Hehe.. ini mah karena ada bakat turunan kali ya.... bakat ku butuh kata orang Sunda. (karena terdesak kebutuhan.)
Fikri
dengan ketelatenannya, punya tabungan sekitar 700rb an. Itu jumlah yang
sangat banyak buat ukuran anak anakku. Nah, dia ceritanya bingung, uang
segitu mau diapain. Nanggung.
Membujuk mbujuk Ummi ngajak patungan
beli netbook. Ogah doong.. Ummi belum perlu. hehe.. Eh, kemaren dia baca
tabloid komputer, liaaatttt aja ada tablet entah merk apa, seharga
1.089rb saja. Semangat dooongg... dianya.
Mulanya masih berusaha membujuk Ummi patungan beli tablet. (keukeuh pisan nya'...), Ummi juga keukeuh nggak mau. Da belum butuuhhh...
Ya
sudah akhirnya dia mencari akal bagaimana cara mempergemuk tabungan
dengan lebih cepat. Bukan dari uang jajan yang 2500perak sehari, atau
ngirit ongkos ojek 2000perak. Dia tertarik jualan pulsa. Yuhuy...
Iyalah. segera difasilitasi. Dianter ke dealer pulsa dekat rumah.
Diajarin cara cara pengisian, komplain dsb, go go go.. mulailah Sabtu
sore dia jualan.
Kutanyain, Fik, kamu kan punya gratisan sms yah ?
Iya, katanya. Sok atuh, promosikan ke seluruh teman temanmu, bahwa kamu
jualan pulsa. Sekalian kasih harganya. Klo bisa lebih murah dari yang
lain, biar omset lebih banyak. Malam itu dia langsung sms dan langsung
dapat order. (hihi.. senengnya...)
Yah pokoknya itu sudah jalan lah.. jualan pulsa.
Eeeee... pulang kantor kemaren, Fikri lapor, uang pembayaran pulsa 5rb rupiah jatuh entah dimana. Yaaah....
Aku
cuman bisa membesarkan hati. "Nggak papa Nak, namanya juga usaha. Nanti
pasti dapat gantinya." Chayo Fikri, jualin lagi pulsanya !!!
Senin, 10 Oktober 2011
Minggu, 09 Oktober 2011
Melenggung
Suatu hari, Faiz sedang asyik mewarnai buku gambar di kamar.
Sambil tetap mewarnai dia berkata :
Faiz : Ummi, ummi, Faiz bisa melenggung lho...
Ummi : (sedikit bingung ) melenggung ?
Faiz : Iya.. Faiz bisa melenggung
Ummi : Melenggung gimana ?
Faiz : (berdiri di kasur dan menghadap dinding) Ini lho melenggung (sambil membuat garis lengkung di dinding)
Ummi : Oooo... bikin garis melengkung.
Faiz : iya.. melenggung.
Ummi : ??? (iya deh)
Sambil tetap mewarnai dia berkata :
Faiz : Ummi, ummi, Faiz bisa melenggung lho...
Ummi : (sedikit bingung ) melenggung ?
Faiz : Iya.. Faiz bisa melenggung
Ummi : Melenggung gimana ?
Faiz : (berdiri di kasur dan menghadap dinding) Ini lho melenggung (sambil membuat garis lengkung di dinding)
Ummi : Oooo... bikin garis melengkung.
Faiz : iya.. melenggung.
Ummi : ??? (iya deh)
Senin, 03 Oktober 2011
Mesin Jahit Pinjaman
Seperti pernah aku posting disini,
aku sekeluarga pakai baju seragaman. Baju para cowok aku masih minta
tolong teman untuk menjahit. Tapi baju para cewek, aku sendiri yang
menjahit. Aku menjahit pakai mesin jahit pinjaman dari mbak Rakhma yang
baik hati.
Ceritanya waktu itu sudah memasuki pekan ketiga Ramadhan. Kebetulan aku dapat halangan. Jadi inilah saat yang tepat untuk menjahit, pikirku. Semua bahan sudah aku potong potong sesuai pola a la Titi. Di Sabtu pagi yang cerah, dengan bersemangat aku panggil mang Ojek langganan. Berrrr.... sepuluh menit nyampe rumah mbak Rakhma. Aku minta nunggu sebentar, dan dapatlah aku pinjaman mesin jahit itu. Langsung aku bawa pulang, aku bongkar bongkar dan mulailah aku beraksi. Oya, kebetulan kan Sabtu anakku sekolah semua, jadi aku bisa leluasa menjahit.
