Minggu, 20 Juli 2025

Challenge 4:Nilai-nilai Luhur untuk Generasi Penerus

 


Ada hal yang Ibu khawatirkan yaitu setelah besar nanti khawatir jadi beban orang lain. Ibu Murni selalu berpesan bahwa keberhasilan anak-anak adalah dari mereka sendiri, orang tua hanya memfasilitasi. Ada 3 action yang beliau tekankan yaitu 3 Ekstrim
1. Usaha Ekstrim, les dari kecil, diberikan pandangan ke depan,
2. Doa Ekstrim, tirakat, puasa, sholat malam, sholat hajat, menyediakan waktu untuk berdoa khusus di waktu khusus
3. Sedekah Ekstrim, sedekah tidak hanya materi termasuk memudahkan urusan orang lain

Anak-anak akan memiliki kemampuan untuk belajar yang lebih ketika mereka sering meng
ulang. Orang tua wajib mencarikan informasi untuk perkembangan anak-anak. Bahwa usaha yang dilakukan sekarang kalau mau dibilang berat ya berat, tapi pikirkan hal yang lebih besar lagi. Cita-cita di depan.
Doa Ekstrim, bu Murni selalu mendoakan ketiga putra putrinya agar sukses di kemudaian harii. Dalam berdoa, bu Murni benar-benar meluangkan waktu. Saat anak-anak ujian, bu Murni akan izin, untuk memanjatkan doa secara khusus. Beliau juga melakukan puasa serta shalat hajat untuk cita-cita anaknya.

Sedekah Ekstrim, yaitu sedekah yang luar biasa effortnya. Setiap ada hajat pasti beliau menyiapkan sedekah khusus. Semua putra putrinya juga melihat itu sehingga 3E ini menjadi nilai keluarga 


Ketika bicara tentang pewarisan nilau untuk generasi penerus ini, tentunya setiap orang tua memiliki upayanya tersendiri untuk mendidik anak-anak. 
Sepertinya jawaban dari pertanyaan nilai nilai apakah yang diwariskan kepada generasi pnerus, masih terseambung dengan tugas sebelumnya. Maka ketika aku bicara dengan anak-anakku melalui aplikasi pesan. Masya ALlah jawaban mereka membuatku terharu. 
- agama, anak-anak dilibatkan dalam ibadah sejak kecil sebagai pembiasaan
- tanggung jawab, setiap anak diberikan tugas sesuai umurnya. 
- jujur dan sederhana, tidak bermewah-mewah, ketika menginginkan sesuatu, harus ada perjuangannya dulu
- saling menyayangi dengan adik kakak
- berbagi dengan saudaranya dengan ikhlas

Nilai yang dilatih lebih kuat lagi adalah tentang hidup sederhana. Ketika anak pertama dan kedua sudah bekerja lalu memiliki uang sendiri, jangan sampai anak merasa bebas belanja, namun tetap memperhatikan prinsip keluarga di atas. 

Tokoh nasional yang menjadi contoh kesederhanaan adalah Bung Hatta. Beliau dikenal juga sebagai bapak koperasi. kesederhanaan beliau misalnya dengan menjahit sepatunya alih alih membeli yang baru, padahal saat itu kondisinya berpunya, ini adalah sesuatu yang amazing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.