Minggu, 13 Maret 2011

Dialog Bapak dan Anak

Ummi lagi di dapur. Nguping  Abi dan Fikri lagi nonton tivi berdua, suatu pagi. Kalau tidak salah, sedang menonton berita seputar KKN.

Abi : "Tuh, Yai... korupsi itu kadang kadang tidak nampak sebagai korupsi?'
Fikri : " Maksudnya bagaimana Bi ?"
Abi : " Misalnya pemerintah mau membangun jembatan dengan dana 10. Pembangunan  itu kan ditawarkan ke beberapa pengusaha. Siapa yang mau membangun jembatan dan ajukan berapa dananya.
Perusahaan A menawarkan 10 sesuai anggaran.
Perusahaan B menawarkan 9 dengan janji nanti mau ngasih pejabat itu 1/2
Perusahaan C menawarkan biaya 8, dengan janji mau ngasih pejabat itu 1
Nah Pejabat yang baik, harusnya memilih A, sesuai anggaran. Toh dia nggak rugi, dan dia sudah dapat gaji untuk pekerjaan itu. Tetapi sekarang, banyak pejabat yang lebih memilih perusahaan C, jadi dia mendapat keuntungan pribadi."

Fikri : Mengangguk angguk
Abi : "Terus siapa yang rugi ?"
Fikri : "Pemerintah ?"
Abi : "Pemerintah tidak dirugikan secara langsung, karena dana yang keluar tetap 10, hanya saja yang 10 itu dibagi 8 untuk membangun, 1 untuk pejabat dan satu lagi tambahan laba untuk pengusahanya
Yang rugi adalah rakyat, kita dapat jembatan yang kualitasnya tidak bagus, karena dananya dikurangi.
Makanya sering ada berita, gedung baru diresmikan, sudah rusak lagi."

Fikri : "Ih jahat banget mereka ya Bi ?"
Abi : "Iya, dan itu akan sulit diberantas karena pihak pengusaha dan pejabat saling menjaga rahasia. itu yang namanya kolusi. Kalau pejabat dan pengusaha tadi ada hubungan keluarga, itu disebut nepotisme"
Makanya, kita bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, itulah yang dapat kita miliki dengan gaji ummi dan abi. Jadi kalau kamu minta apa apa, tolong bersabar, nunggu duitnya ada. Kalau anak minta macem macem yang tidak terjangkau oleh Ummi dan Abi, nanti itu jadi dorongan untuk KKN"

Fikri : manggut manggut (mudah mudahan mengerti).

Kamis, 03 Maret 2011

Ladies Talk

Sambil nunggu yayang Cinta yang lagi pergi ngaji, aku membereskan dapur dan menyiapkan beberapa masakan untuk besoknya. Daripada kesepian sendiri, aku menghidupkan tivi biar di dapur ada sedikit suara .  Eh, lagi acaranya Thukul Arwana, mewawancara beberapa artis 80an.
Ada Vina Panduwinata, ada Sylvana Herman, Paramitha Rusadi dan Ita Purnamasari dan Utha Likumahuwa.  Harap maklum nonton sambil cuci piring masak dll sehingga suara tivi sayup sayup sampai.
Eh, pas aku balik lagi ke depan tivi, Mas Thukul nanya apa... gitu, sehingga Vina menjawab  kurang lebih begini.:
"pernah suatu waktu selama 2 bulan show show dan show, sampai akhirnya jatuh sakit saking over energy. Tapi berhubung jadwal dan kontrak sudah ditanda tangan, jadi terpaksa ya memaksa istirahat di sela sela jadwal tsb"

Sylvana menjawab : Saking asyiknya mengejar karir, akhirnya lupa semuanya, termasuk lupa mencari pendamping. (yang lain tertawa)

Ita menjawab : Pernah sampai cuti dua semester karena padatnya jadwal show. Tapi alhamdulillah bisa selesai S1 hukumnya

Paramitha menjawab  (dengan penuh perasaan) :  "Selama mengejar karir, saya kehilangan quality time saya dengan orang yang saya cintai dan mencintai saya. Quality of time itu tak tergantikan oleh apapun yang saya dapatkan"

(uh.. sampai berkaca kaca aku mendengarnya... keinget waktuku sama anak anak dan suami yang tersita karena aku bekerja.... Allah... semoga dengan segala keterbatasanku mereka nggak kehilangan quality time-ku)

Utha menjawab apa entah aku nggak dengerin lagi, aku kembali nerusin cuci piring, malam itu. Anak anakku udah pada lelap, dan suamiku belum pulang.

Rabu, 02 Maret 2011

Anugerah Tak Terduga

Bulan Januari lalu, aku iseng iseng ikutan acara lomba foto di http://sasyahouse.multiply.com, dalam rangka annyversary-nya yang kedua. Setelah ikut lomba itu, kantorku pindah ke tengah kota, dan untuk beberapa waktu internet mati. Walhasil aku nggak tau lagi bagaimana kabar si lomba itu.

Eh, tiba-tiba, hari Minggu kemaren, ada paket datang. Untuk titi dengan alamat pengiriman ke rumah. Dari Denpasar katanya...
waaah.. benar benar terkejut, dan bahagia, dan terharu ketika tahu pengirimnya Sasya House. Uhhh.. sampai sampai syukurnya terucap belakangan, astaghfirullah...

Setelah itu aku sms ke Ummu Syakir, kenapa aku dapat kiriman, ternyata aku dapat juara dua...
Terima kasih Mbak... terima kasih Sasya House, semoga makin laris dan makin berkah jualannya.

paket datang

  
penampakan di dalamnya

  
ta daa.... inilah isinya

  
waaah.. ternyata dalam gamis masih ada isinya ini

  
make over top to toe