1. Perundungan
2. Pelaku perundungan
3. Pelaku kejahatan siber
4. Korban kejahatan seksual
5. Pelaku kejahatan seksual
6. korban pornografi dari media sosial
7. pelaku/pemilik media pornografi
8. Gangguan mental, memang belum ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) ya tetapi ODMK-orang dengan masalah kejiwaan
- waspada dengan tumpukan emosi anak / emotional backpack of our child. ketika emosi mereka tidak diwadahi, tidak divalidasi, itu akan menumpuk.
- berikan mereka waktu spesial / special time. Spesial time ini bukan hanya saat bersama kita. Tetapi mencakup juga waktu spesial ketika mereka ingin sendirian. Sebagai orang tua kita perlu memberikan itu.
- dengarkan / listen, apapun yang mereka ceritakan, tanpa judging tanpa menghakimi. termasuk juga tanpa memberikan nasehat ketika tidak diminta.
Tantangannya
1. Tantangan untuk menjadi ibu multi peran, hatta ibu tidak bekerja pun banyak peran di masyarakat ataupun sebagai perempuan pengusaha, tidak harus perempuan pekerja di sektor formal
2. Tantangan dunia kerja nanti, bagaimana anak-anak gen Z diberitakan sebagai generasi yang lekas bosan di dunia kerja dsb.
Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa kedekatan antara orang tua dan anak dapat menjadi pendorong prestasi, yaitu dengan tumbuhnya rasa syukur dan modal psikologis. dukungan emosional dan kedekatan dalam hubungan akan menumbuhkan kepercayaan diri dan rasa optimis.
Langkah untuk Emotional Coaching
- Izinkan mereka mengekspresikan emosi, menangis tertawa, sedih, gembira, marah, dsb tapi ada batasan
- Biarkan mereka menceritakan hari-hari mereka
- Ajarkan mereka problem solving, bukan kita yang menyelesaikan
Mastery Coaching
- berikan tanggung jawab
- mensupport mereka bukan mengambil alih
Setelah semua usaha yang kita lakukan, ada baiknya kita sadari hal berikut "kita tidak dapat mengubah orang lain, tetapi kita dapat mengubah diri kita dan respon kita terhadap kejadian di sekitar kita. ketika respon kita berubah, maka perlahan dunia di sekitar kita juga akan berubah"
Priviledge sebuah keluarga akan memengaruhi anak-anaknya. Misal dalam kondisi Bu Ratih yang menempuh pendidikan hingga S3 dan suami beliau seorang penulis, maka anak-anak melihat bahwa kedua orang tuanya senantiasa dalam keadaan belajar. Hal ini secara tidak sadar terpatri dalam diri anak-anak. Dan bagaimana putra beliau menjadi penulis berawal dari menulis diary baru kemudian diajari teknis menulis oleh ayahnya.
Membagi waktu dan perhatian untuk anak-anak bagaimana? dalam satu keluarga tidak mungkin 7x24jam sibuk terus, ada waktu waktu santai, itu yang dimanfaatkan. Atau misalnya dalam perjalanan. Karena keluarga bu Ratih dan Pak Ario misal salah satu diminta mengisi acara, maka seluruh keluarga di boyong. Nah dalam perjalanan ini biasanya terjadi dialog.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.