Seperti yang sudah Faiz ceritakan di sini,
di awal bulan lalu aku dan suami sengaja datang ke At Takwa buat
ngedaftarin Faiz. Udah mantep buanget tuh, misua. Udah bawa duit, udah
bawa copy akte segala. Cuma tinggal foto doang. Eh, mungkin belum rejeki
ya.. mmm.. atau Allah masih kasih aku waktu untuk ngomongin beberapa
keinginanku yang belum aku sampaikan sama suamiku, Attakwa tutup. Mereka
libur awal bulan. (hihi.. baru inget. lha F3 dan F4 aja libur). tadinya
kupikir kantor bakal tetep buka. Ternyata libur juga. Ya deeeh..
selamat libur ibu guru dan bapak guru...
Keinginanku sebenernya
memindahkan Faiz dan Eka bersama sama ke At Takwa. Memang sih, aku harus
berusaha lebih keras, sangat keras malah ya.. kalau pengen sekolah Eka
di at takwa nggak bakal mempengaruhi cash flow rumah yang udah empet
empet sana sini. Tapi kan kita percaya satu hal, kita punya Allah ,
Allah Yang Maha Memberi Rejeki, jadi nggak usah kuatir besok hari. Udah
ada takarannya kok. Moal pahili bahasa Sundanya. alias gak bakal ketuker.
Sebenernya
aku -ternyata aku- sempat salah faham atas kata kata suami.Kupikir
waktu Abi mengiyakan Eka sekolah bareng Faiz, ya bareng di At Takwa.
Ternyata enggak.Maksudnya Abi ketika Faiz ke At Takwa, Eka ke Mutiara.
Ya suami sih berdasar logika aja, masa sih, duit gak ada mau maksa
maksain diri.Getoo... Yah aku menerima alasan ini. Meski dalam hati
kecilku nggak tega. Bibi udah nganggep faiz seperti cucu sendiri. Masa
sih kita nggak bisa membalas itu. Tapi ya sudahlah. Boss nya kan suami.
lagian.. Tetep kan , keputusan suami itu yg harus diikuti sesuai
perjanjian di awal nikah dulu. ada dua pasal. Pasal pertama suami itu
selalu benar. Pasal kedua, kalau suami salah, kembali ke pasal pertama.
hahahaha
Cerita dikit ya..waktu ada pentas seni di at takwa
beberapa bulan lalu itu , aku diam diam udah konsultasi sama kepsek TK
yg nota bene dah kenal dari jaman F1 TK dulu. Melihat umur Faiz yang
nanggung pisan, ibu Kepsek mengatakan Faiz belum bisa masuk TK A,
atauuuu...kalaupun Faiz masuk di attakwa, bakal 3 tahun di TK nya.
Karena usianya saat ini kurang dari 4 tahun. (Faiz lahir september).
Trus aku nawaaar.. Ini mau masuk bareng saudaranya yang lahir Februari
-ya Eka itu-. Ya udah kata bu Guru boleh.
Yah.. kalau EKa gak jadi di masukiin ATtakwa, berarti Faiz gak bisa masuk AT Takwa.
Tapi aku gak mau bicara ke suami bahwa Faiz belum bisa diterima di Attakwa. Biar beliau mendengar langsung dari sumbernya.
Dan akhirnya tadi kami bertiga, Aku Faiz dan Abi ke Attakwa. Maksudnya mau daftar TK. Udah siaplah.. buat ngisi formulir dsb.
Daaaann...
tadaaa... tetep belum boleh. Bahkan kali ini Ibu Kepsek lebih keukeuh
lagi. Kalau Faiz mau masuk sekarang, bapak ibu harus membuat perjanjian,
nggak bakalan menuntut dua tahun lulus TK. Halaaahhhh.. kayak apaan
ajaaa...
Ya sudahlah, akhirnya dengan berat hati Abi menerima, Faiz
masuk TK at takwa tahun depan aja. Meski sambil ngomong sendiri emang
apa bedanya anak yang lahir 31 agustus sama 1 september? kok pake
batasan 4 tahun di 31 agustus. Kalau anak kembar yg satu lahir 31
agustus pukul 23.56 dan satunya lagi tanggal 1 september pukul 00.05
gimana ? Hahaha.. abi abi.. ada ada saja. Sudahlaaahh...
Dan
dengan pertimbangan, daripada Faiz mengenali teman teman seangkatannya
ntar masuk SD attakwa duluan dan dia masih tinggal di TK nya, mending
tahun ini Faiz masuk TK A Mutiara aja.. sambil maeen.. dan masih baareng
Eka. (dalam hatiku, sambiil aku nabunnng bbuat ngedaftarin Eka. Kali
aja kalau punya saham jadi punya hak suara. Boleh kaaan.. berkeinginan
baik ?)
Sabtu, 12 Mei 2012
Mi, Aku Nggak Jadi Ke Jakarta Doong...
"Mi, aku nggak jadi ke Jakarta dong..."
Ini adalah ucapan Teteh di perjalanan dari Bandara Raden Intan menuju rumah Eyang, 28 April lalu.
(Oalah Naaak.. optimis banget kamu yah... semifinal juga belum dijabanin)
Akupun meluruskan,
"teteh bukannya nggak jadi ke Jakarta, Teteh kehilangan kesempatan untuk ke Jakarta ikut Final Kuark"
hehe.. ci Teteh senyum.
