Rabu, 04 September 2013

Si Raja Gombal

Kata orang, perempuan itu suka kalau dirayu. Dan sampai setua ini, hanya ada satu laki laki  yang suka merayu dan nggombalin aku. Pertama kaget-kaget salting gitu... tapi lama lama yaaa..kebiasaan. Malah jadi kangen kalau enggak ada rayuannya, misal kalau dia sakit atau dia enggak ada di dekatku.
Pernah aku marah padanya, dengan langkah malu malu dan wajah kocak dia datang padaku
"kamu masih marah enggak sama aku ?"
"ya kamu punya salah enggak sama aku?' aku bertanya balik
"enggak" jawabanya polos. Huuuuh.... sebel ! padahal baru beberapa menit berselang dia bikin kesel.
"trus kalau aku enggak marah, kenapa gitu ?" aku menjawab ketus
"soalnya, aku mau cium dan peluk kamu"
Iiiiih.... enggak kuku.. hati siapa yang enggak luluh coba

Paling gemes kalau aku lagi balas balas bbm atau lagi uplod dagangan di grup bb, trus dia menutupkan tangannya ke mataku. Enggak sampai nempel gitu sih. Tapi tangan itu menghalangi pandanganku ke hape.
"liatin aku doong...."
dengan -sedikit-  kesel aku arahkan pandanganku padanya. Maka tangannya segera memelukku kadang pakai acara menyibakkan anak anak rambutku, dan terakhir menciumi wajahku. Kening, pipi kiri, pipi kanan, janggut, hidung. Ritualnya gitu. Musti lengkap.

Nah pas Jumat dua minggu lalu hapeku ketinggalan di kantor, aku sedikit ngahuleung gitu.. soalnya acara sabtu ahad kan biasanya padat dan perlu koordinasi. Melihatku diam gitu, dia nanya
"Kenapa ?"
"Aku sediih...."
Tanpa bertanya kenapa kenapa dia langsung merangkulku dan berkata "Jangan sedih doong, kan aku sayang kamu". Gubrak !!!
Iyaaa... tapi tetep aja kaaan... hape yang ketinggalan itu nggak akan balik dalam dua hari ini.

Banyak deeh.. momen momen lucu berdua gitu. Coba tebak, siapa sih, si Raja Gombal itu ?
Dialaah......


Faiiiizzzzz !!!!

Coba, tebakanmu bener atau salah ???

Minggu, 01 September 2013

Cerita di Balik 'Rahasia Kapten Bhirawa'

Iseng iseng nggaya sok penting sesekali boleh lah yaa.... Efek lagi sakit pusing flu dan batuk cuma baring baring di rumah karena kata dokter aku harus istirahat. Ini si bocah Faiz, ngapain juga pakai solider ikut ikutan sakit jadi enggak sekolah...... So, ada dua orang sakit berduaan di rumah nih.

Gini, mungkin teman teman ada yang tahu, akhir Agustus lalu aku dapat hadiah dari Pak Dhe Cholik karena menjadi salah satu pemenang give away beliau yaitu GA 63 untuk cerpenku yang berjudul Rahasia Kapten Bhirawa . Bukan cerpen sih, lebih tepat cerita super pendek, bikin #FF atau flash fiction dengan HANYA 63 kata saja . Susah? Susah susah gampang.
Syukur kepada Allah atas ide yang muncul tiba tiba dan begitu saja.
Ceritanya waktu itu aku lagi mengulang kembali hafalanku surat Al Mulk.
Pas sampai di ayat 23 yang artinya : "katakanlah : Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. Tetapi sedikit sekali kamu bersyukur" tiba tiba muncullah ide dasar flash fiction itu.
Dari ayat Al Qur'an di atas, beberapa poin tafsir yang kuingat adalah bahwa organ yang pertama berfungsi adalah pendengaran, kemudian baru penglihatan. Bahkan sejak dalam kandungan. Subhanallah, makanya klo hamil kita disuruh jaga kata kata, kasih bacaan yang baik baik buat si jabang bayi, bahkan mengajaknya bicara. Dan bayipun akan mengenali suara suara orang yang sering menyapanya ketika lahir nanti.
Demikian pula penglihatan, untuk menguji apakah bayi dalam perut bisa melihat atau tidak, silakan ibu berada di kamar yang gelap, lalu nyalakan senter ke arah perut. Niscaya bayi akan bereaksi.
Sebaliknya kalau seseorang menua nanti, maka yang paling pertama berkurang adalah fungsi pendengaran, disusul fungsi penglihatan. Makanya kalau ngomong sama orang tua kadang musti agak lebih keras volumenya. *pengalamanpribadi,banyaktamutamusepuh di loket*
Dari situlah ide dasar cerita tersebut. Yaitu tentang kemampuan membaca gerak bibir. Pernah heboh kan dulu yaa... saat ada pemain bola tingkat dunia yang memaki lawannya di tengah lapangan, para ahli membaca gerak bibir ditanyai ngomong apa *misuh2 opo gitu* si pemain itu. Sampai akhirnya ramai di koran. Lupa aku, kena skors atau enggak si pemain tsb.

