Kamis, 23 Februari 2012

Integritas

Duh ! Nggak kuku liat judulnya. Eit jangan kabur dulu... Ini mah mau sekedar curhat. Bukan mau ngomongin uang sogokan berjuta juta.. Jauh jauh deh... uang sogokan. Belum tentu kuat mental niy..
Ini mah baru ngomongin yang ecek eceklah.. jam kerja, niat bekerja, kemauan kerja. (halah, posting aja di jam kerja, masih nggaya)
Ya... ini kan disela sela waktu menunggu tamu yang belum datang... (alasan..)
OK, kembali ke laptop !
Integritas.
Menurutku, integritas itu kembali kepada kesadaran sendiri. Ada orang yang ke kantor niatnya cari duit, ada yang niatnya buat eksis, ada yang niatnya tulus, buat ibadah, buat melayani kepentingan umum, berkhidmat kepada masyarakat, bentuk bakti kepada negara, berperan (walaupun secuil) dalam proses menuju good governance (bener nggak nulisnya ?) dll
Yang mana kita diantara itu? kitalah yg dapat menilai.
Tampak luar itu cerminan dari apa yang tidak nampak, yang ada di dalam diri kita.
Jangan sampai ke kantor telat satu dua menit, eh mood bekerja hilang seharian.
Jangan sampai bos nggak ada, eh dipake deh, kesempatan jalan jalan, rombongan pula !
Jangan sampai karena ada urusan, pagi sore datang cuman absen doang, siang hilang.
Hatta ......(menurutku) urusan anak sakit sekalipun ! Jangan manfaatkan mesin sidik jari yang nggak mengenali muka kita, alias cuma mengenal jari kita, sehingga kita merasa nggak perlu "setor muka", alias nggak perlu nongkrong di kantor.
Ya kalau memang ada perlu dalam waktu yang panjang, ya sudahlah ijin tidak masuk bekerja.
Jangan pakai ijin keluar. Keluar kok berjam jam, selama jam kerja. Lha hari ini produksi apa ?
Trus, namanya minta ijin, minta dispensasi, minta kemudahan, ya terserah yang ngasih ijinlah, mau diijinin atau enggak. Jangan menuntut orang lain mengerti kondisi kita. Ya terima aja, kalau suatu saat yang dimintain ijin bosen memberi.
Mungkin sedikit orang yang menyadari, bahwa ketika seseorang meninggalkan pekerjaan (dan absen utuh yang berarti penghasilan utuh, yang berarti kondite baik karena nggak ada membolos) sebenarnya orang itu sudah menyusahkan rekan rekan yang menggantikan pekerjaannya, atau merepotkan rekan yang harus mencarikan jawaban diplomasi demi menjaga nama baik instansi (huh !)
Jadi ingat kata kata bosku yang cantik, kata beliau, perempuan bekerja itu adalah pilihan dia. Bukan kewajiban. Jadi ya harus siap menanggung resikonya (tuntutan profesionalisme, dilema antara anak sakit atau kerjaan yang menumpuk, dll).

Namanya juga bekerja di kantor pelayanan, pastinya kerjaannya melayani. Melayani customer, melayani sesama karyawan. Ya nikmati aja... seperti nikmatnya kita menerima gaji

