Minggu, 26 November 2023

Ngariung IP Bandung: Sharing, Gaming, Eating


Persiapan Hima dan Panitia

Akhir Oktober lalu teh Erni melemparkan wacana tentang pertemuan luring di WAG Hima Bersama. Grup ini merupakan gabungan mahasiswi institut dari berbagai jenjang perkuliahan. Wacana ini langsung disambut meriah oleh emak-emak.

Kemudian Teh Erni mengadakan polling. Isinya adalah pilihan hari yang dikehendaki oleh para member. Dari 300an anggota grup, sebelas memilih hari Sabtu dan 15 anggota memilih hari Ahad. 
Lalu awal November, Ummi Fitri Yeni membagikan tautan grup baru bagi siapa saja yang berkenan membantu acara luring ini. Teh Erni menenangkan, katanya nggak akan ada proposal, karena acaranya dari kita untuk kita. Aku karena saat ini ada kegiatan rutin Sabtu-Ahad, tidak berani menawarkan diri ikut jadi panitia. 

Daan.... here the party..

   sharing-gaming-eating
Sampurasun teteh, 🥰

Beli pita bareng teh Erni,
Ketemu pak Dudi sedang minum jamu,
Mari kita menjalin silaturahmi
Mencharge diri dengan bertemu 

Ngariung Bareng HIMA Bersama

Sharing, Gaming, Eating

🌼 Narasumber :
Michelle Ronida CH,CHt
(Lulusan BunSal #1, Emotional Healing Therapist, Founder Lentera Ibu) 

🌼 Moderator : 
Rifadina K. Yasmin
(Lulusan Bunsal #1, Manajer Program Sekreg IP Bandung)

🗓️ Waktu :
Sabtu, 25 November 2023
Pukul 09.00 - 11.00 WIB

📍 Lokasi :
Rabbani Buah Batu Bandung https://g.co/kgs/Bw8DFb

HTM : FREE
Dresscode : Biru 💙

Link Pendaftaran :
http://bit.ly/NgariungHima

Narahubung : Fitri Yeni wa.me/6282140619102

Note :
Membawa tumbler dan bekal makan sendiri
Jangan lupa hadir ya teteh-teteh


Hari 'H' Acara 

Sambil menanti tanggal 25 November, aku mencatat ada beberapa agenda yang perlu aku ikuti di tanggal tersebut. Yang pertama adalah rencana piknik ke Garut yang diselenggarakan oleh bagianku. Kedua ada wisuda Kak Zen yang notabene adalah guruku, dan beliau datang dari Bali khusus untuk wisuda S2. Ketiga ya acara ngariung ini. 
Kebetulan acara rutin pekanan sudah dapat dikondisikan untuk dilangsungkan daring.

Qodarullah, Alhamdulillah kemudahan sedang berpihak padaku. Acara piknik ke Garut ditunda sampai waktu yang belum dapat ditentukan. Wisuda kak Zen baru selesai jam sebelasan katanya. Maka pagi itu aku bersiap-siap menghadiri acara ngariung di Buah Batu, lanjut ke acara wisuda di Hotel Harris Festival Citylink.  Syukurlah.. bisa diatur-atur waktunya.



sharing-session
Sharing Session


Oleh-oleh Sharing


Sharing hari ini disampaikan oleh Teh Michelle Ronida CH,CHt, beliau adalah Lulusan BunSal #1, Emotional Healing Therapist, dan juga Founder Lentera Ibu. Temanya adalah mental health. 

Kesadaran akan kesehatan mental ini sedang mengemuka dan sepertinya juga menjadi fenomena yang sifatnya umum. Bahkan kita juga dapat melihat dari lagu-lagu yang digemari oleh masyarakat pada umumnya adalah lagu-lagu dengan tema tersebut.


Manusia terdiri dari dua unsur, unsur fisik dan mental, jasad dan ruh. Ruh tanpa jasad nggak akan terlihat sebagai manusia. Sedangkan jasad tanpa ruh juga akan seperti robot, seperti zombie.

Emosi pada diri manusia sifatnya fitrah. Memang Allah karuniakan emosi itu. Kita bisa marah, sedih, kecewa dsb. Misalnya ketika melihat kebrutalan dan kebengisan Israel terhadap Palestina, kita marah kan.. kita ikut sedih.. 