Nah kembali ke cerita, mengapa tokohnya pak kapten ? Ya karena yang empunya hajat kan pensiunan angkatan, dan aku kok membayangkan dengan sotoy-nya, jangan jangan beliau diajari ilmu rahasia semacam membaca gerak bibir ini kali ya... *kebanyakanbacaceritadetektif*
Dan alasan paling pentingnya, kali aja dapat lebih berkenan di hati beliau dan dapat mencuri perhatian beliau sebagai dewan juri.  Xixixixi...

Ceritanya pak Kapten ini sudah bebas tugas. Kebayang kaaan... usianya di atas 60 tahun pastinya. Dan kebiasaan beliau sejak muda adalah selalu memandang mesra sang istri bila sedang bicara.  Istrinya cantik siiih... namanya  Kamaratih. Ternyata kebiasaan sangat baik *dan bikin ngiri* ini sangat bermanfaat saat pendengaran pak Kapten sudah mulai berkurang. Beliau bukan lagi mengandalkan telinga untuk mendengar, tetapi kini mengandalkan mata. Dengan ilmu membaca gerak bibir tadi. Namanya ilmu apa, tanya aja Om Wiki yaaa...
Dan di hari istrinya pensiun, yang setelah itu mereka akan menikmati hari pensiun berdua, *so sweet enggak siiih* Kapten Bhirawa tiba - tiba kepikiran, gimana nanti dia akan mendengarkan istrinya, bila pandangannya sudah mulai rabun ??? Itu ditandai dengan bayangan remang istrinya di pagar. Artinya jarak pandang pak Kapten sudah berkurang. Masa' di pagar rumah aja udah remang remang... Pak Kapten sudah mulai rabun. Aah.... aku jadi ikut sedih membayangkannya. Sukurlah cuma fiksi ya... Jadi sedihnya bentar aja, pas lagi ngarangnya.
Daaaaan, alhamdulillah,  cerita yang agak sedih ini mendatangkan kebahagiaan buatku. Yaitu mendapatkan hadiah sbb

Sabtu, 31 Agustus 2013

Pesan Yang Mengejutkan

Ada satu cerita mudik yang belum aku ceritakan di blog ini dan sudah ditagih Sondang. Hehe... Dia adalah orang di luar bis yang pertama kali mendengar eh membaca pesanku.