Jumat, 10 Februari 2012

Double Dating

Bila ada ababil alias amak amak labil mungkin akulah orangnya. Haha
Entah kenapa, kmrn itu bad mood pisan, males untuk bekerja, pengen seneng seneng tapi nggak tau apa. Ah..lebay dot com lah judulnya.
Eh, kok ya kebetulan Tri ngajak makan bareng genk maksi. Nggak lama kemudian, si Hany juga ngajak makan bareng mantan anak pelayanan.  Udah gitu tempatnya berdekatan.  Aduuh.. bagai mendapat durian runtuh deh.
Untung saja hari itu , Novi dengan baik hati mau bertukar piket istirahat denganku.
Jadi aku bisa pergi. Dan dengan otak kriminal pula aku berniat membolos eh ijin pulang cepat. (apa bedanya sih...)
Rupanya si durian durian itu belum berhenti berguguran, di H-1 tiba tiba ada yang pesan paket Tuppi my first moment collection dan rainbow. (lumayan nambah omset) dan di hari H saudara saudara, masih satu durian lagi jatuh. Tak disangka tak di nyana, Mbak Ida yang dianter mas Setia katanya mau lewat kantor aku. Aduuuh... terima kasih aku tak perlu membawa dua paket tuppie itu by angkot.
Masih nyamper Tri dan Doel serta chika di perempatan, lalu aku
dating sama Echi nyampein pasmina di perempatan itu juga. kemudian mobil mas Setia pun parkir dengan aman di Mpek mpek pak ANang jl. lengkong. Satu lagi durian jatuh, aku ditraktir mbak Ida. Khusus AKu, yang lain bayar sendiri. (sayang sondang nggak ikut, pun aku blm sempat telepon krn saking bahagianya mau ketemu mantan pelayanan)
Setelah selesai makan mpek-mpek, perjalanan berlanjut naik becak ke WS. Semua sudah kumpul full team cewek. Ramenya.... Curhatnya.... Ah.. nggak berasa setengah dua. Waktunya pulang. Satu lagi durian runtuhnya, Mbak Ama membeli paket Nabiku Idolaku dari Mizan tanpa aku harus presentasi panjang lebar.
Terima kasih ya ALllah.... untuk kebahagiaan yang tak disangka sangka. Tertebus rasanya potongan untuk membolosku hari ini.
*gambar nyusul ya...
ini fotonya, bukan pas lagi makan makannya ya.. tapi kebayang kan.. ini juga suasana makan bareng di ruangan hehe

Selasa, 07 Februari 2012

The Gift From Teacher


 Meski keempat anakku sekolah di sekolah yang sama, ternyata 'kebijakan' guru guru di masa mereka berbeda beda. Yaeyalaaah.. namanya juga sekolah swasta ya, dan mungkin tingkat kesejahteraannya katakan biasa biasa saja, jadi guru-gurunya ya ganti ganti melulu. Kebanyakan sih keluar karena diterima sebagai PNS. Atau pindah kota ikut suami. Artinya masih terbilang bagus lah alasannya .. bukan karena faktor sekolahannya.
Btw kembali ke judul tentang gift itu.. ternyata hadiah itu ngaruh banget ya buat anak anak. Walaupun mungkin ala kadarnya saja. (dan kadang bingung makenya).
Nah yang kebagian "nasib baik" mendapat hujan hadiah ini si Teteh. Gurunya berinisiatif memberi hadiah untuk yang mendapat nilai 10, baik dari ulangan harian, maupun dari nilai UTS/UAS. Dananya diambil dari kas kelas. Kas kelas ini dikumpulkan dari 'infak' tiap hari Jumat. (*Ih baru kepikiran ya.. harusnya aku kasih uang infak dalam jumlah yang nggak biasa, kan jatohnya ke anak aku juga... :D)
Saking seringnya dapat hadiah, sampai sampai kakak kakaknya pada protes.
"Ih.. kok waktu jaman aku nggak ada sih.." *masih rada baek niy, komentarnya
"Ih,.. hadiahnya cuman gitu doang..." *hihi yg komen ini kena marah Abi
"Alaaah.. pelajaran anak kelas satu kan masih gampang, jadi dapat nilai 10" haha.. semua juga ngalamin kelas satu yah.. btw padahal Teteh Firda udah kelas dua sekarang.
Meski demikian, Firda tetap mau berbagi hadiah hadiah itu dengan kakak kakaknya.

Intinya, menurutku hadiah hadiah itu membuat Teteh lebih semangat belajar. Nggak tahu juga siy, efektif sampai umur berapa.( Nyerah deh aku yg ginian, pasti guru-gurunya lebih tahu dari aku soal ini).
Hanya saja, satu hal yang aku heran, kata wali kelas dua, Teteh berbeda dengan kakak-kakaknya yang cerewet. Teteh kalau di kelas pendiam. Olala, si Teteh yang sering kubilang kalo besar jadi penyiar radio (aduh, jaman guwe banget) atau presenter karena nyerocosnya kalau sudah cerita, sambung menyambung susah diberhentiin, ternyata pendiam. Kenapa ya.. apa karena sering ditimpal timpalin kakak-kakaknya yang super cerewet itu ? (*emak emak telmi mulai berpikir)
Ini masukan dari guru. Teteh kan kebetulan kmrn mendapat nilai tertinggi, dan nilai dia melaju beberapa poin melewati teman temannya. Baru di peringkat kedua dst saling susul nol koma gitu gitu..
Ah, dari ngomongin hadiah kok jadi kemana mana. Ntar deh, konsul lagi sama gurunya.
Baiklaah.. teman teman, inilah beberapa dari hadiah itu..

ki-ka : Globe mainan (tetep globe ya), teko mainan, celengan, satu set stationary