Selasa, 23 Mei 2023

Mungil

 Banyak orang yang bilang aku nggak berubah, dari dulu kecil aja. Kadang ada yang bilang juga, mukanya nggak berubah, seperti pernah aku posting di sini. Komentar-komentar itu kadang membuat aku bahagia, tapi kan nggak boleh nyombong ya, soalnya sejujurnya aku ngerasa nggak ada spent atau invest apapun untuk bisa jadi seperti ini. Jadi ya alami saja menurutku mah, atau lebih banyak ke takdir aja kali..

Kalau dipikir-pikir emang dari sejak aku inget, sering dibilang kecil atau bahkan mungil. Masih jelas teringat, waktu aku masih SD pernah ikut lomba baca puisi, terus aku menang di babak penyisihan tingkat apa ya.. istilahnya lupa, pokoknya gabungan beberapa kelurahan, sebelum masuk final di kecamatan. Itu jurinya datang terus aku diangkat tinggi dan diturunkan lagi. Haha semungil itukah...

Terus kalau pas karnaval 17 Agustusan, ketika aku "menyamar" menjadi anak laki-laki, aku keliatan mirip anak laki-laki karena badanku yang bener-bener tipis nggak ada eh belum ada bentukan sama sekali. Jadi karnavalnya murmer banget ya, hanya modal pinjem baju kakak, baju pramuka, baju tentara, bebas lah..




Aku merasa mungil lagi ketika lulus SMP. Saat itu aku pengen banget melanjutkan sekolah di sekolah keperawatan. Namanya dulu Sekolah Pendidikan Keperawatan. Itu sekolah kejuruan setara dengan sekolah lanjutan atas. Waktu itu aku sepakatan sama sahabatku masa SMP mau sama-sama masuk sana. Udah gitu ibu almarhum juga pernah sekolah di sekolah perawat, hanya saja tidak sampai lulus karena keburu pecah perang akibat pemberontakan G30 S PKI tahun 1965. Betapa sedihnya diriku ketika membaca persyaratan, ternyata tinggi badanku tidak mencapai batas minimal. KUrangnya cuman sekitar 2-3 cm sih, tapi kayaknya itu sulit ya kalau mau diakalin hehe.. Akhirnya aku banting stir ke sekolah kejuruan lain, yaitu SMEA. Alhamdulillah ... SMEA ini yang memberikan aku banyak warna.

Balik lagi ke soal kecil atau mungil tadi ya..  Sampai sekarang aku masih menyimpan baju Ibu yang aku pakai jaman remaja dulu. Kayak gaun gitu sih... dan kadang aku pakai, masih muat haha.. 

Emang sih kalau diingat-ingat, berat badanku lumayan stabil di angka itu. Waktu awal nikah berat badanku 45kg. Terus dari lima kehamilan, yang menembus pertambahan 10kg hanya kehamilan pertama. Hamil berikutnya nggak pernah sampai 10 kg naiknya. Padahal aku alhamdulillah selama hamil nggak muntah-muntah lho... Tapi ya balik lagi, emang bakat aja kali segitu terus BB-nya.

Justru ada masa penurunan berat badan yang ulumayan drastis, aku lihat di kartu semacam medical record di puskesmas. Ternyata aku pernah 39kg doang. Kalau lihat waktu kunjungnya, itu pas aku punya tiga balita di rumah haha.jangan ditiru ya.. bikin repot petugas posyandu ...

Kemudian ada masa juga aku diwajibkan menambah berat badan, yaitu pas hamil anak keempat. Waktu itu berat badanku sekitar 42kg. Terus kata bidan, kalau mau hamil lagi minimal 45kg. Jadi aku harus menambah asupan makanan yang masuk. Cukup lama juga bertahan di angka 45-46. Terus aku ditantang teman-teman agar mencapai BB 50kg, biar samaan kaya mereka aja siih aku nggak keliatan mungil diantara mereka. Perjuangan naikin berat badan ini lumayan panjang, Akhirnya pas usiaku sekitar 45an, berat badanku nembus angka 50rb.

Banyak yang ngiri kenapa aku  kecil terus, nggak besar-besar .. hihi kasih tau nggak ya...  apa yah, aku juga bingung sih, karena nggak ada yang secara spesifik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.