Senin, 15 November 2010

Memoirs Of Bossi

Karya Lusiana Liu -Gramedia
Ini buku anakku.

pengen tahu dunia anak muda, secara anakku dah menjelang baligh, maka kubaca buku buku mereka.

Buku ini menceritakan tentang kisah cinta antara Bossi (Ary) dengan Boss (CH) di masa SMP yang 'entah kenapa' dilarang dan disembunyikan sama ortunya.
Ternyata, pernah ada kejadian/kecelakaan yang berakibat Ary lupa pada apa yang dia alami sebelum kecelakaan itu.
Kecelakaan inilah yang membuat orang tua Ary, melarang Ary berteman dengan semua (?) teman SMP-nya.
Semua terjawab di bagian akhir buku ini.

Pas baca sih, aku merasa banyak hal lebay yang diceritakan, (atau krn aku sudah sangat tua yah ?? jadi gak nyambung)
misal :
- Ary hanya boleh berteman dan pergi dengan satu orang teman (Bora)
- Ide klub-klub-an penggemar Sollie dan CH duuuh...sampai segitunya.
- Ide Bossi berubah watak tiap jam 3 sore..
- Pertandingan berdiri lama lamaan di pinggir kali, ih, ngapain geto loh
- Adegan Bora cium pipi pas dibukain gerbang (hiiii...serrreeemmm anakku masih kelas 1 SMP soalnya, dan aku emak emak yang kolot)

apapun..... hihi... *ngikik dulu*
berhubung aku sendiri baru bisa komen doang, ya seneng seneng aja sih bacanya. Cukup menghibur dan runtut ceritanya.
Dan, aku juga jadi tahu 'kelakuan anak muda' jaman sekarang emang beda sama jaman aku muda dulu.

Perjalanan Ajaib

Penulis : Kim Dong Hwa, Mark Victor Hansen, dkk
Ini buku Graphic Novel kedua yang kubaca setelah buku Tita yang kureview sebelum ini.
Ini buku anakku juga.
Buku ini model chicken soup gitu deh..

Buat orang dewasa seperti kita, kisah kisah di dalam novel ini mungkin bukan kisah yang baru, alias udah sering baca di milis milis atau dari email email kiriman teman.
Tapi buat anak-anak?
Makanya aku suka sekali anakku memilih buku ini sebagai hadiah khatam Qur'an.
Sampai sampai anakku yang SD kelas 1 pun sudah bisa ikutan membaca.

...more Ini buku Graphic Novel kedua yang kubaca setelah Tita.
Ini buku anakku juga.
Isinya model model chicken soup gitu deh..

Buat orang dewasa seperti kita, kisah kisah di dalam novel ini mungkin bukan kisah yang baru, alias udah sering baca di milis milis atau dari email email kiriman teman.
Tapi buat anak-anak?
Makanya aku suka sekali anakku memilih buku ini sebagai hadiah khatam Qur'an.
Sampai sampai anakku yang SD kelas 1 pun sudah bisa ikutan membaca.

Berharap anakku bisa lebih empati ketika membaca kisah Napoleon yang sembunyi di sebuah toko.
Berharap bisa lebih rapi ketika membaca kisah si Pencuri
Berharap lebih memahami orang tua dan bersyukur dengan keadaan mereka ketika membaca kisah pekerjaan ayahku
Berharap bisa menyerap hikmah ke-13 kisah di dalam buku ini.
(PR : Kayaknya aku musti wawancara anak-anak untuk mengetahui pendapat mereka tentang buku ini)

Minggu, 14 November 2010

Polah si Kecil Cermin Kepribadiannya ?

era Farah Bararah - detikHealthJakarta, Setiap anak memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda, bahkan pada anak kembar sekalipun. Tapi ternyata kepribadian anak bisa diketahui melalui tingkah lakunya sehari-hari.

"Semua anak memiliki salah satu indera di tubuhnya yang lebih dominan, indera dominan ini yang akan menentukan bagaimana anak-anak berpengalaman dan berhubungan dengan dunia luar," ujar peneliti perilaku Priscilla Dunstan, seperti dikutip dari Parenting, Senin (8/11/2010).

Pengalaman dan cara anak berhubungan dengan dunia luar ini yang akan membentuk kepribadian si kecil. Berikut ini panduan bagi orangtua untuk mengerti dan mengetahui kepribadian anak, yaitu:

Anak taktil


1. Anak-anak taktil akan mengekspresikan dirinya secara fisik. Jika bahagia ia akan melompat-lompat, jika merasa sedih ia akan membutuhkan pelukan, jika marah atau gembira ia akan mendorong atau melempar sesuatu.
2. Umumnya anak-anak ini akan belajar sambil praktek (learn by doing). Pada bayi ia akan senang digendong sepanjang waktu dan lebih mudah ditenangkan melalui gerakan atau sentuhan.
3. Bagi balita, orangtua mungkin akan melihatnya melemparkan diri ke tanah dan meronta-ronta, senang digelitik atau melakukan sesuatu secara fisik dan umumnya tidak suka sendirian.
4. Untuk anak sekolah umumnya akan memberikan respons yang lebih baik dalam hal pelajaran yang melibatkan sesuatu yang nyata atau bisa dipegang.

Anak auditori


1. Anak-anak auditori akan memperhatikan nada suara orang dan tingkat kebisingan.
2. Semua perasaan akan diungkapkan melalui suara, seperti tertawa terbahak-bahak, menangis keras, berteriak saat marah serta selalu mencari ketertiban dan pola. Pada bayi umumnya akan lebih mudah terkejut, dan tenang jika didengarkan musik.
3. Bagi balita umumnya ditunjukkan dengan jeritan bernada tinggi saat sedang marah atau mengamuk, cepat fokus pada percakapan atau musik favoritnya.
4. Sedangkan untuk anak sekolah akan belajar lebih baik ketika sedang membaca sambil bersuara dan lebih mudah menangkap pelajaran melalui suara atau dibacakan.

Anak visual


1. Anak-anak visual akan belajar dengan cara menonton dan meniru.
2. Anak-anak senang memperhatikan mainan melalui bentuk, warna atau ukuran, serta cenderung lebih mudah belajar membaca.
3. Tapi akan terganggu jika terlalu banyak rangsangan secara visual seperti dari televisi, keramaian atau kekacauan.
4. Pada bayi cenderung akan merasa aman atau nyaman jika orangtua atau pengasuh ada di dekatnya.
5. Pada balita amukan yang ditunjukkan akan sangat dramatis dengan ekspresi wajah yang jelas serta air mata berlebihan, biasanya terjadi jika ia mengalami gangguan visual saat menonton televisi atau melihat sesuatu.
6. Untuk anak sekolah akan lebih mudah memahamil pelajaran melalui visualisasi seperti buku bergambar atau kartu.

Dikutip dari sini