Sambil membantu menyiapkan makan malam, mbak nanyain..
"Ummi pernah dapat surat cinta nggak, Mi ?"
Ummi yang kebat kebit dengar pertanyaan itu, (gak nyadar dah punya anak gadis) langsung mengalihkan perhatian. Menyanyi lagu Vina Panduwinata. --- surat cintaku yang pertama, membikin hatiku berlomba -- sembari asyik cuci piring
"Ih... Ummi, serius atuh Mi..., pernah dapat surat cinta nggak ?"
"Nggak laaah" Jawab Ummi menyembunyikan kenyataan
"Kenapa Mi, nggak laku ya..?"
Ummi cuma menjawab dengan senyuman sambil menumis numis.
"Ummi.... mbak serius ini..." Mbak mulai merajuk
"Emang masih jaman gitu, surat-suratan ?" tanyaku.
"Kirim lewat email ajaaa... " adik cowok tiba tiba nyeletuk.
"Sama aja, itu surat-suratan" kataku.
"Ummi kalau sekarang ada yang ngasih Ummi surat cinta, bagaimana ?" mbak masih usaha
"Ya nggak papa, Kan Ummi sering dapat surat cinta dari kalian... " jawabku (kapan kapan aku posting salah satu atau beberapa suratnya)
"Bukan itu... dari laki laki, misalnya..." kata mbak
"Itu laki laki gila, nggak mikir apa, Ummi udah punya anak dan suami" sambung Fikri
"Yup betul itu jawab Fikri. Ummi punya usulan mbak, bagaimana kalau surat cintanya di laminating, terus dipigura ?"
"Iya Mi, setuju Mi. Ide bagus" Fikri nyeletuk lagi.
(rupanya anak ini diam diam nguping, topik hangat ternyata, pura pura aja mondar mandir, tapi selalu masuk di saat yang tepat)
" Ummiiiiii maaaah...... " Mbak cemberut lagi sambil bawa piring masuk ke ruang makan.
Hhh..... untuk sementara pembicaraan kuanggap selesai. tenaaang... tenaanggg...