Udah kuceritakan waktu itu, hari itulah Eyang Lampung kembali ke haribaanNya. Hari itu pula, sebenernya adalah hari semifinal Olimpiade Sains Kuark.
Malamnya Teteh udah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk semifinal itu. Udah nyiapin pensil B2, penghapus, papan dada dan tentu saja tanda pengenal nggak boleh ketinggalan.
Dia juga udah dagdigdug gitu kayaknya..
Bolak balik nanyain. Nanti kalau Teteh ke Jakarta sama siapa.
Ya udah, nanti Ummi temenin. (jawaban ngasal *nggak yakin ke final soalnya*)
Terus besok yang njemput habis OSK siapa ?
Ya Abi tentu saja laah.
Dan sebagainya dan sebagainya. Banyak banget pertanyaannya, sampai aku lupa. Pokoknya sampai kakak kakaknya aja pada gemes lihat dia bolak balik aja dari kamarnya ke kamarku. Nanya sesuatu. Trus balik lagi ke kamarnya. Nggak lama kemudian balik lagi ke kamarku. Nanya sesuatu lagi. Yah gitu deh.
Pintu kamar kami hadap hadapan dipisahkan kamar mandi yang dah alih fungsi jadi gudang.
Yah tapi manusia hanya merencanakan, Allah yang menentukan. Ternyata Teteh hari itu nggak bisa ikut semi final. Makanya hilanglah kesempatan menang dan ikut final di Jakarta
Rupa rupanya dia bener bener kehilangan momen itu ya.. Aku nggak nanyain sih. Cuma menyimpulkan. Karena di antara hari hari di Lampung, diantara kesenangannya bermain dengan para sepupu, dan kesedihannya karena ditinggal Eyang seperti ceritanya disini, ternyata dia masih bilang gini:
Nggak papa ya Mi, kan nanti aku masih bisa ikut lagi pas level 2 (utk kelas 3 dan 4) atau level 3 (kelas 5 dan 6).
Iya Nak, semoga engkau menang nanti ya.. dan ke Jakartanya nggak batal lagi.
Ini adalah ucapan Teteh di perjalanan dari Bandara Raden Intan menuju rumah Eyang, 28 April lalu.
(Oalah Naaak.. optimis banget kamu yah... semifinal juga belum dijabanin)
Akupun meluruskan,
"teteh bukannya nggak jadi ke Jakarta, Teteh kehilangan kesempatan untuk ke Jakarta ikut Final Kuark"
hehe.. ci Teteh senyum.
Udah kuceritakan waktu itu, hari itulah Eyang Lampung kembali ke haribaanNya. Hari itu pula, sebenernya adalah hari semifinal Olimpiade Sains Kuark.
Malamnya Teteh udah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk semifinal itu. Udah nyiapin pensil B2, penghapus, papan dada dan tentu saja tanda pengenal nggak boleh ketinggalan.
Dia juga udah dagdigdug gitu kayaknya..
Bolak balik nanyain. Nanti kalau Teteh ke Jakarta sama siapa.
Ya udah, nanti Ummi temenin. (jawaban ngasal *nggak yakin ke final soalnya*)
Terus besok yang njemput habis OSK siapa ?
Ya Abi tentu saja laah.
Dan sebagainya dan sebagainya. Banyak banget pertanyaannya, sampai aku lupa. Pokoknya sampai kakak kakaknya aja pada gemes lihat dia bolak balik aja dari kamarnya ke kamarku. Nanya sesuatu. Trus balik lagi ke kamarnya. Nggak lama kemudian balik lagi ke kamarku. Nanya sesuatu lagi. Yah gitu deh.
Pintu kamar kami hadap hadapan dipisahkan kamar mandi yang dah alih fungsi jadi gudang.
Yah tapi manusia hanya merencanakan, Allah yang menentukan. Ternyata Teteh hari itu nggak bisa ikut semi final. Makanya hilanglah kesempatan menang dan ikut final di Jakarta
Rupa rupanya dia bener bener kehilangan momen itu ya.. Aku nggak nanyain sih. Cuma menyimpulkan. Karena di antara hari hari di Lampung, diantara kesenangannya bermain dengan para sepupu, dan kesedihannya karena ditinggal Eyang seperti ceritanya disini, ternyata dia masih bilang gini:
Nggak papa ya Mi, kan nanti aku masih bisa ikut lagi pas level 2 (utk kelas 3 dan 4) atau level 3 (kelas 5 dan 6).
Iya Nak, semoga engkau menang nanti ya.. dan ke Jakartanya nggak batal lagi.
Jumat, 11 Mei 2012
When You Sad...
when you sad, when you blue
when you really really blue
don't forget that you have Allah
You can ask Him to Give you happines
when you happy and you glad
when you really really glad
don't forget that you have Allah
You can thanks him, Who give you happines
*maap klo salah bentuk tensesnya*
Syair di atas itu adalah lagu Asma Nadia tahun 90-an.
Ada yang tau lagunya ? Yuk ah, klo sedih klo bahagia, tetep ingat ALlah
when you really really blue
don't forget that you have Allah
You can ask Him to Give you happines
when you happy and you glad
when you really really glad
don't forget that you have Allah
You can thanks him, Who give you happines
*maap klo salah bentuk tensesnya*
Syair di atas itu adalah lagu Asma Nadia tahun 90-an.
Ada yang tau lagunya ? Yuk ah, klo sedih klo bahagia, tetep ingat ALlah
Langganan:
Postingan (Atom)