Marah terhadap anak adalah emosi, namun respon atas emosi itu yang perlu dikelola. Marah boleh, tapi marah-marah tidak boleh. demikian permisalannya.


Sedih, menangis, boleh. Bahkan ada penelitian tentang air mata. Penelitian yang dilakukan oleh ahli biokimia William Frey II (1985) menemukan bahwa air mata pedih (misalnya yang keluar karena kita mengupas bawang) mengandung 98 persen air, hampir zero toxic.. Sementara itu, air mata emosional (misalnya yang keluar karena kesedihan yang mendalam) mengandung banyak racun. Frey berkesimpulan bahwa air mata kesedihan itu dapat berfungsi membuang racun dari tubuh.


Jadi nggap papa kita mengaku pada Allah kalau kita sedang tidak baik baik saja. Kadang kepada  manusia kita bilang baik saja, tapi sama Allah harus jujur.  Sering-seringlah me time, masuk ke dalam diri, lalu connect sama Allah


Bagaimana agar seseorang tidak terjebak pada self diagnosa dan kapan perlu minta bantuan profesional ?

Seringnya, permasalahan kesehatan mental ini karena nggak jujur pada diri. Maka cobalah, keluarkan sampah-sampah emosi melalui Realease Emosi. Atau kalau di IP ada kebiasaan baik berupa  aliran rasa.


Bagaimana agar mengurangi emosi, stress dan sampah-sampah lainnya

  1. Banyak-banyak ngadu sama Allah

  2. Latihan nafas, inhale exhale

  3. Mindfull - hadir dengan sadar, khusyu dalam  aktifitas


Penjelasan : Marah adalah reflek.Untuk melatihnya, ketika emosi marah datang, latihlah dengan memberi jeda selama tiga detik, latihan bernafas, tarik nafas, hembuskan. Perlunya melatih kesadaran ini karena ketika emosi naik maka saat itu logika turun

Sadar lagi makan, Sadar lagi nafas, inhale exhale. Sedang apa saat ini, mau ngapain semua dilakukan dengan sadar, nggak disambi-sambi. 


Terkait dengan sampah emosi ini, ada peserta yang menanyakan bagaimana cara memaafkan ? Terutama terhadap orang-orang yang sulit dihindari.

Teh Michelle menjelaskan memang memaafkan itu tidak mudah. karena memaafkan adalah soal hati. Kalau seseorang menanyakan resep membuat kue, kemudian resep itu diberikan, maka saat dicoba, keberhasilannya bisa dipastikan. Tetapi ketika ditanyakan resep memaafkan, maka orang per orang akan berbeda. 

Ada langkah-langkahnya : 

1. Jangan izinkan diri kita sebagai  korban, ubah sudut pandangnya. Orang lain kita anggap toxic, bisa jadi kita juga toxic buat dia. contoh seperti itu. Mengubah sudut pandang di sini adalah, lihat diri kita, apa yang Allah hendak sampaikan dengan kejadian-kejadian ini? 

Allah mau jadikan kita seperti apa ? Dunia ini kan seperti Panggung sandiwara, kita hanya menjalankan peran. 

2. Memaafkan bukan untuk orang lain, tapi untuk diri yang lebih tenang seperti di  surat al fajr. Akan dipanggil Allah dengan panggilan  jiwa yang tenang. 

Jangan sampai ada anggapan : “Enak aja aku maafin, nanti dianya gak berubah”  → ini masih fokus ke orang lain

Ya aku maafin, jadi diri aku tenang .. begitu.


Apakah ada shortcut untuk menyembuhkan luka hati ini ? Ada.

Semua amalah hati, temui Yang Memiliki Hati-Hati ini.

Allah yang Maha Membolak balik hati. Kita minta ridhoNya. Kalau Allah sudah ridho, maka Kun, terjadilah. Yang kata orang memaafkan itu susah, kalau Allah menghendaki, maka akan jadi mudah. 

Ini Ibarat seseorang mau bersihin rumah, dia gak punya kunci, maka dia usaha masuk lewat jendela, dobrak pintu, dsb. Capek kaan ? Iya  capek. Tapi kalau punya kunci, maka lebih mudah masuknya. 


Itu beberapa hal yang dapat aku catat dari pertemuan IP Bandung kemarin. Sayang aku nggak bisa ikut gaming dan eatingnya karena mau lanjut perjalanan.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.