalam hal raport anak anak ini juga aku nggak punya target khusus. Yang selalu aku tekankan ke anak anak adalah, mereka berjuang melawan diri mereka sendiri. bukan melawan orang lain. Jadi aku mengukurnya yah dengan melihat keseharian mereka di rumah. Ini review hasil raport itu

Mbak :
Untuk hasil di kelas cukup memuaskan. Dia ranking 3. Semester genap lalu dia rangking 7. Tapiii... ada 3 pelajaran yang tidak lulus KKM. Tidak lulus KKM bukan berarti nilai merah ya.. karena KKM ini adalah batas minimal yang ditentukan oleh sekolah. Ada yang 7, ada yang 7.5 tergantung pelajarannya.
Dari 3 pelajaran itu, satu pelajaran (bahasa Sunda) itu sekelas nggak ada yang mencapai KKM (aneh kan ? ) Ya sudahlah.
Tapi kalau catatan dariku adalah... Mbak belum cukup maksimal dalam belajar. Habis maghrib belajar sambil main hape. Subuh subuh bangun pagi kembali pegang hape. Rasa rasanya harus diambil tindakan khusus terhadap benda bernama hape ini.

Fikri
Ini adalah raport pertama Fikri di SMP. Dia memang berhasil masuk SMP cluster 1 dibanding Mbaknya yang masuk SMP cluster 2. Aku cukup maklum kalau persaingan di sana begitu ketat. Maka ketika disebutkan 10 besar di kelas dan Fikri masuk di sana, aku sudah bersyukur. Tapi .. .lagi lagi ada 3 pelajaran yang tidak lulus KKM. Memang saat aku konsultasikan ke Walikelas, ini hal yang biasa. Nanti anak minta remidial aja ke guru pelajaran ybs.
Tapiiii... besoknya ketika aku bertemu dengan temanku yang sekolah di sekolah yang sama dengan Fikri, ternyata anakknya ranking 10 dan nilainya itu jauh lebih besar dari nilai Fikri yang rangking 4 .  Waah, ada yang salah niy.
Sebenarnya aku melihat Fikri ada kemunduran dalam mengelola waktu dibanding SD dulu. Waktu SD kan dia full day, jadi udah banyak belajar laah di sekolah. Maka kalau di rumah aku gak gitu nuntut. Sekarang Fikri sekolah siang. Nah kalau pulang sekolah di sore hari dia sudah capek. Tapiii.. di pagi hari setelah mengerjakan tugas rumah tangga, dia tinggal santai santai.
Yah, ada yang harus dikoreksi.

Untuk Mbak dan Fikri mulai malam tadi, mulai abis maghrib sampai pagi menjelang sekolah, hape harus disimpang di suatu tempat yang disepakati yaitu di rak buku.Nggak boleh lagi dibawa bawa ke kamar atau di bawa bawa tidur. Dengan harapan malam hari bisa konsentrasi mengulang pelajaran, dan pagi hari bisa baca walaupun sedikit.

Fadhila
Tahun ini dia tetap di kelas 5A. tapi sesuai pengalaman tahun tahun sebelumnya, kelas A ini justru untuk anak anak yang agak 'kurang' dalam prestasi akademik.
Memang selama setengah semester ini, nilai Fadhila lumayan naik laah dibanding nilai semester genap di kelas 4. Dan betapa terkejutnya aku, ketika menerima raport Fadhila masuk 5 besar. Bukan terkejut senang ya... tetapi terkejut, karena dengan nilai yang dia capai (dan ada 4 pelajaran yang tidak lulus KKM) ternyata itu yang paling sedikit tidak lulusnya. Halaaah !!. Kayaknya ada yang harus dikomunikasikan niy, ke sekolah. Dalam waktu dekat ini. Harus.
Khawatirnya Fadhila cukup puas dengan hasil itu dan dia berhenti belajar.
Aku tetap memberikan dia penghargaan atas hasil yang di capainya. Tapi aku mengajak dia untuk realistis. Bahwa sekali lagi, dia berlomba bukan dengan teman sekelas. Tapi dia harus melawan "rasa malas" dalam dirinya.  Aku tunjukkan nilai (calon NEM) yang masih di kisaran 9,7,7 kalau dijumlahkan sekitar 24-25. Dan jumlah itu belum masuk untuk SMP Negeri dekat rumah. Bahkan yang cluster 3 sekalipun !!
Alhamdulillah Fadhila setuju kalau aku kasih soal tambahan semacam try out gitu untuk latihan dia di rumah.

