Pekan lalu aku mengikuti kelas daring yang benar-benar mengasyikkan. Kenapa kusebut demikian ? Karena selama kelas berlangsung, aku dan peserta lain merasa asyik, istilahnya 'nggak berasa' mungkin ya, eh tahu-tahu kelas sudah berakhir. Pasti kalian penasaran kaan ? Yang aku ikuti adalah kelasnya Easy to Speak / Etos. Namanya sudah mewakili sekali kan ya..
Kelas kali ini bertajuk Are You Ready to be The Next MC & Moderator ? Dari judulnya aja udah fokus banget ya.. Siap nggak nih menjadi MC atau master ceremony atau biasa dibilang pembawa acara. Sama jadi moderator.
Dua hal ini sebenarnya nggak jauh-jauh dari kehidupan kita dalam bermasyarakat. Sering misalnya pertemuan ibu-ibu baik itu arisan atau pengajian, butuh seorang MC. Terus seringnya ibu ibu saling tunjuk, siapa yang jadi pembawa acara. Di satu sisi kadang digilir, eh tiba gilirannya panas dingin karena grogi nggak biasa bicara di depan orang banyak. Ya.. begitulah kurang lebih emak life..
Nara sumber acara kali ini adalah kang Purwa dan Kang Wildan Tauhid. Duet antara keduanya terlihat kompak sekali dan benar-benar sudah ada chemistry. Ketika kang Purwa bicara, Kang Wildan memilihkan musik pengiringnya. Ketika kang Purwa melempar tanya, kang Wildan dapat menjawab dengan begitu nyambungnya. Asyik deh pokoknya. Dari percakapan mereka aja banyak sekali pelajaran terkait menjadi MC dan Moderator ini.
Apa sih bedanya MC dengan Moderator ?
Namanya pembawa acara ya memandu acara ya.. dari mulai pembukaan, hingga mengantarkan pendengar /peserta ke acara demi acara sampai menutup acara tsb. Sedangkan seorang moderator bertugas memandu topik, memancing tanya atas topik tersebut, mengantarkan pembicara menyampaikan materi dan di akhir acara moderator membuat ringkasan / kesimpulan acara tsb.
Kemudian kalau pembawa acara itu tugasnya menghidupkan acara, bagaiimana mengerti audience, mengisi waktu luang bila ada keterlambatan pembicara dsb, maka seorang moderator itu menghidupkan acaranya dengan seni bertanya. Bagaimana moderator dapat berperan 'mewakili' audience yang tidak tahu tentang topik tsb,, atau bisa juga moderator itu memancing pembicara untuk menjelaskan lebih. Biasanya seorang moderator itu dipilih dari yang berlatar belakang sama dengan pembicara.
Di akhir acara, MC memberikan kesan dengan quote singkat atau pantun makan seorang moderator memberi kesannya dengan memperkaya konten dan diksi.
Satu hal yang aku dapatkan juga disini bagaimana agar suara kita itu bernyawa, ada ruhnya.. yaitu menghadirkan hati saat bicara. Misal di awal membaca basmalah dan salam, maka usahakan melakukan ini dengan khusyu'/fokus memang berdoa.
Ada juga istilah power voice dan smiling voice. Smiling ovoice itu kurang lebih artinya bicara sambil tersenyum ya.. bukan dengan muka masam. Kalau power voice itu ada penekanan saat mengeluarkannya, bertenaga. Berikan energi di setiap kata.. Hadirkan diri kita di situ. Jangan hanya membacakan susunan acara, tetapi juga memperkaya dengan improvisasi, agar kata-katanya nggak itu itu saja. seperti ..menginjak acara berikutnya... nah ini nggak boleh ya..
Nah kayaknya ini dulu catatanku soal kelas yang aku ikuti ya... semoga ada secuil manfaat yang didapat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.