Minggu, 31 Maret 2013

My Old And New

Assalamu'alaikum Bunda Yati...

Ini adalah foto pada hari pernikahan saya : Desember 1996.
Pada malam hari setelah akad nikah dan resepsi, kedua keluarga besar mempelai beramah tamah

Aku dan suami diapit Ayah Mertua  (sebelah kiriku) dan Bapakku (sebelah kanan suami)
Aku dan suami, saat mengantar Faiz ke Taman Lalu Lintas, Januari 2013

Bunda Yati yang aku kenal :
Jujur Bun, saya jarang blog walking, paling sesekali mampir ke blog teman yang sering komen di blog saya. Tapi dari notifikasi email, dari grup face book Emak Emak Blogger, saya sering sekali melihat nama Bunda Yati 'berseliweran'. Subhanallah... Pas tahu Bunda bikin GA, maka saya langsung ngubek - ubek blog Bunda deh. Ternyata di usia yang sudah lansia Bunda Yati begitu produktif menulis di blog. Terbukti dari jumlah posting blog Bunda di  tahun 2011, 2012, 2013 yang lebih banyak dariku. (Soalnya semalem anakku protes, Ummi postingannya dikit amat, dalam setahun cuma segitu, berarti enggak tiap hari nulis...) Ya sebenarnya enggak heran juga siiih... Bunda kan memang penulis pas di masa muda. Bahkan Bunda juga ikut chalenge #prompt hihi yang aku  belum pernah ikut satupun. Dan yang subhanallah juga, Bunda pun menulis buku - buku antologi.  (pengen yang kado untuk pasutri  #kode)

Harapanku :
Semoga Bunda tetap menulis, tetap menginspirasi, bahkan seandainya saking sibuknya atau karena sesuatu hal Bunda tidak dapat menulis sendiri, semoga Bunda mendapatkan asisten untuk terus menuliskan apa yang hendak Bunda bagikan kepada kami semua.
Kemudian : semoga suatu saat Bunda dapat menerbitkan buku solo. Misal tentang kiat - kiat mengisi waktu di usia lansia, "Lansia- Lansia Bahagia" , "Manajemen hati dan manajemen hari ketika kembali sendiri" (maksudnya anak sudah menikah semua dan suami sudah berpulang) dsb.



Sabtu, 30 Maret 2013

Rejeki Bocah (lagi)

Hi world ? How are you ?
Jiaaah.. bahagianya. Terlepas dari very very very peak peak season. *berapa kata ya untuk menggambarkan...
Yup, apapun, disyukuri akhirnya waktu waktu yang sibuk dan menyibukkan telah terlewati. Walaupun belum sepenuhnya selesai, tetapi paling tidak sudah sedikit terlepas dari kesibukan menerima tamu yang kadang kala juga memerlukan stamina sabar yang panjang, bahkan lebih panjang dari ketika menghadapi anak sendiri.
Ya, menghadapi anak sendiri *kalaulupa seakan boleh sambil marah. Tapi menghadapi tamu tamu, sekesal apapun harus tetap sabar dan tersenyum #curcol
Dan bulan April segera tiba, saatnya bergelut dengan kertas kertas yang tersisa. Ahayy.. gapapa laah.

Nah postingan pertama setelah sekian hari vakum, kepala dah berasa mau meledak *lebay.
Berhubung numpang nyuri waktu di istirahat kampus... posting yang ringan aja y.aaa sekedar bayar utang.. hehe

Kamis kemaren kan aku pulang kantor ampe malam. Faiz udah nunggu nunggu sampai sampai makan malam juga harus disuapin Ummi. Padahal biasanya enggak. Makan berdua ama siapa aja, yang penting kalau ada tulang tulang ikan atau ayam dia terhindar dari itu semua.
Trus malam itu dia udah ngerayu rayu, Ummi besok aku kan libur, kita mau ke mana ? #gubraks
Nggak kemana mana, Ummi nya pengen dapat satuuuu aja lazy day :p
Eh malah si Faiz dengan terang terangan pengen maen motor di warung besar. *maen game di Toserba

Pagi bangun tidur aku nggak boleh ke warung, tapi dia juga nggak mau diajak dan enggak mau ditinggalin. Asli cuma pengen diajak maen maen. Walhasil sepagian aku cuma nemenin dia baca baca buku, trus mewarnai, main kartu atau apalah. Tetep saja  kaaan semua anggota keluarga musti sarapan. Agak siang dikit sukurlah dia mau dibujuk untuk ikut membeli kupat tahu langganan. Lumayan.. dalam waktu yang singkat sarapan tersaji hangat.