Di tengah aku asyik menjahit, tiba tiba suamiku yang tadinya tengah membaca di kamar, keluar dan mendatangi. Rasa takjub begitu jelas di wajah itu. Memang di rumah ibu mertua ada mesin jahit siiih.., tapi itu mesin jahit jadul yang masih pakai kaki untuk menggerakkan.
Mula mula dipandanginya mesin dari arah depan. Kemudian dari arah samping. Kemudian dari arah belakang (dari posisiku menjahit). Lumayan lama deh.. Dan aku belum pernah melihat ekspresi itu saat melihat barang baru apa pun !!
Tau tidak, selama doi melihat - lihat mesin itu, maka mantra eh doa yang biasa kubaca kalau ada orang lagi melihat lihat daganganku aku bacalah. Sing kabita sing kabita ... (semoga kepengen semoga kepengen hihi.. *berharap dibeliin)
Hu.. andai saja dikau melihat ekspresinya ketika melihatku menjahit itu, tepatnya melihat mesin jahit itu, dan posisinya sama seperti aku (suka jahit tapi belum punya mesin jahit), aku yakin doa yang kubisikkan itu, pasti kau bisikkan pula. :D
Sayangnya, di kotak mesin jahit itu nggak ada lagi buku manualnya, dan aku belum belajar ke mbak Rakhma bagaimana memaksimalkan penggunaannya, jadi aku belum bisa menjahit yang motif motif gitu. Bisanya baru pake yang lurus lurus.
Mau tau penampakan mesin jahit itu ? Inilah dia....
Emang bikin kepengen kaan ??
Ceritanya waktu itu sudah memasuki pekan ketiga Ramadhan. Kebetulan aku dapat halangan. Jadi inilah saat yang tepat untuk menjahit, pikirku. Semua bahan sudah aku potong potong sesuai pola a la Titi. Di Sabtu pagi yang cerah, dengan bersemangat aku panggil mang Ojek langganan. Berrrr.... sepuluh menit nyampe rumah mbak Rakhma. Aku minta nunggu sebentar, dan dapatlah aku pinjaman mesin jahit itu. Langsung aku bawa pulang, aku bongkar bongkar dan mulailah aku beraksi. Oya, kebetulan kan Sabtu anakku sekolah semua, jadi aku bisa leluasa menjahit.
Di tengah aku asyik menjahit, tiba tiba suamiku yang tadinya tengah membaca di kamar, keluar dan mendatangi. Rasa takjub begitu jelas di wajah itu. Memang di rumah ibu mertua ada mesin jahit siiih.., tapi itu mesin jahit jadul yang masih pakai kaki untuk menggerakkan.
Mula mula dipandanginya mesin dari arah depan. Kemudian dari arah samping. Kemudian dari arah belakang (dari posisiku menjahit). Lumayan lama deh.. Dan aku belum pernah melihat ekspresi itu saat melihat barang baru apa pun !!
Tau tidak, selama doi melihat - lihat mesin itu, maka mantra eh doa yang biasa kubaca kalau ada orang lagi melihat lihat daganganku aku bacalah. Sing kabita sing kabita ... (semoga kepengen semoga kepengen hihi.. *berharap dibeliin)
Hu.. andai saja dikau melihat ekspresinya ketika melihatku menjahit itu, tepatnya melihat mesin jahit itu, dan posisinya sama seperti aku (suka jahit tapi belum punya mesin jahit), aku yakin doa yang kubisikkan itu, pasti kau bisikkan pula. :D
Sayangnya, di kotak mesin jahit itu nggak ada lagi buku manualnya, dan aku belum belajar ke mbak Rakhma bagaimana memaksimalkan penggunaannya, jadi aku belum bisa menjahit yang motif motif gitu. Bisanya baru pake yang lurus lurus.
Mau tau penampakan mesin jahit itu ? Inilah dia....
| mesin jahit mba Rahma |
Emang bikin kepengen kaan ??
Langganan:
Postingan (Atom)