Minggu, 19 Desember 2010

Ibu (Puisi karya Mbak)

hangatnya selimut
gk sehangat "PELUKAN IBU"
lembutnya kain sutra
gk selembut "BELAIAN TANGAN IBU"
besarnya CINTA di dunia
gk bisa menggantikan "CINTA IBU"
maka dari itu, sayangilan IBU
karena beliau sudah mengandung dan membesarkan kita
sampai sekarang
selamat hari ibu
I love u


Kamis, 16 Desember 2010

Aku dan The Urban Mama


Memiliki balita di rumah - walaupun itu yang kelima sekalipun- ternyata masih sangat menakjubkan. Selalu ada hal baru yang aku dapati. Mungkin jadi makin belajar ya... Belajar dari kesalahan dan kekurangan masa lalu, untuk menjadi lebih baik di masa depan . Selain itu, banyak  juga hal hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan sama sekali, kini menjadi salah satu bagian yang sangat sangat diperhatikan.

Anakku yang kelima ini, jarak kelahirannya cukup jauh dibandingkan dengan kakak-kakaknya. Putri pertamaku, Fathimah, saat berusia 14 bulan sudah mempunyai adik laki-laki, Fikri. Dua tahun setelah itu, Fadhila -putri ketiga- lahir. Firda menyusul tiga tahun kemudian. Setelah Firda lima tahun, baru  lahir anak kelima, Faiz.

Aku ini mungkin termasuk orang yang mudah menerima apa yang ada, mudah puas dan mudah merasa cukup, dalam segala hal. Aku akui, banyak sisi baiknya. Aku jadi tidak ngoyo dan mudah bersyukur. Tapi, aku baru sadar (ngaku nih) kalau sikap ini ternyata juga 'menyedihkan', yaitu ketika akupun merasa cukup dengan pengetahuan yang itu itu saja. (malas aja alasan ya....).
Misalnya dalam hal pengetahuan tentang pendidikan dan pengasuhan anak, sampai Firda lahir, aku masih merasa cukup dengan membaca dari beberapa buku pegangan yang ada, ditambah ilmu turunan dari orang tua. Nah, setelah aku mempunyai teman yang sangat giat mencari informasi informasi baru terkait dengan itu, aku merasa seperti ditampar tampar. Ya ampuuuuunnn, seandainya aku di masa lalu lebih giat mencari ilmu, mungkin aku bisa memberikan yang lebih baik lagi untuk anak kesatu sampai keempat.

Sukurlaaaaah, tidak ada kata terlambat untuk memulai sebuah kebaikan. Kini aku merasa sangat beruntung. Pas Faiz lahir, aku sudah ada di Bandung (aku pindahan dari Kupang, NTT). Aku sudah kenal internet. Aku juga penempatan di kantor yang online internet sepanjang hari. Aku bisa dapat informasi tanpa harus kesana kemari, cukup dengan menggerakan jemari. Akupun ikut jejaring sosial dan nge-blog. (aku bersyukur Allah ciptakan Timothy Berners-Lee sang penemu world wide web. Klo gak ada Sir Tim Berners ini, semua itu mungkin masih hal yang mustahil)

Keberuntungan berikutnya adalah, temanku yang rajin cari informasi tadi, mengenalkan aku dengan The Urban Mama. Klo ada one stop shopping untuk toko, maka The Urban Mama  semacam one stop forum gitu... Asli, aku kagum sama penggagasnya, sama foundernya. Bener bener ini forum bisa membantu banyak ibu ibu muda/ibu baru  (dan ibu tua dan lama pemalas-cupu- kuper-nggak gaul sepertiku yang disana disebut Urban Mamas, dan juga buat para suami -Urban Papas, sebagai tempat menimba ilmu terkait dengan peran keibuan dan kebapakan (halah, istilah dari manaaaa... ini ).

Banyak sekali informasi yang aku dapatkan untuk memperbaiki semua yang terlewat dan tercecer pas anak pertama sampai keempat. Mulai dari resep -yang tentu saja mudah, cepat dan sehat- sampai tip tip liburan dan lokasi tujuan. Mulai dari memilih dokter kandungan sampai cara melahirkan dan di RS mana. Dari tip memilih tepung (ada juga lhoo....) sampai tip memilih sekolah anak bahkan investasi. Dari memilih mainan sampai memilih buku untuk anak. Dan enggak ketinggalan tentang kecantikan untuk mamanya. Banyak deh, nggak bisa aku sebutin satu persatu. Yang jelas jelas aku sadari, makin banyak dapat ilmu baru, makin sadar bahwa ilmu yang kita miliki ternyata masih sangat sedikit.

