Kisah Anne Avantie
Lie Anne Avantie atau lebih dikenal dengan nama Anne Avantie adalah desainer kebaya ternama Indonesia. Beliau lahir di Semarang pada tanggal 20 Mei 1964. Karya-karyanya dikenal anggun dan penuh nilai budaya.
Lie Anne Avantie atau lebih dikenal dengan nama Anne Avantie adalah desainer kebaya ternama Indonesia. Beliau lahir di Semarang pada tanggal 20 Mei 1964. Karya-karyanya dikenal anggun dan penuh nilai budaya.
Anne tidak menempuh pendidikan formal dalam bidang fashion. Ia belajar secara otodidak dari pengalaman menjahit dan mengamati lingkungan sekitarnya. Bakatnya tumbuh dari hobi membuat pakaian boneka saat kecil, hingga akhirnya membuka usaha di garasi rumah.
Karya Anne Avantie mulai dikenal luas pada era 1990-an. Ia mengangkat kebaya ke panggung mode modern, menggabungkan sentuhan tradisional dan kontemporer. Banyak selebritas, bahkan pejabat dan tokoh nasional, memakai rancangannya.
Ia rutin tampil di ajang fashion bergengsi, termasuk Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Week.
1. Tetap mempertahanankan sentuhan etnik pada karya kebayanya yang modern
2. Mengangkat budaya lokal Indonesia ke kancah internasional
3. Beliau aktif dalam kegiatan sosial:
- Anne mendirikan Rumah Batik Semarang di Semarang
- dan mendukung panti rehabilitasi serta pasien kanker dan anak-anak berkebutuhan khusus di bawah naungan yayasan Wisma Kasih Bunda
- Anne juga mendukung UKM yang membuat karya seni dalam negeri
dengan mendirikan toko "Pendopo"
Nilai-nilai yang dapat diterapkan di keluarga
- Indonesia begitu kaya akan budaya, dengan sentuhan kreativitas, budaya Indonesia akan go internasional tanpa kehilangan jati dirinya.
- Berawal dari langkah lokal, dengan kesungguhan maka akan go internasional
- Ketika kesuksesan sudah di tangan, jangan lupakan sekitar, Tetaplah menjadi orang baik, tetaplah berbagi
Kisah Saung Angklung Udjo
Angklung adalah salah satu budaya Jawa Barat. Saat ini angklung tidak dapat dilepaskan dari Mang Udjo. Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati adalah tokoh besar di balik Saung Angklung Udjo.
Padepokan angklung yang terletak di Jl Padasuka, Bandung kini menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Konsepnya seperti tempat penampilan terpadu, karena selain angklung, di sini juga ditampilkan wayang golek, gamelan, bobodoran, kesenian benjang / kuda lumping, kaulinan barudak (permainan anak-anak), tari topeng, lagu-lagu daerah dari berbagai penjuru nusantara, dan puncaknya adalah pengunjung diajak bermain angklung bersama.
Udjo sendiri bukan sekedar nama, namun dapat dimaknai :
- Ulet atau tekun artinya adanya ketekunan dalam mempertahankan warisan budaya lewat seni angklung
- Dispilin, Disiplin menjadi landasan untuk membentuk kekompakan. Kekompakan untuk menjaga dan mengembangkan keindahan warisan budaya, lewat seni angklung
- Jujur Jujur bermakna Saung Angklung Udjo bukan cuma tempat, tetapi ruang di mana kejujuran jadi jiwa yang memperkaya setiap nuansa seni.
- Optimis - semangat penuh optimisme dalam melestarikan keindahan warisan budaya, melalui seni angklung
- Dispilin, Disiplin menjadi landasan untuk membentuk kekompakan. Kekompakan untuk menjaga dan mengembangkan keindahan warisan budaya, lewat seni angklung
- Jujur Jujur bermakna Saung Angklung Udjo bukan cuma tempat, tetapi ruang di mana kejujuran jadi jiwa yang memperkaya setiap nuansa seni.
- Optimis - semangat penuh optimisme dalam melestarikan keindahan warisan budaya, melalui seni angklung


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.