Sudah lama banget pengen baca buku ini.
Penyebabnya, supervisor di
Sygma Daya Insani yang selalu ngompor ngomporin bahwa aku harus baca
buku best seller Rekor Muri ini.
Padahal dia sendiri belum berumah tangga lho..
Akhirnya sukuuuuuuuurrrrrr banget, aku berhasil juga membacanya di tengah tengah pelatihan Sahabat Sygma.
(sayang di goodreads gak ada gambar covernya)
Beberapa hal yang dapat kucatat dari buku ini adalah :
1.
Gak ada yang salah ketika seorang Ibu memutuskan untuk bekerja di luar
rumah, hanya saja memang dia harus berjuang lebih keras, agar dapat
melaksanakan tugas tugas utamanya sebagai istri dan ibu bagi
anak-anaknya.Melly Kiong mencontohkan bagaimana dia menyiapkan makan
siang buat bekal anak anaknya, dan selalu menyelipkan memo kecil di
kotak makan siang anaknya, yang berisi pesan/ungkapan sayang dan TEKA
TEKI. Hasilnya si Anak yg tadinya gak mau makan nasi bekal, jadi malah
menanti nanti saat 'membuka bekal dari rumah'.
2. Memupuk rasa
bersalah adalah sebuah 'kesalahan' yang justru akan membuat kita
melakukan kesalahan kesalahan berikutnya. Yang harus kita usahakan
adalah bagaimana membuat waktu pertemuan antara kita dengan anak-anak
menjadi pertemuan yang berkualitas dan selalu menyenangkan buat kedua
belah pihak. Berikan anak kita pengertian bahwa kita bekerja untuk apa,
dan ajaklah mereka berbicara.
3. Menyayangi anak TIDAK SAMA dengan
memanjakan anak. Melly pernah membuang baju seragam anak ke tempat
sampah, karena setelah ganti baju mereka tidak memasukkan baju seragam
itu ke keranjang pakaian kotor. hasilnya anak anaknya jadi mau
membereskan baju seragamnya sendiri.
4. Pengasuh adalah mitra
mendidik anak, jadi kita harus menghargai peran mereka dan menganggap
mereka sebagai bagian dari keluarga. Kalau bisa, para pengasuh ini punya
Job Description tertulis, agar -klo pengasuh/asisten lebih dari satu
terutama - dapat memahami tugas masing masing
5. Jangan pelit
memberikan pujian bagi perilaku baik anak. Gunakan buku penghubung atau
kertas tempelan di kulkas rumah untuk mencatat kebaikan anak-anak.
Walhasil anak anak akan berlomba lomba melakukan kebaikan.
6. Usahakan komando tunggal di rumah, klo ayah bilang A, berarti ibu harus nurut A. dan sebaliknya.
7.
Mengelola keinginan anak dengan konsekuensi2. Dicontohkan misal seorang
anak yg minta es krim, boleh asal tidak sedang batuk. TIDAK SEDANG
BATUK ini di tekankan, konsekuensinya kalau si anak SEDANG BATUK tidak
boleh makan es krim.
8. Beri kesempatan anak melakukan hal hal baru,
atau melakukan sendiri. Misalnya menyediakan bangku kecil biar anak yang
kecil bisa mencuci tangan/menggosok gigi di wastafel. Awalnya orang tua
mungkin khawatir anak jatuh, tapi ternyata anak anak yang diajari
mandiri sejak awal, mereka akan bisa benar benar mandiri.
9. Buat
what to do list untuk anak anak dan berikan stiker untuk hal hal yg
dilakukan tepat waktu. dan beri hukuman juga untuk yang terlambat. Melly
mencontohkan misal waktu makan 30 menit, kalau anak makan 35 menit,
maka dia harus berdiri 5 menit (sama dengan waktu yg lebih).
Stiker jadwal harian ini menjadi 'tiket' untuk mendapatkan penghargaan 'mingguan'. (jadi ingat postingan di The Urban Mama)
10. Bikin MUSIUM KASIH MAMA yang isinya pernak pernik kecil kecil misal gigi tanggal, rambut anak, atau karya karya anak kita.
Catatanku : dalam hal 'menghukum anak' ini aku pernah baca ada tahapan-tahapannya, kapan kapan di cari lagi deh.
Hihi
baru nyadar, reviuw-nya mirip "Rangkuman" pas SD dulu, biarin deh,
soalnya bukunya memang teknis banget dan cumi alias cuma minjem, jadi
biar gak lupa ya aku tuliskan aja semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.