Dan yang sering membuatku kagum dan terharu adalah saat membaca sharing pengalaman Urban Mamas dan perjuangan mereka untuk menjalani peran utama sebagai seorang ibu disamping peran peran lainnya. Para Urban Mama ini  berasal dari seluruh penjuru dunia, dan dari berbagai macam profesi, banyak diantaranya yang masih sangat muda dan working mom juga seperti aku. Tapi yang membuatku senang adalah, kulihat para Urban Mama sangat menikmati peran sebagai ibu itu. Kupikir, itulah yang menjadi nafas dan energi perjuangan  mereka untuk memberikan yang terbaik buat anak anak.
Ah ya, hampir lupa, dari TUM tentu saja akupun dapat racun belanjanya. Racun yang membuatku lari. Bukan lari menjauh lho.... tapi lari mendekat.  Ammpuuuuuunnn deh, pengen merem rasanya mata ini biar nggak ngiler lihat benda benda yang menggiurkan itu.
Yah, saking lengkapnya The Urban mama mengulas seputar parenting dan parent to-be, sampai sempat kepikiran , kalau saja belum lima, mungkin aku akan-sangat-lebih- bersemangat untuk mempunyai bayi berikutnya.  Jadi kalau TUM punya semboyan there is always a different story in every parenting style, maka aku pun punya, there is always a different story in every children. wkwkwkwk




Selasa, 07 Desember 2010

Asyiiiiiikk.. Jalan Bareng Lagi

ikan menari aka ikan terbang

Liburan tahun baru Hijriyah ini, sebetulnya jauh jauh hari aku dah kasih sinyal sama doi, pengen jalan jalan ke tempat yang sepiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.....
eit tunggu dulu, bukan berdua, tapi sekeluarga.
Sepi disini dimaksudkan agar supaya (halaah... bahasanya !) bisa benar benar istirahat, refreshing, dan sebenarnya aku punya hidden agenda, yaitu mau ngajak semua anggota keluarga untuk berkontemplasi dan bikin resolusi.
Tempat yang kutaksir berat adalah Saung Dada Rosada (maaf ya pak Dada..kami di Uber menyebutnya demikian, karena ada prasasti bertanda tangan nama Bapak di gerbang masuk).
Assyiiik banget tempatnya, ada Saung besar di tengah kolam segi empat, bisalah sampai 20 orang.
Trus dua sisi kolam lain ada beberapa saung kecil kecil 5-7 orang. Di dua sisi lain ada jalan dan Saung Utama yang nyambung dengan Dapur, kasir, dsb.
Trus ada juga saung yang di atas menara, asli bisa lihat kota Bandung. Ada kolam renang kecil yang tiketnya super murah, 3rb saja.
Ada flying fox yang tiketnya super murah juga, cuma 5rb.
Sayangnya cuma satu, usulku itu belum di ACC sama boss. Aku maklum sih, mengingat tempatnya yang jauh di puncak gunung dan musti carter ojeg dari rumah .
Kalau punya mobil sih bisa, walaupun musti perjuangan krn medannya turun lembah, baru naik lagi.

Tapi, ya sudahlah, tempat yang indah itu cukup aku bayangkan. Karena sampai hari H libur tahun baru tidak ada jawaban dari suami.

Eh, tiba tiba, sekitar jam 10-an Abi bilang,
"de, nggak usah masak, kita ke mina wangi ajaaa..."
asyiiiikkkk.... aku segera berkoordinasi dengan anak2, (*ih, bukannya kasih cipika cipiki ke suami yah)

Jam setengah satuanlah kami berangkat, diunjal 2x pake motor.
Acara makan yah seperti biasa, anak anak pesan juice kesayangan mereka, karena ini dah bukan yang pertama anak-anak ke sana, jadi  mereka dah bisa membayangkan jus apa yang bakal di pesan.
Ada jus cangcuter yang merupakan campuran beberapa buah berwarna merah
ada jus rainbow yang penampakannnya asli berwarna warni seperti pelangi, merah (strowberry) hijau (nanas)  putih (sirsak)
trus ada minuman Putri Malu yang ternyata isinya es kelapa, agar biru (masih mikir agar2 merk apa yang biru gini ) tambah nata de coco
Trus si mbak fathimah pesan minuman khas minawangi yang kubilang es goyobod pake gula merah. Hahaha..
Klo makanan sih, masih penasaran sama si Tahu Krispi itu yang ketika kubuat sendiri penampakannya tidak seperti yg disini. Mau nanya resep nggak mungkin kaaan dapat jawaban.. Kami pesan nasi liwet dengan lauk ikan nila merah yang digoreng seperti lagi menari.

Di atas semua itu makanan yang nikmat itu, terima kasih ya Allah, selesai makan hujan turun, jadi kami malah ngobrol.
Tujuan utama ngobrol sama seluruh anggota keluarga, tidak tercapai dengan maksimal, karena perhatian anak anak terpecah dengan keasyikan khas anak anak, main air, lompat sana sini, lihat ini itu, yah, semacam itulah.
Ah, kupikir bisa diatasi, toh mereka punya jadwal curhat yang gilirannya mereka atur sendiri.
Tapi, aku  bisa ngobrol sama suami -yang benar benar jarrraaaanggg banget ngobrol- tentang banyak hal yang  selama ini tak terobrolkan.
Sukurlaaah...