Ceritanya malam pas perjalanan ke Bakauheni iseng iseng aku buka facebook yang sekian hari aku cuekin. Eh ada pesan dari seseorang yang belum aku kenal.
Pesannya kurang lebih :
'Bun, udah dapat email dari panitia belum? Bunda menang lomba #mizanAndme?'
'Hah ? Menang ? Kategori yang mana ? ' (soalnya aku ikut 3 dari beberapa lombanya)
'Ada link-nya ?' (Penasaran habis deh pokoknya)

Hening beberapa saat. Sembari dagdigdug aku gugling gugling dengan berbagai kata kunci. Soalnya sejak pertengahan Juli aku udah hampir tiap hari nanya ke mbah gugel kapan pengumuman lomba itu keluar.
Akhirnya ketemu deh link-nya. Dan dari link itulah aku tahu klo yang kirim inbox aku itu si pemenang kategori blog. Lihat url blog-nya aku langsung rela banget. Yaeyalah, doski udah pernah menangin mobil. Inget banget karena nama blognya lain dari yang lain. Dan memang postingannya oke punya.
Daaaaaan... aku menang di kategori parcel buku.
Di bawah nama nama pemenang pihak panitia berjanji untuk mengirim email untuk pengambilan hadiah.

Kemudian dengan euforia pemenang aku langsung tunjukkan link pengumuman lomba itu ke Fikri yang duduk di bangku sebelahku. Trus ke Mbak dan Ayuk di bangku belakangku. Trus sama Abi, eh, Abi lagi lelap tidur. Enggak tega mau mbangunin. Siapa lagi yaaa....
Akhirnya aku BBM Sondang yang udah sampai Bandung duluan. Dan langsung dibalas. Senangnyaaa.... Lagi apa yaa... dia saat itu. Semoga masih setrika. Belom saatnya tidur jadi aku enggak ngganggu jatah pak Edi.

Lalu obrolan di fb pun berlanjut.
Aku tanya kapan pihal panitia upload pengumuman ?
Katanya sih tanggal satu. Lha ini sudah tanggal 12. Belum dapat email. Xixixi *bentaran kenapa, kan masih libur lebaran kali yaaa.....*
kok gak dapat mention di FB atau twitter ya... *ih protes aja*

Pas di kapal feri Abi kan bangun tuh, aku tunjukin pengumuman itu komennya datar banget :
'Selama kamu belum dikirimin email untuk ngambil hadiah, enggak ada guna pengumuman itu'. Gubraaak.
Aih Abiiiiiii..... teganya dirimu. Xixixi.... Biasa aja ding. Udah 17 tahun nikah jadi gak kaget. Pesan intinya ketangkep, jangan dulu ngarep, nanti kecewa. dan sebaliknya, kalau rejeki bakalan sampai kok.
Akupun berusaha menata hati. Sabar aja deh...

Nah pas hari kamis aku dikasih tahu temenku, katanya aku dipanggil AR Cicadas, karena SPT Tahunan-ku salah atau kurang lengkap. Hihi malu maluin korps  aja yaa.... Maka hari Jumat 16 Agustus aku menghadap ke Cicadas dan langsung ketemu mas Lilik. Dan urusan SPT pun beres. Eh, datanglah teh Ati juga. Teh Ati tahu klo aku lagi cuti besar, dan nanya nanya ngapain aja akhirnya keceplosan deh cerita menang lomba ini. Alhamdulillah, mas Lilik ternyata kenal sama orang penting di Mizan karena sama sama satu daerah asal dan menawarkan bantuan untuk bertanya. Aku ketawa dan berterima kasih. Kubilang aku mau ngikutin prosedur aja (dulu) deeeh....
Perjalanan pulang dari Cicadas, aku mampir kantor Mizan di jalan Cinambo. Trus menayakan tentang lomba itu. Kata pihak sana lomba itu ditangani kantor Jakarta. Ya sudahlah. Akupun melanjutkan acaraku hari itu yaitu ikutan aksi mendukung Mesir di seputaran Pusdai dan Gasibu.

Sambil terus kontak kontakan sama Lalu Arfian di fb, dan katanya sudah dapat balasan yang intinya masih diproses, tunggu aja. Akupun menunggu dengan (mengusahakan) sepenuh kesabaran.
Dan mumpung hampir akhir bulan, sembari minta bantuan doa dari teman teman, supaya Mizan dimudahkan dalam mengurus pengiriman hadiah ini, sehingga bisa sampai di tangan para pemenang dengan selamat dan sentausa. *bacainsholawatdan Al Fatihah*