Rabu, 21 Februari 2024

25 Tahun Membangun Tradisi Keluarga

Setiap keluarga memiliki sebuah kebiasaannya masing-masing. Ini terbentuk seiring perjalanan waktu dan bersama dengan peristiwa-peristiwa yang dihadapi oleh keluarga tersebut.


Seseorang yang berada di suatu keluarga,  tidak dapat menyalahkan keluarga lainnya jika memiliki kebiasaan yang berbeda.


Kebiasaan yang dilangsungkan secara terus menerus tiap hari atau tiap pekan, akan cenderung menjadi rutinitas. Sedangkan tradisi adalah peristiwa yang meninggalkan kesan mendalam buat anak-anak, utamanya anak kita sendiri. Misalnya moment ulang tahun, prestasi, pertemuan setelah sebelumnya berpisah, dsb. Memori tersebut akan tersimpan di benak anak-anak kita. Dan harapannya tentu saja akan menjadi kenangan indah buat mereka tentang keluarga dan orang tuanya.


Ada beberapa tradisi keluarga yang telah berlangsung selama 26 tahun usia pernikahan, yaitu :


1. Semua Bayi Dimandikan oleh Abi 


Weiss.. ini dibuat secara kronologis ya.. Jadi gini, ketika anak pertama lahir dan aku masih di ruang pemulihan, bidan yang membantu persalinan selalu memanggil pak suami ketika tiba waktunya memandikan bayi. Memang waktu itu judulnya 'belajar' ya.. Karena aku masih lemah, maka suami yang diajarin oleh bidan. Bersyukur sekali, praktek dari belajar itu ternyata terus menerus hingga anak ke-5 lahir.


Abi full memandikan sendiri bayi hingga usia bayi mencapai satu bulanan. Aku bantu menyiapkan air, handuk dan baju ganti. Usai mandi, baru aku yang memakaikan baju dan segala pernak-pernik. Setelah satu bulan, nyeri jahitan sudah mereda, bisa jongkok berdiri dengan leluasa baru aku belajar memandikan. 


2. Membacakan buku cerita


Sejak anak anak kecil, memang sudah mulai dibacakan buku. Bahkan dari mereka belum bisa apa-apa, baru dapat mendengar saja. Alhamdulillah tradisi ini berjalan dari anak pertama hingga ke lima.


3. Membelikan buku sebagai hadiah ulang tahun


Karena budget buku yang terbatas, jadi kami menggabungkan beberapa reward dalam satu kategori hadiah. Ya buku ini yang akan menjadi kado ulang tahun atau prestasi lain.


Teknisnya adalah, anak yang ulang tahun , diajak naik motor ke toko buku tersebut. Di sana mereka dipersilakan membeli buku mana aja asalkan sesuai kategori umur dan sesuai budget yang ada.


4. Pesta Ulang Tahun hingga anak usia ke -12

Kenapa 12? Tentunya kami memiliki pertimbangan tersendiri untuk menentukan ini. Ketika F1-F5 masih usia Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar, tidak jarang mendapat bagian kue ulang tahun dari temannya. Oleh karena itu dengan semangat berbagi kembali, maka gantian F1-F5 yang membuat karakter dirinya.


5. Foto Keluarga di Hari Raya Idul Fitri

Sejak anak-anak berpencaran menuntut ilmu, praktis kami jarang sekali bertemu dengan anak-anak. Setiap Idul Fitri tiba, akan menjadi momentum kumpul keluarga. Maka sudah beberapat tahun ini foto keluarga versi hemat pisan.


6. Makan bersama full team.

Setelah dipisahkan oleh banyak peristiwa dan juga waktu, maka momentum ngumpul bareng ini menjadi sangat istimewa. Iya ngak ? Ataupun ada salah satu yang berprestasi.


Nah itu beberapa tradisi keluarga yang berjalan selama ini. Mungkin nggak ada teorinya, tapi semua hal di atas telah kami lakukan sejak lama. Gimana di keluargamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.