Rabu, 19 Juli 2023

Bersih dan Sehat, Mulai dari Mana ?

Personal Hygiene memang istilah baru buatku. Tetapi setelah aku membaca berbagai sumber ternyata itu bukanlah hal baru. Personal hygiene gampangnya adalah bagaimana aku memelihara kesehatan dan kebersihanku sendiri. Bisa dikatakan adalah bagaimana keseharian kita dalam memperhatikan hal halyang terkait dengan kesehatan dan kebersihan.

Kalau ngobrolin itu, sebagai orang awam, tentunya personal hygiene ini tidak terlepas dari kebiasaan keluarga. Bagaimana dulu bapak dan Ibu membentukku, mengajariku dan memberikan teladan, itulah yang aku ketahui sekarang. Kalau secara standar, sebenarnya yang diajarkan kedua orang tua jaman dulu sudah memenuhi standar ya.. Kebetulah Ibu pernah sekolah perawat walaupun tidak sampai lulus karena keburu pindah sekolah karena Simbah ingin ibu menjadi seorang guru.


Kebiasaan keluarga yang ditanamkan dulu :

- Mandi dan ganti baju dua kali sehari, pagi dan sore

- keluar rumah harus pakai sandal, sekolah pakai sepatu (hihi ini setting tahun 80an ya, di mana anak sekolah aja masih ada yang nyeker)

- cuci kaki sebelum naik ke kasur baik tidur siang atau tidur malam

- gosok gigi sebelum tidur dan bangun tidur minimal cuci muka

- gelas dan makanan selalu ditutup

- nggak boleh jajan sembarangan/jajan yang makanannya terbuka dan dikerubungin lalat, Bapak mencontohkan, selalu jajan makan yang terbungkus, seperti nagasari, arem-arem, bugis, dll nggak pernah jajan yang makanan tidak terbungkus yang cara meladeninya dipegang-pegang pakai tangan. :D

- membersihkan tempat tidur sebelum tidur dan merapikan lagi dipagi hari

- Baju kotor dicuci setiap hari

- Mencuci piring sehari 3x setelah makan pagi,makan siang, dan makan malam

- mencuci rambut/keramas minimal banget seminggu sekali. 

- Bapak melarang anak-anak mandi di kali  (bayangin hampir semua anak di kampung suka mandi di kali, dan kita gak boleh, hiks)

- Mempunyai sarana MCK sendiri untuk sekeluarga ( di kampung banyak yang yang masih share tempat MCK dan jambannya pun masih ada yang cemplung langsung gitu)

- Makan sehari 3x dengan komposisi nasi-lauk-sayur. 

- Anak-anak mendapat tugas siapa yang ngepel siapa menyapu rumah, siapa menyapu halaman rumah.

- Menjemur kasur di hari libur.

- tidak bertukar handuk dan sikat gigi.

- Membuang sampah pada tempat sampah. Dulu di dapur ada tempat sampah, nanti pagi dan sore dibuang ke lubang sampah yang kalau penuh diurug tanah. Etapi dulu itu jarang sekali sampah plastik. Semua jajanan dibungkus daun, dan kalau belanja kita bawa keranjang belanja.


Itu beberapa hal yang aku ingat dari masa kecil yang selalu dibiasakan oleh orang tua. Tetapi ada satu kisah lucu, entah pas aku duduk di kelas berapa, waktu itu aku lihat temanku mencari kutu dari kepalanya, dan "mithes" (menekan telur kutu dengan kuku ibu jari), aku pikir itu asyik sekali.. aku ambil dong satu kutu dan ku letakkan di kepalaku. walhasil seisi rumah semua jadi kutuan. Aku dan kedua adik perempuanku. Cukup panjang perjalanan membasmi kutu rambut ini. Sepertinya sampai aku SMP baru hilang bersih karena aku mulai memasuki usia puber, malu kalau ketahuan kutuan dan rambutnya berhias 'permata' telur kutu. 

Tapi soal kutu ini ternyata di anak-anakku juga terjadi, tanpa mereka 'memelihara kutu' seperti yang aku lakukan di waktu kecil, eh mereka tertular juga. Waktu itu dari ART yang berambut panjang dan terlihat kutu satu dua berjalan jalan di rambutnya. 


Setelah aku cukup dewasa dan belajar agama, ternyata soal kebersihan ini diajarkan di awal sekali. Kalau buka buku Fiqh maka bab awal awal adalah tentang Thoharoh/bersuci. Menurut pemahamanku yang dangkal, ini berarti memang Islam sangat mengutamakan kebersihan bahkan lebih tinggi lagi kesucian / bersih luar dalam, bersih secara harfiah dan secara makna.


Diantara pelajaran bersuci ada yang namanya sunah sunah fitrah/sunah yang paling mendasar yang harus dilakukan terkait personal hygiene :

Artinya: "(Sunnah) fitrah ada lima, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku." (HR Bukhari dan Muslim).


Tentunya ini berlaku untuk laki - laki dan perempuan ya.. Dan kalau belajar Fiqh masih banyak yang dibahas di bab thoharoh ini ya.. bagaimana cara bersuci dari hadas kecil dan hadas besar, bagaimana cara mensucikan dari najis, dsb Dibahas sangat rinci.


Bagaimana menanamkan personal hygiene ke anak-anak ?

Dulu, aku mungkin hanya melihat kebiasaan Bapak, Ibu dan kakak-kakak udah nyante ya.. skrg gantian anak-anakku, mereka melihat yang dilakukan oleh bapak-ibunya, itulah yang mereka terapkan saat dewasa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.