Siangnya Faiz ikut Abi dan Fikri shalat Jumlat di As- Siroj Cibiru. Lengkaplah sudah, berhubung pergi pulang lewat toserba yang dia maksud itu, maka dia ingat lagi mau eh pengen ke sana.
Padahal ummi asli males tenaga dan males ngeluarin duit karena tanggal tua.
Akhirnya si Abi nggak tega dan memintanya tidur siang dulu.

Ummi, Faiz, Teteh, dan Ayuk kruntelan di satu tempat tidur untuk bobo siang bersama. Saking lelahnya kali ya... bangun bangun udah hampir jam lima dan mendung banget. Selesai shalat ashar tiba tiba si Faiz ikut bangun dan langsung teriak
"Ummmi .. jadi enggak ke toko warung besarnya ???" *gubraks *bangun lagi *gubraks lagi

Mungkin merasa sudah janji, si Abi memutuskan untuk pergi sore itu juga. Padahal menduuunggg.... Sampai pom bensin udah gerimis aja. Tapi si F5 nih kayaknya maju terus pantang mundur. Aku yang di belakang dibonceng Abi komat kamit aja merapal doa, jangan hujan,... jangan hujan.. please.. ya Allaah...
Tak berapa lama kemudian, sampailah kami di toserba Yogya Ujungberung. Si Abi dah ngeri hujan kali ya.. Ibaratnya cerita  kancil mencuri timun tuh, udah tiba di adegan kancil kecemplung sumur dan lagi merayu gajah agar sudi mengangkatnya dengan belalai lalu si gajah ditipu kancil katanya langit udah mau ambruk saking gelapnya. *nglantur...
Keliatan banget si Abi gak tenang bahkan sampai sampai rada bete gitu.. hihi..

Kami langsung naik ke lantai 2. Beli koin 5 rebu *ngirit
Trus naeklah Faiz ke motor yang dia cita - citakan. :P Naek juga mainan lain.
Singkat kata, abislah 4 koin. Nambah lagi 4 koin. Abis lagi. Tapi si Faiz dan Abi udah pada bisa ketawa dooongg... tanpa jajan, tanpa makan. Main doang habis 10 rebu perak.
Pas mau pulang, ketemu pak RT berdua bungsunya baru datang. :))
Ternyata di luar belum hujan, saudara - saudara.
Kamipun pulang dengan selamat sentausa....

Ini foto tahun lalu di tempat yang samaaa...

Si Faiz mukanya cerah ceria ya..
Yah begitulah, saudara saudara sekelumit cerita di akhir pekan. Selamat berlibur ya.. masih dua hari lagi. Yuk, nikmati...

Minggu, 17 Maret 2013

Kopdar Arek Suroboyo

Aku kenal eh mengenal Tyka sejak jaman multiply. Sesekali dia mampir di akunku dan sesekali juga aku mengintip - intip hasil kreasinya. Belum pernah beli sih.. karena aku jarang sekali memakai aksesoris semacam gelang, kalung, cincin..
Kalaupun ada yang kupakai sekarang ini adalah bros dan peniti kerudung. Tapi kalau mau pesan dari Surabaya ? hihi.. mahal di ongkos lah yau... lagipula aku bukan  miss matching yang harus cocok ini dan itu, warna dan tema dll, tapi sekedarnya saja.
Mau pakai bros yang sama selama sepekan juga bagiku nggak masalah yang penting sampai kantor nggak telat setor jari. Khawatirnya kalau aku kelamaan milihin peniti nanti telat satu detik saja sekian ribu melayang, udah bisa buat beli beberapa peniti hihi..Kayak dulu jaman di Kupang aku masih rajin pakai jam tangan, sering telat gegara udah sampai halaman balik lagi karena lupa belum pakai jam tangan. Untung belum cetrek jari *ngelantur

