Selasa, 22 Juli 2025

Challenge 5 : Menjaga Kearifan Lokal Sebagai Identitas Nasional

 


Sebuah Catatan

Budaya Kita Jati Diri Bangsa, beberapa hal yang merupakan urgensi melestarikan budaya adalah :
1. Kebudayaan merupakan jati diri dan kebanggaan bahsa, karena budaya ini unik di mata dunia
2. Kebudayaan adalah warisan leluhur, melestarikan budaya adalah menghargai dan meneruskan nilai serta kearifan lokal para pendahulu kita
3. Budaya juga merupakan pengetahuan dan sumber informasi, banyak penemuan, teknologi dan seni berakar dari budaya
4. Perekat Persatuan, memahami budaya akan menguatkan toleransi dan kebersamaan.

 Ada berbagai macam budaya Indonesia antara lain
1. Bahasa, terdiri dari lebih 700 bahasa daerah, dan bahasa Indonesia adalah pemersatunya
2. Keragaman lagu dan tari daerah
3. Keragaman pakaian adat dan bentuk rumah adat
4. Keragaman permainan anak di berbagai daerah
5. Keragaman karya seni lain misal batik, wayang kulit, ukiran dsb
6. Keragaman makanan
7. Keragaman alat musik, dsb

Apa tradisi atau adat istiadat yang masih dijalankan di sekitar kita?

Karena saya tinggal di Bandung maka saya mengamati kebudayaan di sini ya.. Yang sering terlihat adalah masih ada tradisi yaitu Benjang, biasanya menyatu dengan Sisingaan yaitu anak laki-laki yang diarak keliling kampung saat disunat, diiringi musik tradisional seperti angklung, gamelan, kecapi, suling dan lagu daerah berbahasa Sunda.

sumber : www.subang.go.id

Apa makanan tradisional yang menjadi identitas daerah?

Di Bandung sebenarnya banyak makanan tradisional yang sudah dikenal luas, seperti cuanki, batagor, siomay, seblak, cilok, cimol, cilor dan peracian lainnya. Tapi aku ingin menampilkan makanan tradisional alin yang disebut AWUG.  Sebenarnya awugnya itu sendiri hampir sama dengan awug Jawa Tengah, tapi kalau di Bandung penjual awug biasanya sekalian menjual kue kue tradisional lainnya.

Sumber : IG Awug Cibeunying

Awug Cibeunying (koleksi pribadi)


Apakah ada upacara adat, pantun, lagu daerah, permainan tradisional, atau pakaian khas?

Tentu saja ada. Upacara adat misalnya saat pernikahan, ada pantun Sunda yang disebut "sisindiran" isinya bukan menyindir ya.. tetapi nasehat, kisah cinta ataupun lucu-lucuan / ngabodor.

Kalau permainan tradisional disebutnya "kaulinan barudak" atau permainan anak-anak. Di Jawa Barat ini mirip dengan di Jawa Tengah tempat aku berasal. Seperti main egrang, ucing sumput (petak umpet), dsb

Sedangkan pakaian khas Sunda untuk perempuan mengenakan kain dan kebaya, untuk laki-laki memakai baju pangsi (biasanya setelan hitam-hitam dan mengenakan ikat kepala batik)

Siapa tokoh lokal yang melestarikan budaya tersebut?

Ada satu tokoh pelestari kesenian yang namanya sudah mendunia yaitu Mang Udjo dengan padepokannya Saung Angklung Udjo. Di sini memadukan hampir semua seni dari Jawa Barat seperti yang aku ceritakan di atas. Permainan, tarian, musik, lagu, wayang golek, dan semua disajikan dalam satu pertunjukan yang sangat atraktif.  

Baca juga : 

Berkunjung ke Saung Angklung Udjo

Apa nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal itu?

Dalam budaya Sisingaan, seorang anak yang habis disunat, dinaikkan ke tandu berbentuk singa, kemudian diiringi musik dan lagu serta tari / kuda lumping, adalah untuk menghibur si anak dan mengalihkan dari rasa sakit (dulu belum ada anestesi ya.. ) teman-temannya menari di sekelilingnya.

Kegiatan pekan budaya di keluarga

Mungkin ini kurang relate ya.. kalau aku praktekkan dengan kondisi anak 5 dengan si bungsi usia 17 tahun dan sedang mondok. Aku mau cerita saja sih bagaimana kami yang berasal dari keluarga Indonesia (orang tuaku Jawa Tengah, mertua dari Lampung/Palembang), sempat merantau ke Kupang, NTT, anak-anak juga lahir ada yang di Kupang, di Lampung dan di Bandung. Dan saat ini kami menetap di Bandung. Perjalanan keluarga ini  telah menjadikan kami menjadi keluarga Indonesia.

- Waktu aku kecil oleh orang tua didaftarkan les menari Bali dan di sekolah belajar tari tradisional Jawa, belajar nembang mocopat, dan juga dolanan
- waktu ikut suami ke NTT beta ju belajar bahasa Kupang (aku belajar bahasa Kupang)
- Aku dan anak anak belajar bahasa Sunda dan bahasa Jawa
- Kami mengenakan pakaian kain tenun NTT
- Setelah di Bandung anak-anak belajar angklung, bahkan 3 gadis kami ikut eskul angklung.
- Anakku yang kedua kini giat berkain dalam berbagai kesempatan.
- Sesekali kami berseragam batik, ataupun memakai songket Palembang
- Makanan tradisional dari berbagai daerah cukup familiar dengan lidah kami (jagung titi dari Kupang, getuk goreng Sokaraja dari Jawa Tengah, pempek, tekwan, dsb dari Palembang, dan jangan ditanya makanan Bandung ya..

“Tradisi apa yang dulu sering dilakukan dan sekarang mulai hilang?”

Kalau ini aku masih bisa menjawab karena aku mengalami sendiri ya.. dulu Nenek selalu mendongeng (tradisi bertutur), menceritakan kisah-kisah penuh makna sebelum kami tidur di malam hari. Pada masa aku menjadi ibu, tradisi bertutur itu bergeser ke membacakan buku.

Ada juga tradisi membuat bubur merah dan bubur putih saat memberikan nama untuk anak-anak, inipun sudah tidak aku lakukan dengan alasan satu dan lain hal. Tetapi aku membuat dan mengenalkan bubur merah dan bubur putih ini ke anak-anakku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.