Minggu, 16 Oktober 2011

Kue untuk Faiz


Beberapa hari yang lalu, kepikiran mau membuat kue khusus buat Faiz bawa ke sekolah. Tapi akunya masih bingung mau bikin kue apa. Belum pernah bikin cake yang berhasil. Sejauh ini si oven hadiah dari Mamak Ephraim baru berfungsi sebagai oven brownies yang enggak pernah gagal itu.

Ceritanya ada dua calon kue yang aku bikin. Yang satu resep dari Mamak Ephraim si Ultra coklat tea. Satu lagi resep sponge cake black forest dari mama Yuna.
Emang dasar aku malas kali ya... melihat detail resep resep itu, aku jadi males mencoba kedua duanya.
Si Ultra chip itu aku masih ragu bikin cream milk nya.. (sorry ya Maaak...)
Si black forest itu aku malas bikin printilannya . Ada selai oles, ada simple sirup.
Hmm.. jadi bagaimana ya.. akhirnya aku buka buka lagi buku sedap pemula yang ada di rumah, dan sekali lagi mental koboy beraksi. Masaklah aku cake yang nggak ada resepnya. Jadi comot sana comot sini, belagu kayak yang pinter ajah.

So si kue ini berhasil laah, jadi. Mirip cake tepatnya. Dan yang penting buat anakku adalah finishingnya. Yaitu saat hias menghias.
Hiasannya bertema sponge bob. Fathimah mulai penasaran ikutan menghias si kue ini. Setelah dia mencoba, akhirnya komentar : "Mi, ternyata nggak semudah kelihatannya..." Hihi..
Faiz yang ngerasa kue dibikin untuknya... masih setia menunggu walaupun udah 21.30 malam. Dan... dia beraksi dengan tugasnya, menaburkan trimit.
dan inilah hasil kolaborasi itu..

Kue F5, spongebob dan patrick
Dan malam itu pun Faiz berangkat tidur dengan puas.
Pagi pagi ... bangun tidur langsung nyari.
Kue Faiz mana kue Faiz mana (langsung dipamerin ke Teteh dan Ayuk yang udah keburu tidur)
Daaaan.... dengan semangatnya dia minta kue itu dipotong.
Ya sudahlaaah.. nggak jadi di bawa ke sekolah. Biar deh dimakan anak anakku saja. Jumlahnya hampir sama kok. Teman sekelas Faiz cuman 8 orang, anakku ada 5 orang.

Mati Mendadak

Mungkin gurauan ini tidak lucu buat sementara orang. Tapi di keluarga kami, "mati" sering diperbincangkan, dengan harapan anak anak tidak takut pada kematian. Tidak peduli tua atau muda, bila telah tiba pasti akan menghadap-Nya. Tidak bisa dimajukan ataupun dimundurkan.

Ceritanya, minggu lalu aku cek kolesterolku, karena udah lama nggak cek dan nggak olah raga.  Wuih, ternyata, udah mencapai 290, terpaksalah harus minum obat. (kata dokter kantor). Aku dikasih simvastatin. sehari satu tablet
Obat itu kusimpan di meja.
Ayuk : Mi, ini obat apa ?
Ummi : Obat penurun kolesterol
Ayuk : Ummi sakit itu ? bahayanya apa Mi ?
Ummi : Ummi bisa stroke atau bisa mati mendadak
(Sampai disini Mbak Fathimah dan Fikri dah ngomentarin ; "Mana ada orang yang matinya siap siap dulu Mi, semua orang juga matinya mendadak, nggak tahu kapan waktunya" Tapi Ayuk tetap serius)
Ayuk : Ah.. ummi nggak boleh mati dulu. Harus lihat Ayuk besar dulu. Ummi harus makan obat ini. Makan sekarang Mi...
Ummi : Ini dosisnya satu hari satu tablet
AYuk : Hari ini ummi udah minum obat belum ?
Ummi : Udah kok
Ayuk : Terus Ummi nggak boleh makan apa saja ?
Ummi : Goreng gorengan, udang, ati ampela ...
Ayuk : Ya udah Ummi nggak boleh lagi makan gorengan... (sambil menjauhkan gorengan dari jangkauanku). Pokoknya Ummi nggak boleh mati mendadak
Ummi : ketawa ... (puas, ngerjain sesekali)

Rabu, 12 Oktober 2011

Narsis (dot) com

Hihi. ini adalah hasil iseng iseng gara gara nggak bisa tidur setelah minum secangkir kopi.
Udah kubawa merajut satu dompet sampe beres belum ngantuk juga. Iseng iseng aku googling namaku sendiri. Asli iseng...


Eh.. ternyata sampai beberapa halaman di hapeku, masih muncul muncul aja namaku.
Kebanyakan sih dari review review di goodread. Kemudian kicauan kicauan di twitter. Dan tidak menyangka .. ternyata ada salah satu link yang aku sendiri tidak tahu bahwa ada kejadian itu yang menyangkut diriku. 


Ada yang menyebut namaku sebagai pelopor FLP di NTT (alaamaaaakkkk.. betapa tersanjungnya). Padahal ya... terus terang, waktu itu memang aku sempat saling berkirim faksimili dengan tim FLP pusat. Tapi  giliran aku menerima faksimili dari Jakarta tentang syarat syarat dan ketentuan pendirian FLP ini, kertasnya nggak kebaca sama sekali. Jadi sebenernya FLP NTT itu (di masa aku) belum pernah ada. Nggak tau deh sekarang.
Terus ada juga salah satu kejutan lainnya, ternyata ada salah satu ceritaku yang terbit juga di nulisbuku.com yang aku belum tahu. Itu aku dapatkan linknya dari sini. (aku dah invite tp blm dijawab)


Waaah.... ternyata, sesekali narsis itu boleh juga.
Penasaran ? Coba googling namamu sendiri.

Ini cover bukuku itu... 

curhat cinta colongan