Sabtu, 15 Juli 2023

Daur Ulang Sampah, Bisakah Kita ?

Menurut id.wikipedia.org, hierarki sampah sampah menujuk pada 3R, yaitu Reuse , Reduce, dan Recycle yang mengklasifikasikan strategi manajemen sampah menurut apa yang sesuai. 

Reuse : menggunakan kembali

Reduce : mengurangi

Recycle : mengolah kembali 

Dimulai dari reduce / mengurangi terjadinya sampah. kemudian menggunakan kembali barang yang masih dapat digunakan, hingga mengolah kembali atau biasa disebut daur ulang.

Masih dari id.wikipedia.org Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.

Waduh .. serius banget ya.. Ya memang seserius itu masalah sampah di bumi ini. Mungkin hal kecil yang kita anggap biasa saja, ternyata memberikan andil besar dalam memperbanyak jumlah sampah. Kalau di Kota Bandung, gencar disosialisasikan istilah Kang Pisman. Kang Pisman adalah singkatan dari Kurangi Sampah, Pisahkan Sampah, dan Manfaatkan kembali sampah. 

Kurangi sampah ? gimana caranya ? Nggak kebayang kali ya.. 

Contoh paling mudah adalah menghabiskan makanan. iyap. karena makanan sisa akan menjadi sampah. Kemudian membawa minum sendiri / mengurangi jajanan yang menggunakan kemasan sekali pakai itu juga sudah mengurangi sampah. Membawa kantong belanja sendiri, mengurangi pemakaian tissu itu juga sudah mengurangi sampah.

Kemudian memisahkan sampah. Secara mudah, pemisahan metode kang pisman ini hanya ada 3 kategori, yaitu sampah sisa makanaan dan tumbuhan, yang kedua sampah plastik, kertas, kaleng, kemudian kategori ketiga selain itu.  

Nah memanfaatkan kembalinya merujuk pada 3 kategori di atas. Sampah pertama berupa sisa makanan dan daun itu diolah jadi kompos. Kemudian kategori kedua disumbangkan ke bank sampah, baru kategori ketiga diangkut ke TPA /tempat pembuangan akhir untuk dikelola Dinas Kebersihan.

Apa yang dapat kita lakukan ?

Banyak. Sebagai seorang Ibu, kita kan menyiapkan bahan makanan di rumah ya.. usahakan makanan yang kita siapkan nggak berlebih. Karena kalau makanan berlebih, nggak kemakan, jatohnya jadi sampah. Di sini juga seorang ibu biasanya akan banyak ide untuk mengelola makanan yang tidak habis untuk dimanfaatkan. Anak-anak sering meledek Umi mendaur ulang makanan.  Hehe ternyata kalau merujuk definisi wikipedia masih masuk ya.. mengurangi penggunaan bahan baku baru.

Nasi sisa misalnya, menjadi nasi goreng mungkin biasa. Maka aku mengolah menjadi nasi kuning (cukup tambahkan bumbu gulai siap pakai) atau mengolah menjadi nasi uduk ungu (tambahkan ubi ungu yang dihancurkan dan santan) atau menjadi bubur ayam  kalau pas waktunya agak panjang.  Capcay rebus nggak habis ? tinggal masukkan mie dan kecap, jadilah mie goreng nyemek. dsb  

Daur ulang lain yang kulakukan adalah memanfaatkan kain perca menjadi selimut/karpet lantai. Memang ini agak perlu waktu mengerjakannya. akupun mengerjakan sambil sambilan hitung hitung menjadi me time ya.. 

Kalau sampah dapur, pernah mencoba membuat kompos. tapi semangatnya naik turun hehe.. Kebetulan pekan lalu mengikuti acara Pamisah (Pawon Minim sampah) yang diselenggarakan oleh Sejuta Cinta Bandung, jadi semangat lagi, bismillah.  Dan akupun menjadikan masalah sampah ini sebagai salah satu masalah di jenjang BunSal#2 yang sedang aku ikuti.

Itu sekelumit ceritaku tentang daur ulang sampah.. Kamu punya cerita juga ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.