Baiklah kembali ke cerita kopdar
Awalnya aku nggak tau kalau mem Tyk mau ke Bandung. Pas aku lihat Niar Ningrum share link abis kopdaran sama mem Tyk, aku komenlah. Baru setelah itu tau dong, kalau seleb blog yang satu ini dalam waktu dekat mau ke Bandung dan dah janjian sama Sondang. Asyiiikkk

Awalnya, janjian kopdar akan dilangsungkan di Kartika Sari Dago. Yang mana yah ? #eh
Maklum, orang Bandung kuper, jarang - jarang makan di resto kecuali ditraktir. Setelah tanya sana tanya sini terbayanglah kiranya di mana lokasi Kartika Sari Dago itu. Sejak pagi aku sudah request mr. OB (iyah, mister office boy) yang punya motor dua, mau minjem si -unbeatable-nya buat meluncur ke Kartika Sari. Ternyata pas hari H, ada perubahan rencana. Rupanya peserta kopdarnya bertambah yaitu Neng Dini. Jadi alhamdulillah aku nggak perlu sewa motor, tinggal ngesot jalan  ajah ke Riau Junction.

Sebagai penjaga perempatan dekat BEC, Sondang pesan agar aku nge-tag tempat duluan. Maka ketika aku bisa keluar tepat waktu dari posku, aku segera menghubungi Mak Sondang.
Busyet deh, kaget  waktu aku telpon Sondang, yang ngangkat telpon orang lain
"Mbak Titi, ini Tyka....." (hadeeeuuuh.. itu suara ya... mak nyuss enak banget didengar. Pantes aja muridnya pada nge-fans)
Kemudian serasa udah kenal lama aja, langsung cas cis cus.. dan cuuus... minta dicariin tempat di pinggiran. Dalam hati kenapa nggak naek sekalian aja ke food court yah.. Tapi baiklah, aku kan terbiasa dijajah bersabar menuruti kemauan Sondang. Aku nurut aja duduk di Magic Oven sampai beliau berdua - Sondang dan Mem Tyk tiba dengan selamat di RJ. Tentu saja bersama Gama yang sekarang serasa jadi attachment-nya Sondang.
Ternyata benar ya.. setelah bertiga kumpul di Magic Oven, maka bergeserlah ke lantai 3 lewat tangga dengan niat untuk menjajal kesaktian. Dan sampai di food court langsung menyebar mencari pesanan masing - masing.
Setelah makanan kami bertiga siap disantap, datanglah Neng Din yang ternyata ramah sekali ya... kantornya di Japati. Hihi... sayang ketika kusebutkan nama temenku di gedung itu neng Din nggak mengenali. (kali efek beda jaman ini ya...) 

Sebagaimana kopdar kopdar lain, maka kopdar kali ini pun tidak terasa sudah menghabiskan jatah istirahatku dan aku harus segera balik ke pangkalan.
Biar nggak dibilang hoaks sama Niar, maka aku lampirkan bukti di sini.

Foto bertiga sama Neng Din dan Mem Tyk (pake hp biasa : penting)


Mem Tyk dan Neng Din  serta Sondang foto pake handheld Dini
Tambahan :
Oya, lupa kemaren belum dimejengin di sini. Tentu saja, akupun dapat oleh oleh dari @ndutyke ya.. sebuah aksesoris yang maniis sekali.. cocok banget sama kulit coklatku

cantiik ya.., klo dipake agak  krincing2 gitu..

Ngomongin tentang Surabaya, sejujurnya Surabaya adalah salah satu kota yang ingin kukunjungi selain Yogya untuk di pulau Jawa ini.
Terlebih setelah membaca buku Tereliye yang berjudul  Aku, Kau dan Kota Kita yang beberapa babnya menceritakan tentang kota Surabaya.
Tapi ....kapan ya..... *ngimpidulu
Baiklah, aku simpan si 20rebuan itu erat erat jangan sampai buat belanja biar bisa pergi ke Surabaya.