Minggu, 23 November 2025

Melihat Miniatur Tugu Yogya di Tugu Golong Gilig


Bertandang ke kota Gudeg, tidak lengkap rasanya sebelum menyusuri jalan Malioboro dari Titik Nol Kilometer menuju Tugu Yogya. Tugu yang terlihat lebih indah di malam hari ini, ternyata merupakan salah satu lambang yang menunjukkan perjalanan manusia dari lahir hingga nanti menghadap Yang Maha Kuasa.  Perjalanan terebut dimulai dari Tugu Yogya sampai ke Keraton Yogyakarta. Filosofi ini dapat kita baca dan kita pelajari di Tugu Golong Gilig yang berada di salah satu sudut Tugu Yogya.


Baca juga : Destinasi Sekitar KM Nol Kota Yogyakarta

Kalau kita cermati, dari Tugu hingga keraton, berada di dalam satu garis lurus. Golong gilig atau disebut juga pal putih, melambangkan bersatunya cipta, rasa dan karsa  yang dilandasi oleh kesucian hati. Kesucian hati ini dilambangkan dengan warna putih. 

Perjalanan ini yang pertama akan melalui Margatama (margo utomo=jalan keutamaan). Kemudian melalui Malioboro (dengan obor, obor itu berupa ajaran yang telah diajarkan oleh wali) kemudian lanjut ke Margomulyo (jalan kemuliaan) dan Pangurakan / pengusiran (mengusir nafsu negatif)

Bukan hal yang mudah untuk menuju Sang Kholiq ini,  tentunya banyak ujian dan cobaan, termasuk juga ujian duniawi. Ujian kehidupan ini dilambangkan dengan keberadaan pasar Beringharjo (melambangkan godaan syahwati) dan juga Kepatihan (melambangkan godaan pangkat, jabatan, dan kewibawaan)

Uniknya sepanjang perjalanan itu juga, ada pohon ponon dengan nama=nama tertentu yang sengaja di tanam, dan itu pun masuk dalam filosofi juga. . Yang pertama dalah tanaman di Margo Mulyo yaitu tanaman asem. Yang bermakna sesuatu yang menarik. Sehingga bahagia dalam hidupnya (asem=sesuatu yang menarik). Kemudian, selanjutnya ada pohon gayam yang bermakna ayom/teduh. Jalan ini teduh. Ini adalah pelajaran dari manusia,Dengan mendekatkan diri padaNya dan menjalankan perintah Allah untuk lebih mendekatkan diri padaNya.

Rupanya belum selesai, urusan pohon. Selanjutnya ketika sampai di ujung jalan pangurakan, akan terdapat sebuah gerbang yang ditandai dnegna dua buah pohon beringin. Pohonnya membiliki nama yaitu Wok dan Jenggot. Jumlah pohon beringin di alun alun utara ada 64.Ini adalah melambangkan usia Rasulullah saw.

Ada dua pohon di tengah yang dikelilingi pagar, atau bisa disebut ringin kurung. Kedua pohon ini melambangkan hablumminannaas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.