Meramaikan program PKK (Peduli Kata Kunci)-nya Warung Blogger, kali ini aku mau cerita satu aja tentang ABG-ABG di rumah yang jumlahnya ada tiga.
Aku suka iniih, membuat kecele para pengguna mesin pencari, yang mencari konten-konten negatif di dunia maya dengan kata kunci tertentu. Kalau para blogger udah menuhin dunia maya dengan konten positif yang mudah ditemukan mesin pencari, pastilah konten negatif itu akan terpinggirkan dengan sendirinya.
Cerita ABG, bukan cerita aku blogger gaul ya... kalau aku blogger gak gaul mah iya banget. Mainnya ke situ-situ aja. Yang komennya juga itu-itu aja. Hahaha... susah move on, aku kan type setia.... *tendangsampaiawang-awang
Hihi malah menceracau kacau, katanya mau nulis Cerita ABG. Iya deh.. iya... kita mulai.. begini ceritanya... sudah berlalu hampir setahun.
Buat men-temen yang udah jadi ibu, apa yang ibu pikirkan ketika bangun pagi hari, anak yang menjelang gadis tiba-tiba memeluk dan berkeluh : "Ummi, sekarang aku tahu, kenapa orang patah hati bisa bunuh diri."
Jreng... jreng... jreng.... kemana Ummi waktu anak gadisnya nangis semaleman ? *ngringkukdikamar
Kemana Ummi waktu anaknya perlu teman curhat ? *asyikbikinpostingan
Kemana Ummi ? Di mana Ummi ? Ummi sibuk ? Ummi ngertiin anaknya nggak siih?
Tenang... tenang... Ummi ada kok.
Karena aku tahu type anak-anakku, enggak laju lebay gitu aku nanggepinnya. Masih dalam pelukku, dengan santai kutanya balik :
"Trus kamu mau bunuh diri ?"
"Enggaklah.... kan dosa Ummi, rugi banget" jawab gadisku.
Alhamdulillaah. Berarti dia masih menganggap bahwa selain 'cinta monyet'-nya itu, masih buaaanyaaak hal berharga yang pantas dikejar. Dan karena secara normatif anak-anakku sudah tahu bahwa pacaran itu dilarang agama, aku tinggal masukin nilai-nilai yang diterima logika mereka.
Salah satunya aku pakai resepnya mba Tri. Kurang lebih begini :
"Jangan terlalu mencintai teman-teman SD, nanti kalau kamu SMP banyak teman SMP yang lebih keren. Jangan juga terlalu serius sama teman SMP, karena di SMA akan lebih banyak lagi cowok yang lebih keren. Kalau mau serius pas kuliah. Karena kalian sudah semakin dewasa dan lebih bisa mempertimbangkan segala sesuatunya. "
Ya gitu deh... itu baru cerita satu anak ya... tapi seputar jatuh cinta dan patah hati aku masih pakai rumus yang ini. Alhamdulillah nampaknya berhasil untuk dua gadis pertama. Paling tidak, mereka nampak segera move-on dari para cowok-cowok CCP-nya dan segera beraktifitas yang lain atau dapet CCP baru. :p *mudahcintadanmudahlupa.
Kalau yang cowok belum kelihatan punya gebetan siih...
Dan untuk nasihat yang lebih serius aku bilang gini : (dapat dari tweet siapa ya, lupa. Kata-kata bijak atau nasehat Islam gitu ).
"Bila kau mencintai seseorang, lihatlah apakah dia dekat dengan Allah atau tidak. Kalau Allah aja dia tinggalin, apalagi kamu ?"
Memang awalnya buat telingaku rada-rada jengah mendengar cerita ABG versi anak-anakku. Mengingat jaman aku seumuran mereka dulu apa-apa kan dirasa sendiri. Paling nulis di diary.
Tapi kan mending anak-anak curhat sama kita kaan, dari pada curhat sama orang lain.
Minimal walaupun dia curhat sama temannya, dia curhat juga sama kita, jadi ada semacam second opinion.
Nah yang kulakukan sehingga anak-anak mau cerita adalah :
* ada sessi berdua -quality time- dengan masing-masing anak. Waktunya atur-atur saja.
* belajar bertanya tentang dunia mereka dan menyiapkan diri menjadi pendengar yang baik. Nggak mencela, nggak motong cerita, full attention.
* ikut baca buku/novel mereka
* sesekali stalking TL / akun socmed mereka spy enggak kudet. #eeeaaaa
Nah ini Cerita ABG-ku. Lain keluarga pasti lain cerita. Mana ceritamu ?
*postingan ini tidak dilombakan karena kesulitan teknis dalam pendaftaran* bilangajamalesngelink