Senin, 10 Januari 2011

What Is The Meaning of Pacaran ?

Menunggui Ayuk sakit, pas siang hari, membuat anak anak semua berkumpul di kamar cewek. Ngariung dan ngobrol. Semua bicara berebutan, saling silang, saling mengadukan. Untuk menekan emosi yang sesekali meronta naik ke kerongkongan, kuingatkan anak anak -toh mereka sudah belajar di sekolah - bahwa Allah Maha Melihat semua perbuatan dan malaikat Rakib dan Atid tak pernah lengah mencatat setiap kelakuan. Toh Ummi tidak setiap saat menunggui dan melihat apa yang mereka perbuat.

Berhubung topik seputar pacaran masih hangat, iseng iseng aku bertanya
"Pacaran itu apa sih?"
"What is the meaning of Pacaran ?" Sambil ku tatap wajah anak-anakku dari yang terbesar sampai yang  terkecil.
Fathimah menggeleng dan tersenyum simpul.
Fadhila menunduk dan tersenyum malu.
Fikri menjawab "Problem"
"Good... You have an answer !" kataku
"Please tell me the problem ... "
Hahaha.. Fikri ketawa ngakak, kayaknya dia mikirin kejadian yang menimpa dirinya.

OK berhubung di sana ada Firda, aku alihkan pertanyaanku seputar persahabatan.
(bbrp hari lalu aku menemukan daftar peraturan gank yang dia buat (hmmm anak sekarang)
1. tidak boleh main dengan si A
2. Tidak boleh menerima anggota baru
3. Pura pura baik di depan bapak si A
dll... Ketiganya perlu diluruskan. Satu atau dua hari kemudian aku temukan kertas itu sudah di tempat sampah -- iiih.. Ummi liat ajaaa ..-- Kurasa ini salah satu cara Allah membantuku mendidik anak-anak. "Kebetulan Melihat" apa yang telah terlewat.

"Apa sih persahabatan ?" aku tanya ke arah Firda
Firda menggeleng
"Boleh nggak kita bikin gank ?" aku tanya ke yang lain (Semua anakku bikin gank/anggota  di sekolah)
"Nggaaak... "Ayuk yang sakit ikut menjawab.
"Boleh nggak kita pilih pilih teman ?" sambungku
"Semua teman harus disayangi, Ummi..."
"Bagus... kalian ternyata pinter pinter. Siapa yang tidak menyayangi yang di bumi, maka Yang Di Langit tidak akan menyayanginya."

Yaaaah... meski cuma beberapa menit di waktu istirahat siang, paling tidak aku dengar dari anakku
* Pacaran is a Problem * (baru dengar, bisa  jadi bahan LPIR kalee... )
* harus menyayangi semua teman * (baru teori, kurasa)
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga  mereka dan menunjuki jalan hidup mereka hingga kelak dewasa

Rabu, 05 Januari 2011

Ummi, aku boleh pacaran nggak ?



Dug ! berasa ditonjok ulu hatiku (lebay, padahal ga tau rasanya gmana).
Yah, kalau itu pertanyaan yang diajukan oleh anak 17+ mungkin aku lebih siap. Tapi ini yang nanya adalah anak yang baru 13+.(berapa hari... belum genap sebulan).
Walaupun berasa asing di telinga, mengingat Ummi dulu tidak pernah membicarakan ini dengan Ibu, tetap aja berusaha menenang nenangkan diri.

"Emang mbak udah punya calon?" tanyaku.
"Belum ada sih..., nanti kalau udah ada, mbak boleh pacaran nggak, Mi ?
"Hehe.. Mbak kan dah tau jawabannya.... " Tetep Ummi nggak mau jawab. Soalnya yakin banget, sewaktu dia masih MI para guru udah ngebahas. Bahkan ada sesi "Keputrian" tiap Jumat siang.
Lagian, Mbak udah baca buku buku kumcer remaja tulisan Asma Nadia, HTR, FLP dan sejenisnya.
"Ih, Ummi mah curang ! Dulu Abi juga waktu sebelum menikah pernah pacaran"
"Kata siapa ?" tanya Ummi kalem dan berlagak pilon.
"Kata Mama " (Mama itu panggilan untuk kakak Abi, semua keponakan memanggil Mama).
"Yaah, itu kan karena saat itu, Abi belum tahu tentang hal ini. Sekarang Mbak udah lebih paham, udah lebih pinter, dan lebih sholehah dibandingkan dengan Ummi dan Abi pada seumur Mbak" kataku
"Aaaah.. Ummi !" kata Mbak sambil berlalu

Target

Ummi dan Fikri

Fikri sekarang kelas VI. Sambil berlagak iseng aku coba nanya ke dia berapa sih target NEM dia. Secara aku agak sedikit menyesal "melepaskan" Mbak membuat sendiri targetnya.
"Yai, Yai mau dapat NEM berapa ?"
"27 cukup lah Mi.. bisa masuk SMP 8" katanya. SMP 8 ini Cluster I di Bandung Timur. Kakaknya sekarang masuk di Cluster II
"Ah, bikin target jangan nanggung dong. 30 sekalian" sambungku.
"Ya sebenarnya bisa juga si Mi..., kan soal Ebtanas PG semua"
"Nah gitu doong.. " aku mendukung
"Bahasa Indonesiaku jeblok Ummmi..." sambungnya (hmmm... betul juga sih, kata gurunya jg gitu pas aku ambil raport kemaretn)
"Kan masih ada waktu untuk belajar dan berlatih" aku menyemangati
"Memang kalau aku dapat 30 Ummi mau kasih hadiah apa ?"
"haha...  memang klo dapat 30 yang menikmati Ummi ya?" (padahal ngeles)
"Enggak juga sih.. tapi aku mau PS 3"
"Hmmm... bolehlah ummi pertimbangkan" ummi masih jual mahal
"Kalau dapat 29 gimana dong Mi... "
"kalau 29 dapat PS 2" kataku
"Kalau 28 ?"
"Dapat hape" (sambil ngarep tahun depan harga hape makin turun)
"Ih.. .Ummii... Mbak juga NEM-nya 26 dapat hape" protesnya
"Iya tapi kan second" kataku. "Bukan seken malahan, fourth, bekas temen ummi, bekas ummi, bekas Abi, baru ke Mbak"
"Haha.. .. "Fikri ketawa. Aduh, kayaknya seneng banget dia membayangkan bakal dapat hape baru dan kakaknya dapat hape lungsuran.
"Jadi 30 ya...." aku berusaha kembali ke topik
"Ya Mi !"
"Bagus Yai, Bismillah... jangan marah kalau diingetin soal waktu belajar".
"Iya Mi..."

(Duh, kebayang, umur segitu aku masih mengalir aja ... tenang tenang dengan 'saingan' yang bukan rival...)