Firda
Alhamdulillah, tidak ada  catatan dalam hal prestasi akademik. Tapi ada catatan dalam hal 'pengungkapan pendapat'. Katanya Firda di kelas jarang bertanya atau menjawab kalau tidak di tanya. Kata gurunya, apa karena mencari aman atau apa. Tapi kalau ulangan tertulis mah nggak ada masalah.
Aih .. aku jadi khawatir, jangan jangan karena keseringan di cela cela sama kakak kakaknya dia jadi menghambat kepedeannya. Wah harus lebih serius juga nih.. menangani yang ginian.
Binun juga kadang kadang, kapan membiarkan anak anak menyelesaikan masalah sendiri supaya mereka belajar problem solving dan kapan mencampuri urusan mereka. Habis. .. kadang kayak yang musuhan, satu dua menit kemudian dah baikan lagi.

Ternyata banyak PR juga buat Ummi Abinya.

Senin, 03 Oktober 2011

Mesin Jahit Pinjaman

Seperti pernah aku posting  disini,  aku sekeluarga pakai baju seragaman. Baju para cowok aku masih minta tolong teman untuk menjahit. Tapi baju para cewek, aku sendiri yang menjahit. Aku menjahit pakai mesin jahit pinjaman dari mbak Rakhma yang baik hati.

Ceritanya waktu itu sudah memasuki pekan ketiga Ramadhan. Kebetulan aku dapat halangan. Jadi inilah saat yang tepat untuk menjahit, pikirku. Semua bahan sudah aku potong potong sesuai pola a la Titi. Di Sabtu pagi yang cerah, dengan bersemangat aku panggil mang Ojek langganan. Berrrr.... sepuluh menit nyampe rumah mbak Rakhma. Aku minta nunggu sebentar, dan dapatlah aku pinjaman mesin jahit itu. Langsung aku bawa pulang, aku bongkar bongkar dan mulailah aku beraksi. Oya, kebetulan kan Sabtu anakku sekolah semua, jadi aku bisa leluasa menjahit.

Di tengah aku asyik menjahit, tiba tiba suamiku yang tadinya tengah membaca di kamar, keluar dan mendatangi. Rasa takjub begitu jelas di wajah itu. Memang di rumah ibu mertua ada mesin jahit siiih.., tapi itu mesin jahit jadul yang masih pakai kaki untuk menggerakkan.
Mula mula dipandanginya mesin dari arah depan. Kemudian dari arah samping. Kemudian dari arah belakang (dari posisiku menjahit). Lumayan lama deh.. Dan aku belum pernah melihat ekspresi itu saat melihat barang baru apa pun !!
Tau tidak, selama doi melihat - lihat mesin itu, maka mantra eh doa yang biasa kubaca kalau ada orang lagi melihat lihat daganganku aku bacalah. Sing kabita sing kabita ... (semoga kepengen semoga kepengen hihi.. *berharap dibeliin)
Hu.. andai saja dikau melihat ekspresinya ketika melihatku menjahit itu, tepatnya melihat mesin jahit itu, dan posisinya sama seperti aku (suka jahit tapi belum punya mesin jahit), aku yakin doa yang kubisikkan itu, pasti kau bisikkan pula. :D

Sayangnya, di kotak mesin jahit itu nggak ada lagi buku manualnya, dan aku belum belajar ke mbak Rakhma bagaimana memaksimalkan penggunaannya, jadi aku belum bisa menjahit yang motif motif gitu. Bisanya baru pake yang lurus lurus.

Mau tau penampakan mesin jahit itu ? Inilah dia....
 

mesin jahit mba Rahma

Emang bikin kepengen kaan ??