Rabu, 01 Desember 2010

Kue Ultah buatan Ummi

Seneng juga ya.. berteman dengan para penggemar masak, apalagi kalau ahli masak. Lumayan ada ilmu ilmu yang tertular.
Salah satunya kue ulang tahun hasil nekat ini.

Aslinya mungkin tidak seindah penampakannya.
Isinya adalah bahan bolu lapis kukus yg pernah kuposting sebelumnya, tapi kuwarnai coklat semua.
Sehari sebelumnya aku langsung memasukkan ke dalam loyang adonan satu resep itu. Ternyata enggak jadi alias ada yang mentah di dalam.
Setelah tanya kanan kiri, memang proses pengukusannya musti selapis demi selapis.

Luarnya adalah krim (yang ini masih dibuatin sih sama ibu Tri), trus aku cobain pencet pencet sendiri di rumah..
Di bagian atasnya, coklat batangan yang kusisir tipis. Sebelumnya dilapis krim dulu.
Lalu, tinggal tancepin deh itu si hiasan.

Alamaaaaak... Firdanya sueneng banget dapat kue ultah bikinan ummi.
Rasanya ???
haha aku nggak perlu komentar, karena anak-anakku tetap makan dengan lahap.


kue ultah ke-7 firda

  
tampak atas

kue tampak samping
hiasannya instan

  
si nona yang ultahnya

  

Mencintai Sunnah

Mozaik pertama
Seorang akhwat yang  sedang  belajar membekam, mulai membekam teman temannya satu demi satu. Diberikannya sentuhan halus dan hangat di punggung, terutama di titik titik sunnah bekam. Sambil diceritakannya bahwa bekam adalah pengobatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan berbekam secara teratur, insya Allah akan senantiasa sehat dan bugar. Karena sel sel darah yang telah tua dan mati, dikeluarkan dan dibuang. Maka akan tumbuh sel sel baru untuk segera menggantikan. Kemudian dengan mengucap basmallah, dimulailah proses bekam itu. Si 'pasien' yang belum pernah bekam pun, percaya dan dengan tenang menjalani proses bekam.
Setelah selesai, akhwat tadi berkata : "alhamdulillah.... anti sudah menjalani salah satu sunnah Rasul yaitu berbekam"

Mozaik kedua
Seorang akhwat, sama sekali tidak suka madu. Malahan kalau minum madu, langit langit mulutnya terasa gatal. Akan tetapi, karena madu disebutkan  sebagai salah satu obat dalam al Qur'an, dan madu pun salah satu minuman yang disukai Nabi SAW, maka dia tetap 'berjuang' untuk minum madu. Untuk menghilangkan rasa gatalnya, dia minum air putih banyak banyak, dan makan camilan.

Mozaik ketiga
Seorang bunda, senantiasa membiasakan anaknya untuk membaca doa sebelum beraktivitas, dan kembali berdoa setelah selesai.
bahkan untuk hal hal yang sering dianggap sepele, seperti memakai sepatu, memakai baju, memakaikan celana, semua diawali dengan bagian tubuh yang kanan. Dan sebaliknya, dari bagian tubuh yang kiri bila membuka/melepasnya.

Mozaik keempat
Di sebuah sekolah, terpasang tulisan di koridor tangga "bertakbir ketika naik" dan "bertasbih ketika turun"

Subhanallah... begitu berserakan, sunnah sunnah nabawiyah, seandainya kita mau untuk mempraktekkannya. Semua begitu mudah. Hanya kita perlu membiasakannya.
Semoga, kita semua termasuk orang orang yang mencintai sunnah Rasulullah SAW, dan mengamalkannya,  hingga kelak Allah SWT mempertemukan kita dengan  Rasulullah SAW di jannahNya. amiin

Pasangan (Jadi) Jadian


Karya Lusiwulan
Andai saja anakku belum membaca buku ini, pastilah aku nggak buru buru pingin nyelesaiin baca, dan sudah berhenti di bab pertama. Karena kupikir tidak ada gizi yang bisa aku ambil dari buku ini. (Maaf ya, Lusi...).
Sama sekali aku tidak suka dengan ide 'tinggal serumah' cuma berdua yang dilakukan oleh Jagad dan Yayi. Ide untuk menerima kos laki laki di rumah perempuan lajang yang tinggal sendiri adalah benar benar menantang dan mengundang setan.
Dan akhirnya, kejadian juga, sepulang pesta, dan mabuk.
Udah gitu kepergok sama Kakek, Mama dan Papa Yayi, yang ngedadak datang, sekaligus Mama dan Papa Jagad.
Pembelaannya, mereka melakukan dalam keadaan mabuk. (Yang di akhir buku di ralat sendiri oleh penulis via tokoh Yasmin-bahwa mereka nggak benar benar mabuk, toh Yayi masih bisa nyetir dari apartemen Kumala sampai rumah). Dan akhirnya Jagad dan Yayik dipaksa menikah.

Ide konyol lain adalah nikah pura pura yang mereka lakukan. Tinggal serumah layaknya suami istri, tapi masing masing masih jalan dengan pacarnya.
Duh duh.. serasa aku lagi melanglang ke dunia mana dan di jaman apa... (*sembari berpikir apa aku yang kuper tapi sembari bersyukur juga di lingkaran pertemananku tidak pernah menjumpai hal seperti itu)
Sukur deh, mereka nggak nambah dosa dengan akhirnya menikah beneran di akhir cerita.