![]() |
| Ibu ibu panitia mejeng sehabis acara |
Rihlah, artinya kalau gak salah perjalanan. Dulu pas masih di Jurangmangu suka banget ndengerin kaset yang judulnya “rihlatulillah” perjalanan menuju Allah, tapi gak inget lagi kemana tuh kaset. Lagian playernya juga udah rusak. Tinggal radionya yang bunyi.
Rihlah
kali ini mah nggak jauh-jauh, maklum acaranya emak – emak, gak bisa
jalan jauh-jauh karena banyak yang bakal mbuntutin. Acara berlangsung
dah beberapa minggu lalu, tepatnya 13 Mei pas tanggal merah. Tempatnya
di Griya Melati Jalan Cikadut. Meski deket, tapi asyik lho….
Di
sono ada kolam renang indoor dan outdoor, ada kolam ikan klo kita mau
nyemplung dan nangkep ikan pake tangan, dipinggir ada air pancuran
tempat kita membersihkan badan dari lumpur, kemudian ada kolam air buat
mandi bola, ada kolam tempat balap dayung kalau mau, ada flying fox, klo
mau nginep disana ada juga penginapan murah meriah untuk keluarga, ada
guest house semalem 150rb dua apa tiga kamar aku lupa. (Kayaknya asyik
ya, mau tidur, ditingkahi berisik suara kodok dan jangkrik, bangun tidur
dengar suara gemericik air pancuran). Pokoknya assyiiik deh, klo mau
bikin acara kelompok yang murmer.
Rihlah
ini pagi pagi dimulai, panitia kumpul jam 7 (hihi, aku ternyata bisa
datang jam 7), trus senam bareng semua peserta, kemudian break dengan
snack a la kampung (ubi, pisang dan jagung rebus). Setelah dapat
motivasi tentang Sukses (dag dig dug krn kita semua dikasih kuesioner
tentang persepsi diri udah sukses / belum ), diakhiri dengan game
pribadi maupun kelompok. Tidak lupa makan siang bersama, alias botram senampan rame-rame 5-6 orang.
Yang seru adalah game kelompoknya, kami main perang perangan (masya Allah, emak emak geto loh).
Seluruh
peserta dibagi menjadi dua kelompok besar, masing masing diberi dua
kantong plastik kecil berisi air. (hihi, panitia yang jibaku pagi-pagi
ngisi air ke plastik). Air ini berfungsi sebagai
senjata (granat kaliii) yang akan ditimpukkan ke pemain lawan. Target
tiap kelompok adalah membobol benteng pertahanan lawan dan menculik ratu
yang duduk manis di dalam benteng.
Waaah,
ternyata ibu ibu semua keluar aslinya, berteriak, berlari, tertawa,
mengaduh, dan akhir perang.....semuanya basah kena timpuk. Sejenak lupa
deh sama anak anak dan suami yang menunggu di
rumah. Tanpa terasa hari pun beranjak siang. Kami pulang jam dua-an,
dibubarkan oleh gerimis yang menderas.
![]() |
| dari jauh nggak seperti emak emak ya.. |
Aaah… lumayan, sangat indah bahkan, sejenak lepas dari rutinitas. Mau lagi dong !!

